MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14
2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen
Sri Mulyani

PROKAL.CO, JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai 5,4 hingga 5,8 persen. Sesuai pernyataan yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Paripurna DPR, Jakarta, Jumat (18/5). Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun Anggaran 2019.

Pemerintah juga bertekad mewujudkan peningkatan pertumbuhan yang lebih berkualitas dan inklusif agar tercipta peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Sasaran pertumbuhan ini diarahkan untuk mendorong pemerataan pertumbuhan di seluruh wilayah Indonesia, dengan melaksanakan percepatan pembangunan kawasan timur Indonesia, wilayah perbatasan, kawasan terluar dan daerah tertinggal," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, salah satu upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain dengan mengedepankan sektor yang bernilai tambah agar pasar domestik menjadi lebih kokoh serta mendepankan produktivitas. Salah satunya industri berbasis ekonomi digital yang saat ini membutuhkan dukungan kualitas sumber daya manusia produktif, inovatif, dan mampu berdaya saing.

Selain itu, momentum pertumbuhan investasi dan ekspor juga terus dipelihara dengan menghilangkan berbagai regulasi yang menghambat di pemerintah pusat maupun daerah. Serta melakukan reformasi dalam bidang perpajakan dan ketenagakerjaan.

"Pemerintah juga sedang mendesain berbagai kebijakan insentif fiskal yang atraktif dan kompetitif guna meningkatkan investasi dan mendorong ekspor," bebernya.

Sri Mulyani juga menyampaikan sasaran inflasi pada rentang 3,5 plus minus 1 persen pada 2019 atau pada tingkat yang rendah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi rumah tangga.

"Dalam pengendalian inflasi, pemerintah menjaga keseimbangan sisi penawaran dan sisi permintaan. Untuk menjaga ketersediaan pasokan barang khususnya pangan, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi nasional," ujarnya.

Sedangkan rata-rata nilai tukar rupiah pada 2019 diperkirakan berada pada kisaran Rp 13.700 sampai Rp 14.000 per dolar AS, meski banyak tantangan dalam menjaga stabilitas dan pergerakan kurs, salah satunya normalisasi kebijakan moneter di AS.

Ia menyampaikan, pergerakan nilai tukar rupiah dalam rentang yang memadai tidak selalu berarti negatif terhadap perekonomian domestik, karena bisa bermanfaat kepada perbaikan daya saing ekspor Indonesia dan pertumbuhan ekonomi.

"Pemerintah bersama Bank Indonesia akan terus mengelola stabilitas ekonomi dan pergerakan nilai tukar tersebut agar tidak terjadi volatilitas yang merusak iklim usaha dan aktivitas ekonomi," terangnya.

Asumsi dasar makro lainnya yang menjadi basis penghitungan RAPBN 2019 adalah suku bunga SPN 3 bulan rata-rata pada kisaran 4,6 persen-5,2 persen, harga ICP minyak pada kisaran USD 60-70 per barel, lifting minyak bumi 722 ribu-805 ribu barel per hari dan lifting gas bumi 1.210 ribu-1.300 ribu barel setara minyak per hari.

"Pada 2019, harga minyak mentah dunia diperkirakan akan mengalami kenaikan karena naiknya permintaan sebagai akibat mulai pulihnya perekonomian global," kata Sri Mulyani menanggapi tingginya rentang harga ICP minyak.

Sementara itu, tema kebijakan fiskal pada 2019 adalah APBN untuk mendorong investasi dan daya saing, dengan strategi antara lain mobilisasi pendapatan yang realistis, belanja berkualitas dan pembiayaan yang efisien, kreatif, dan berkelanjutan. (ndu2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 06:54

Pengoperasian Maloy Mundur Lagi

SAMARINDA - Target pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta…

Selasa, 13 November 2018 06:52

Investor Oman Lirik Kaltim

BALIKPAPAN - Investor asal Oman tampaknya mulai tertarik untuk berinvestasi…

Selasa, 13 November 2018 06:40

e-Commerce Catat Transaksi Fantastis

JAKARTA – Pesta belanja online terbesar di dunia (Singles Day)…

Selasa, 13 November 2018 06:38

Industri Pulp dan Kertas Dipacu Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan

JAKARTA - Kementerian Perindustrian memacu industri pulp dan kertas untuk…

Selasa, 13 November 2018 06:38

Kuartal III, PGN Raih Laba Bersih Rp 3,06 T

JAKARTA - Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sampai…

Selasa, 13 November 2018 06:37

The Fed Kawal Ruang Gerak Rupiah

JAKARTA - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…

Senin, 12 November 2018 06:54

Buat Sistem Pembakaran Mesin Maksimal

BALIKPAPAN – PT Pertamina (Persero) terus mendorong konsumsi Bahan Bakar…

Senin, 12 November 2018 06:48

Neraca Perdagangan Surplus USD 1,11 M

SAMARINDA – Neraca Perdagangan Kaltim terus menunjukkan performa positif. Pada…

Senin, 12 November 2018 06:47

Pasar India Masih Jadi Favorit

SAMARINDA – Rendahnya harga crude palm oil (CPO) global belum…

Senin, 12 November 2018 06:41

Siap Bersaing di Kelas Motor Sport

BALIKPAPAN – Suzuki GSX150 Bandit cukup percaya diri menjadi pemain…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .