MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 19 Mei 2018 00:13
Waspada Bibit Kelapa Sawit Ilegal

Tumbuh Lambat dan Merusak Mesin

KONSULTASI DISBUN: Petani kelapa sawit di Bumi Etam harus berhati-hati dalam membeli bibit. Jika salah, pertumbuhan tanaman terancam tidak maksimal dan merugikan.

PROKAL.CO, SAMARINDA  -  Para petani kembali diminta mewaspadai peredaran benih kelapa sawit ilegal. Sepanjang 2017 saja, ditemukan sepuluh kasus terkait kecambah kelapa sawit yang diduga tidak memiliki sertifikat lengkap atau ilegal. Bahkan, saat ini penjualan bibit ilegal sudah melalui media daring.

"Dari sepuluh kasus tersebut, ditemukan lima kasus di Kutai Kartanegara, dua kasus di Penajam Paser Utara, dua kasus di Kutai Timur dan satu kasus di Balikpapan," ungkap Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad, saat ditemui Kaltim Post di Samarinda, Jumat (18/5).

Ujang mengatakan, pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengawasan Benih Perkebunan (UPTD PBP) telah melakukan pengecekan dan upaya penyitaan terhadap temuan benih sawit ilegal tersebut. Peredaran benih sawit ilegal saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, karena dijual door to door ke rumah petani sawit dengan memalsukan merek sumber benih dan dalam bentuk butiran atau curah. Bahkan, benih sawit tersebut juga dijual bebas di situs jual beli online dan jejaring sosial seperti Facebook.

"Dalam upaya penegakan hukum, pihak kami yang terdiri dari Pengawas Benih Tanaman (PBT) dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bekerja sama dengan pihak Polda Kaltim akan meningkatkan pengawasan dan penindakan tegas terhadap peredaran benih sawit ilegal. Agar petani tidak dirugikan," ujarnya.

Menurutnya, bagi petani yang ingin membeli benih atau kecambah kelapa sawit diharapkan dapat berkonsultasi dengan Dinas Perkebunan atau UPTD Pengawasan Benih Perkebunan. Supaya mendapatkan informasi detail tentang regulasi pembelian kecambah kelapa sawit.

Guna memberikan efek jera kepada para pengedar benih sawit ilegal ini, akan dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 250 juta.

Banyak kerugian yang diterima dari bercocok tanam dengan benih ilegal, yang ditengarai sebagai benih palsu. Tidak hanya kerugian finansial karena gagal panen, namun juga dapat merusak mesin saat tanaman diolah menjadi minyak mentah (CPO).

“Tanaman dari benih yang tak bersertifikasi itu biasanya jelek. Cangkangnya tebal, bisa merusak mesin. Maraknya peredaran benih ilegal ini juga karena permintaan yang tinggi, namun ketersediaan benih unggul bersertifikat masih terbatas,” paparnya.

Ujang menjelaskan, sertifikasi bibit dan kecambah sawit bertujuan, memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa bibit sawit tersebut asli. Saat ini, Disbun Kaltim berhasil menyertifikasi sebanyak 439 ribu bibit dan 451 ribu kecambah kelapa sawit. “Itu untuk memastikan mutu fisik, fisiologis, dan genetis benih sawit,” ungkapnya.

Kecambah kelapa sawit asli adalah kecambah yang dibuat melalui proses hibridasi menggunakan sumber benih yang sesuai standardisasi mutu. Sedangkan kecambah kelapa sawit palsu umumnya kecambah diproduksi sembarangan tanpa memerhatikan standar itu.

Walaupun harganya cenderung lebih murah, pemakaian kecambah palsu yang mempunyai mutu tidak jelas akan merugikan petani. Selain masa pertumbuhan tanaman lebih lambat, tingkat produktivitasnya juga rendah, sehingga proses pengolahannya tidak efisien.

Bibit palsu bisa dikenali dengan melihat tingkat ketebalan tempurungnya yang biasanya lebih tipis. Tekstur permukaan biji juga terasa lebih kasar dan tampak kotor. Lebih lanjut, persentase tingkat kematian kecambah juga lebih tinggi.

“Selain itu, kelapa sawit dari bibit palsu akan tumbuh tidak normal,  dan tidak seragam. Produktivitas panen pun cenderung jauh lebih rendah. Di sektor pengolahan, tanaman dari kecambah palsu mempunyai tingkat rendemen minyak yang relatif rendah,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 06:45

Tahun Depan Sasar Utara dan Selatan

BALIKPAPAN – Kota Minyak terus mengembangkan jaringan gas (jargas) di masyarakat. Saat ini Pemkot…

Kamis, 15 November 2018 06:43

Ini Masalah yang Selalu Jadi Momok Investasi di Kaltim

BALIKPAPAN – Permasalahan lahan kerap menjadi penghambat dalam mengembangkan investasi di Kaltim.…

Kamis, 15 November 2018 06:42

Siapkan Rencana Operasi Pasar

JAKARTA – Pergerakan harga beras medium bakal menjadi perhatian pemerintah dalam sebulan ke depan.…

Kamis, 15 November 2018 06:40

PHSS Sukses Kapalkan LNG Perdana

BALIKPAPAN - Upaya PT Pertamina dalam mengelola blok migas eks VICO Indonesia mulai membuahkan hasil.…

Kamis, 15 November 2018 06:37

Perdamaian Dikabulkan, Peluang Merpati Terbang Lagi Kian Besar

SURABAYA - Langkah Merpati Nusantara Airlines untuk kembali terbang semakin mulus. Pengadilan Niaga…

Kamis, 15 November 2018 06:33

Antisipasi Praktik Kartel

JAKARTA - Pemerintah perlu mengevaluasi tata niaga kebijakan gula di Tanah Air. Pasalnya, beberapa kebijakan…

Kamis, 15 November 2018 06:32

Kadin-Bappenas Fokus Perkuat Industri Kelautan

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional…

Kamis, 15 November 2018 06:31

Berharap Produk Olahan Perikanan Mendunia

JAKARTA - Sebagai salah satu negara kepulauan, kekayaan laut Indonesia tidak bisa dimungkiri. Sayangnya,…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Investor Masih Khawatir Pasar Negara Berkembang

JAKARTA – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali berada dalam…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Produk UKM Sulit Bersaing

JAKARTA – Pertumbuhan e-commerce yang begitu pesat tampaknya perlu diikuti regulasi yang jelas.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .