MANAGED BY:
RABU
12 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 17 Mei 2018 12:00
Nama Rita Sering Dicatut, Digunakan untuk Dapatkan Proyek di Kukar
PUNYA KUASA: Rita Widyasari saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin. (PRAM SUSANTO/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA - Praktik meminta bagian proyek atau fee di Kutai Kartanegara (Kukar) sudah berlangsung lama. Dari proyek penunjukan langsung (PL) yang nilainya maksimal Rp 200 juta sampai proyek fisik miliaran rupiah. Semuanya sudah ada yang mengatur. Mereka bahkan berani mencatut nama bupati Kukar atau orang-orang terdekatnya.

Salah satu nama yang kerap muncul adalah Andi Sabrin, anggota tim pemenangan Rita Widyasari saat mencalonkan diri sebagai bupati periode 2010–2015 dan 2016–2021. “Andi Sabrin bilang ke saya, tiap ada lelang atau PL di Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) harus lapor ke dia dulu,” kata Irfan Pranata, mantan kepala Dispenda Kukar saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (16/5).

Dikatakan Irfan, untuk mengumpulkan fee proyek tadi, Andi Sabrin akan menunjuk seseorang yang mengawasi langsung proyek di Dispenda. Karena tak mau berdebat, pria 54 tahun itu mengiyakan saja permintaan tersebut. Namun, beberapa hari kemudian, kepala Dispenda Kukar periode 2010–2014 itu menanyakan langsung kebenaran pengakuan Andi itu kepada Rita.

Hal tersebut dilakukan karena pertemuannya dengan Andi Sabrin berlangsung di pendopo atau rumah dinas bupati. “Dijawab tidak tugaskan siapapun untuk koordinasi proyek di Dispenda,” ucap Irfan menirukan jawaban Rita kala itu.

Ditambahkan, sejak dia menjabat, beberapa kepala dinas sudah mengingatkan bahwa ada tim bernama Tim 11 yang kerap mengaku diberi tugas mengoordinasikan fee proyek. Dari hasil obrolan sesama kepala dinas, diketahui dinas yang kerap diminta fee adalah dinas yang banyak melaksanakan proyek fisik, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendidikan.

Namun, sejak permintaan Andi Sabrin dilaporkan langsung kepada Rita, beberapa orang yang kerap disebut anggota Tim 11 tak pernah mengganggu proyek yang dilaksanakan di Dispenda.

Meski begitu, saksi berkemeja putih itu mengatakan sempat didatangi tiga rekanan yang mengaku sudah mendapat restu dari Rita serta orang-orang dekatnya, agar dimenangkan dalam proyek peralihan pajak bumi dan bangunan (PBB) ke daerah senilai Rp 1,5 miliar. “Katanya sudah dapat restu dari Pak Beni (Endri Elfran Syafril, suami Rita), mendiang Mas Iing (Windra Sudarta, adik Rita), dan ibu langsung (Rita),” ungkapnya.

Saat ditanyakan langsung, lanjut Irfan, bupati perempuan pertama Kaltim itu langsung marah. “Enggak usah didengarkan. Laksanakan saja sesuai aturan,” tiru saksi. Akhirnya proyek tersebut dimenangkan pihak lain dengan nilai Rp 900 juta.

Selain Irfan, tim pengacara Rita juga menghadirkan Siti Aminah sebagai saksi meringankan. Mantan pegawai Bagian Administrasi Pertanahan Setkab Kukar itu banyak ditanya soal penerbitan izin lokasi perkebunan sawit di Desa Kupang Baru, Muara Kaman, seluas 16.000 hektare yang didapat PT Sawit Golden Prima (SGP) milik pengusaha Samarinda Hery Susanto Gun alias Abun.

Siti menyebut, luas lahan 16.000 hektare yang disetujui merupakan hasil rapat tim kajian dari berbagai dinas terkait. Diakui, luasan itu menyalahi peraturan karena yang diperbolehkan untuk perusahaan (bukan grup) hanya 15.000 hektare. Berdasar kajian dibuatlah draf SK untuk kemudian diajukan ke Kabag Pertanahan Setkab Kukar Ismed Ade Baramuli untuk diparaf. (pra/rom/k16)


BACA JUGA

Selasa, 11 Desember 2018 13:12

MASIH BANYAK..!! Ada 120 Desa di Kaltim Masih Tertinggal

SAMARINDA- Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat 120 desa di Kaltim…

Selasa, 11 Desember 2018 11:00

Wisata Alam Kaltim Masih Jadi Idola

SAMARINDA - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kaltim pada Oktober…

Selasa, 11 Desember 2018 09:30

Ada Tambang Dekat Pemukiman, Laporkan ke Dinas ESDM

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Energi Sumber Daya…

Senin, 10 Desember 2018 11:32

KERAS..!! TNI Ultimatum Separatis Papua: Menyerah atau Kami Selesaikan!

Pencarian lima korban kebrutalan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua…

Senin, 10 Desember 2018 09:14

WOW..!! Gubernur Bertemu Dubes Rusia, Proyek Kereta Api Dilanjutkan

DENPASAR- Sempat vakum selama dua tahun, proyek kereta api di…

Senin, 10 Desember 2018 07:34

Air Mata Naga

JAKARTA – Ruang ganti Mitra Kukar mendadak hening. Semua penggawanya…

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Minggu, 09 Desember 2018 08:17

“Kakak Saya Lari, lalu Ditembak Mati”

BALIKPAPAN - Petrus Tandi sibuk dengan telepon genggamnya. Beberapa kali…

Minggu, 09 Desember 2018 08:12

Sulit Adang Pasokan Senjata

PEMBANTAIAN 16 pekerja di Papua menjadi indikasi bahwa pasokan senjata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .