MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 17 Mei 2018 06:52
Pola Konsumsi Masyarakat Membaik

Triwulan I, Konsumsi BBM Nonsubsidi Meningkat

PINTAR: Pengetahuan masyarakat yang meningkat tentang manfaat penggunaan BBM nonsubsidi berhasil menekan konsumsi premium pada triwulan pertama tahun ini.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masyarakat Kaltim terus membaik. Memasuki triwulan pertama, penggunaan premium mengalami penurunan hingga 16 persen. Sebaliknya, konsumsi BBM nonsubsidi terus meningkat.

Dari data Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) VI Kalimantan, konsumsi BBM subsidi di Kaltim untuk premium sebesar 65,616 kiloliter. Tahun lalu pada periode sama, bisa mencatatkan konsumsi sekitar 78 kiloliter. Sedangkan konsumsi BBM nonsubsidi pada triwulan I mengalami peningkatan. Tercatat BBM pertalite triwulan I sebesar 75,875 kiloliter, tahun lalu pada periode sama hanya 65 kiloliter.

Pertamax juga mengalami peningkatan kendati tidak terlalu besar pada triwulan I. Tahun lalu, rata-rata per triwulan 15 kiloliter, pada periode triwulan I tahun ini menyentuh angka 16,211 kiloliter.

Untuk year on year (yoy), penggunaan premium juga tergerus. Pada 2016 lalu, konsumsinya masih mencapai 497,064 kiloliter. Namun, menurun 37 persen pada 2017. Yakni hanya 312,615 kiloliter. Sedangkan BBM nonsubsidi konsumsinya meningkat 33 persen, pada 2016 konsumsinya hanya 43,873 kiloliter sementara pada 2017 menjadi 63,545 kiloliter. Pun pertalite, dari 95,873 kiloliter pada 2016 menjadi 261,169 kiloliter tahun lalu.

Dewan Pertimbangan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Balikpapan Afiudin Zainal Abidin mengatakan, peningkatan ini sudah hal yang lumrah. Sebab, Pertamina lebih menekankan pada penjualan BBM nonsubsidi.

“Secara hitung-hitungan jika volume yang dijual dominasi BBM premium, dengan kebijakan pemerintah saat ini memang cenderung rugi,” ujarnya.

Apalagi harga minyak dunia terus meningkat. Diketahui, penetapan harga premium sudah sejak dua tahun lalu. Sampai sekarang, seiring minyak dunia naik tidak ada penyesuaian harga. Harga minyak mentah dunia yang menjadi bahan baku produksi, terus naik. April, pada kisaran USD 60 per barel. Namun, harga premium tetap. Jika mengikuti perhitungan normal, BBM dengan kadar oktan 88 persen itu mestinya dijual Rp 7.200–7.400 per liter.

Afiudin menilai, langkah Pertamina menekan konsumsi dengan meminimalisasi dispenser untuk premium cukup baik. Bisa dilihat SPBU perkotaan, yang menjual premium tidak terlalu banyak, di Balikpapan khususnya.

“Kita juga paham bahwa Pertamina punya kewajiban dividen besar terhadap negara. Kalau tidak salah 50 persen dari laba. Di sisi lain, mereka juga ditugasi program BBM satu harga dan didorong mengambil alih pengelolaan blok migas. Ya tapi kan tidak semua masyarakat paham. Tahunya ketika harga naik timbul gejolak. Untuk itu butuh sosialisasi,” jelasnya.

Dia menyebut, kendati harga BBM subsidi ditahan, peminatnya memang berkurang. Afiudin menyebut, peminat BBM nonsubsidi terus naik dari tahun ke tahun. Banyak masyarakat yang sudah paham memakai BBM yang berkualitas untuk kendaraannya. Apalagi kendaraan roda empat dan roda dua masa kini minimal memakai BBM RON 92. (aji/ndu2/k15)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:27

Asuransi Optimistis Tumbuh 20 Persen

JAKARTA – Industri asuransi tetap optimistis bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini. Indonesia dinilai…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Usaha Ritel di Surabaya Menurun 70 Persen

SURABAYA – Setelah kejadian teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia…

Kamis, 17 Mei 2018 06:59

Indikasi Ekonomi Kaltim Terus Tumbuh

BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) kian optimistis…

Kamis, 17 Mei 2018 06:59

Pangkas Rantai Tata Niaga, Hindari Lonjakan Harga

SAMARINDA – Panjangnya rantai perdagangan di Kaltim serta kendala dalam proses distribusi diklaim…

Kamis, 17 Mei 2018 06:57

Indikasi Ekonomi Kaltim Terus Tumbuh

BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) kian optimistis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .