MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Rabu, 16 Mei 2018 22:15
Sudah Bunuh 60 Warga Palestina, Israel Kembali Tembak Mati 2 Lagi
Warga Palestina unjuk rasa menolak Kedutaan AS di Yerusalem (AFP)

PROKAL.CO, GAZA- Palestina memakamkan jenazah para pengunjuk rasa yang diberondong peluru tentara Israel saat peresmian pemindahan Kedutaan Amerika Serikat (AS) ke Yerusalem. Itu merupakan hari paling berdarah di Gaza pada Senin, (16/5).

Serangan yang dilakukan tentara Israel telah menewaskan 60 orang Palestina di dekat perbatasan Jalur Gaza selama melakukan unjuk rasa menentang pembukaan Kedutaan AS di Yerusalem. Saat warga Palestina masih berkabung, dengan kejamnya tentara Israel menembak mati dua warga Palestina lainnya pada Selasa, (15/4).

JawaPos.com memberitakan, meskipun unjuk rasa berlangsung lebih tenang dibanding sebelumnya, nampaknya banyak pengunjuk rasa yang pergi menuju tenda berkabung daripada kembali ke tempat terjadinya pertumpahan darah pada Senin lalu. Para pengunjuk rasa yang berkabung berbaris sambil melambai-lambaikan bendera Palestina dan menyerukan balas dendam. "Dengan jiwa dan darah kami menebus kamu para martir," begitu teriakkan mereka.

AS nekat membuka kedutaannya di Yerusalem

AS nekat membuka kedutaannya di Yerusalem (Haaretz)

Di sana, ratusan orang berbaris di pemakaman Leila Al Gandour yang merupakan bayi berusia delapan bulan, jasadnya diselimuti dengan bendera Palestina. Sang ibu yang merasa terpukul kemudian menekankan jasad Leila ke dadanya dan mengatakan, "Biarkan dia tinggal bersamaku, ini terlalu cepat baginya untuk pergi."

Keluarga mengatakan, bayi malang tersebut meninggal dunia karena menghirup gas air mata. Di rumah sakit Gaza, banyak keluarga memenuhi aula dan tumpah ruah keluar dari kamar karena telah menunggu perawatan terlalu lama.

Seorang warga Palestina, Bassem Ibrahim, 23 tahun, yang terkena tembakan tentara Israel mengatakan, ia takut kehilangan kakinya yang ditembak tentara Israel tersebut karena penundaan proses pengobatan.

Menurutnya, tidak ada banyak dokter dan mereka juga tidak dapat menangani semua orang karena banyak yang mengalami luka. Banyaknya jumlah korban luka tidak sebanding dengan minimnya waktu para dokter di sana.

Di sisi perbatasan Israel, penembak jitu Israel mengambil posisi untuk mengentikan upaya penerobosan pagar oleh para demonstran. Selain itu, tank juga dikerahkan di sana.

Namun jika kekerasan terus meruncing maka masih akan memiliki dampak yang kuat secara internasional. Negara-negara mengritik penggunaan kekuatan mematikan Israel dan keputusan AS untuk membuka kedutaan baru di Yerusalem.

Pembukaan Kedutaan AS berdarah tersebut dihadiri oleh puteri Presiden Donald Trump, Ivanka Trump dan suaminya Jared Kushner. Seperti dilansir Reuters, Turki telah mengusir dua Duta Besar Israel untuk menunjukkan kemarahannya atas pemindahan Kedutaan AS.

Presiden Recep Tayyip Erdogan bahkan saling bertukar kata-kata panas di Twitter dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (ina/iml/trz/JPC)


BACA JUGA

Senin, 14 Mei 2018 11:57

Potongan Kaki Kembali Gegerkan Kanada

OTTAWA - Sebuah sepatu bot terdampar di Gabriola Island, Provinsi British Columbia, Kanada, awal pekan…

Senin, 14 Mei 2018 11:54

Trump Sambut Eks Tawanan Korut

PYONGYANG - Membaiknya suhu politik di Semenanjung Korea menjadi berkah bagi Kim Dong-chul, Kim Sang-duk…

Sabtu, 12 Mei 2018 10:54

Wan Azizah Jadi Kebanggaan Perempuan Malaysia

KUALA LUMPUR – Apa pun yang terjadi dengan Wan Azizah Wan Ismail dan jabatan barunya saat sang…

Jumat, 11 Mei 2018 21:17

Usai Dilantik Jadi PM, Ini Janji Mahathir

KUALA LUMPUR- Usai mengucapkan sumpah dalam pelantikannya pada Kamis (10/5) malam, Perdana Menteri Malaysia…

Jumat, 11 Mei 2018 21:16

Trump dan Jong Un Pilih Singapura sebagai Tempat Pertamuan, INI ALASANNYA

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan, ia akan bertemu Pemimpin Tertinggi Korea Utara…

Jumat, 11 Mei 2018 21:14

Andai Waktu Bisa Diputar, Mahathir Takkan Pecat Anwar

Kuala Lumpur- Perdana Menteri Malaysia terpilih Mahathir Mohamad, 92, mengatakan, ia mungkin hanya membutuhkan…

Jumat, 11 Mei 2018 12:00
Mengaku Kalah, Najib Tak Beri Selamat

Lewat PRU 14, Rakyat Cabut Mandat BN

KUALA LUMPUR – Angin perubahan itu bernama Pilihan Raya Umum (PRU) 14. Saking kencangnya angin…

Kamis, 10 Mei 2018 21:40

Rezim Najib Razak Runtuh, Para Menteri Kehilangan Kursi?

KUALAUMPUR- Pemilu Malaysia 2018 benar-benar jadi mimpi buruk bagi rezim PM Najib Razak yang tergabung…

Kamis, 10 Mei 2018 14:48
Mahathir Mohammad setelah Menang Pemilu Malaysia

Pernah Jadi PM Terlama, Kini Jadi Pemimpin Tertua

Mahathir Mohamad merupakan perdana menteri terlama di Malaysia. Pria yang berusia 92 tahun tersebut…

Kamis, 10 Mei 2018 14:40
Mahathir Jadi PM Malaysia

Mahathir Bilang Ngga akan Balas Dendam, Cuma....

KUALALUMPUR- Kekalahannya di kursi parlemen membuat Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menelan pil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .