MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 20 Mei 2018 07:41
Bisa Dicegah dan Diobati

Varises, Penumpukan Darah yang Tak Perlu Dicemaskan

ilustrasi

PROKAL.CO, Varises bisa menyerang siapa saja. Pemicunya beragam. Salah satunya karena olahraga yang ekstrem. Namun bisa dicegah dan diobati.

OLAHRAGA yang rutin adalah sebuah keperluan. Itu salah satu cara untuk menjalankan pola hidup sehat. Tujuannya agar tubuh terhindar dari penyakit. Namun, olahraga terlalu ekstrem justru merugikan tubuh. Salah satu kondisi yang mengganggu adalah varises

Varises adalah pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena yang biasanya terjadi pada bagian kaki karena penumpukan darah. Orang-orang yang menderita penyakit ini, pembuluh vena mereka juga dapat terlihat menonjol keluar berwarna biru atau ungu tua. Kadang-kadang bentuknya menyerupai simpul atau tali berpilin.

“Varises bermula dengan adanya tekanan tinggi pada dinding pembuluh vena yang dipicu oleh berbagai faktor. Salah satunya berolahraga terlampau ekstrem atau aktivitas berat lainnya,” papar ahli ilmu faal olahraga (AIFO) dr Sonny Gosal kepada Kaltim Post, kemarin (19/5).

Itu sebabnya, kata dia, agar melakukan latihan olahraga secara wajar dan bertahap. Sonny menyebut, tak sedikit masyarakat salah kaprah. Dia mengatakan, meski memiliki masalah dengan varises, bukan berarti berhenti untuk berolahraga.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, itu menyarankan untuk berkonsultasi lebih dulu. Biasanya, dia akan menyarankan untuk mengubah pola gerakan dalam berolahraga. “Misal, mengurangi gerakan yang mengharuskan bertumpu pada kaki,” kata dokter yang praktik di salah satu apotek di Samarinda itu.

Selain berolahraga ekstrem, varises dapat ditimbulkan karena obesitas, kehamilan, dan faktor lain. Dokter Miftahul Afandi SpJP menerangkan, efek dari tekanan tinggi ini menjadikan dinding vena merenggang (kehilangan elastisitas) dan katup di dalamnya menjadi lemah. “Dengan melemahnya katup tersebut, fungsinya tidak berjalan dengan baik. Aliran darah ke jantung menjadi terganggu,” sebutnya.

Dia melanjutkan, akibat dari gangguan tersebut, darah yang mengalir ke jantung menjadi berbalik arah dan akhirnya mengendap di satu titik pada pembuluh vena. Endapan darah yang terjadi secara terus-menerus membuat pembuluh tersebut membengkak, merusak katup, dan terjadilah varises.

Sebagian besar gejala varises terjadi di kaki (terutama bagian betis). Pada sebagian kasus, sebut dia, seseorang bisa mengalami varises di bagian panggul, anus, vagina, rahim, atau kerongkongan.

Secara anatomis, varises vagina sama saja dengan varises yang terjadi pada kaki. Gangguan kesehatan ini disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah vena yang ada di dalam vagina. Varises vagina disebabkan oleh bawaan atau bakat seorang perempuan terhadap gangguan ini. Semakin membesarnya ukuran dan berat janin, juga membuat ibu harus menopang janin. Sehingga berisiko membuat pembuluh darah di area vagina melebar.

Umumnya tak ada gejala yang muncul untuk gangguan kesehatan ini. Namun ada pula yang merasakan seperti penuh atau tertekan di area vagina. Rasa ini menyebabkan ketidaknyamanan. Pada kasus yang berat, varises vagina akan terasa seperti terbakar, apalagi saat Anda berolahraga berat atau berhubungan seks.

Di kaki, ujar Miftahul, gejala varises bisa berupa kaki yang terasa nyeri, berdenyut-denyut, panas, dan pembengkakan di kaki bagian bawah (termasuk pergelangan kaki). Selain itu, kaki terasa berat dan tidak nyaman, kulit di area varises tampak kering dan terasa gatal, serta kram otot kaki. “Jika varises masih tergolong ringan, penderita jarang merasakan gejala. Gejala varises terutama akan makin terasa ketika penderita berdiri terlalu lama,” kata dia.

PENGOBATAN

Miftahul menyebut, penyakit varises yang masih tergolong ringan. Masih dapat diobati sendiri di rumah tanpa harus ke rumah sakit. Tujuan pengobatan secara mandiri ini meredakan gejala varises, mengurangi tingkat keparahan, dan mencegah terjadinya komplikasi.

Jika varises sudah terjadi selama bertahun-tahun, terganggunya aliran darah di dalam pembuluh vena berpotensi menimbulkan komplikasi. Mulai eksim varises, pendarahan, tukak atau luka terbuka, sampai trombosis vena dalam.

Dikatakan, beberapa hal yang mencakup pengobatan penyakit varises secara mandiri, antara lain, menjaga berat badan tetap dalam kapasitas yang sehat, rutin berolahraga, tidak berdiri terlalu lama, dan mengistirahatkan kaki dengan cara meluruskan pada posisi agak diangkat (diberi bantalan penyangga).

Menurut dia, selain cara-cara tersebut, satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh penderita varises adalah pemakaian stoking khusus menangani varises. “Sebutan lain dari stoking ini adalah bebat kompresi,” ujar Miftahul.

Stoking varises dirancang untuk memberikan tekanan pada otot kaki dan vena sehingga aliran darah lebih lancar. Stoking ini juga dapat meredakan pembengkakan dan nyeri karena varises.

Dia menuturkan, pemakaian stoking varises biasanya dianjurkan oleh dokter mulai bangun tidur pada pagi hari hingga menjelang tidur malam hari. Biasanya umur pemakaian satu stoking varises berkisar antara 3–6 bulan, setelah itu harus diganti dengan yang baru.

“Hal yang harus dihindari adalah memijat bagian varises. Orang awam menganggap itu bisa menghilangkan varises dengan cepat. Padahal, ini dapat berakibat fatal karena membuat pembuluh darah pecah,” sebut spesialis jantung dan pembuluh darah dari RSUD AM Parikesit, Tenggarong, itu.

Contoh pengobatan lain yang mungkin akan disarankan oleh dokter, mulai injeksi skleroterapi hingga bedah terbuka. Bergantung tingkat keparahan varises. (*/roe/rom/k8)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

SERASA ANAK TIRI..!! Bandara APT Pranoto “Dicueki” Pusat

SAMARINDA–Moda transportasi udara jadi idola untuk memangkas waktu perjalanan. Sayangnya,…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Koran Adalah Alat Perjuangan, Bertahan dengan Kualitas Sajian

Media daring menjamur. Tapi tak akan membunuh koran. Tak membuatnya…

Jumat, 18 Januari 2019 06:48

Mengoptimalkan Ekspor Batu Bara Kaltim ke India

Oleh: Wahyu Baskara Santoso dan Debby Amalia Soraya (Asisten Analis…

Jumat, 18 Januari 2019 00:06

Jokowi Serang Caleg Gerindra, Prabowo Malah Joget-Joget

Sebuah kejadian menarik dalam debat pilpres 2019 edisi pertama yang…

Kamis, 17 Januari 2019 11:36
Prostitusi Online Melibatkan Artis

Vanessa Angel Ditetapkan Tersangka

SURABAYA - Penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim akhirnya…

Kamis, 17 Januari 2019 11:12
Malam Ini KPU Gelar Debat Paslon Edisi Pertama

Debat Pertama Pilpres, Begini Persiapan Kedua Kubu

Malam ini, dua pasang kandidat presiden dan wakil presiden akan…

Kamis, 17 Januari 2019 09:33

BERDUKA..!! 26 Rumah, 1 Bangunan Langgar dan Gereja, Ludes di Kebakaran Tenggarong

TENGGARONG - Data sementara, sebanyak 26 rumah ludes terbakar pada…

Kamis, 17 Januari 2019 07:12

WADUH..!! Ketimpangan Pendapatan Kaltim Meningkat

SAMARINDA - Meski ketimpangan pendapatan Kaltim pada 2018 mengalami peningkatan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:34

NESTAPA..!! Petani Lada Rugi Jual Hasil Panen

TANJUNG REDEB–Harga lada masih menjadi keluhan para petani di Kabupaten…

Rabu, 16 Januari 2019 07:44

Se-Kalimantan, di Sinilah Termahal Biaya Hidup

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berada di urutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*