MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 17 Mei 2018 06:57
Indikasi Ekonomi Kaltim Terus Tumbuh

April, Penerimaan Bea Cukai Kalbagtim Capai 44 Persen

LANCAR: Berjalannya proyek RDMP Pertamina turut menambah optimisme Kanwil Bea dan Cukai Kalbagtim Kaltim memenuhi target penerimaan tahun ini. (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) kian optimistis mampu memenuhi target penerimaan tahun ini. Bagaimana tidak, pada April lalu, penerimaan mereka sudah mencapai Rp 1,4 triliun. Nonpajak menyumbang Rp 226,3 miliar dan penerimaan pajak mencapai Rp 1,2 triliun.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalbagtim Agus Sudarmadi mengatakan, ekspor-impor yang mulai berjalan dengan baik menjadi salah satu alasan. Ini menunjukkan kondisi ekonomi terus membaik. Seperti yang diperkirakan akhir tahun lalu, penerimaan DJBC Kalbagtim diproyeksikan akan meningkat cukup besar.

“Sesuai prediksi kami, penerimaan di periode ini terbilang cukup baik dibanding tahun lalu yang hanya mencatatkan penerimaan Rp 763 miliar (per April),” ujarnya, Rabu (16/5).

Total penerimaan hingga April, jika dirinci, bea masuk Rp 219,7 miliar dan bea keluar Rp 6,2 miliar, cukai Rp 311 juta. Total Rp 226,3 miliar. Atau sudah terealisasi 44,45 persen dari target tahun ini Rp 509,1 persen. Adapun target tahun lalu Rp 498,1 miliar dan terealisasi Rp 562,9 miliar.

“Catatan ini sangat bagus. Baru awal tahun sudah hampir setengahnya terealisasi. Namun, perlu diwaspadai memasuki momentum politik. Kemungkinan aktivitas ekspor impor ada penurunan sedikit. Kenaikan dolar ini akan menjadi angin segar bagi ekspor. Sehingga, penerimaan bagi kami juga berdampak baik,” tuturnya.

Selain geliat ekonomi yang membaik, realisasi penerimaan didukung bagusnya kinerja pusat logistik berikat (PLB) di Kalbagtim. Total ada empat PLB dan tiga yang aktif. PLB di Kaltim masih untuk migas dan pertambangan. Ada rencana untuk membuat PLB sektor perikanan di Kaltara. Hal itu dilakukan guna menarik ekspor perikanan kalau bisa lewat Kaltim tidak lewat Tawau, Malaysia.

Tapi, pihaknya terbentur dengan masalah ketersediaan listrik. Perikanan butuh tempat penyimpanan dengan suhu yang stabil agar kualitas barang masih tetap terjaga. Jika listrik masih belum tersedia, percuma saja.

Terkait direct call, pria berkacamata ini mengaku, belum berdampak langsung. Penerimaan naik karena kondisi ekonomi mulai membaik. Dari catatan DJBC Kalbagtim, komoditas yang diangkut langsung ke luar negeri baru masih sedikit.

“Dari data kami dapat hanya kernel, serabut kelapa, dan kepiting. Direct call ini belum banyak dimanfaatkan karena mungkin masih belum ada potensi yang bisa diangkut. Ada tapi belum bisa memenuhi kuotanya. Potensi sebenarnya ada pada produk pertanian dan perikanan. Contoh, di Tiongkok saya pernah bertemu orang yang mencari buah naga. Potensi di Kaltim kan ada. Tapi, mungkin belum bisa dioptimalkan,” sebutnya.

Jadi, lanjutnya, masih banyak eksportir yang masih mengirim melalui daerah lain. Mereka tidak bisa memenuhi kuota, jadi ikut mereka harus menggabungkannya dari daerah lain. Sistemnya, dikumpulkan dulu di Surabaya lalu ekspor ke negara tujuan.

Hal lain yang masih menjadi sandungan ekspor di Kaltim ini masih mengandalkan bahan mentah. Produk hilir sampai sekarang masih belum kelihatan. Adapun value-nya kecil. Kemudian produk ikan belum tergarap dengan baik. Padahal ini bisa jadi potensi bagus untuk ekspor. Fasilitas memang ada tapi belum didukung dengan varian komoditas yang dikirim. Saat ini, ekspor dari Kaltim masih batu bara, migas, dan CPO.

Terkait penerimaan, ia tetap optimistis mampu merealisasikannya. Pasalnya, beberapa proyek besar mulai berjalan. Seperti proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina. Ditambah, geliat batu bara dan migas masih akan terus berlangsung dan pembangunan infrastruktur yang dikebut. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

IHEx Kaltim Terkontraksi Minus 4,5 Persen

SAMARINDA - Meski tidak sedalam perkiraan sebelumnya, indeks harga komoditas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

Incar Kerja Sama Migas di Timur Tengah

JAKARTA – Pemerintah berupaya meningkatkan investasi subsektor minyak dan gas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:40

Pajak e-Commerce Masih Moderat

JAKARTA – Keluarnya PMK Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:37

Bisnis Travel Panen di Awal Tahun

SURABAYA – Awal tahun ini menjadi momen positif bagi bisnis…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Berdayakan UKM Kuliner Lokal

SURABAYA - Pasar usaha kecil dan menengah (UKM) bidang kuliner…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Hero Tutup 26 Gerai, Rumahkan 532 Karyawan

JAKARTA - PT Supermarket Tbk (Hero Group) memilih melakukan efisiensi…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

Tahap I, Pemerintah Lelang Lima Blok Migas

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

PEP Asset 4 Lampaui Target Produksi

JAKARTA - Pertamina EP (PEP) Asset 4 membukukan kinerja positif…

Senin, 14 Januari 2019 06:42

Citilink Siapkan Skema Bagasi Berbayar

BALIKPAPAN - Setelah Lion Air dan Wings Air mulai menyosialisasikan…

Senin, 14 Januari 2019 06:40

Rangsang Pertumbuhan Leasing, Bukan Kemacetan

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kebijakan pelonggaran ketentuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*