MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 17 Mei 2018 06:57
Indikasi Ekonomi Kaltim Terus Tumbuh

April, Penerimaan Bea Cukai Kalbagtim Capai 44 Persen

LANCAR: Berjalannya proyek RDMP Pertamina turut menambah optimisme Kanwil Bea dan Cukai Kalbagtim Kaltim memenuhi target penerimaan tahun ini. (PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) kian optimistis mampu memenuhi target penerimaan tahun ini. Bagaimana tidak, pada April lalu, penerimaan mereka sudah mencapai Rp 1,4 triliun. Nonpajak menyumbang Rp 226,3 miliar dan penerimaan pajak mencapai Rp 1,2 triliun.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalbagtim Agus Sudarmadi mengatakan, ekspor-impor yang mulai berjalan dengan baik menjadi salah satu alasan. Ini menunjukkan kondisi ekonomi terus membaik. Seperti yang diperkirakan akhir tahun lalu, penerimaan DJBC Kalbagtim diproyeksikan akan meningkat cukup besar.

“Sesuai prediksi kami, penerimaan di periode ini terbilang cukup baik dibanding tahun lalu yang hanya mencatatkan penerimaan Rp 763 miliar (per April),” ujarnya, Rabu (16/5).

Total penerimaan hingga April, jika dirinci, bea masuk Rp 219,7 miliar dan bea keluar Rp 6,2 miliar, cukai Rp 311 juta. Total Rp 226,3 miliar. Atau sudah terealisasi 44,45 persen dari target tahun ini Rp 509,1 persen. Adapun target tahun lalu Rp 498,1 miliar dan terealisasi Rp 562,9 miliar.

“Catatan ini sangat bagus. Baru awal tahun sudah hampir setengahnya terealisasi. Namun, perlu diwaspadai memasuki momentum politik. Kemungkinan aktivitas ekspor impor ada penurunan sedikit. Kenaikan dolar ini akan menjadi angin segar bagi ekspor. Sehingga, penerimaan bagi kami juga berdampak baik,” tuturnya.

Selain geliat ekonomi yang membaik, realisasi penerimaan didukung bagusnya kinerja pusat logistik berikat (PLB) di Kalbagtim. Total ada empat PLB dan tiga yang aktif. PLB di Kaltim masih untuk migas dan pertambangan. Ada rencana untuk membuat PLB sektor perikanan di Kaltara. Hal itu dilakukan guna menarik ekspor perikanan kalau bisa lewat Kaltim tidak lewat Tawau, Malaysia.

Tapi, pihaknya terbentur dengan masalah ketersediaan listrik. Perikanan butuh tempat penyimpanan dengan suhu yang stabil agar kualitas barang masih tetap terjaga. Jika listrik masih belum tersedia, percuma saja.

Terkait direct call, pria berkacamata ini mengaku, belum berdampak langsung. Penerimaan naik karena kondisi ekonomi mulai membaik. Dari catatan DJBC Kalbagtim, komoditas yang diangkut langsung ke luar negeri baru masih sedikit.

“Dari data kami dapat hanya kernel, serabut kelapa, dan kepiting. Direct call ini belum banyak dimanfaatkan karena mungkin masih belum ada potensi yang bisa diangkut. Ada tapi belum bisa memenuhi kuotanya. Potensi sebenarnya ada pada produk pertanian dan perikanan. Contoh, di Tiongkok saya pernah bertemu orang yang mencari buah naga. Potensi di Kaltim kan ada. Tapi, mungkin belum bisa dioptimalkan,” sebutnya.

Jadi, lanjutnya, masih banyak eksportir yang masih mengirim melalui daerah lain. Mereka tidak bisa memenuhi kuota, jadi ikut mereka harus menggabungkannya dari daerah lain. Sistemnya, dikumpulkan dulu di Surabaya lalu ekspor ke negara tujuan.

Hal lain yang masih menjadi sandungan ekspor di Kaltim ini masih mengandalkan bahan mentah. Produk hilir sampai sekarang masih belum kelihatan. Adapun value-nya kecil. Kemudian produk ikan belum tergarap dengan baik. Padahal ini bisa jadi potensi bagus untuk ekspor. Fasilitas memang ada tapi belum didukung dengan varian komoditas yang dikirim. Saat ini, ekspor dari Kaltim masih batu bara, migas, dan CPO.

Terkait penerimaan, ia tetap optimistis mampu merealisasikannya. Pasalnya, beberapa proyek besar mulai berjalan. Seperti proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina. Ditambah, geliat batu bara dan migas masih akan terus berlangsung dan pembangunan infrastruktur yang dikebut. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:54

Standar Euro 4 Dongkrak Harga Mobil

JAKARTA – Mulai 7 Oktober 2018, semua mobil yang dipasarkan di Indonesia wajib berstandar emisi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar

JAKARTA – Kinerja neraca dagang pada September mulai menunjukkan tren positif. Setelah berkali-kali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:47

Dorong Industri Mamin Agresif di Pasar Ekspor

SURABAYA – Industri makanan dan minuman (mamin) menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:46

REI Usulkan Harga Rumah Subsidi Naik

BALIKPAPAN - Realestat Indonesia (REI) mengusulkan adanya kenaikan harga rumah bersubsidi. Ketua Komisariat…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:37

Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Properti

JAKARTA – Selisih kebutuhan rumah dengan kapasitas pengembang masih cukup lebar. Berdasar data…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Uang Elektronik Gaet Generasi Milenial

SURABAYA – Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap metode transaksi pembayaran yang cepat mendorong…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Sejak 2017, Nilai Aset Negara Naik Rp 4.190 Triliun

JAKARTA - Sebanyak 945.460 aset negara yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga serta instansi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:35

Ekonomi Domestik dan Sentimen Brexit Dorong Rupiah Menguat

JAKARTA - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diharapkan dapat kembali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:34

Kesejahteraan Pangan Jadi Perhatian

JAKARTA – Kesejahteraan pangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar memperoleh kecukupan…

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .