MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 18 Mei 2018 08:39
Sampah Samarinda Mau Dijadikan Energi, Masalah di Sini...
Sugeng Chairuddin

PROKAL.CO, SAMPAH Samarinda yang per harinya mencapai 800 ton, sempat menggoda sejumlah investor asing. Potensi disulap menjadi sumber listrik beberapa kali dijajaki pemilik modal asal Jepang, Tiongkok, hingga Eropa. Namun, belum satu pun yang melangkah lebih jauh. “Masalahnya tentu pendanaan. Masalah sampai sekarang, ya, itu,” sebut Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin.

Menyulap sampah menjadi sumber listrik memerlukan investasi yang tak sedikit. Pemkot beberapa kali menerima presentasi dari investor. Namun, penjajakan selalu berakhir pada pemaparan.

“Ada ketertarikan. Tapi setelah dikaji, mundur. Karena uangnya enggak cukup. Atau mundur karena jumlah sampah tidak sesuai harapan. Bisa juga jenis sampahnya tidak sesuai kategori yang diharapkan,” urainya.

Volume produksi sampah di Samarinda sepanjang 2017 adalah 2.006,2 meter kubik. Angka tersebut tertinggi kedua di level Kaltim, setelah Balikpapan yang memiliki volume produksi 2.334,9 meter kubik. Adapun dari gambaran awal, kebutuhan sampah untuk listrik adalah 600–800 ton per hari. Di atas kertas memang memenuhi. Namun, angka yang diperlukan mesti dibagi lagi oleh sampah organik dan anorganik.

“Kalau organik jelas susah dibakar karena dia basah. Sama dengan yang diterapkan di negara-negara luar,” terang Sugeng. “Kalau keperluan dana, pernah dari investor memaparkan itu hampir Rp 2 triliun. Kebutuhan dana dari pembangunan awal sampai operasional.”

Lepasnya pemanfaatan sampah untuk listrik, praktis gagal mengurangi beban TPA dalam angka masif. Padahal, TPA Sungai Pinang yang sampai saat ini masih jadi yang utama di Samarinda, sudah ditutup sejak lama.

Pemerintah pun bereaksi dengan mendorong pengurangan sampah dari sumbernya. Masyarakat ditekan untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Khusus sampah organik, bisa diolah menjadi pupuk yang otomatis cukup mengurangi beban TPA.

Kebijakan berbuah hasil. Volume produksi sampah Samarinda pada 2017 turun setelah pada 2015 tercatat 3.133,8 meter kubik dan 2016 mencapai 3.213 meter kubik. Tahun 2017, ibu kota Kaltim tercatat mengurangi volume sampah hingga 37,5 persen. Tak satu pun kabupaten/kota di provinsi ini mereduksi produksi sampahnya pada periode tersebut.

Namun, terbuai statistik tentu bukan langkah bijak. Pemkot tetap terdesak memaksimalkan TPA Sambutan berkaca kondisi Sungai Pinang saat ini. Nyatanya, TPA yang memiliki luas 30 hektare tersebut belum efektif lantaran kondisi jalan yang belum layak. Pengaspalan urung dieksekusi mengingat empat bidang tanah warga masih harus dibebaskan.

“Ganti rugi lahan sudah dibayarkan sebagian. Sisa empat bidang tanah saja,” sebut Sugeng.

TPA Sambutan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare dengan proyeksi beroperasi sampai 10 tahun. Menggunakan pola sanitary landfill sebagaimana diatur negara, Sugeng mengakui pelaksanaannya belum konsisten sesuai perundang-undangan. TPA Sambutan masih kerap dijalankan secara manual.

“Belum konsisten karena anggaran. Besar biayanya. Kan dia setiap berapa sentimeter harus ditutup. Dari segi standar yang diharapkan memang belum cukup karena peralatan juga kurang. Banyak lah yang kurang,” imbuhnya. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 13:00

PARAH WAL..!! Ratusan Pegawai Bolos Kerja

SAMARINDA - Cuti bersama Idulfitri sudah berakhir dua hari lalu. Mulai kemarin (21/6), para aparatur…

Jumat, 22 Juni 2018 09:09

SEHARUSNYA MUDAH

SAINT PETERSBURG – Sebelum Piala Dunia 2018 bergulir, Brasil dan Jerman menempati status tim favorit…

Jumat, 22 Juni 2018 09:05

Dituding Pasrah, KPU Tak Kreatif

SAMARINDA - Jelang pencoblosan pada 27 Juni mendatang, bayang-bayang golongan putih (golput) terus menyelimuti…

Jumat, 22 Juni 2018 09:02

Pemprov Lelang Sekprov

SAMARINDA – Lelang jabatan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim segera dibuka. Pengumuman dimulai…

Jumat, 22 Juni 2018 08:59

Halalbihalal di Piala Dunia

CATATAN: BAMBANG ISWANTO PEMBUKAAN Piala Dunia 2018 di Rusia bersamaan dengan 1 Syawal 1439 H. Idulfitri.…

Jumat, 22 Juni 2018 08:57

Jadi Volunteer bagi Suporter, Rela Tanpa Dibayar

Piala Dunia menjadi magnet besar bagi penggila si kulit bundar sejagat. Jutaan orang diperkirakan mengunjungi…

Kamis, 21 Juni 2018 23:00

Pemilih Tak Puas Picu Golput Tinggi

SAMARINDA – Sepekan jelang pencoblosan, potensi golongan putih (golput) di Pilgub Kaltim justru…

Kamis, 21 Juni 2018 14:00
Argentina vs Kroasia

Gempur Habis-habisan

NIZHNY NOVGOROD – Aib terbesar Argentina di ajang Piala Dunia setelah pergantian abad datang pada…

Kamis, 21 Juni 2018 11:00

ADA APA INI..?? Bupati Yusran Sindir Cabup

PENAJAM – Bahasan mengenai pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan pada Debat Kandidat Pasangan…

Kamis, 21 Juni 2018 08:43

INGAT..!! Perpanjang Libur Kena Sanksi

JAKARTA – Setelah libur panjang Lebaran sejak Sabtu (9/6), para aparatur sipil negara (ASN) diharuskan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .