MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 20 Mei 2018 07:41
Bisa Dicegah dan Diobati

Varises, Penumpukan Darah yang Tak Perlu Dicemaskan

ilustrasi

PROKAL.CO, Varises bisa menyerang siapa saja. Pemicunya beragam. Salah satunya karena olahraga yang ekstrem. Namun bisa dicegah dan diobati.

OLAHRAGA yang rutin adalah sebuah keperluan. Itu salah satu cara untuk menjalankan pola hidup sehat. Tujuannya agar tubuh terhindar dari penyakit. Namun, olahraga terlalu ekstrem justru merugikan tubuh. Salah satu kondisi yang mengganggu adalah varises

Varises adalah pembengkakan dan pelebaran pembuluh darah vena yang biasanya terjadi pada bagian kaki karena penumpukan darah. Orang-orang yang menderita penyakit ini, pembuluh vena mereka juga dapat terlihat menonjol keluar berwarna biru atau ungu tua. Kadang-kadang bentuknya menyerupai simpul atau tali berpilin.

“Varises bermula dengan adanya tekanan tinggi pada dinding pembuluh vena yang dipicu oleh berbagai faktor. Salah satunya berolahraga terlampau ekstrem atau aktivitas berat lainnya,” papar ahli ilmu faal olahraga (AIFO) dr Sonny Gosal kepada Kaltim Post, kemarin (19/5).

Itu sebabnya, kata dia, agar melakukan latihan olahraga secara wajar dan bertahap. Sonny menyebut, tak sedikit masyarakat salah kaprah. Dia mengatakan, meski memiliki masalah dengan varises, bukan berarti berhenti untuk berolahraga.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, itu menyarankan untuk berkonsultasi lebih dulu. Biasanya, dia akan menyarankan untuk mengubah pola gerakan dalam berolahraga. “Misal, mengurangi gerakan yang mengharuskan bertumpu pada kaki,” kata dokter yang praktik di salah satu apotek di Samarinda itu.

Selain berolahraga ekstrem, varises dapat ditimbulkan karena obesitas, kehamilan, dan faktor lain. Dokter Miftahul Afandi SpJP menerangkan, efek dari tekanan tinggi ini menjadikan dinding vena merenggang (kehilangan elastisitas) dan katup di dalamnya menjadi lemah. “Dengan melemahnya katup tersebut, fungsinya tidak berjalan dengan baik. Aliran darah ke jantung menjadi terganggu,” sebutnya.

Dia melanjutkan, akibat dari gangguan tersebut, darah yang mengalir ke jantung menjadi berbalik arah dan akhirnya mengendap di satu titik pada pembuluh vena. Endapan darah yang terjadi secara terus-menerus membuat pembuluh tersebut membengkak, merusak katup, dan terjadilah varises.

Sebagian besar gejala varises terjadi di kaki (terutama bagian betis). Pada sebagian kasus, sebut dia, seseorang bisa mengalami varises di bagian panggul, anus, vagina, rahim, atau kerongkongan.

Secara anatomis, varises vagina sama saja dengan varises yang terjadi pada kaki. Gangguan kesehatan ini disebabkan oleh pelebaran pembuluh darah vena yang ada di dalam vagina. Varises vagina disebabkan oleh bawaan atau bakat seorang perempuan terhadap gangguan ini. Semakin membesarnya ukuran dan berat janin, juga membuat ibu harus menopang janin. Sehingga berisiko membuat pembuluh darah di area vagina melebar.

Umumnya tak ada gejala yang muncul untuk gangguan kesehatan ini. Namun ada pula yang merasakan seperti penuh atau tertekan di area vagina. Rasa ini menyebabkan ketidaknyamanan. Pada kasus yang berat, varises vagina akan terasa seperti terbakar, apalagi saat Anda berolahraga berat atau berhubungan seks.

Di kaki, ujar Miftahul, gejala varises bisa berupa kaki yang terasa nyeri, berdenyut-denyut, panas, dan pembengkakan di kaki bagian bawah (termasuk pergelangan kaki). Selain itu, kaki terasa berat dan tidak nyaman, kulit di area varises tampak kering dan terasa gatal, serta kram otot kaki. “Jika varises masih tergolong ringan, penderita jarang merasakan gejala. Gejala varises terutama akan makin terasa ketika penderita berdiri terlalu lama,” kata dia.

PENGOBATAN

Miftahul menyebut, penyakit varises yang masih tergolong ringan. Masih dapat diobati sendiri di rumah tanpa harus ke rumah sakit. Tujuan pengobatan secara mandiri ini meredakan gejala varises, mengurangi tingkat keparahan, dan mencegah terjadinya komplikasi.

Jika varises sudah terjadi selama bertahun-tahun, terganggunya aliran darah di dalam pembuluh vena berpotensi menimbulkan komplikasi. Mulai eksim varises, pendarahan, tukak atau luka terbuka, sampai trombosis vena dalam.

Dikatakan, beberapa hal yang mencakup pengobatan penyakit varises secara mandiri, antara lain, menjaga berat badan tetap dalam kapasitas yang sehat, rutin berolahraga, tidak berdiri terlalu lama, dan mengistirahatkan kaki dengan cara meluruskan pada posisi agak diangkat (diberi bantalan penyangga).

Menurut dia, selain cara-cara tersebut, satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh penderita varises adalah pemakaian stoking khusus menangani varises. “Sebutan lain dari stoking ini adalah bebat kompresi,” ujar Miftahul.

Stoking varises dirancang untuk memberikan tekanan pada otot kaki dan vena sehingga aliran darah lebih lancar. Stoking ini juga dapat meredakan pembengkakan dan nyeri karena varises.

Dia menuturkan, pemakaian stoking varises biasanya dianjurkan oleh dokter mulai bangun tidur pada pagi hari hingga menjelang tidur malam hari. Biasanya umur pemakaian satu stoking varises berkisar antara 3–6 bulan, setelah itu harus diganti dengan yang baru.

“Hal yang harus dihindari adalah memijat bagian varises. Orang awam menganggap itu bisa menghilangkan varises dengan cepat. Padahal, ini dapat berakibat fatal karena membuat pembuluh darah pecah,” sebut spesialis jantung dan pembuluh darah dari RSUD AM Parikesit, Tenggarong, itu.

Contoh pengobatan lain yang mungkin akan disarankan oleh dokter, mulai injeksi skleroterapi hingga bedah terbuka. Bergantung tingkat keparahan varises. (*/roe/rom/k8)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:51

Waspadai Pergerakan Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemerintah kota maupun Provinsi Kaltim tampaknya harus mewaspadai risiko tingginya inflasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

UMP Harus Punya Klasifikasi

SAMARINDA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, upah minimum provinsi (UMP) Kaltim tahun ini bakal mengalami…

Senin, 22 Oktober 2018 06:47

Ribuan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kaltim Jadi Atensi

SAMARINDA – Pemprov Kaltim tampaknya harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas sumber daya…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:19

Penyelundupan Narkotika Didominasi Melalui Malaysia

JAKARTA— Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:16

Garansi Polder Tak Ada Buaya

SANGATTA – Kian dekat dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim 2018 di Kutai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Ekspor CPO Bantu Selamatkan Rupiah

SAMARINDA  -   Kinerja ekspor Kaltim pada Agustus mengalami penurunan 14,03 persen dibandingkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:35

Kaltim Peringkat Nasional Kepemilikan Akta Kelahiran

SAMARINDA – Provinsi kaltim menempati urutan ke dua dalam peringkat nasional untuk kepemilikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .