MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 16 Mei 2018 09:26
Budhi Satrijo, Terduga Teroris yang Ditembak Mati Densus 88, di Mata Tetangga
Pengajar yang Suka Musik Rock, Istrinya Pegawai Kemenag
TAK ADA YANG MENYANGKA: Budhi bersama istri.(istimewa)

PROKAL.CO, Warga Perumahan Puri Maharani, Sukodono, Sidoarjo, tak menyangka ada tetangganya yang tergabung jaringan terorisme. Apalagi, Budhi Satrijo, si tetangga tersebut, sampai ditembak mati Densus 88.

MIFTAKHUL FS, Sidoarjo

SEMUA berubah dalam dua tiga tahun terakhir. Tak ada lagi tegur sapa. Juga obrolan yang diselipi canda dalam cangkrukan. Pun demikian penganan untuk anak-anak. ”Orangnya (menjadi) tertutup,” kata Sigit Priyadi.

Yang dimaksud Sigit itu adalah Budhi Satrijo. Tetangga samping rumahnya di Puri Maharani, Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo. Sigit tentu hafal betul dengan perubahan itu. Sebab, mereka bertetangga lebih dari sepuluh tahun. Atau sejak 2006.

Budhi dulu bukanlah orang yang tertutup. Laki-laki 48 tahun itu ramah dengan para tetangga. Setiap bertemu selalu bertegur sapa. Juga berbagi kisah. Juga berbagi makanan lazimnya tetangga. Lebih-lebih kepada anak-anak. Budhi dan istri, Wi, acap kali memberi anak-anak makanan.

Kebaikan kepada anak-anak itu dibaca para tetangga seakan keduanya merindukan anak kecil di rumah. Sebab, bertahun-tahun mereka hanya hidup berdua. Tanpa ada celoteh si buah hati.

Setiap Lebaran, Budhi juga tak pernah alpa untuk anjangsana. Bersilaturahmi dengan para tetangga. ”Mereka yang datang ke rumah-rumah,” cerita Azizah, tetangga seberang rumah Budhi. Sikap ramah itu juga ditunjukkan kepada tetangga yang berlainan agama. Seperti tak ada jarak dan sekat. Kebetulan, tetangga depan rumahnya, nasrani.

Pintu rumahnya juga tak selalu tertutup. Langkah kakinya pun tak pernah terasa berat untuk berangkat cangkruk dengan para tetangga. ”Suami saya sering cangkruk bareng beliau,” ujar Azizah. Ada banyak hal yang diobrolkan dalam cangkrukan. Salah satunya tentang musik. ”Beliau itu suka musik rock. Dulu katanya juga ngeband,” ujar Yono Nur Kholiq, suami Azizah.

Karena itu, para tetangga mengenal Budhi orang yang baik. Karena itu pula, para tetangga tak menyangka, laki-laki kelahiran Surabaya tersebut tergabung dalam jaringan teroris. Lebih tidak menyangka lagi, kalau Budhi sampai ditembak mati oleh tim Densus 88. Apalagi, istri Budhi merupakan aparatur sipil negara (ASN). Bekerja di Kementerian Agama (Kemenag) pula. Dengan latar seperti itu, kecil kemungkinan dia terlibat jaringan teroris.

Memang ada yang menaruh curiga dengan perubahan Budhi yang menjadi tertutup. Apalagi, beberapa tetangga ada yang beberapa kali dimintai keterangan oleh polisi tentang Budhi. Tentu keterangan itu diambil secara diam-diam. Seperti pura-pura beli sesuatu di toko tetangga Budhi. Para tetangga itu baru menyadarinya setelah adanya penggerebekan Senin pagi lalu (14/5).

“Kaget juga waktu ada beberapa mobil datang lalu meminta kami masuk ke rumah. Apalagi, setelah itu ada tembakan,” ungkap Ari Mengah Mbewa, tetangga Budhi lainnya, mengisahkan penggerebekan Senin pagi itu. Awalnya ada dua tembakan. Selang beberapa waktu disusul satu tembakan.

Ketertutupan Budhi dirasakan para tetangga dalam beberapa tahun belakang. Atau selepas dirinya tidak lagi mengajar. Sigit menyebut, sebelumnya, Budhi mengajar di sebuah sekolah swasta. Budhi kemudian berbisnis. Laki-laki yang disebut lulusan perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya itu mendirikan usaha jual-beli detergen. Labelnya Al Biruuni. Detergen itu diproduksi sendiri.

”Beliau itu dulu kuliah jurusan kimia,” terang Sigit. Karena itu, tidak mengherankan kalau Budhi memproduksi detergen.

Nah, setelah menjalankan bisnis itulah, Budhi menjadi tertutup. Bahkan, sangat tertutup. Aktivitas yang terlihat warga setiap harinya hanyalah mengantar istrinya kerja. Aktivitas itu dilakukannya setiap pukul 05.30 di hari kerja. Termasuk Senin pagi sebelum penggerebekan. Selepas pulang mengantar istrinya kerja itulah baru Budhi digerebek Densus 88.

Di luar mengantar istri, para tetangga jarang bersua Sigit. Hanya sepenggal cerita tentang bisnis detergen itu saja yang diketahui para tetangga. Selebihnya, tak ada yang mengerti. ”Yang kami tahu setelah menjalankan bisnis, beliau berniat menjual rumah dan mobilnya. Tapi, tidak laku-laku,” papar Sigit. Cuma sebatas itu. Karena itulah, para tetangga benar-benar tak pernah menyangka Budhi ditembak mati karena terlibat jaringan terorisme.  

PEGAWAI KEMENAG

Pengungkapan kasus terorisme di Surabaya dan sekitarnya mencatut perempuan berinisial Wi. Dia adalah istri Budi Satrijo, terduga teroris yang ditembak mati polisi, Senin (14/5) lalu. Wi diketahui berprofesi sebagai ASN Kementerian Agama (Kemenag).

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki mengatakan, istri terduga teroris itu bekerja sebagai staf tata usaha (TU) di Kantor Kemenag Kota Surabaya. "Dia bekerja sejak 2005," katanya saat dikonfirmasi kemarin (15/5). Mastuki lantas memastikan hanya si istri yang berstatus ASN Kemenag. Sementara suami yang bernama Budi dan sudah tewas ditembak polisi, bukan ASN Kemenag.

Untuk tindak lanjut, Mastuki menjelaskan, Kemenag sudah menurunkan tim dari Inspektorat Jenderal (Itjen) ke kediaman Wi, Senin (14/5) malam. Dia menegaskan, menerjunkan tim Itjen Kemenag sudah sesuai dengan prosedur dalam rangka menegakkan disiplin pegawai sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 53/2010 tentang Disiplin PNS.

Sementara itu, di Kantor Presiden, Menag Lukman Hakim Saifuddin ikut mengomentari pegawainya yang menjadi istri terduga teroris. Dia mengatakan, Kemenag masih melakukan penelusuran. "Intinya, Kemenag memiliki jumlah satker (satuan kerja, Red) terbanyak di antara kementerian dan lembaga lain. ASN (aparatur sipil negara, Red) di Kemenag tak kurang dari 220 ribu orang," jelasnya.

Dengan jumlah pegawai sebanyak itu, Lukman mengatakan, kemampuan mereka untuk mengetahui aktivitas setiap pengawas terbatas. Dia juga mengatakan, Kemenag secara institusi tidak tahu apa saja kegiatan pegawainya ketika berada di luar kantor. Lukman juga mengatakan terus melakukan komunikasi dengan kepolisian.

"Tentu ini pelajaran bagi kami di Kemenag," jelasnya. Supaya lebih ketat dan kewaspadaan bahwa seluruh ASN atau PNS dan seluruh keluarganya harus sesuai sumpah dan janji yang diucapkan saat dilantik jadi aparatur negara. Untuk itu, Kemenag sangat tegas dalam menjatuhkan sanksi kepada aparaturnya yang melanggar hukum, sumpah, regulasi, dan ketentuan lainnya terkait profesi ASN. (wan/jpnn/far/k11)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 14:00
Tiga Tahun Minim Perawatan, Sana Sini Stadion Palaran Rusak

YA ALLAH..!! Lihatlah Kondisi Stadion Utama Palaran, Dulu Disayang, Kini “Dibuang”

SAMARINDA -  Pemprov Kaltim begitu menggebu-gebu membangun Stadion Utama Palaran, Samarinda, saat…

Kamis, 24 Mei 2018 13:10

Anggaran Menyusut, Banjir Berlarut-larut

SAMARINDA – Pemkot Samarinda dinilai tak serius mencegah banjir. Program yang dijalankan tidak…

Kamis, 24 Mei 2018 08:22
Dede Sumarna, Polisi Gamer dan Youtuber Samarinda Peraih Silver Play Button

Pernah DO dari Kampus, Kini Dilirik Perusahaan Teknologi Taiwan

Yang menjerat ke liang penyesalan ternyata bisa membawa ke gerbang kebanggaan. Bergantung kebijaksanaan…

Rabu, 23 Mei 2018 16:00

KEJADIAN LAGI DI KALTARA..!! Nakhoda Ngantuk, Lima Tewas

TARAKAN –Transportasi laut dan sungai di Kalimantan Utara (Kaltara) masih akrab dengan kecelakaan.…

Rabu, 23 Mei 2018 12:23

Arsenal Hindari Spekulasi

LONDON – Chief Executive Arsenal Ivan Gazidis tidak mau mempertaruhkan nama besar klubnya kepada…

Rabu, 23 Mei 2018 11:48

Naik Bus Ini ke Bandara APT Pranoto, Gratis Satu Bulan

SAMARINDA – Besok (24/5), Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda bakal mulai…

Rabu, 23 Mei 2018 09:21

Magis Kampung Pesohor Kutai

Julukan Kota Raja yang tersemat kepada Tenggarong bukan sekadar julukan. Banyak pesohor terlahir di…

Selasa, 22 Mei 2018 09:24

Sekwan Mundur karena Tekanan

BALIKPAPAN – Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Balikpapan Purnomo akhirnya bersuara. Dia menyebut,…

Selasa, 22 Mei 2018 09:17

Banjir Cobaan saat Ramadan

SAMARINDA – Banjir terus menjadi momok bagi warga Samarinda. Kemarin (21/5), hujan yang mengguyur…

Selasa, 22 Mei 2018 09:11

BSB Target Layani Mudik Lebaran

SAMARINDA – Peresmian Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto tinggal menunggu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .