MANAGED BY:
JUMAT
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 18 Mei 2018 06:30
Penguatan Dolar Bisa Katrol Harga Otomotif
BELUM PASTI: Harga jual otomotif di Kaltim diprediksi mengalami kenaikan jika pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus berlanjut hingga tiga bulan mendatang. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Harga jual otomotif di Kaltim diprediksi bakal terpengaruh penguatan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah. Pasalnya banyak komponen kendaraan yang harus dikirim dari luar.

Kepala Cabang Astra International Daihatsu Balikpapan Junaidi Jirajaya mengatakan, kondisi ini membuat pihaknya mau tidak mau harus menyesuaikan harga jual kendaraan roda empat. “Tetapi, hal itu terjadi jika dolar terus menguat hingga tiga bulan lamanya. Kenapa demikian, karena spare part yang diimpor sudah dipesan sejak tiga bulan sebelumnya,” ujarnya, Kamis (17/5).

Ia menjelaskan, untuk mobil low cost green car (LCGC), komponen yang didatangkan dari luar negeri hanya 20 persen. Sedangkan mobil jenis lain yang dirakit di Indonesia, 40 persen spare part dari luar negeri. “Khususnya mesin atau otaknya mobil ini masih didatangkan dari Jepang,” bebernya.

Yang paling berdampak, sebutnya, adalah mobil completely built up (CBU). Misalkan, perusahaan dari Indonesia kontrak penjualan telah habis. Di sisi lain harga dolar menguat. Karena permintaan masih banyak mau tidak mau diteruskan dengan beban biaya yang lebih besar. Dijualnya dengan rupiah, jika harga jual tetap, margin keuntungan yang didapat semakin kecil.

“Kami tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual. Apalagi di tengah kondisi bisnis yang turun dan persaingan semakin ketat. Kompetitor tidak menaikkan harga, lalu kami menaikkan harga. Bisa jadi konsumen lari. Penekanan margin mau tidak mau dilakukan,” jelasnya.

Kepala Cabang Auto 2000 MT Haryono Michealwen Kurniawan menjelaskan, dalam satu tahun, jika posisi dolar AS terus menguat biasanya terjadi kenaikan hingga dua kali. “Ya mesin, baja, dan spare part yang tidak ada atau tidak bisa dibuat di Indonesia mau tidak mau kan didatangkan dari luar. Kita belinya pakai harga dolar. Perakitannya kan kita (Toyota) hampir seluruh produk sudah di dalam negeri,” tuturnya.

Menurutnya, harga mobil tidak seperti properti. Jika penjualan sepi justru menurunkan atau harga tidak naik. Kalau kendaraan bermotor, mau tidak mau menyesuaikan dengan harga perakitannya. Menyiasati agar tidak membebani masyarakat, ditawarkan uang muka ringan atau bunga ringan. Tenor cicilannya biasanya bisa lebih panjang. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 15 November 2018 06:45

Tahun Depan Sasar Utara dan Selatan

BALIKPAPAN – Kota Minyak terus mengembangkan jaringan gas (jargas) di masyarakat. Saat ini Pemkot…

Kamis, 15 November 2018 06:43

Ini Masalah yang Selalu Jadi Momok Investasi di Kaltim

BALIKPAPAN – Permasalahan lahan kerap menjadi penghambat dalam mengembangkan investasi di Kaltim.…

Kamis, 15 November 2018 06:42

Siapkan Rencana Operasi Pasar

JAKARTA – Pergerakan harga beras medium bakal menjadi perhatian pemerintah dalam sebulan ke depan.…

Kamis, 15 November 2018 06:40

PHSS Sukses Kapalkan LNG Perdana

BALIKPAPAN - Upaya PT Pertamina dalam mengelola blok migas eks VICO Indonesia mulai membuahkan hasil.…

Kamis, 15 November 2018 06:37

Perdamaian Dikabulkan, Peluang Merpati Terbang Lagi Kian Besar

SURABAYA - Langkah Merpati Nusantara Airlines untuk kembali terbang semakin mulus. Pengadilan Niaga…

Kamis, 15 November 2018 06:33

Antisipasi Praktik Kartel

JAKARTA - Pemerintah perlu mengevaluasi tata niaga kebijakan gula di Tanah Air. Pasalnya, beberapa kebijakan…

Kamis, 15 November 2018 06:32

Kadin-Bappenas Fokus Perkuat Industri Kelautan

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional…

Kamis, 15 November 2018 06:31

Berharap Produk Olahan Perikanan Mendunia

JAKARTA - Sebagai salah satu negara kepulauan, kekayaan laut Indonesia tidak bisa dimungkiri. Sayangnya,…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Investor Masih Khawatir Pasar Negara Berkembang

JAKARTA – Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali berada dalam…

Kamis, 15 November 2018 06:30

Produk UKM Sulit Bersaing

JAKARTA – Pertumbuhan e-commerce yang begitu pesat tampaknya perlu diikuti regulasi yang jelas.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .