MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 17 Mei 2018 06:59
Pangkas Rantai Tata Niaga, Hindari Lonjakan Harga

Jelang Ramadan, TPID Gelar High Level Meeting

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Panjangnya rantai perdagangan di Kaltim serta kendala dalam proses distribusi diklaim menjadi penyebab utama inflasi di Bumi Etam. Utamanya saat memasuki Ramadan. Seperti yang terungkap dalam high level meeting (HLM) yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kaltim, Rabu (16/5). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim.

"Pasokan pangan didominasi bongkar muat bahan pokok dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Misalnya beras, gula, tepung, minyak goreng, daging, telur, dan susu," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim, Fuad Asaddin.

Fuad juga menuturkan, Disperindagkop menyiapkan langkah-langkah stabilisasi bahan pokok. Contohnya menggelar operasi pasar, inspeksi mendadak (sidak) bersama Gubernur Kaltim di Pasar Segiri, Kedondong, Merdeka, Lok Bahu, dan Sungai Dama. "Kami juga memastikan harga stabil dan stok bahan pokok cukup agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi," ujar Fuad.

HLM dibuka oleh Gubernur Kaltim dan dihadiri oleh Bank Indonesia (BI), kepala daerah kabupaten/kota se-Kaltim, DPRD, kejaksaan tinggi, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Polda Kaltim, Korem, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kaltim Muhammad Nur menjelaskan, laju inflasi di Kaltim sampai dengan April masih dapat dikendalikan. Pada April 2018, inflasi bulanan Kaltim tercatat sebesar 0,30 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tumbuh sebesar 0,10 persen (month to month).

Tingkat inflasi April 2018 lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis inflasi bulan April. Meski demikian, inflasi tahunan Kaltim tercatat sebesar 2,75 persen year on year (yoy) lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 3,41 persen (yoy).

"Secara umum, fluktuasi Inflasi Kaltim bersumber dari pergerakan inflasi pada kelompok volatile food (VF) dan administered prices. Sementara itu perilaku kelompok inti relatif lebih statis," kata Nur.

Selama 2015-2017, tekanan inflasi Kaltim tercatat stabil dengan tren yang menurun. Pada 2018, inflasi Kaltim diperkirakan masih terjaga dan sesuai dengan target inflasi nasional 3,5 plus minus 1 persen. Untuk mencapai hal tersebut, Bank Indonesia dan pemerintah daerah melalui TPID terus melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi di wilayah Kaltim.

Dia mengatakan, TPID masih memiliki beberapa tantangan. Di antaranya, kerja sama lintas OPD dan lintas kabupaten dan kota sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis perlu lebih ditingkatkan. Selain itu, belum adanya neraca komoditas pangan di tiap daerah.

Untuk dapat terus mengendalikan harga-harga komoditas di Kaltim, ucapnya, maka diperlukan database dan perbaikan tata niaga perdagangan. TPID Kaltim, kata dia, akan membangun data neraca pangan untuk mempermudah pemantauan pergerakan harga dengan lebih intensif. "Kami juga menginisiasi dan memfasilitasi penyusunan kerja sama perdagangan antar-daerah," sebutnya.

Tak kalah penting, TPID juga melakukan perbaikan tata niaga daging ayam ras dan komoditas pangan utama lainnya. Terakhir, mereka akan meninjau kembali roadmap pengendalian inflasi tingkat provinsi serta membentuk roadmap inflasi bagi tiap daerah. (roe/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 06:56

Harus Sejalan Hadirkan Hilirisasi

SAMARINDA - Terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2018 terkait penundaan dan evaluasi…

Selasa, 25 September 2018 06:55

Kejar Target Penerimaan

BALIKPAPAN - Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan tampaknya masih harus…

Selasa, 25 September 2018 06:49

Jaga Inflasi lewat Klaster Sapi

SAMARINDA - Pemerintah dan Bank Indonesia terus berinovasi dalam menjaga inflasi di Kaltim. Salah satunya…

Selasa, 25 September 2018 06:44

Waspada Perekonomian Global

JAKARTA - Para emiten harus mengantisipasi perekonomian global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai,…

Selasa, 25 September 2018 06:43

Ritel Turunkan Target Pertumbuhan 5–7 Persen

JAKARTA – Kinerja sektor ritel belum sepenuhnya pulih. Berdasar data yang dirilis Bank Indonesia…

Selasa, 25 September 2018 06:43

PLN Kembangkan Infrastruktur di Jember

JEMBER – PT PLN sedang mengembangkan sistem ketenagalistrikan tegangan tinggi di tiga lokasi di…

Selasa, 25 September 2018 06:42

Dorong Penjualan dengan Inovasi

SURABAYA – Kondisi pasar elektronik secara umum sedang menurun. Karena itu, produsen elektronik…

Selasa, 25 September 2018 06:42

Hadirkan Pembayaran Nontunai di SPBU

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) terus melakukan inovasi terkait sistem pembayaran nontunai di SPBU.…

Senin, 24 September 2018 07:08

Moratorium Jangan Dianggap Negatif

SAMARINDA – Pemerintah memenuhi komitmennya dalam melakukan perbaikan tata kelola perkebunan sawit.…

Senin, 24 September 2018 07:06

Pertamina Keluhkan Suplai Minyak Nabati

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mendukung kebijakan mandatori Biodiesel 20 persen (B20) yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .