MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 17 Mei 2018 11:10
Ayam di Kaltim Diserang..!! Pasokan Berkurang, Harga Melambung
PANTAU PASAR: Rahmad Mas’ud (kedua kanan) memimpin inspeksi ke Pasar Klandasan kemarin. Kunjungan itu untuk memastikan harga dan stok keperluan pokok selama Ramadan. (ANGGI PRADITHA/KALTIM POST)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Harga sejumlah bahan pokok mulai merangkak naik memasuki Ramadan. Yang paling mencolok adalah harga ayam. Hal ini dipengaruhi kenaikan harga pakan akibat melemahnya rupiah terhadap dolar (USD). Tak hanya itu, ternak di Kaltim rupanya tengah diserang penyakit baru: inclusion body hepatitis (IBH).

Kepala Dinas Peternakan, Perikanan, dan Pertanian (DPPP) Balikpapan Yosmianto menjelaskan, IBH merupakan penyakit yang baru masuk di Indonesia. Tapi, penyebarannya sudah sampai Kaltim. “Penyakit itu menyebabkan ayam menjadi kerdil bahkan kematian sampai 10 persen. Makanya itu yang menyebabkan berkurang stok ayam. Otomatis pasokan ke pasar juga berkurang,” katanya di sela-sela inspeksi ke pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Balikpapan kemarin (16/5).

Namun, Yos—sapaannya Yosmianto—belum bisa memastikan berapa banyak berkurangnya pasokan ayam tersebut. Idealnya, setiap hari pasokan ayam ke Kota Minyak sebanyak 30 ribu ekor.

Bukan cuma itu, dolar yang menguat juga ikut andil menaikkan harga ayam. Sebab, pakan ayam harganya ikut naik. Khususnya campuran pakan yang memang terpengaruh terhadap nilai dolar. Diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dolar per kemarin masih berkisar di angka Rp 14.090 per USD.

Dia mengungkapkan, melambungnya harga ayam itu juga bisa karena adanya pihak-pihak yang terlibat dalam rantai distribusi ayam, ingin mendapatkan tambahan keuntungan dengan memanfaatkan momen Ramadan.

Yos menambahkan, rantai distribusi ayam di Balikpapan memang cukup panjang. Dari pemodal biasanya sudah ada kontrak harga dengan peternak. Ketika panen, pemodal tentu tak mau rugi. Biaya tambahan akibat kenaikan harga pakan pasti berimbas pada menaikkan harga jual ayam. “Setelah dari pemodal tidak langsung ke pedagang. Ke pengepul dulu, lalu ke pemotong atau pedagang. Cukup panjang (rantai distribusinya),” kata dia.

Sayangnya, pemerintah tak bisa mengatur pemodal untuk menjual dengan harga tertentu. Sehingga harga akan bergerak dinamis sesuai dengan kondisi pasar. Dalam inspeksi tersebut, di Pasar Klandasan, ayam ukuran besar dengan kondisi bersih tanpa bulu dan jeroan, dengan berat 1,3 kilogram harganya mencapai Rp 65 ribu. Padahal, biasanya Rp 50 ribu per ekor. Sementara untuk ayam ukuran kecil yang biasanya Rp 30–35 ribu, sekarang sudah Rp 45 ribu per ekor.

“Saya ambilnya sudah mahal. Rp 25.500 per kilo,” kata Baruli, pedagang ayam di Pasar Klandasan. Dia berharap, pemerintah bisa menekan harga ayam dari tingkat peternak dan pemodal. “Buktinya di luar, harga ayam beku itu masih bisa miring,” tambahnya. Untuk pasokan ayam, menurutnya, ada saja. Namun, diakui, berkurang jumlahnya. Dari yang biasanya 200–250 ekor per hari, beberapa hari terakhir dia hanya dapat jatah 50–70 ekor per hari.

Sementara, harga sayuran terpantau normal. Termasuk harga bawang yang justru mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 45 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Begitu juga dengan harga minyak dan beras yang stabil. Namun, harga telur juga mulai naik meski pasokan dari Surabaya, Sulawesi, dan lokal terpantau lancar.

“Biasa kan, karena permintaan sangat kencang, di sana di Surabaya mainkan harga, akhirnya naik,” kata Muhammad Hasan Basri, pedagang telur di Pasar Klandasan. Untuk telur dari Surabaya, dia mengambil dari pengepul di Pasar Pandansari. Sedangkan telur dari Sulawesi, dia mengambil langsung dari pengepul di Sulawesi. Sedangkan telur lokal, kata dia, distributornya adalah Manuntung Raya.

Harga telur yang dia jual saat ini naik dari sebelumnya Rp 1.300 per butir menjadi Rp 1.600 per butir untuk ukuran kecil atau Rp 48 ribu per piring. Sementara untuk ukuran besar sampai Rp 60 ribu per piring atau Rp 2.000 per butir. Padahal, biasanya maksimal Rp 51 ribu per piring.

Adapun sejumlah pedagang mulai menaikkan harga daging sapi kisaran Rp 5.000 per kilogram. Namun, pada umumnya, kenaikan masih tahap normal. “Masih biasa saja. Harganya Rp 120–125 ribu per kilogram untuk daging kualitas I. Kami ambil sapi dari Gorontalo,” kata Agus Suryansyah, pedagang daging sekaligus Ketua Pedagang Pasar Klandasan.

Menanggapi hal itu, Yosmianto menyebut, akhir bulan ini, kapal yang disiapkan Presiden Joko Widodo akan datang ke Kaltim dengan rute dari Makassar ke Balikpapan dan Samarinda. Kapal ini memang sengaja disiapkan Presiden untuk memenuhi keperluan daging sapi selama Ramadan.

Namun, dia belum tahu pasti berapa banyak pedagang yang memanfaatkan ini. “Itu satu kapal bisa memuat sampai 300 ekor sapi. Kalau masuk ke Kaltim kan mengurangi biaya transport sapi itu. Otomatis akan menurunkan harga,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Plt Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menyebut, pihaknya akan melihat kembali di mana permasalahan yang terjadi. Misalnya ayam, kenapa pasokannya bisa berkurang. “Kami akan cek dari hulu. Bukan cuma ayam, tapi semua jenis sembako yang masuk Balikpapan,” kata dia.

Berdasarkan pantauannya dalam inspeksi kemarin, supermarket atau pasar modern juga memberikan alternatif pilihan. Misalnya untuk daging sapi beku, pemerintah sudah menetapkan harga maksimal Rp 80 ribu per kilogram. Dia melihat hal ini sudah diterapkan dengan baik di sejumlah pusat perbelanjaan.

Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan lintas sektoral untuk melakukan cek terhadap distributor. Hal ini yang menurutnya paling penting. Sebab, distributor yang paling berperan dalam menentukan harga di Balikpapan. “Kami berharap, distributor menjaga harga itu agar tak memberatkan masyarakat. Masyarakat juga jangan lapar mata. Jangan berlebihan dalam konsumsinya sehingga memicu kenaikan harga itu sendiri,” jelasnya.

Pantauan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan, sampai pekan kedua Mei, inflasi di Balikpapan sekitar 0,23 persen. Pada April, inflasi di Balikpapan sebesar 0,3 persen. Artinya, masih terkendali dan di bawah bulan sebelumnya. “Kami berharap suplai pangan lancar, distribusi tak terganggu. Sehingga keperluan masyarakat terpenuhi,” kata Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Balikpapan Thomy Andryas.

Pihaknya bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga akan membuka bazar Ramadan di sejumlah titik dengan harga komoditas yang murah. Hal ini untuk memperbanyak pasokan dan memberikan alternatif pilihan untuk masyarakat. Sehingga diharapkan dapat menekan harga. (rsh/rom/k11)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:40

Waduh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Tembus Rp 5.410 Triliun..!!

JAKARTA- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar USD 360,7 miliar atau Rp 5.410 triliun (kurs…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…

Senin, 15 Oktober 2018 11:42
Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota…

Senin, 15 Oktober 2018 11:36
Romo Leo Joosten Ginting Suka, Warga Belanda yang Lestarikan Budaya Batak Karo

Lestarikan Budaya Batak karena Cinta

Begitu menginjakkan kaki di Tapanuli Utara pada 1971, Leo Joosten langsung jatuh cinta dengan tanah…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:11

INNALILLAHI..!! 12 Siswa Tewas Diterjang Banjir

JAKARTA – Kelas sore itu berubah jadi tragedi. Puluhan siswa yang tengah belajar diterjang air…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:09

Premium Tak Naik, Tapi Pasokan Dikurangi?

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai,…

Minggu, 14 Oktober 2018 08:06

Sikat Persebaya, Borneo FC Bidik Papan Atas

SURABAYA – Gairah Borneo FC kembali membuncah. Tekad bersaing di papan atas makin kuat. Suntikan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:10

Rumah DP 0 Persen Diluncurkan Anies

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan berharap rumah DP 0 persen dapat meringankan warga…

Sabtu, 13 Oktober 2018 10:28

Dua Kali Dipanggil Mangkir, Ketua DPRD Itu Dibawa Polisi

JAKARTA – Isu bahwa Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditangkap polisi terjawab. Ya, Mabes Polri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .