MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 19 Mei 2018 00:12
Masih Didominasi Pajak
Triwulan Pertama, PAD Kaltim Capai 16,85 Persen
DOMINAN: Sumbangsih pajak pada pendapatan asli daerah Kaltim di triwulan pertama mencapai 90,56 persen.

PROKAL.CO, SAMARINDA  -  Kinerja Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kaltim pada triwulan pertama 2018 cukup gemilang. Di mana mampu meraih Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 1,12 triliun atau 16,85 persen dari target. Jumlah ini meningkat 9 persen dari perolehan periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp 1,02 triliun.

Kepala Kanwil DJPB Kaltim Midden Sihombing mengatakan, komposisi PAD cenderung tidak mengalami perubahan. Pada 2017, PAD Bumi Etam didominasi oleh pajak daerah sebesar 77,27 persen. Sedangkan pada triwulan pertama 2018, kontribusi pajak mencapai 90,56 persen.

“Baik secara persentase terhadap targetnya maupun secara nominal, realisasi triwulan pertama tahun ini tercatat lebih tinggi dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu,” ungkap Midden  kepada Kaltim Post, Jumat (18/5).

Menurutnya, komposisi PAD cenderung tidak mengalami perubahan sejak triwulan III 2016 sampai periode triwulan I 2018. PAD Kaltim masih didominasi oleh pajak daerah mencapai 90,56 persen pada triwulan pertama ini, atau mencapai Rp 1,08 triliun. Disusul oleh lain-lain PAD yang sah (LLPADYS) mencapai 6,68 persen atau setara Rp 75,44 miliar dan retribusi daerah 2,76 persen atau mencapai Rp 31,11 miliar.

“Jika dibandingkan tahun lalu, PAD dari pajak daerah mengalami peningkatan. Pada triwulan pertama 2018, PAD pajak daerah hanya mencapai Rp 794 miliar,” katanya,

Dia menjelaskan, tak hanya dari pajak daerah, retribusi daerah juga mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Triwulan pertama pada 2017 PAD retribusi daerah hanya mencapai Rp 22,88 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun ini mencapai RP 31,11 miliar.

Namun, secara agregat penerimaan LLPADYS regional Kaltim pada akhir periode pelaporan mencapai 4,28 persen dari target atau sebesar Rp 75,44 miliar. Jumlah itu menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 210 miliar.

“Komponen LLPADYS  secara umum menunjukkan tren penurunan di seluruh pemda, kecuali Balikpapan, Bontang, Kutai Timur dan Kutai Barat. Peningkatan paling besar dibukukan oleh Kutai Timur senilai Rp 9,48 miliar,” tutupnya.

Penerimaan Nasional Juga Tumbuh

Kinerja penerimaan perpajakan pada awal 2018 masih cukup terjaga. Realisasinya, hingga akhir April mencapai Rp 416,9 triliun atau 25,8 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar Rp 1.424,7 triliun. Angka tersebut tumbuh 11,19 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp 375 triliun.  

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, realisasi penerimaan Ditjen Pajak periode Januari hingga April 2018 tercatat Rp 383,3 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 10,89 persen secara year on year (yoy) atau 14,88 persen apabila tidak memperhitungkan uang tebusan tax amnesty.

Sri Mulyani menjelaskan, pertumbuhan positif ditopang penerimaan pajak penghasilan (PPh) badan sebesar 23,55 persen yang lebih tinggi daripada periode yang sama tahun 2017 sebesar 7,82 persen. Pertumbuhan tersebut juga didukung pajak pertambahan nilai (PPN) impor dan PPh impor yang masing-masing tumbuh 25,07 persen dan 28,96 persen secara yoy. Pertumbuhan itu lebih tinggi daripada periode yang sama tahun 2017, masing-masing 15,65 persen dan 13,83 persen.

Selain itu, menurut Sri Mulyani, perbaikan kinerja perusahaan pada 2017 dan terjaganya konsumsi rumah tangga juga telah berkontribusi besar terhadap pertumbuhan PPh non-migas 10,34 persen dan PPN yang juga tumbuh 14,09 persen. Pertumbuhan PPN itu menggambarkan adanya aktivitas perekonomian yang masih cukup baik. Namun, pertumbuhan PPN dalam negeri sedikit melambat bila dibandingkan tahun sebelumnya.  

”Kondisi ini dipengaruhi restitusi yang tumbuh 8,17 persen secara yoy atau mencapai Rp 36,38 triliun di tahun ini. Salah satu pendorong pertumbuhan positif restitusi di tahun ini adalah pertumbuhan volume ekspor di triwulan IV tahun lalu,” ujarnya.   

Sri Mulyani menuturkan, tren akselerasi pertumbuhan penerimaan yang positif di bidang kepabeanan dan cukai sejak awal tahun juga terus berlanjut. Penerimaan kepabeanan dan cukai hingga akhir April 2018 mencapai Rp 33,68 triliun atau 17,34 persen dari target APBN 2018. Capaian itu naik Rp 4,35 triliun atau 14,85 persen jika dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan penerimaan April 2018 ini merupakan titik balik dari pertumbuhan negatif sejak 2015.

Pakar perpajakan Yustinus Prastowo menuturkan, kinerja penerimaan perpajakan tidak lepas dari pengaruh pertumbuhan ekonomi yang mulai bergerak naik dan kepatuhan pajak yang juga meningkat. ”Menurut saya, trennya sudah positif, tinggal akselerasinya,” tuturnya. (*/ctr/ndu2/k15)

 


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 06:45

Tahun Depan Sasar Utara dan Selatan

BALIKPAPAN – Kota Minyak terus mengembangkan jaringan gas (jargas) di masyarakat. Saat ini Pemkot…

Kamis, 15 November 2018 06:43

Ini Masalah yang Selalu Jadi Momok Investasi di Kaltim

BALIKPAPAN – Permasalahan lahan kerap menjadi penghambat dalam mengembangkan investasi di Kaltim.…

Kamis, 15 November 2018 06:42

Siapkan Rencana Operasi Pasar

JAKARTA – Pergerakan harga beras medium bakal menjadi perhatian pemerintah dalam sebulan ke depan.…

Kamis, 15 November 2018 06:40

PHSS Sukses Kapalkan LNG Perdana

BALIKPAPAN - Upaya PT Pertamina dalam mengelola blok migas eks VICO Indonesia mulai membuahkan hasil.…

Kamis, 15 November 2018 06:37

Perdamaian Dikabulkan, Peluang Merpati Terbang Lagi Kian Besar

SURABAYA - Langkah Merpati Nusantara Airlines untuk kembali terbang semakin mulus. Pengadilan Niaga…

Kamis, 15 November 2018 06:33

Antisipasi Praktik Kartel

JAKARTA - Pemerintah perlu mengevaluasi tata niaga kebijakan gula di Tanah Air. Pasalnya, beberapa kebijakan…

Kamis, 15 November 2018 06:32

Kadin-Bappenas Fokus Perkuat Industri Kelautan

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional…

Kamis, 15 November 2018 06:31

Berharap Produk Olahan Perikanan Mendunia

JAKARTA - Sebagai salah satu negara kepulauan, kekayaan laut Indonesia tidak bisa dimungkiri. Sayangnya,…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Investor Masih Khawatir Pasar Negara Berkembang

JAKARTA – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali berada dalam…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Produk UKM Sulit Bersaing

JAKARTA – Pertumbuhan e-commerce yang begitu pesat tampaknya perlu diikuti regulasi yang jelas.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .