MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 18 Mei 2018 08:39
Sampah Samarinda Mau Dijadikan Energi, Masalah di Sini...
Sugeng Chairuddin

PROKAL.CO, SAMPAH Samarinda yang per harinya mencapai 800 ton, sempat menggoda sejumlah investor asing. Potensi disulap menjadi sumber listrik beberapa kali dijajaki pemilik modal asal Jepang, Tiongkok, hingga Eropa. Namun, belum satu pun yang melangkah lebih jauh. “Masalahnya tentu pendanaan. Masalah sampai sekarang, ya, itu,” sebut Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin.

Menyulap sampah menjadi sumber listrik memerlukan investasi yang tak sedikit. Pemkot beberapa kali menerima presentasi dari investor. Namun, penjajakan selalu berakhir pada pemaparan.

“Ada ketertarikan. Tapi setelah dikaji, mundur. Karena uangnya enggak cukup. Atau mundur karena jumlah sampah tidak sesuai harapan. Bisa juga jenis sampahnya tidak sesuai kategori yang diharapkan,” urainya.

Volume produksi sampah di Samarinda sepanjang 2017 adalah 2.006,2 meter kubik. Angka tersebut tertinggi kedua di level Kaltim, setelah Balikpapan yang memiliki volume produksi 2.334,9 meter kubik. Adapun dari gambaran awal, kebutuhan sampah untuk listrik adalah 600–800 ton per hari. Di atas kertas memang memenuhi. Namun, angka yang diperlukan mesti dibagi lagi oleh sampah organik dan anorganik.

“Kalau organik jelas susah dibakar karena dia basah. Sama dengan yang diterapkan di negara-negara luar,” terang Sugeng. “Kalau keperluan dana, pernah dari investor memaparkan itu hampir Rp 2 triliun. Kebutuhan dana dari pembangunan awal sampai operasional.”

Lepasnya pemanfaatan sampah untuk listrik, praktis gagal mengurangi beban TPA dalam angka masif. Padahal, TPA Sungai Pinang yang sampai saat ini masih jadi yang utama di Samarinda, sudah ditutup sejak lama.

Pemerintah pun bereaksi dengan mendorong pengurangan sampah dari sumbernya. Masyarakat ditekan untuk memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Khusus sampah organik, bisa diolah menjadi pupuk yang otomatis cukup mengurangi beban TPA.

Kebijakan berbuah hasil. Volume produksi sampah Samarinda pada 2017 turun setelah pada 2015 tercatat 3.133,8 meter kubik dan 2016 mencapai 3.213 meter kubik. Tahun 2017, ibu kota Kaltim tercatat mengurangi volume sampah hingga 37,5 persen. Tak satu pun kabupaten/kota di provinsi ini mereduksi produksi sampahnya pada periode tersebut.

Namun, terbuai statistik tentu bukan langkah bijak. Pemkot tetap terdesak memaksimalkan TPA Sambutan berkaca kondisi Sungai Pinang saat ini. Nyatanya, TPA yang memiliki luas 30 hektare tersebut belum efektif lantaran kondisi jalan yang belum layak. Pengaspalan urung dieksekusi mengingat empat bidang tanah warga masih harus dibebaskan.

“Ganti rugi lahan sudah dibayarkan sebagian. Sisa empat bidang tanah saja,” sebut Sugeng.

TPA Sambutan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare dengan proyeksi beroperasi sampai 10 tahun. Menggunakan pola sanitary landfill sebagaimana diatur negara, Sugeng mengakui pelaksanaannya belum konsisten sesuai perundang-undangan. TPA Sambutan masih kerap dijalankan secara manual.

“Belum konsisten karena anggaran. Besar biayanya. Kan dia setiap berapa sentimeter harus ditutup. Dari segi standar yang diharapkan memang belum cukup karena peralatan juga kurang. Banyak lah yang kurang,” imbuhnya. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 11:40

BPK Akui Sulit Awasi Desa

BALIKPAPAN - Alokasi dana desa yang saat ini pagunya bisa sampai 2-3 miliar per desa, menjadi tantangan…

Selasa, 13 November 2018 10:24

DUH PAYAH..!! Persentase Kelulusan CPNS Masih Rendah

TANA PASER–Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Assessment Center Kantor Badan…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Tugboat Batu Bara Tenggelam di Perairan Bunyu, Dua ABK Belum Ditemukan

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi. Kali ini, sebuah…

Selasa, 13 November 2018 06:41

YESS..!! Merpati Siap Kembali Mengudara Tahun Depan

JAKARTA – Setelah mengalami penghentian operasi pada 2014 silam, maskapai pelat merah, Merpati,…

Senin, 12 November 2018 11:00

KENA PAJAK..?? Menteri Keuangan Bakal Wajibkan Mahasiswa Miliki NPWP

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana mewajibkan seluruh mahasiswa di Indonesia memiliki…

Senin, 12 November 2018 10:37

Angel dan Jose Makin Intim, Dikabarkan Sudah Menikah

Hubungan Angel Karamoy dengan sutradara Jose Poernomo makin intim. Buktinya, Jose Poernomo semakin sering…

Senin, 12 November 2018 10:28

Marquez Rayakan Gelar Dunia ke 7 di Kampung Halaman

UNTUK merayakan gelar juara dunia ketujuhnya, atau kelima di kelas MotoGP, Marc Marquez, pada Sabtu…

Senin, 12 November 2018 10:20

LUCU JUGA..!! Perusahaan Air Masih Terkendala Air

TANA PASER–Sepekan terakhir, masyarakat Paser, khususnya Kecamatan Tanah Grogot, mengeluhkan pelayanan…

Senin, 12 November 2018 08:49

Klasifikasikan Kualitas Pasangan, Kemampuan Biologis Juga Ditanya

Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah berhasil menyelenggarakan pernikahan mubarakah, Minggu (11/11).…

Minggu, 11 November 2018 11:11

Pulang, KRI Bima Suci Banyak Sabet Penghargaan

 Setelah mengelilingi lima negara selama 100 hari untuk mengikuti event internasional, Kapal Republik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .