MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 18 Mei 2018 08:39
Sampah Samarinda Mau Dijadikan Energi, Masalah di Sini...
Sugeng Chairuddin

PROKAL.CO, SAMPAH Samarinda yang per harinya mencapai 800 ton, sempat menggoda sejumlah investor asing. Potensi disulap menjadi sumber listrik beberapa kali dijajaki pemilik modal asal Jepang, Tiongkok, hingga Eropa. Namun, belum satu pun yang melangkah lebih jauh. “Masalahnya tentu pendanaan. Masalah sampai sekarang, ya, itu,” sebut Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin.

Menyulap sampah menjadi sumber listrik memerlukan investasi yang tak sedikit. Pemkot beberapa kali menerima presentasi dari investor. Namun, penjajakan selalu berakhir pada pemaparan.

“Ada ketertarikan. Tapi setelah dikaji, mundur. Karena uangnya enggak cukup. Atau mundur karena jumlah sampah tidak sesuai harapan. Bisa juga jenis sampahnya tidak sesuai kategori yang diharapkan,” urainya.

Volume produksi sampah di Samarinda sepanjang 2017 adalah 2.006,2 meter kubik. Angka tersebut tertinggi kedua di level Kaltim, setelah Balikpapan yang memiliki volume produksi 2.334,9 meter kubik. Adapun dari gambaran awal, kebutuhan sampah untuk listrik adalah 600–800 ton per hari. Di atas kertas memang memenuhi. Namun, angka yang diperlukan mesti dibagi lagi oleh sampah organik dan anorganik.

“Kalau organik jelas susah dibakar karena dia basah. Sama dengan yang diterapkan di negara-negara luar,” terang Sugeng. “Kalau keperluan dana, pernah dari investor memaparkan itu hampir Rp 2 triliun. Kebutuhan dana dari pembangunan awal sampai operasional.”

Lepasnya pemanfaatan sampah untuk listrik, praktis gagal mengurangi beban TPA dalam angka masif. Padahal, TPA Sungai Pinang yang sampai saat ini masih jadi yang utama di Samarinda, sudah ditutup sejak lama.

Pemerintah pun bereaksi dengan mendorong pengurangan sampah dari sumbernya. Masyarakat ditekan untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Khusus sampah organik, bisa diolah menjadi pupuk yang otomatis cukup mengurangi beban TPA.

Kebijakan berbuah hasil. Volume produksi sampah Samarinda pada 2017 turun setelah pada 2015 tercatat 3.133,8 meter kubik dan 2016 mencapai 3.213 meter kubik. Tahun 2017, ibu kota Kaltim tercatat mengurangi volume sampah hingga 37,5 persen. Tak satu pun kabupaten/kota di provinsi ini mereduksi produksi sampahnya pada periode tersebut.

Namun, terbuai statistik tentu bukan langkah bijak. Pemkot tetap terdesak memaksimalkan TPA Sambutan berkaca kondisi Sungai Pinang saat ini. Nyatanya, TPA yang memiliki luas 30 hektare tersebut belum efektif lantaran kondisi jalan yang belum layak. Pengaspalan urung dieksekusi mengingat empat bidang tanah warga masih harus dibebaskan.

“Ganti rugi lahan sudah dibayarkan sebagian. Sisa empat bidang tanah saja,” sebut Sugeng.

TPA Sambutan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare dengan proyeksi beroperasi sampai 10 tahun. Menggunakan pola sanitary landfill sebagaimana diatur negara, Sugeng mengakui pelaksanaannya belum konsisten sesuai perundang-undangan. TPA Sambutan masih kerap dijalankan secara manual.

“Belum konsisten karena anggaran. Besar biayanya. Kan dia setiap berapa sentimeter harus ditutup. Dari segi standar yang diharapkan memang belum cukup karena peralatan juga kurang. Banyak lah yang kurang,” imbuhnya. (tim kp)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 12:10

Jalan Samarinda - Muara Badak Berlubang, Bikin Suami Istri Tewas Ditabrak Truk

TENGGARONG - Sepasang suami istri tewas dalam kecelakaan di Jalan…

Selasa, 19 Februari 2019 12:08

Ada Tambang atau Tidak, Ngga Tau...

Debat calon presiden (capres), Minggu (17/2) malam, masih menyisakan banyak…

Selasa, 19 Februari 2019 10:31

Heboh Video Keributan saat Debat, Ini Kata TKN

Pendukung kedua pasangan calon presiden sempat terlibat adu mulut saat…

Selasa, 19 Februari 2019 10:13

Prabowo Diklaim Jujur daripada Jokowi, Bahkan BPN Bilang Wapres JK Mengakui

Penampilan Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto saat debat capres…

Selasa, 19 Februari 2019 10:08

Ada 220 Ribu Hektar Milik Prabowo di Kaltim, Kata Gubernur: Masalahnya Apa?

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor enggan berkomentar panjang seputar…

Selasa, 19 Februari 2019 10:07

Ada Kesibukan, Presiden Jokowi Batal Kunjungi Kaltim

SAMARINDA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang dijadwalkan ke…

Senin, 18 Februari 2019 10:17

YAELAAA..!! Karhutla Kembali Terjadi di PPU

PENAJAM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam…

Senin, 18 Februari 2019 00:06

Soal Karhutla, Greenpeace: 11 Perusahaan Belum Bayar Denda Sepeser pun

Diberitakan JawaPos.com, Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)…

Senin, 18 Februari 2019 00:05
Tudingan Jokowi ke Prabowo saat Debat Pilpres

Prabowo : Itu Milik Negara, Saya Rela Kembalikan Semuanya

Dilansir JawaPos.com, dalam penutupan debat kedua, capres nomor urut 02…

Minggu, 17 Februari 2019 22:40

WHATTT..!! Jokowi Klaim 3 Tahun Tak Ada Kebakaran Hutan, Green Peace Indonesia Bilang Begini....

Calon presiden (Capres) nomor urut 01 Jokowi memaparkan visi misinya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*