MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 17 Mei 2018 10:24
Nelayan Unjuk Rasa di Laut, Minta Angkutan Batu Bara Dievaluasi
DIKAWAL POLISI: Sejumlah nelayan Muara Badak berunjuk rasa menuntut kegiatan bongkar muat batu bara dievaluasi.

PROKAL.CO, TENGGARONG – Sejumlah nelayan dari Kecamatan Muara Badak menggelar aksi unjuk rasa di laut. Sejak Minggu (12/5), mereka menuntut pemerintah pusat melakukan evaluasi terhadap aktivitas bongkar muat batu bara di kawasan Muara Berau.

Penurunan hasil tangkapan pun diklaim sebagai pemicu nelayan melakukan aksi tersebut. Lebih dari lima ratus nelayan tersebut menghalangi bongkar muat batu bara di kawasan Muara Berau. Menurut mereka, aktivitas bongkar muat batu bara di kawasan laut Muara badak selama ini tidak memberi kontribusi apapun kepada kecamatan.

Padahal, imbas aktivitas bongkar muat tersebut sangat dirasakan. “Saat ini tangkapan ikan menjadi jauh menurun. Apalagi, aktivitas tersebut tidak pernah memberikan kompensasi apa-apa kepada warga setempat,” ujar Aminudin, perwakilan nelayan yang turut menggelar aksi.

Menurutnya, bukan tanpa alasan para nelayan menuntut bongkar muat di daerah tersebut dihentikan. Pasalnya, kawasan bongkar muat itu seyogianya dijadikan nelayan sebagai tempat mencari nafkah dan penghasilan. Apalagi daerah tersebut banyak bagan nelayan juga dijadikan tempat pemancingan serta pembibitan dan pengembangan ikan oleh para nelayan.

Apalagi, kata dia, Kementerian Perhubungan tempat ship to ship transfer (STS) bongkar muat di Muara Berau bukan satu-satunya STS. “Di Muara Jawa juga ada STS, namun selama ini hanya dilakukan bongkar muat di kawasan Muara Berau dan berimbas langsung kepada nelayan,” tambahnya.

Selama ini, ratusan ponton melakukan aktivitas bongkar muat dalam sebulan. Untuk menindaklanjuti aksi tersebut nelayan sepakat untuk melakukan aksi secara bergantian selama 24 jam. “Untuk jumlah nelayan di Kecamatan Muara Badak mencapai 1.200 orang,” tutupnya. (qi/kri/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 10:46

SPBE Keberatan Waktu Tempuh 11 Jam

PENAJAM – Belum sepekan diberlakukan, harga eceran tertinggi (HET) elpiji 3 kg di Kabupaten Penajam…

Senin, 16 Juli 2018 10:44

Sekretaris Komisi III Tinjau Atlet Dayung Paser

TANA PASER – Sekretaris Komis III DPRD Paser Ambo Pendrei mengabarkan, atlet dayung asal Paser…

Senin, 16 Juli 2018 10:39

Bus Mulai Geser Angkutan Colt

TANA PASER – Transportasi umum atau angkutan di Kabupaten Paser khusus jurusan antardaerah Tanah…

Senin, 16 Juli 2018 10:37

Pensiun, Empat Jabatan Eselon II Bakal Kosong

PENAJAM – Empat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) bakal…

Senin, 16 Juli 2018 10:34

Lahirkan Inovasi Modern

SANGATTA–Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar mengapresiasi langkah konkret DPN KNPI Kutim. Yakni,…

Senin, 16 Juli 2018 10:32

Semarak Jalan Sehat Harganas Kaltim 2018

SANGATTA–Jalan sehat yang dilaksanakan dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV Tingkat…

Senin, 16 Juli 2018 10:31

Disbud-PKK Sosialisasikan Busana Miskat

SANGATTA–Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar mengeluarkan instruksi agar seluruh pejabat eselon…

Senin, 16 Juli 2018 10:28

Ditingkatkan atau Digabung?

TANJUNG REDEB –Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Berau tengah merencanakan penggabungan Unit…

Senin, 16 Juli 2018 10:25

Perusahaan Malah Pekerjakan Orang Luar

SANGATTA–Perusahaan pertambangan di Kutai Timur (Kutim) masih ada yang dianggap belum berkontribusi…

Senin, 16 Juli 2018 10:24

Setiap Kali Menangis, Badannya Membiru

SITI KHOLIFAH,Bontang TANGIS Muhammad Rafi Ramadhan pecah. Badannya seketika membiru. Hal tersebut terus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .