MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Rabu, 16 Mei 2018 10:37
Tak Nyaman di Sekolah, Anak Bisa Melawan
EMOSI TERPENDAM: Banyak faktor yang menyebabkan anak bisa melakukan kekerasan terhadap guru. Salah satunya tak senang dengan cara mengajar wali kelasnya. Membuat suasana kelas yang nyaman dan lebih pengertian pada murid Anda bisa mencegah anak bersikap agresif.

PROKAL.CO, Selamat belajar nak penuh semangat

Rajinlah selalu tentu kau dapat

Hormati gurumu sayangi teman

Itulah tandanya kau murid budiman  

 

PENGGALAN lirik dari lagu Pergi Belajar yang diciptakan Ibu Sud tersebut menyiarkan nasihat agar anak-anak selalu rajin belajar, menghormati guru, dan menyayangi teman. Namun, seiring perkembangan zaman, tak hanya lagu itu yang jarang terdengar, nasihat untuk menghormati guru dan menyayangi teman pun seakan terabaikan.

Hal itu terbukti dengan maraknya kasus seorang siswa yang melakukan kekerasan kepada guru atau malah sebaliknya. Menurut psikolog pendidikan dan perkembangan anak, Hairani Lubis, banyak faktor yang membuat seorang anak didik melakukan kekerasan di lingkungan sekolahnya.

"Anak tidak nyaman saat belajar bisa jadi pemicu. Sebab itu, dianjurkan para guru punya cara mengajar yang menyenangkan, sehingga siswanya juga senang dan mau memerhatikan pelajaran. Hal itu sangat bisa menekan terjadinya kekerasan," ujarnya saat diwawancarai Selasa (8/5).

Hairani mengatakan, seorang anak dapat berlaku agresif karena adanya kemarahan dan frustrasi yang diekspresikan dengan cara menyakiti orang lain. Ada anak pendiam, tapi kalau marah dia mengekspresikannya dengan memukul orang lain. Ada pula yang cerewet dan saat marah juga akan memukul. Keagresifan tersebut berkaitan dengan cara siswa mengendalikan perilakunya.

Ciri-ciri anak yang agresif yakni mudah marah, reaktif terhadap situasi penuh tekanan, artinya ketika berada dalam situasi tertekan, dia akan gampang frustrasi. "Kemudian muncul perilaku agresif, berupa memukul, menendang orang-orang di sekitarnya,” beber dosen psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Mulawarman (Unmul) tersebut.

Perempuan berjilbab itu mengatakan, semua anak dengan usia berapa pun bisa berlaku agresif. Namun, dampak yang ditimbulkan oleh setiap anak tak sama. “Semakin tua usia anak, tentu saja dampaknya semakin besar. Regulasi emosi sangat berpengaruh, perilaku agresif sering dialami anak-anak hingga remaja. Karena pada masa itu pengendalian emosi mereka belum matang,” jelas Hairani.

Beberapa penyebab lain anak menjadi agresif, kurangnya pembentukan karakter moral anak sejak dini, banyak menonton tayangan kekerasan sehingga anak akan menirunya, tidak ada role model di lingkungannya yang bisa memberikan contoh bersikap sopan.

"Orangtua yang sering berantem di hadapan anak juga membuat pribadi anak sering terpapar kekerasan dan akan mencontohnya,” beber dia.

Untuk menghadapi keagresifan anak, tentu guru perlu mencari tahu latar belakang atau penyebab anak berperilaku kasar. Selain itu, didiklah anak dengan penuh cinta kasih, buat anak didik Anda nyaman di kelas. Walaupun, suasana nyaman yang dibangun guru dalam mengajar memang tak menjamin para murid bersikap kalem, karena pasti masih ada saja murid yang agresif. Guru perlu memperhatikan, jika tingkat keagresifannya sudah sangat mengkhawatirkan, anak tersebut perlu ditangani secara khusus untuk memodifikasi perilakunya.

“Teknik yang bisa digunakan guru untuk mengubah perilaku siswa yakni dengan memberi reward setiap kali anak didiknya menyelesaikan tugas. Seorang guru pun harus lebih sabar dan menghindari kekerasan atau memberi murid hukuman yang berlebihan saat melakukan kesalahan,” tutur perempuan berkulit putih tersebut.

Pemberian reward, menurut Hairani, bisa memotivasi siswa untuk bersikap lebih baik. Dia mengingatkan, guru tidak melakukan kekerasan dalam membentuk kedisiplinan anak. Setiap kekerasan yang Anda lakukan pada orang lain tentu memberikan dampak buruk untuk fisik dan psikisnya.

"Kekerasan bisa menimbulkan efek traumatis, misalnya murid jadi takut bersekolah, akhirnya motivasi belajarnya dan prestasi akan menurun bahkan bisa menimbulkan kecemasan,” tegasnya.

Tak hanya guru yang harus mengubah sikap anak. Orangtua dan lingkungan sekitar juga perlu membantu dan berperan aktif mengubah perilaku negatif anak.

"Sebab, faktor dominan yang memengaruhi perilaku agresif anak adalah lingkungan. Jadi harus ada kerja sama yang baik antara orangtua, lingkungan, guru, dan teman-teman sebayanya untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif,” ungkap Hairani.

Dalam pengasuhan orangtua di rumah, berikan anak pola asuh yang demokratis. Anak berhak mendapat kebebasan menentukan pilihannya, tapi tetap perlu mendapatkan bimbingan dan arahan dari orangtua. Jangan pula terlalu banyak membantu anak dalam menyelesaikan masalahnya.

Berikan sedikit tantangan dan kesulitan pada anak untuk menumbuhkan kemandiriannya. “Bila orangtua terlalu banyak memudahkan urusan anak, suatu saat jika anak kesulitan menyelesaikan masalahnya, dia pasti lebih mudah frustrasi, marah, emosi, dan berperilaku agresif," tutup perempuan berjilbab tersebut. (*/lia/*/ni/k8)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 11:25

Lima Zodiak Ini, Terkenal Bermulut Pedas..!!

Setiap orang punya gaya komunikasi yang berbeda. Ada yang frontal atau langsung, tetapi ada juga yang…

Senin, 17 September 2018 23:09

Putus Cinta Bisa Ganggu Kesehatan, Cek Nih Jenis Gangguannya...

Putus cinta memang tidak menyenangkan. Umumnya, seseorang yang sedang patah hati akan larut dalam kesedihan…

Senin, 17 September 2018 12:12

Apa Ada Hubungan Konsumsi Gula dengan Kanker?

Masyarakat masa kini sulit jika dilepaskan dari gula. Hanya saja, konsumsi gula berlebih bisa memicu…

Senin, 17 September 2018 12:10

Mengenal Limfoma, Kanker yang Menyerang Sistem Kekebalan Tubuh

Kanker merupakan penyakit mematikan dan ditakuti oleh seseorang. Salah satunya adalah kanker limfoma.…

Minggu, 16 September 2018 12:05

Keik Rasa Klasik Tampilan Modern

SAAT ini, berbagai kue khas Indonesia hingga luar negeri sudah sangat mudah dibeli dan dicicipi. Inovasi…

Minggu, 16 September 2018 12:05

Kue Enak Pertahankan Bahan Alami

UNTUK menciptakan rasa klasik dari sebuah keik, bahan yang digunakan juga harus alami. Mulai pewarna…

Minggu, 16 September 2018 11:53

Sweet & Colorful

Tidak bisa dimungkiri jika fashion dengan permainan warna yang “aman” lebih digemari kebanyakan…

Minggu, 16 September 2018 11:51

Kembangkan Fashion Muslim di Kaltim

SEJAK menikah pada 2008, Nurul Wathoni membantu sang suami, M Hermawan Saputra mengembangkan usaha di…

Minggu, 16 September 2018 11:49

Ditipu Karyawan Jadi Pelajaran Berarti

 JATUH bangun dalam usaha tentu pernah dirasakan Nurul Wathoni dan sang suami, Hermawan Saputra.…

Minggu, 16 September 2018 06:37

Kue Enak Pertahankan Bahan Alami

UNTUK menciptakan rasa klasik dari sebuah keik, bahan yang digunakan juga harus alami. Mulai pewarna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .