MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 17 Mei 2018 06:59
Pangkas Rantai Tata Niaga, Hindari Lonjakan Harga

Jelang Ramadan, TPID Gelar High Level Meeting

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Panjangnya rantai perdagangan di Kaltim serta kendala dalam proses distribusi diklaim menjadi penyebab utama inflasi di Bumi Etam. Utamanya saat memasuki Ramadan. Seperti yang terungkap dalam high level meeting (HLM) yang digelar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kaltim, Rabu (16/5). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim.

"Pasokan pangan didominasi bongkar muat bahan pokok dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Misalnya beras, gula, tepung, minyak goreng, daging, telur, dan susu," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim, Fuad Asaddin.

Fuad juga menuturkan, Disperindagkop menyiapkan langkah-langkah stabilisasi bahan pokok. Contohnya menggelar operasi pasar, inspeksi mendadak (sidak) bersama Gubernur Kaltim di Pasar Segiri, Kedondong, Merdeka, Lok Bahu, dan Sungai Dama. "Kami juga memastikan harga stabil dan stok bahan pokok cukup agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi," ujar Fuad.

HLM dibuka oleh Gubernur Kaltim dan dihadiri oleh Bank Indonesia (BI), kepala daerah kabupaten/kota se-Kaltim, DPRD, kejaksaan tinggi, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Polda Kaltim, Korem, Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog), dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Kaltim Muhammad Nur menjelaskan, laju inflasi di Kaltim sampai dengan April masih dapat dikendalikan. Pada April 2018, inflasi bulanan Kaltim tercatat sebesar 0,30 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tumbuh sebesar 0,10 persen (month to month).

Tingkat inflasi April 2018 lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis inflasi bulan April. Meski demikian, inflasi tahunan Kaltim tercatat sebesar 2,75 persen year on year (yoy) lebih rendah dibanding inflasi nasional sebesar 3,41 persen (yoy).

"Secara umum, fluktuasi Inflasi Kaltim bersumber dari pergerakan inflasi pada kelompok volatile food (VF) dan administered prices. Sementara itu perilaku kelompok inti relatif lebih statis," kata Nur.

Selama 2015-2017, tekanan inflasi Kaltim tercatat stabil dengan tren yang menurun. Pada 2018, inflasi Kaltim diperkirakan masih terjaga dan sesuai dengan target inflasi nasional 3,5 plus minus 1 persen. Untuk mencapai hal tersebut, Bank Indonesia dan pemerintah daerah melalui TPID terus melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi di wilayah Kaltim.

Dia mengatakan, TPID masih memiliki beberapa tantangan. Di antaranya, kerja sama lintas OPD dan lintas kabupaten dan kota sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis perlu lebih ditingkatkan. Selain itu, belum adanya neraca komoditas pangan di tiap daerah.

Untuk dapat terus mengendalikan harga-harga komoditas di Kaltim, ucapnya, maka diperlukan database dan perbaikan tata niaga perdagangan. TPID Kaltim, kata dia, akan membangun data neraca pangan untuk mempermudah pemantauan pergerakan harga dengan lebih intensif. "Kami juga menginisiasi dan memfasilitasi penyusunan kerja sama perdagangan antar-daerah," sebutnya.

Tak kalah penting, TPID juga melakukan perbaikan tata niaga daging ayam ras dan komoditas pangan utama lainnya. Terakhir, mereka akan meninjau kembali roadmap pengendalian inflasi tingkat provinsi serta membentuk roadmap inflasi bagi tiap daerah. (roe/ndu/k15)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:27

Asuransi Optimistis Tumbuh 20 Persen

JAKARTA – Industri asuransi tetap optimistis bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini. Indonesia dinilai…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Penambahan Subsidi Solar Belum Final

JAKARTA – Masyarakat harus bersabar. Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Usaha Ritel di Surabaya Menurun 70 Persen

SURABAYA – Setelah kejadian teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia…

Kamis, 17 Mei 2018 06:57

Indikasi Ekonomi Kaltim Terus Tumbuh

BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) kian optimistis…

Kamis, 17 Mei 2018 06:55

2018, Paser Optimistis 100 Persen Rasio Elektrifikasi

TANA PASER - Rasio Elektrifikasi Paser kini mencapai 82 persen. Dari 139 desa di Kabupaten Paser, hampir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .