MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Sabtu, 19 Mei 2018 10:11
Pembunuh Mahasiswi Dituntut 15 Tahun
TERDIAM: Topan alias Aco (23) hanya pasrah saat jaksa Pengadilan Negeri (PN) Samarinda membacakan tuntutan. Aco dituntut 15 tahun penjara setelah membunuh seorang mahasiswi.

PROKAL.CO, Kasus pembunuhan terhadap mahasiswi Debby Auliani pada 28 Oktober 2017 silam memasuki babak baru. Jaksa penuntut umum (JPU) di pengadilan negeri (PN) menuntut Topan alias Aco (22), hukuman 15 tahun penjara, Kamis (17/5) siang.

Aco dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, serta Pasal 351 Ayat 1 KUHP tentang Penganiayaan. Pelaku telah menikam Debby Auliani (23), mahasiswi di Jalan Gerilya, RT 31, Gang Gunung Kombeng, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Aco juga dikenal sebagai penjahat kambuhan dan pernah melakukan kejahatan lain. Yaitu kepemilikan senjata tajam serta pencurian.

Berkas pengadilan Aco telah terdaftar sejak Selasa (6/3) silam. Adapun barang bukti pembunuhan sampai sekarang tidak ditemukan. Diduga pelaku telah menghilangkan barang bukti saat berusaha kabur ke Kutai Kartanegara beberapa hari setelah pembunuhan.

Menurut Hakim PN Samarinda Achmad Rasyid Purba, Aco dipersilakan menyampaikan pembelaan (pledoi) Senin (21/5). “Ini baru tuntutan dari jaksa, belum putusan pengadilan,” ungkapnya. “Silakan melakukan pledoi Senin depan,” Lanjutnya.

Kemudian badik sepanjang 25 sentimeter yang dipakai Aco menghabisi nyawa Debby dirampas untuk dimusnahkan. Motor Honda Beat KT 2947 QA yang disita sebagai barang bukti dikembalikan kepada Aco. Menyikapi tuntutan JPU tersebut, kuasa hukum Aco, Supiatno meminta waktu seminggu membuat pembelaan (pledoi). “Kami jelas akan menyiapkan pembelaan,” tegas Supiatno singkat.

Aco diajukan ke persidangan karena membunuh Debby, Sabtu (28/10) dini hari pada 2017. Saat itu Aco mengendap-ngendap dan dicurigai akan mencuri. Warga yang curiga kemudian menangkap Aco. Sempat digebuki warga, Aco yang berontak berhasil lepas dari amukan warga. Aco berusaha kabur.  Ketika hendak kabur, Aco berpapasan dengan Debby. Spontan, Aco langsung menikam leher Debby.

Setelah itu Aco melanjutkan pelariannya. Sementara Debby meregang nyawa sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit. Aco akhirnya dibekuk polisi beberapa hari kemudian. Dalam keterangan di persidangan, Aco mengaku sebelumnya juga pernah dihukum karena kasus senjata tajam. “Hal memberatkan perbuatan terdakwa (Aco, Red) meresahkan masyarakat,” tandas JPU.  (*/amn/*/dra/iza/k16)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 23:22

Kini, Daftar Perkara Cukup Lewat Online

SAMARINDA – Transparansi harus terus digaungkan, lembaga peradilan pun harus terus mengedepankan…

Selasa, 17 Juli 2018 10:44

Gerindra Lagi Seksi, Target Menang di Kaltim

SAMARINDA - Ketua DPD Gerindra Kaltim Andi Harun memastikan semua daerah pemilihan (dapil) telah memiliki…

Senin, 16 Juli 2018 12:34
Pekerja BPU Cukup Bayar Rp 16.800 Per Bulan

Tingkatkan Peran PKH di Masyarakat

SAMARINDA–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Samarinda, terus berupaya…

Senin, 16 Juli 2018 10:13

Pemilihan Wawali Molor Lagi

SAMARINDA – Rencana pemilihan wakil wali kota (wawali) Samarinda, seperti bola liar saja. Sejak…

Senin, 16 Juli 2018 10:13

Maling Ditangkap oleh Saudara Sendiri

SAMARINDA – Langkah kaki Herli Febrianto berjalan pelan sembari berjengket, memasuki pintu belakang…

Senin, 16 Juli 2018 10:07

Vaksinasi Campak dan Rubella Digelar Serentak

SAMARINDA – Agustus mendatang, Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim melakukan imunisasi campak dan…

Senin, 16 Juli 2018 10:06
Menengok Tim 901 Polresta Samarinda

Bidik Balapan Liar hingga Narkoba

Polisi dituntut kerja cepat, cerdas, dan terukur. Itu sebabnya, tak mudah bertugas sebagai aparat berseragam…

Minggu, 15 Juli 2018 13:30

Seleksi Direksi PDAM Bakal Ramai

SAMARINDA – Langkah Pemkot Samarinda melakukan penjaringan direksi PDAM Tirta Kencana mendapat…

Minggu, 15 Juli 2018 09:47

Kerusakan Flyover Harus Diseriusi

SAMARINDA – Pengamat konstruksi Kaltim Haryoto angkat bicara, terkait kerusakan jalan layang (flyover)…

Minggu, 15 Juli 2018 09:47

KTP Pernah Dicetak 5.000 Keping tapi Tidak Diambil

Berbagai upaya perbaikan pelayanan publik telah didengungkan pemerintah daerah. Faktanya, sampai pekan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .