MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 17 Mei 2018 12:00
Nama Rita Sering Dicatut, Digunakan untuk Dapatkan Proyek di Kukar
PUNYA KUASA: Rita Widyasari saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin. (PRAM SUSANTO/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA - Praktik meminta bagian proyek atau fee di Kutai Kartanegara (Kukar) sudah berlangsung lama. Dari proyek penunjukan langsung (PL) yang nilainya maksimal Rp 200 juta sampai proyek fisik miliaran rupiah. Semuanya sudah ada yang mengatur. Mereka bahkan berani mencatut nama bupati Kukar atau orang-orang terdekatnya.

Salah satu nama yang kerap muncul adalah Andi Sabrin, anggota tim pemenangan Rita Widyasari saat mencalonkan diri sebagai bupati periode 2010–2015 dan 2016–2021. “Andi Sabrin bilang ke saya, tiap ada lelang atau PL di Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah) harus lapor ke dia dulu,” kata Irfan Pranata, mantan kepala Dispenda Kukar saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (16/5).

Dikatakan Irfan, untuk mengumpulkan fee proyek tadi, Andi Sabrin akan menunjuk seseorang yang mengawasi langsung proyek di Dispenda. Karena tak mau berdebat, pria 54 tahun itu mengiyakan saja permintaan tersebut. Namun, beberapa hari kemudian, kepala Dispenda Kukar periode 2010–2014 itu menanyakan langsung kebenaran pengakuan Andi itu kepada Rita.

Hal tersebut dilakukan karena pertemuannya dengan Andi Sabrin berlangsung di pendopo atau rumah dinas bupati. “Dijawab tidak tugaskan siapapun untuk koordinasi proyek di Dispenda,” ucap Irfan menirukan jawaban Rita kala itu.

Ditambahkan, sejak dia menjabat, beberapa kepala dinas sudah mengingatkan bahwa ada tim bernama Tim 11 yang kerap mengaku diberi tugas mengoordinasikan fee proyek. Dari hasil obrolan sesama kepala dinas, diketahui dinas yang kerap diminta fee adalah dinas yang banyak melaksanakan proyek fisik, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendidikan.

Namun, sejak permintaan Andi Sabrin dilaporkan langsung kepada Rita, beberapa orang yang kerap disebut anggota Tim 11 tak pernah mengganggu proyek yang dilaksanakan di Dispenda.

Meski begitu, saksi berkemeja putih itu mengatakan sempat didatangi tiga rekanan yang mengaku sudah mendapat restu dari Rita serta orang-orang dekatnya, agar dimenangkan dalam proyek peralihan pajak bumi dan bangunan (PBB) ke daerah senilai Rp 1,5 miliar. “Katanya sudah dapat restu dari Pak Beni (Endri Elfran Syafril, suami Rita), mendiang Mas Iing (Windra Sudarta, adik Rita), dan ibu langsung (Rita),” ungkapnya.

Saat ditanyakan langsung, lanjut Irfan, bupati perempuan pertama Kaltim itu langsung marah. “Enggak usah didengarkan. Laksanakan saja sesuai aturan,” tiru saksi. Akhirnya proyek tersebut dimenangkan pihak lain dengan nilai Rp 900 juta.

Selain Irfan, tim pengacara Rita juga menghadirkan Siti Aminah sebagai saksi meringankan. Mantan pegawai Bagian Administrasi Pertanahan Setkab Kukar itu banyak ditanya soal penerbitan izin lokasi perkebunan sawit di Desa Kupang Baru, Muara Kaman, seluas 16.000 hektare yang didapat PT Sawit Golden Prima (SGP) milik pengusaha Samarinda Hery Susanto Gun alias Abun.

Siti menyebut, luas lahan 16.000 hektare yang disetujui merupakan hasil rapat tim kajian dari berbagai dinas terkait. Diakui, luasan itu menyalahi peraturan karena yang diperbolehkan untuk perusahaan (bukan grup) hanya 15.000 hektare. Berdasar kajian dibuatlah draf SK untuk kemudian diajukan ke Kabag Pertanahan Setkab Kukar Ismed Ade Baramuli untuk diparaf. (pra/rom/k16)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…

Senin, 15 Oktober 2018 11:42
Menelisik Prostitusi Online di Kota Semarang

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota…

Senin, 15 Oktober 2018 11:36
Romo Leo Joosten Ginting Suka, Warga Belanda yang Lestarikan Budaya Batak Karo

Lestarikan Budaya Batak karena Cinta

Begitu menginjakkan kaki di Tapanuli Utara pada 1971, Leo Joosten langsung jatuh cinta dengan tanah…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:11

INNALILLAHI..!! 12 Siswa Tewas Diterjang Banjir

JAKARTA – Kelas sore itu berubah jadi tragedi. Puluhan siswa yang tengah belajar diterjang air…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:09

Premium Tak Naik, Tapi Pasokan Dikurangi?

Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai,…

Minggu, 14 Oktober 2018 08:06

Sikat Persebaya, Borneo FC Bidik Papan Atas

SURABAYA – Gairah Borneo FC kembali membuncah. Tekad bersaing di papan atas makin kuat. Suntikan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 10:28

Dua Kali Dipanggil Mangkir, Ketua DPRD Itu Dibawa Polisi

JAKARTA – Isu bahwa Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditangkap polisi terjawab. Ya, Mabes Polri…

Jumat, 12 Oktober 2018 11:09

Soal BBM, Ini Tiga Tekanan yang Dihadapi Pemerintah

JAKARTA- Pemerintah membatalkan kenaikan harga BBM jenis premium dari Rp 6.650 menjadi Rp 7.000 per…

Jumat, 12 Oktober 2018 11:06

ADUH DERITANYA..!! Ngga Hanya BBM yang Naik, Beras Juga Ikutan Naik

JAKARTA- Saat masyarakat gelisah dengan kenaikan BBM, harga beras pun diam-diam naik. Berdasarkan data…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .