MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 17 Mei 2018 06:59
Indikasi Ekonomi Kaltim Terus Tumbuh

April, Penerimaan Bea Cukai Kalbagtim Capai 44 Persen

LANCAR: Berjalannya proyek RDMP Pertamina turut menambah optimisme Kanwil Bea dan Cukai Kalbagtim Kaltim memenuhi target penerimaan tahun ini. (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) kian optimistis mampu memenuhi target penerimaan tahun ini. Bagaimana tidak, pada April lalu, penerimaan mereka sudah mencapai Rp 1,4 triliun. Nonpajak menyumbang Rp 226,3 miliar dan penerimaan pajak mencapai Rp 1,2 triliun.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalbagtim Agus Sudarmadi mengatakan, ekspor-impor yang mulai berjalan dengan baik menjadi salah satu alasan. Ini menunjukkan kondisi ekonomi terus membaik. Seperti yang diperkirakan akhir tahun lalu, penerimaan DJBC Kalbagtim diproyeksikan akan meningkat cukup besar.

“Sesuai prediksi kami, penerimaan di periode ini terbilang cukup baik dibanding tahun lalu yang hanya mencatatkan penerimaan Rp 763 miliar (per April),” ujarnya, Rabu (16/5).

Total penerimaan hingga April, jika dirinci, bea masuk Rp 219,7 miliar dan bea keluar Rp 6,2 miliar, cukai Rp 311 juta. Total Rp 226,3 miliar. Atau sudah terealisasi 44,45 persen dari target tahun ini Rp 509,1 persen. Adapun target tahun lalu Rp 498,1 miliar dan terealisasi Rp 562,9 miliar.

“Catatan ini sangat bagus. Baru awal tahun sudah hampir setengahnya terealisasi. Namun, perlu diwaspadai memasuki momentum politik. Kemungkinan aktivitas ekspor impor ada penurunan sedikit. Kenaikan dolar ini akan menjadi angin segar bagi ekspor. Sehingga, penerimaan bagi kami juga berdampak baik,” tuturnya.

Selain geliat ekonomi yang membaik, realisasi penerimaan didukung bagusnya kinerja pusat logistik berikat (PLB) di Kalbagtim. Total ada empat PLB dan tiga yang aktif. PLB di Kaltim masih untuk migas dan pertambangan. Ada rencana untuk membuat PLB sektor perikanan di Kaltara. Hal itu dilakukan guna menarik ekspor perikanan kalau bisa lewat Kaltim tidak lewat Tawau, Malaysia.

Tapi, pihaknya terbentur dengan masalah ketersediaan listrik. Perikanan butuh tempat penyimpanan dengan suhu yang stabil agar kualitas barang masih tetap terjaga. Jika listrik masih belum tersedia, percuma saja.

Terkait direct call, pria berkacamata ini mengaku, belum berdampak langsung. Penerimaan naik karena kondisi ekonomi mulai membaik. Dari catatan DJBC Kalbagtim, komoditas yang diangkut langsung ke luar negeri baru masih sedikit.

“Dari data kami dapat hanya kernel, serabut kelapa, dan kepiting. Direct call ini belum banyak dimanfaatkan karena mungkin masih belum ada potensi yang bisa diangkut. Ada tapi belum bisa memenuhi kuotanya. Potensi sebenarnya ada pada produk pertanian dan perikanan. Contoh, di Tiongkok saya pernah bertemu orang yang mencari buah naga. Potensi di Kaltim kan ada. Tapi, mungkin belum bisa dioptimalkan,” sebutnya.

Jadi, lanjutnya, masih banyak eksportir yang masih mengirim melalui daerah lain. Mereka tidak bisa memenuhi kuota, jadi ikut mereka harus menggabungkannya dari daerah lain. Sistemnya, dikumpulkan dulu di Surabaya lalu ekspor ke negara tujuan.

Hal lain yang masih menjadi sandungan ekspor di Kaltim ini masih mengandalkan bahan mentah. Produk hilir sampai sekarang masih belum kelihatan. Adapun value-nya kecil. Kemudian produk ikan belum tergarap dengan baik. Padahal ini bisa jadi potensi bagus untuk ekspor. Fasilitas memang ada tapi belum didukung dengan varian komoditas yang dikirim. Saat ini, ekspor dari Kaltim masih batu bara, migas, dan CPO.

Terkait penerimaan, ia tetap optimistis mampu merealisasikannya. Pasalnya, beberapa proyek besar mulai berjalan. Seperti proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina. Ditambah, geliat batu bara dan migas masih akan terus berlangsung dan pembangunan infrastruktur yang dikebut. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .