MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 16 Mei 2018 10:09
Kejamnya Pembunuhan Ibu dan Anaknya di Muara Badak
Psikolog: Gali Masa Lalu Pelaku
BISIKAN SETAN: Al, pelaku pembunuhan ibu dan anak di Muara Badak, Kukar.

PROKAL.CO, TRAGEDI pembunuhan yang terjadi di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Selasa (1/4), ikut mendapatkan sorotan dari Psikolog Klinis Siti Mahmudah Indah Kurniawati.

Nia, sapaannya, menyebut, dalam proses penyidikan, wajib digali bagaimana masa lalu pelaku, kehidupan pribadinya, hingga cara pelaku berhubungan sosial dengan lingkungan.

"Sebab, hal tersebut bisa menjadi pijakan mengapa pelaku bertindak sekeji itu," ucap psikolog dari Biro Psikologi Inka Alzena tersebut.

Nia menyebut, dalam proses itu, polisi bisa menggunakan saksi ahli, yakni psikolog klinis dan psikiater. Hal tersebut untuk mengetahui gambaran psikologis pelaku yang patut mendapat pendampingan psikolog.

Dia mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang dapat melakukan tindakan keji, antara lain unsur balas dendam. Pemicunya bisa karena kecemburuan, baik secara pribadi maupun status ekonomi dan sosial.

Lalu, lanjut Nia, adanya sakit hati dari masa lalu yang kelam dan tidak terselesaikan. Akumulasi dari perasaan itu juga bisa memicu seseorang bertindak di luar batas.

"Selain itu, pelaku bisa mengalami depresi ekstrem. Misal, dia mengalami tekanan hidup, KDRT, kualitas hidup yang tak kunjung membaik, kemiskinan, bangkrut, penyakit psikis, sampai dengan pengaruh obat-obatan," jelas dia.

Pemicu lainnya, menurut dia, bisa jadi pelaku mengalami gangguan psikologis bawaan. Namun, hal tersebut harus dibuktikan melalui tes kejiwaan atau visum psikiatrikum.

Terakhir adalah pendidikan lemah. Nia menjelaskan, latar belakang pendidikan bisa menyebabkan seseorang kurang memiliki toleransi. Padahal, dengan toleransi, manusia bisa hidup dalam perbedaan tanpa konflik.

Dia mengatakan, saat ini di Kaltim, tepatnya di Tenggarong, sudah berdiri Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA). Ketika anak berhadapan dengan hukum (ABH), jelasnya, dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak, ada yang disebut diversi.

"Namun, melihat kasusnya, yakni pembunuhan, sepertinya tidak bisa diversi. Sebab, ancaman hukuman di atas 10 tahun," kata psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta itu.

Hanya, lanjut dia, dalam proses pidana pelaku, bisa ditempatkan di LPKA tersebut. Sehingga hak-haknya sebagai anak tetap diperoleh. Semisal hak pendidikan, keterampilan, maupun pemanfaatan waktu luang tetap disesuaikan dengan usianya. (Tim KP)


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 22:00

Gubernur Isran Bangga Indonesia Menang Mutlak atas Churchill Mining Plc

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor turut merasa bangga dengannya…

Selasa, 26 Maret 2019 21:40

Gubernur Isran Perjuangkan Rp 3 Triliun APBN untuk Keruk Sungai Karang Mumus

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku pihaknya sedang memperjuangkan…

Selasa, 26 Maret 2019 10:11
Muhammadiyah Umumkan 1 Ramadhan

Tidak Ada Potensi Hari Raya Ganda

JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merilis tanggal 1 Ramadhan…

Selasa, 26 Maret 2019 09:25

DENGAR NIH..!! Kata Gubernur, Pabrik Semen Tak Ganggu Karst Sangkulirang Mangkalihat

SAMARINDA- Mahasiswa boleh menolak pembangunan pabrik semen di Kutai Timur.…

Senin, 25 Maret 2019 22:10

WALHI : Pemprov Kaltim Beri Jalan Mulus Kehancuran Karst Kutim dan Berau

SAMARINDA - Kawasan Karst di Sangkulirang di Kabupaten Kutai Timur…

Senin, 25 Maret 2019 12:39
MONTENEGRO vs INGGRIS

Butuh Lebih dari Caps ke-50

PODGORICA – Jordan Henderson pemain paling senior di timnas Inggris…

Senin, 25 Maret 2019 11:53

Cepat Bangkit, Kejar Target Lain!

HANOI – Nasib tim nasional U-23 Indonesia dalam dua bulan…

Senin, 25 Maret 2019 11:12

Yuni Dibunuh di Rumah, Wajah Lebam, Harta-Benda Raib

SAMARINDA–Sebuah rumah di Jalan Masjid, RT 30, Nomor 21, Rawa…

Senin, 25 Maret 2019 08:59

Dokter Menumpuk di Samarinda, Mahakam Ulu Tak Ada Dokter Spesialis

Dokter spesialis lebih suka bertugas di daerah perkotaan. Pasalnya, mereka…

Minggu, 24 Maret 2019 12:52

TEGAS..!! Kaltim Tolak Pembatasan Produksi Batu Bara

SAMARINDA- Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengatakan, untuk menjaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*