MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 18 Mei 2018 06:26
Tren Positif Batu Bara Belum Merata
JAGA MOMENTUM: Belum semua perusahaan merasakan efek peningkatan harga batu bara dan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Terutama yang terjalin kontrak jangka panjang.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Meski harga batu bara menguat dan ekspor meningkat, kondisi ini tak serta-merta membuat perusahaan batu bara bergerak positif. Sempat anjok hingga USD 60 per metrik ton pada 2015-2016, mulai awal tahun ini harga emas hitam mulai menyentuh angka USD 100 per metrik ton. Puncaknya pada Maret lalu, yakni USD 101,86 per metrik ton.

Ketua Asosiasi Pengusaha Batu Bara Samarinda (APBS) Eko Priyatno menilai, efek dari anjloknya harga batu bara tiga tahun lalu masih dirasakan hingga kini. Masih banyak perusahaan pertambangan di Kaltim yang melakukan pengurangan jumlah produksi dan efisiensi pada sisi operasional guna menutupi potensi kerugian.

"Realitanya, memang menurun sejak 2013. Perusahaan tambang yang masih kuat untuk eksis walau anjloknya harga, melakukan pengurangan target produksi dan pengurangan karyawan," katanya Rabu (16/5).

Dia melihat, data ekspor batu bara tumbuh walau tak signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, sebelumnya mencatat, realisasi ekspor pada kuartal pertama 2018 lalu mencapai USD 746 juta, ditopang oleh komoditas non-migas berupa batu bara sebagai penyumbang terbesar mencapai USD 578 juta.

Adapun ekspor pada 2017 lalu mengalami kenaikan 0,13 persen atau sebesar USD 2,5 miliar dari nilai ekspor 2016 yang sebesar USD 2,2 miliar. Pertumbuhan, kata dia, mungkin saja terjadi karena umumnya perusahaan memiliki komitmen kontrak yang sudah mengikat. "Jadi, ini mungkin yang dikatakan stabil, karena kontrak jangka panjang untuk suplai," ujarnya.

Di tengah kondisi saat ini, kata dia margin yang didapatkan perusahaan kian tipis, bahkan ada yang sampai titik di bawah break even point (BEP). Walhasil, lanjut dia, penambangan skala kecil hingga menengah banyak yang menghentikan produksi. "Banyak yang beralih ke penjualan lokal (domestik) ke perusahaan pembangkit Listrik," jelasnya.

Dia menilai, pertumbuhan ekspor untuk batu bara masih belum maksimal setelah anjloknya harga tiga tahun lalu. “Masih belum maksimal. Sebab, harga baru mulai reborn baru-baru setahun ini,” jelasnya.

Apakah tren harga baru ini akan bertahan lama atau tidak? Dia masih belum bisa menyimpulkan. Hanya, dia mengatakan umumnya di sektor padat modal ini, aktivitas produksi saat ini bergantung pada nilai investasi masuk. "Faktor utama tentunya adalah investasi yang sangat bergantung pada demand,” tutupnya. (aji/ndu2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…

Senin, 17 September 2018 06:55

IHSG Kembali ke Zona Hijau

JAKARTA Pasar saham Indonesia akhirnya kembali bangkit sepanjang pekan lalu setelah sebelumnya sempat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .