MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 18 Mei 2018 08:39
Sampah Samarinda Mau Dijadikan Energi, Masalah di Sini...
Sugeng Chairuddin

PROKAL.CO, SAMPAH Samarinda yang per harinya mencapai 800 ton, sempat menggoda sejumlah investor asing. Potensi disulap menjadi sumber listrik beberapa kali dijajaki pemilik modal asal Jepang, Tiongkok, hingga Eropa. Namun, belum satu pun yang melangkah lebih jauh. “Masalahnya tentu pendanaan. Masalah sampai sekarang, ya, itu,” sebut Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin.

Menyulap sampah menjadi sumber listrik memerlukan investasi yang tak sedikit. Pemkot beberapa kali menerima presentasi dari investor. Namun, penjajakan selalu berakhir pada pemaparan.

“Ada ketertarikan. Tapi setelah dikaji, mundur. Karena uangnya enggak cukup. Atau mundur karena jumlah sampah tidak sesuai harapan. Bisa juga jenis sampahnya tidak sesuai kategori yang diharapkan,” urainya.

Volume produksi sampah di Samarinda sepanjang 2017 adalah 2.006,2 meter kubik. Angka tersebut tertinggi kedua di level Kaltim, setelah Balikpapan yang memiliki volume produksi 2.334,9 meter kubik. Adapun dari gambaran awal, kebutuhan sampah untuk listrik adalah 600–800 ton per hari. Di atas kertas memang memenuhi. Namun, angka yang diperlukan mesti dibagi lagi oleh sampah organik dan anorganik.

“Kalau organik jelas susah dibakar karena dia basah. Sama dengan yang diterapkan di negara-negara luar,” terang Sugeng. “Kalau keperluan dana, pernah dari investor memaparkan itu hampir Rp 2 triliun. Kebutuhan dana dari pembangunan awal sampai operasional.”

Lepasnya pemanfaatan sampah untuk listrik, praktis gagal mengurangi beban TPA dalam angka masif. Padahal, TPA Sungai Pinang yang sampai saat ini masih jadi yang utama di Samarinda, sudah ditutup sejak lama.

Pemerintah pun bereaksi dengan mendorong pengurangan sampah dari sumbernya. Masyarakat ditekan untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Khusus sampah organik, bisa diolah menjadi pupuk yang otomatis cukup mengurangi beban TPA.

Kebijakan berbuah hasil. Volume produksi sampah Samarinda pada 2017 turun setelah pada 2015 tercatat 3.133,8 meter kubik dan 2016 mencapai 3.213 meter kubik. Tahun 2017, ibu kota Kaltim tercatat mengurangi volume sampah hingga 37,5 persen. Tak satu pun kabupaten/kota di provinsi ini mereduksi produksi sampahnya pada periode tersebut.

Namun, terbuai statistik tentu bukan langkah bijak. Pemkot tetap terdesak memaksimalkan TPA Sambutan berkaca kondisi Sungai Pinang saat ini. Nyatanya, TPA yang memiliki luas 30 hektare tersebut belum efektif lantaran kondisi jalan yang belum layak. Pengaspalan urung dieksekusi mengingat empat bidang tanah warga masih harus dibebaskan.

“Ganti rugi lahan sudah dibayarkan sebagian. Sisa empat bidang tanah saja,” sebut Sugeng.

TPA Sambutan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare dengan proyeksi beroperasi sampai 10 tahun. Menggunakan pola sanitary landfill sebagaimana diatur negara, Sugeng mengakui pelaksanaannya belum konsisten sesuai perundang-undangan. TPA Sambutan masih kerap dijalankan secara manual.

“Belum konsisten karena anggaran. Besar biayanya. Kan dia setiap berapa sentimeter harus ditutup. Dari segi standar yang diharapkan memang belum cukup karena peralatan juga kurang. Banyak lah yang kurang,” imbuhnya. (tim kp)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 13:00

Ini Dia Motif Motif Pembunuhan Pasangan Suami Istri di Balikpapan Itu...

BALIKPAPAN - Perkara utang diduga menjadi penyebab tersangka menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri)…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .