MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 18 Mei 2018 06:30
Penguatan Dolar Bisa Katrol Harga Otomotif
BELUM PASTI: Harga jual otomotif di Kaltim diprediksi mengalami kenaikan jika pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus berlanjut hingga tiga bulan mendatang. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Harga jual otomotif di Kaltim diprediksi bakal terpengaruh penguatan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah. Pasalnya banyak komponen kendaraan yang harus dikirim dari luar.

Kepala Cabang Astra International Daihatsu Balikpapan Junaidi Jirajaya mengatakan, kondisi ini membuat pihaknya mau tidak mau harus menyesuaikan harga jual kendaraan roda empat. “Tetapi, hal itu terjadi jika dolar terus menguat hingga tiga bulan lamanya. Kenapa demikian, karena spare part yang diimpor sudah dipesan sejak tiga bulan sebelumnya,” ujarnya, Kamis (17/5).

Ia menjelaskan, untuk mobil low cost green car (LCGC), komponen yang didatangkan dari luar negeri hanya 20 persen. Sedangkan mobil jenis lain yang dirakit di Indonesia, 40 persen spare part dari luar negeri. “Khususnya mesin atau otaknya mobil ini masih didatangkan dari Jepang,” bebernya.

Yang paling berdampak, sebutnya, adalah mobil completely built up (CBU). Misalkan, perusahaan dari Indonesia kontrak penjualan telah habis. Di sisi lain harga dolar menguat. Karena permintaan masih banyak mau tidak mau diteruskan dengan beban biaya yang lebih besar. Dijualnya dengan rupiah, jika harga jual tetap, margin keuntungan yang didapat semakin kecil.

“Kami tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual. Apalagi di tengah kondisi bisnis yang turun dan persaingan semakin ketat. Kompetitor tidak menaikkan harga, lalu kami menaikkan harga. Bisa jadi konsumen lari. Penekanan margin mau tidak mau dilakukan,” jelasnya.

Kepala Cabang Auto 2000 MT Haryono Michealwen Kurniawan menjelaskan, dalam satu tahun, jika posisi dolar AS terus menguat biasanya terjadi kenaikan hingga dua kali. “Ya mesin, baja, dan spare part yang tidak ada atau tidak bisa dibuat di Indonesia mau tidak mau kan didatangkan dari luar. Kita belinya pakai harga dolar. Perakitannya kan kita (Toyota) hampir seluruh produk sudah di dalam negeri,” tuturnya.

Menurutnya, harga mobil tidak seperti properti. Jika penjualan sepi justru menurunkan atau harga tidak naik. Kalau kendaraan bermotor, mau tidak mau menyesuaikan dengan harga perakitannya. Menyiasati agar tidak membebani masyarakat, ditawarkan uang muka ringan atau bunga ringan. Tenor cicilannya biasanya bisa lebih panjang. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .