MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 17 Mei 2018 06:57
Indikasi Ekonomi Kaltim Terus Tumbuh

April, Penerimaan Bea Cukai Kalbagtim Capai 44 Persen

LANCAR: Berjalannya proyek RDMP Pertamina turut menambah optimisme Kanwil Bea dan Cukai Kalbagtim Kaltim memenuhi target penerimaan tahun ini. (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) kian optimistis mampu memenuhi target penerimaan tahun ini. Bagaimana tidak, pada April lalu, penerimaan mereka sudah mencapai Rp 1,4 triliun. Nonpajak menyumbang Rp 226,3 miliar dan penerimaan pajak mencapai Rp 1,2 triliun.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalbagtim Agus Sudarmadi mengatakan, ekspor-impor yang mulai berjalan dengan baik menjadi salah satu alasan. Ini menunjukkan kondisi ekonomi terus membaik. Seperti yang diperkirakan akhir tahun lalu, penerimaan DJBC Kalbagtim diproyeksikan akan meningkat cukup besar.

“Sesuai prediksi kami, penerimaan di periode ini terbilang cukup baik dibanding tahun lalu yang hanya mencatatkan penerimaan Rp 763 miliar (per April),” ujarnya, Rabu (16/5).

Total penerimaan hingga April, jika dirinci, bea masuk Rp 219,7 miliar dan bea keluar Rp 6,2 miliar, cukai Rp 311 juta. Total Rp 226,3 miliar. Atau sudah terealisasi 44,45 persen dari target tahun ini Rp 509,1 persen. Adapun target tahun lalu Rp 498,1 miliar dan terealisasi Rp 562,9 miliar.

“Catatan ini sangat bagus. Baru awal tahun sudah hampir setengahnya terealisasi. Namun, perlu diwaspadai memasuki momentum politik. Kemungkinan aktivitas ekspor impor ada penurunan sedikit. Kenaikan dolar ini akan menjadi angin segar bagi ekspor. Sehingga, penerimaan bagi kami juga berdampak baik,” tuturnya.

Selain geliat ekonomi yang membaik, realisasi penerimaan didukung bagusnya kinerja pusat logistik berikat (PLB) di Kalbagtim. Total ada empat PLB dan tiga yang aktif. PLB di Kaltim masih untuk migas dan pertambangan. Ada rencana untuk membuat PLB sektor perikanan di Kaltara. Hal itu dilakukan guna menarik ekspor perikanan kalau bisa lewat Kaltim tidak lewat Tawau, Malaysia.

Tapi, pihaknya terbentur dengan masalah ketersediaan listrik. Perikanan butuh tempat penyimpanan dengan suhu yang stabil agar kualitas barang masih tetap terjaga. Jika listrik masih belum tersedia, percuma saja.

Terkait direct call, pria berkacamata ini mengaku, belum berdampak langsung. Penerimaan naik karena kondisi ekonomi mulai membaik. Dari catatan DJBC Kalbagtim, komoditas yang diangkut langsung ke luar negeri baru masih sedikit.

“Dari data kami dapat hanya kernel, serabut kelapa, dan kepiting. Direct call ini belum banyak dimanfaatkan karena mungkin masih belum ada potensi yang bisa diangkut. Ada tapi belum bisa memenuhi kuotanya. Potensi sebenarnya ada pada produk pertanian dan perikanan. Contoh, di Tiongkok saya pernah bertemu orang yang mencari buah naga. Potensi di Kaltim kan ada. Tapi, mungkin belum bisa dioptimalkan,” sebutnya.

Jadi, lanjutnya, masih banyak eksportir yang masih mengirim melalui daerah lain. Mereka tidak bisa memenuhi kuota, jadi ikut mereka harus menggabungkannya dari daerah lain. Sistemnya, dikumpulkan dulu di Surabaya lalu ekspor ke negara tujuan.

Hal lain yang masih menjadi sandungan ekspor di Kaltim ini masih mengandalkan bahan mentah. Produk hilir sampai sekarang masih belum kelihatan. Adapun value-nya kecil. Kemudian produk ikan belum tergarap dengan baik. Padahal ini bisa jadi potensi bagus untuk ekspor. Fasilitas memang ada tapi belum didukung dengan varian komoditas yang dikirim. Saat ini, ekspor dari Kaltim masih batu bara, migas, dan CPO.

Terkait penerimaan, ia tetap optimistis mampu merealisasikannya. Pasalnya, beberapa proyek besar mulai berjalan. Seperti proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina. Ditambah, geliat batu bara dan migas masih akan terus berlangsung dan pembangunan infrastruktur yang dikebut. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 07:02

Optimisme Pasar Mulai Tumbuh

BALIKPAPAN - Kendati masih merangkak, daya beli masyarakat Kaltim pada semester I terus mengalami perbaikan.…

Senin, 20 Agustus 2018 07:00

Kaltim Dinilai Belum Bisa Berkontribusi

SAMARINDA - Pemerintah Indonesia telah merampungkan persiapan implementasi program mandatori biodiesel…

Senin, 20 Agustus 2018 06:59

Bankaltimtara Raih 2 Gelar Top Bank 2018

SAMARINDA - PT Bankaltimtara kembali menorehkan prestasi membanggakan di level nasional. Tak tanggung-tanggung,…

Senin, 20 Agustus 2018 06:56

Urus Izin Usaha Kian Mudah

BALIKPAPAN - Pengusaha di Kaltim bakal semakin mudah dalam mengurus izin usaha. Pasalnya, percepatan…

Senin, 20 Agustus 2018 06:54

Terpaksa Molor karena Cuaca

SAMARINDA – Masyarakat Samarinda harus bersabar. Pengerjaan bentang tengah Jembatan Mahakam IV…

Senin, 20 Agustus 2018 06:52

Mengejar Swasembada Pangan

JAKARTA – Pemerintah berencana menggelontorkan anggaran Rp 97,6 triliun pada 2019 untuk menjaga…

Senin, 20 Agustus 2018 06:51

Pacu Kinerja KPR

JAKARTA - PT Bank Bukopin Tbk optimistis dapat meningkatkan angka penyaluran kredit pemilikan rumah…

Senin, 20 Agustus 2018 06:50

Saka Energi Temukan Cadangan Minyak Baru

JAKARTA - PT Saka Energi Indonesia kembali menemukan cadangan minyak bumi di Sumur Eksplorasi TKBY-2…

Senin, 20 Agustus 2018 06:47

Tekan Impor, Proyek Kereta Cepat Tetap Jalan

JAKARTA - Pemerintah tahun depan berencana fokus untuk mengurangi impor dan menggenjot ekspor untuk…

Senin, 20 Agustus 2018 06:46

Start-up Bidik Kebiasaan Traveling Milenial

JAKARTA – Tren traveling ke luar negeri selama beberapa tahun belakangan kian meningkat, khususnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .