MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 19 Mei 2018 00:13
Waspada Bibit Kelapa Sawit Ilegal

Tumbuh Lambat dan Merusak Mesin

KONSULTASI DISBUN: Petani kelapa sawit di Bumi Etam harus berhati-hati dalam membeli bibit. Jika salah, pertumbuhan tanaman terancam tidak maksimal dan merugikan.

PROKAL.CO, SAMARINDA  -  Para petani kembali diminta mewaspadai peredaran benih kelapa sawit ilegal. Sepanjang 2017 saja, ditemukan sepuluh kasus terkait kecambah kelapa sawit yang diduga tidak memiliki sertifikat lengkap atau ilegal. Bahkan, saat ini penjualan bibit ilegal sudah melalui media daring.

"Dari sepuluh kasus tersebut, ditemukan lima kasus di Kutai Kartanegara, dua kasus di Penajam Paser Utara, dua kasus di Kutai Timur dan satu kasus di Balikpapan," ungkap Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ujang Rachmad, saat ditemui Kaltim Post di Samarinda, Jumat (18/5).

Ujang mengatakan, pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengawasan Benih Perkebunan (UPTD PBP) telah melakukan pengecekan dan upaya penyitaan terhadap temuan benih sawit ilegal tersebut. Peredaran benih sawit ilegal saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, karena dijual door to door ke rumah petani sawit dengan memalsukan merek sumber benih dan dalam bentuk butiran atau curah. Bahkan, benih sawit tersebut juga dijual bebas di situs jual beli online dan jejaring sosial seperti Facebook.

"Dalam upaya penegakan hukum, pihak kami yang terdiri dari Pengawas Benih Tanaman (PBT) dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bekerja sama dengan pihak Polda Kaltim akan meningkatkan pengawasan dan penindakan tegas terhadap peredaran benih sawit ilegal. Agar petani tidak dirugikan," ujarnya.

Menurutnya, bagi petani yang ingin membeli benih atau kecambah kelapa sawit diharapkan dapat berkonsultasi dengan Dinas Perkebunan atau UPTD Pengawasan Benih Perkebunan. Supaya mendapatkan informasi detail tentang regulasi pembelian kecambah kelapa sawit.

Guna memberikan efek jera kepada para pengedar benih sawit ilegal ini, akan dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 250 juta.

Banyak kerugian yang diterima dari bercocok tanam dengan benih ilegal, yang ditengarai sebagai benih palsu. Tidak hanya kerugian finansial karena gagal panen, namun juga dapat merusak mesin saat tanaman diolah menjadi minyak mentah (CPO).

“Tanaman dari benih yang tak bersertifikasi itu biasanya jelek. Cangkangnya tebal, bisa merusak mesin. Maraknya peredaran benih ilegal ini juga karena permintaan yang tinggi, namun ketersediaan benih unggul bersertifikat masih terbatas,” paparnya.

Ujang menjelaskan, sertifikasi bibit dan kecambah sawit bertujuan, memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa bibit sawit tersebut asli. Saat ini, Disbun Kaltim berhasil menyertifikasi sebanyak 439 ribu bibit dan 451 ribu kecambah kelapa sawit. “Itu untuk memastikan mutu fisik, fisiologis, dan genetis benih sawit,” ungkapnya.

Kecambah kelapa sawit asli adalah kecambah yang dibuat melalui proses hibridasi menggunakan sumber benih yang sesuai standardisasi mutu. Sedangkan kecambah kelapa sawit palsu umumnya kecambah diproduksi sembarangan tanpa memerhatikan standar itu.

Walaupun harganya cenderung lebih murah, pemakaian kecambah palsu yang mempunyai mutu tidak jelas akan merugikan petani. Selain masa pertumbuhan tanaman lebih lambat, tingkat produktivitasnya juga rendah, sehingga proses pengolahannya tidak efisien.

Bibit palsu bisa dikenali dengan melihat tingkat ketebalan tempurungnya yang biasanya lebih tipis. Tekstur permukaan biji juga terasa lebih kasar dan tampak kotor. Lebih lanjut, persentase tingkat kematian kecambah juga lebih tinggi.

“Selain itu, kelapa sawit dari bibit palsu akan tumbuh tidak normal,  dan tidak seragam. Produktivitas panen pun cenderung jauh lebih rendah. Di sektor pengolahan, tanaman dari kecambah palsu mempunyai tingkat rendemen minyak yang relatif rendah,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .