MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 16 Mei 2018 10:09
Kejamnya Pembunuhan Ibu dan Anaknya di Muara Badak
Psikolog: Gali Masa Lalu Pelaku
BISIKAN SETAN: Al, pelaku pembunuhan ibu dan anak di Muara Badak, Kukar.

PROKAL.CO, TRAGEDI pembunuhan yang terjadi di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Selasa (1/4), ikut mendapatkan sorotan dari Psikolog Klinis Siti Mahmudah Indah Kurniawati.

Nia, sapaannya, menyebut, dalam proses penyidikan, wajib digali bagaimana masa lalu pelaku, kehidupan pribadinya, hingga cara pelaku berhubungan sosial dengan lingkungan.

"Sebab, hal tersebut bisa menjadi pijakan mengapa pelaku bertindak sekeji itu," ucap psikolog dari Biro Psikologi Inka Alzena tersebut.

Nia menyebut, dalam proses itu, polisi bisa menggunakan saksi ahli, yakni psikolog klinis dan psikiater. Hal tersebut untuk mengetahui gambaran psikologis pelaku yang patut mendapat pendampingan psikolog.

Dia mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang dapat melakukan tindakan keji, antara lain unsur balas dendam. Pemicunya bisa karena kecemburuan, baik secara pribadi maupun status ekonomi dan sosial.

Lalu, lanjut Nia, adanya sakit hati dari masa lalu yang kelam dan tidak terselesaikan. Akumulasi dari perasaan itu juga bisa memicu seseorang bertindak di luar batas.

"Selain itu, pelaku bisa mengalami depresi ekstrem. Misal, dia mengalami tekanan hidup, KDRT, kualitas hidup yang tak kunjung membaik, kemiskinan, bangkrut, penyakit psikis, sampai dengan pengaruh obat-obatan," jelas dia.

Pemicu lainnya, menurut dia, bisa jadi pelaku mengalami gangguan psikologis bawaan. Namun, hal tersebut harus dibuktikan melalui tes kejiwaan atau visum psikiatrikum.

Terakhir adalah pendidikan lemah. Nia menjelaskan, latar belakang pendidikan bisa menyebabkan seseorang kurang memiliki toleransi. Padahal, dengan toleransi, manusia bisa hidup dalam perbedaan tanpa konflik.

Dia mengatakan, saat ini di Kaltim, tepatnya di Tenggarong, sudah berdiri Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA). Ketika anak berhadapan dengan hukum (ABH), jelasnya, dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak, ada yang disebut diversi.

"Namun, melihat kasusnya, yakni pembunuhan, sepertinya tidak bisa diversi. Sebab, ancaman hukuman di atas 10 tahun," kata psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta itu.

Hanya, lanjut dia, dalam proses pidana pelaku, bisa ditempatkan di LPKA tersebut. Sehingga hak-haknya sebagai anak tetap diperoleh. Semisal hak pendidikan, keterampilan, maupun pemanfaatan waktu luang tetap disesuaikan dengan usianya. (Tim KP)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Mantan Jubir Kemendagri, Tiga Bulan Jadi Pj Gubernur

SAMARINDA - Teka-teki penjabat (Pj) gubernur Kaltim yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)…

Minggu, 16 September 2018 11:00

Pusat Bakal Jatuhkan Sanksi

JAKARTA - Pemerintah tidak ingin disebut lambat menjatuhkan sanksi untuk 2.259PNS kasus korupsi yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .