MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 17 Mei 2018 06:52
Pola Konsumsi Masyarakat Membaik

Triwulan I, Konsumsi BBM Nonsubsidi Meningkat

PINTAR: Pengetahuan masyarakat yang meningkat tentang manfaat penggunaan BBM nonsubsidi berhasil menekan konsumsi premium pada triwulan pertama tahun ini.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Pola konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masyarakat Kaltim terus membaik. Memasuki triwulan pertama, penggunaan premium mengalami penurunan hingga 16 persen. Sebaliknya, konsumsi BBM nonsubsidi terus meningkat.

Dari data Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) VI Kalimantan, konsumsi BBM subsidi di Kaltim untuk premium sebesar 65,616 kiloliter. Tahun lalu pada periode sama, bisa mencatatkan konsumsi sekitar 78 kiloliter. Sedangkan konsumsi BBM nonsubsidi pada triwulan I mengalami peningkatan. Tercatat BBM pertalite triwulan I sebesar 75,875 kiloliter, tahun lalu pada periode sama hanya 65 kiloliter.

Pertamax juga mengalami peningkatan kendati tidak terlalu besar pada triwulan I. Tahun lalu, rata-rata per triwulan 15 kiloliter, pada periode triwulan I tahun ini menyentuh angka 16,211 kiloliter.

Untuk year on year (yoy), penggunaan premium juga tergerus. Pada 2016 lalu, konsumsinya masih mencapai 497,064 kiloliter. Namun, menurun 37 persen pada 2017. Yakni hanya 312,615 kiloliter. Sedangkan BBM nonsubsidi konsumsinya meningkat 33 persen, pada 2016 konsumsinya hanya 43,873 kiloliter sementara pada 2017 menjadi 63,545 kiloliter. Pun pertalite, dari 95,873 kiloliter pada 2016 menjadi 261,169 kiloliter tahun lalu.

Dewan Pertimbangan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Balikpapan Afiudin Zainal Abidin mengatakan, peningkatan ini sudah hal yang lumrah. Sebab, Pertamina lebih menekankan pada penjualan BBM nonsubsidi.

“Secara hitung-hitungan jika volume yang dijual dominasi BBM premium, dengan kebijakan pemerintah saat ini memang cenderung rugi,” ujarnya.

Apalagi harga minyak dunia terus meningkat. Diketahui, penetapan harga premium sudah sejak dua tahun lalu. Sampai sekarang, seiring minyak dunia naik tidak ada penyesuaian harga. Harga minyak mentah dunia yang menjadi bahan baku produksi, terus naik. April, pada kisaran USD 60 per barel. Namun, harga premium tetap. Jika mengikuti perhitungan normal, BBM dengan kadar oktan 88 persen itu mestinya dijual Rp 7.200–7.400 per liter.

Afiudin menilai, langkah Pertamina menekan konsumsi dengan meminimalisasi dispenser untuk premium cukup baik. Bisa dilihat SPBU perkotaan, yang menjual premium tidak terlalu banyak, di Balikpapan khususnya.

“Kita juga paham bahwa Pertamina punya kewajiban dividen besar terhadap negara. Kalau tidak salah 50 persen dari laba. Di sisi lain, mereka juga ditugasi program BBM satu harga dan didorong mengambil alih pengelolaan blok migas. Ya tapi kan tidak semua masyarakat paham. Tahunya ketika harga naik timbul gejolak. Untuk itu butuh sosialisasi,” jelasnya.

Dia menyebut, kendati harga BBM subsidi ditahan, peminatnya memang berkurang. Afiudin menyebut, peminat BBM nonsubsidi terus naik dari tahun ke tahun. Banyak masyarakat yang sudah paham memakai BBM yang berkualitas untuk kendaraannya. Apalagi kendaraan roda empat dan roda dua masa kini minimal memakai BBM RON 92. (aji/ndu2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:54

Standar Euro 4 Dongkrak Harga Mobil

JAKARTA – Mulai 7 Oktober 2018, semua mobil yang dipasarkan di Indonesia wajib berstandar emisi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar

JAKARTA – Kinerja neraca dagang pada September mulai menunjukkan tren positif. Setelah berkali-kali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:47

Dorong Industri Mamin Agresif di Pasar Ekspor

SURABAYA – Industri makanan dan minuman (mamin) menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:46

REI Usulkan Harga Rumah Subsidi Naik

BALIKPAPAN - Realestat Indonesia (REI) mengusulkan adanya kenaikan harga rumah bersubsidi. Ketua Komisariat…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:37

Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Properti

JAKARTA – Selisih kebutuhan rumah dengan kapasitas pengembang masih cukup lebar. Berdasar data…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Uang Elektronik Gaet Generasi Milenial

SURABAYA – Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap metode transaksi pembayaran yang cepat mendorong…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Sejak 2017, Nilai Aset Negara Naik Rp 4.190 Triliun

JAKARTA - Sebanyak 945.460 aset negara yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga serta instansi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:35

Ekonomi Domestik dan Sentimen Brexit Dorong Rupiah Menguat

JAKARTA - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diharapkan dapat kembali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:34

Kesejahteraan Pangan Jadi Perhatian

JAKARTA – Kesejahteraan pangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar memperoleh kecukupan…

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .