MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 16 Mei 2018 10:09
Kejamnya Pembunuhan Ibu dan Anaknya di Muara Badak
Psikolog: Gali Masa Lalu Pelaku
BISIKAN SETAN: Al, pelaku pembunuhan ibu dan anak di Muara Badak, Kukar.

PROKAL.CO, TRAGEDI pembunuhan yang terjadi di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Selasa (1/4), ikut mendapatkan sorotan dari Psikolog Klinis Siti Mahmudah Indah Kurniawati.

Nia, sapaannya, menyebut, dalam proses penyidikan, wajib digali bagaimana masa lalu pelaku, kehidupan pribadinya, hingga cara pelaku berhubungan sosial dengan lingkungan.

"Sebab, hal tersebut bisa menjadi pijakan mengapa pelaku bertindak sekeji itu," ucap psikolog dari Biro Psikologi Inka Alzena tersebut.

Nia menyebut, dalam proses itu, polisi bisa menggunakan saksi ahli, yakni psikolog klinis dan psikiater. Hal tersebut untuk mengetahui gambaran psikologis pelaku yang patut mendapat pendampingan psikolog.

Dia mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang dapat melakukan tindakan keji, antara lain unsur balas dendam. Pemicunya bisa karena kecemburuan, baik secara pribadi maupun status ekonomi dan sosial.

Lalu, lanjut Nia, adanya sakit hati dari masa lalu yang kelam dan tidak terselesaikan. Akumulasi dari perasaan itu juga bisa memicu seseorang bertindak di luar batas.

"Selain itu, pelaku bisa mengalami depresi ekstrem. Misal, dia mengalami tekanan hidup, KDRT, kualitas hidup yang tak kunjung membaik, kemiskinan, bangkrut, penyakit psikis, sampai dengan pengaruh obat-obatan," jelas dia.

Pemicu lainnya, menurut dia, bisa jadi pelaku mengalami gangguan psikologis bawaan. Namun, hal tersebut harus dibuktikan melalui tes kejiwaan atau visum psikiatrikum.

Terakhir adalah pendidikan lemah. Nia menjelaskan, latar belakang pendidikan bisa menyebabkan seseorang kurang memiliki toleransi. Padahal, dengan toleransi, manusia bisa hidup dalam perbedaan tanpa konflik.

Dia mengatakan, saat ini di Kaltim, tepatnya di Tenggarong, sudah berdiri Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA). Ketika anak berhadapan dengan hukum (ABH), jelasnya, dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak, ada yang disebut diversi.

"Namun, melihat kasusnya, yakni pembunuhan, sepertinya tidak bisa diversi. Sebab, ancaman hukuman di atas 10 tahun," kata psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta itu.

Hanya, lanjut dia, dalam proses pidana pelaku, bisa ditempatkan di LPKA tersebut. Sehingga hak-haknya sebagai anak tetap diperoleh. Semisal hak pendidikan, keterampilan, maupun pemanfaatan waktu luang tetap disesuaikan dengan usianya. (Tim KP)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 11:26

Terancam Izinnya Dicabut, 50 Perusahaan di Kariangau Dievaluasi

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim berencana evaluasi sekitar 50 izin…

Minggu, 16 Desember 2018 08:26

Daftar Pemilih Tetap Naik 5,7 Juta

BUTUH 101 hari bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk bolak-balik…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:05

Bisakah Tol Balikpapan-Samarinda Dipakai Fungsional Saat Natal?

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda saat ini tengah dalam proses pengerjaan. Tol…

Sabtu, 15 Desember 2018 17:20

DPK Kaltim dan Kaltara di Bank Terkumpul Rp 98,82 Triliun

SAMARINDA - Hasil penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:41

ALHAMDULILLAH..!! Proyek Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Boleh Dilanjutkan

SETELAH mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan, Panitia Pengadaan Lahan Pulau…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:30

Tiket Pesawat via APT Pranoto Lebih Mahal

SAMARINDA  –  Harga tiket pesawat lewat Bandara APT Pranoto Samarinda…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Kinerja Industri Non-migas Membaik

SAMARINDA  -   Kinerja industri pengolahan non-migas mulai menunjukkan perbaikan.…

Jumat, 14 Desember 2018 22:17

Pendirian Pabrik Semen di Kutai Timur Berlanjut

SAMARINDA - Tidak lama lagi, pabrik semen yang pertama di…

Jumat, 14 Desember 2018 22:14

Gubernur Tanya Isu Sawit ke Dubes Belgia, Begini Jawabannya...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan pertemuan dengan Dubes…

Jumat, 14 Desember 2018 09:57

Bos Bank Indonesia Bilang, Harga Tiket Pesawat 2,1 Juta Masih Wajar

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor rapat bersama dengan Tim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .