MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 17 Mei 2018 08:58
Ingin Aman dan Damai, Tanda Tangani Pernyataan Bersama

Gubernur Kaltara Ajak Kepala Daerah hingga Tokoh Agama Cegah Terorisme

DIDUKUNG SEMUA PIHAK: Irianto Lambrie (kedua kiri) menandatangani pernyataan bersama untuk meningkatkan kondusivitas di Gedung Gadis Kaltara kemarin. Hal itu juga diikuti kepala daerah kabupaten/kota di Kaltara. (FOTO HUMAS KALTARA)

PROKAL.CO, Serangan terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo, Jatim cukup memilukan. Puluhan korban meninggal. Hal tersebut turut jadi perhatian Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara).

BERTEMPAT di Ruang Pertemuan Gedung Gabungan Dinas (Gadis) Kaltara, Pemprov Kaltara menggelar rapat bersama sejumlah pihak kemarin (16/5). Dalam pertemuan itu, membahas situasi dan kondisi teraktual. Utamanya, menyikapi kejadian aksi teroris belakangan ini yang dianggap menimbulkan kekhawatiran gangguan keamanan bangsa.

Dalam pertemuan yang dipimpin langsung Gubernur Kaltara Irianto Lambrie tersebut, dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD). Di antaranya, Wakil Gubernur (Wagub) Udin Hianggio, Kapolda Kaltara Brigjen Indrajit, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Teguh Bejo Rumekso, Kepala Badan Intelijen Negara Kaltara Brigjen Rudy Supriyanto, para bupati/wali kota se Kaltara, dan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perwakilan ormas, serta elemen masyarakat lainnya.

“Kenapa saya anggap pertemuan ini penting. Aksi terorisme yang terjadi perlu kita sikapi bersama. Saya anggap yang hadir dalam pertemuan ini adalah mewakili masyarakat Kaltara. Saya yakin semua menginginkan Kaltara aman dan damai,” ujar Gubernur mengawali pertemuan yang bertema “Merajut Kebangsaan Membendung Terorisme di Kalimantan Utara” tersebut.

Dari pertemuan ini, Irianto mengharapkan ada sebuah komitmen bersama untuk mencegah agar jangan sampai terorisme masuk ke Kaltara. Maka, menurutnya, pencegahan dini dan sikap antisipatif perlu dilakukan. Utamanya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Irianto mengungkapkan, dirinya sengaja mengumpulkan seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Kaltara untuk membahas dan mengoordinasikan semua aspek kegiatan pemerintahan termasuk yang dihadapi. Hal ini untuk memastikan semua daerah di Kaltara benar-benar kondusif.

“Ini sekaligus memastikan kewaspadaan kita untuk menghadapi situasi yang begitu mengancam keamanan nasional,” ujar Irianto. Situasi saat ini, lanjutnya, tidak bisa dianggap remeh. “Pada pertemuan ini, saya ingin kita semua harus dapat memiliki sikap antisipatif untuk menghadapi radikalisme,” harapnya.

Irianto mengakui telah melakukan komunikasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Salah satu yang dikomunikasikan adalah meningkatkan peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling).

“Makanya saya sengaja mengundang bupati/wali kota di Kaltara agar partisipasi masyarakat dalam siskamling terus ditingkatkan. Kita harus tetap meningkatkan kewaspadaan dengan kualitas yang tinggi mulai tingkat rukun tetangga (RT),” jelasnya.

Maka, Irianto meminta kepada bupati dan wali kota untuk melakukan pertemuan serupa dengan menghadirkan seluruh stakeholder di wilayahnya masing-masing. Bahkan, bila perlu mengundang seluruh ketua RT.

“Para bupati/wali kota saya minta untuk menginstruksikan kepada jajarannya. Terutama para lurah, kepala desa, hingga ketua RT untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Termasuk saya minta juga diaktifkan kembali siskamling di setiap lingkungan RT atau RW,” ujarnya.

Bupati dan wali kota, lanjut Gubernur, perlu mengarahkan agar ketua RT di daerah masing-masing terkoneksi dengan WhatApp. Cara ini untuk memaksimalkan koordinasi dalam deteksi dini secara berjenjang. “Saya pikir itu adalah sesuatu yang aplikatif untuk dilaksanakan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pada sisi pendidikan, menurut Irianto, peran guru dalam memberikan pemahaman untuk membendung radikalisme dan terorisme juga sangat penting. Dia berpesan agar para guru agama dapat memberikan pelajaran tentang toleransi antarumat beragama.

“Guru juga merupakan komponen penting dalam memberikan filter agar siswa tidak terjerumus ke dalam paham radikalisme. Tugas kita sebagai pemimpin harus bergerak cepat untuk meningkatkan kembali rasa keberanian dalam membasmi paham radikalisme,” jelas Irianto.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengajak semua yang hadir memberikan pemahaman kepada masyarakat agar mereka tenang, tidak resah, dan tidak terprovokasi oleh informasi-informasi yang tidak dipertanggungjawabkan.

Dari pertemuan tersebut, juga disampaikan berbagai informasi terkini di Kaltara. Utamanya, yang berkaitan dengan hal-hal yang patut diwaspadai. Informasi dan masukan tersebut, di antaranya disampaikan oleh Kapolda Kaltara, kepala BIN Kaltara, Kasdam Mulawarman, hingga sejumlah elemen masyarakat yang hadir.

Salah satu penyampaian yang perlu menjadi atensi bersama semua pihak adalah letak geografis Kaltara yang berada di perbatasan. Sehingga ada kerawanan menjadi jalur keluar masuknya para teroris yang akan masuk lewat Filipina dan Malaysia, maupun sebaliknya, dari Indonesia yang akan kabur keluar negeri. “Ini harus menjadi kewaspadaan kita semua,” tegas Gubernur.

Adapun pada akhir pertemuan, dilakukan penandatanganan pernyataan menyikapi aksi terorisme dan berkaitan upaya bersama untuk mewujudkan keamanan dan kedamaian di Kaltara. (humas/rom/k11)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 08:35

TOP DAH..!! Isran-Hadi Siap Atasi Banjir di Tiga Kota

SAMARINDA – Sudah 23 hari, Isran Noor dan Hadi Mulyadi resmi menjadi gubernur dan wakil gubernur…

Selasa, 23 Oktober 2018 07:51

MENGEJUTKAN..!! Ternyata Kabupaten Ini Potensi Teknologi Nuklir

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Kamis (18/10) menghadiri rapat presentasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:51

Waspadai Pergerakan Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemerintah kota maupun Provinsi Kaltim tampaknya harus mewaspadai risiko tingginya inflasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

UMP Harus Punya Klasifikasi

SAMARINDA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, upah minimum provinsi (UMP) Kaltim tahun ini bakal mengalami…

Senin, 22 Oktober 2018 06:47

Ribuan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kaltim Jadi Atensi

SAMARINDA – Pemprov Kaltim tampaknya harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas sumber daya…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:19

Penyelundupan Narkotika Didominasi Melalui Malaysia

JAKARTA— Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:16

Garansi Polder Tak Ada Buaya

SANGATTA – Kian dekat dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim 2018 di Kutai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Ekspor CPO Bantu Selamatkan Rupiah

SAMARINDA  -   Kinerja ekspor Kaltim pada Agustus mengalami penurunan 14,03 persen dibandingkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .