MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 16 Mei 2018 10:09
Kejamnya Pembunuhan Ibu dan Anaknya di Muara Badak
Psikolog: Gali Masa Lalu Pelaku
BISIKAN SETAN: Al, pelaku pembunuhan ibu dan anak di Muara Badak, Kukar.

PROKAL.CO, TRAGEDI pembunuhan yang terjadi di Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Selasa (1/4), ikut mendapatkan sorotan dari Psikolog Klinis Siti Mahmudah Indah Kurniawati.

Nia, sapaannya, menyebut, dalam proses penyidikan, wajib digali bagaimana masa lalu pelaku, kehidupan pribadinya, hingga cara pelaku berhubungan sosial dengan lingkungan.

"Sebab, hal tersebut bisa menjadi pijakan mengapa pelaku bertindak sekeji itu," ucap psikolog dari Biro Psikologi Inka Alzena tersebut.

Nia menyebut, dalam proses itu, polisi bisa menggunakan saksi ahli, yakni psikolog klinis dan psikiater. Hal tersebut untuk mengetahui gambaran psikologis pelaku yang patut mendapat pendampingan psikolog.

Dia mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang dapat melakukan tindakan keji, antara lain unsur balas dendam. Pemicunya bisa karena kecemburuan, baik secara pribadi maupun status ekonomi dan sosial.

Lalu, lanjut Nia, adanya sakit hati dari masa lalu yang kelam dan tidak terselesaikan. Akumulasi dari perasaan itu juga bisa memicu seseorang bertindak di luar batas.

"Selain itu, pelaku bisa mengalami depresi ekstrem. Misal, dia mengalami tekanan hidup, KDRT, kualitas hidup yang tak kunjung membaik, kemiskinan, bangkrut, penyakit psikis, sampai dengan pengaruh obat-obatan," jelas dia.

Pemicu lainnya, menurut dia, bisa jadi pelaku mengalami gangguan psikologis bawaan. Namun, hal tersebut harus dibuktikan melalui tes kejiwaan atau visum psikiatrikum.

Terakhir adalah pendidikan lemah. Nia menjelaskan, latar belakang pendidikan bisa menyebabkan seseorang kurang memiliki toleransi. Padahal, dengan toleransi, manusia bisa hidup dalam perbedaan tanpa konflik.

Dia mengatakan, saat ini di Kaltim, tepatnya di Tenggarong, sudah berdiri Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA). Ketika anak berhadapan dengan hukum (ABH), jelasnya, dalam UU Sistem Peradilan Pidana Anak, ada yang disebut diversi.

"Namun, melihat kasusnya, yakni pembunuhan, sepertinya tidak bisa diversi. Sebab, ancaman hukuman di atas 10 tahun," kata psikolog lulusan Universitas Muhammadiyah Surakarta itu.

Hanya, lanjut dia, dalam proses pidana pelaku, bisa ditempatkan di LPKA tersebut. Sehingga hak-haknya sebagai anak tetap diperoleh. Semisal hak pendidikan, keterampilan, maupun pemanfaatan waktu luang tetap disesuaikan dengan usianya. (Tim KP)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:00
Tiga Tahun Minim Perawatan, Sana Sini Stadion Palaran Rusak

YA ALLAH..!! Lihatlah Kondisi Stadion Utama Palaran, Dulu Disayang, Kini “Dibuang”

SAMARINDA -  Pemprov Kaltim begitu menggebu-gebu membangun Stadion Utama Palaran, Samarinda, saat…

Kamis, 24 Mei 2018 13:10

Anggaran Menyusut, Banjir Berlarut-larut

SAMARINDA – Pemkot Samarinda dinilai tak serius mencegah banjir. Program yang dijalankan tidak…

Kamis, 24 Mei 2018 13:00

Saksi Rita Tegaskan Keberadaan Tim 11

JAKARTA – Keberadaan tim khusus yang terlibat langsung dalam roda pemerintahan Bupati Kutai Kartanegara…

Kamis, 24 Mei 2018 08:46

No Tibo No Party

SAMARINDA - Paceklik kemenangan Borneo FC di enam laga akhirnya pecah di Stadion Segiri, semalam (23/5).…

Kamis, 24 Mei 2018 08:22
Dede Sumarna, Polisi Gamer dan Youtuber Samarinda Peraih Silver Play Button

Pernah DO dari Kampus, Kini Dilirik Perusahaan Teknologi Taiwan

Yang menjerat ke liang penyesalan ternyata bisa membawa ke gerbang kebanggaan. Bergantung kebijaksanaan…

Rabu, 23 Mei 2018 16:00

KEJADIAN LAGI DI KALTARA..!! Nakhoda Ngantuk, Lima Tewas

TARAKAN –Transportasi laut dan sungai di Kalimantan Utara (Kaltara) masih akrab dengan kecelakaan.…

Rabu, 23 Mei 2018 12:23

Arsenal Hindari Spekulasi

LONDON – Chief Executive Arsenal Ivan Gazidis tidak mau mempertaruhkan nama besar klubnya kepada…

Rabu, 23 Mei 2018 11:48

Naik Bus Ini ke Bandara APT Pranoto, Gratis Satu Bulan

SAMARINDA – Besok (24/5), Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda bakal mulai…

Selasa, 22 Mei 2018 09:24

Sekwan Mundur karena Tekanan

BALIKPAPAN – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Balikpapan Purnomo akhirnya bersuara. Dia menyebut,…

Selasa, 22 Mei 2018 09:17

Banjir Cobaan saat Ramadan

SAMARINDA – Banjir terus menjadi momok bagi warga Samarinda. Kemarin (21/5), hujan yang mengguyur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .