MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 16 Mei 2018 09:26
Budhi Satrijo, Terduga Teroris yang Ditembak Mati Densus 88, di Mata Tetangga
Pengajar yang Suka Musik Rock, Istrinya Pegawai Kemenag
TAK ADA YANG MENYANGKA: Budhi bersama istri.(istimewa)

PROKAL.CO, Warga Perumahan Puri Maharani, Sukodono, Sidoarjo, tak menyangka ada tetangganya yang tergabung jaringan terorisme. Apalagi, Budhi Satrijo, si tetangga tersebut, sampai ditembak mati Densus 88.

MIFTAKHUL FS, Sidoarjo

SEMUA berubah dalam dua tiga tahun terakhir. Tak ada lagi tegur sapa. Juga obrolan yang diselipi canda dalam cangkrukan. Pun demikian penganan untuk anak-anak. ”Orangnya (menjadi) tertutup,” kata Sigit Priyadi.

Yang dimaksud Sigit itu adalah Budhi Satrijo. Tetangga samping rumahnya di Puri Maharani, Masangan Wetan, Sukodono, Sidoarjo. Sigit tentu hafal betul dengan perubahan itu. Sebab, mereka bertetangga lebih dari sepuluh tahun. Atau sejak 2006.

Budhi dulu bukanlah orang yang tertutup. Laki-laki 48 tahun itu ramah dengan para tetangga. Setiap bertemu selalu bertegur sapa. Juga berbagi kisah. Juga berbagi makanan lazimnya tetangga. Lebih-lebih kepada anak-anak. Budhi dan istri, Wi, acap kali memberi anak-anak makanan.

Kebaikan kepada anak-anak itu dibaca para tetangga seakan keduanya merindukan anak kecil di rumah. Sebab, bertahun-tahun mereka hanya hidup berdua. Tanpa ada celoteh si buah hati.

Setiap Lebaran, Budhi juga tak pernah alpa untuk anjangsana. Bersilaturahmi dengan para tetangga. ”Mereka yang datang ke rumah-rumah,” cerita Azizah, tetangga seberang rumah Budhi. Sikap ramah itu juga ditunjukkan kepada tetangga yang berlainan agama. Seperti tak ada jarak dan sekat. Kebetulan, tetangga depan rumahnya, nasrani.

Pintu rumahnya juga tak selalu tertutup. Langkah kakinya pun tak pernah terasa berat untuk berangkat cangkruk dengan para tetangga. ”Suami saya sering cangkruk bareng beliau,” ujar Azizah. Ada banyak hal yang diobrolkan dalam cangkrukan. Salah satunya tentang musik. ”Beliau itu suka musik rock. Dulu katanya juga ngeband,” ujar Yono Nur Kholiq, suami Azizah.

Karena itu, para tetangga mengenal Budhi orang yang baik. Karena itu pula, para tetangga tak menyangka, laki-laki kelahiran Surabaya tersebut tergabung dalam jaringan teroris. Lebih tidak menyangka lagi, kalau Budhi sampai ditembak mati oleh tim Densus 88. Apalagi, istri Budhi merupakan aparatur sipil negara (ASN). Bekerja di Kementerian Agama (Kemenag) pula. Dengan latar seperti itu, kecil kemungkinan dia terlibat jaringan teroris.

Memang ada yang menaruh curiga dengan perubahan Budhi yang menjadi tertutup. Apalagi, beberapa tetangga ada yang beberapa kali dimintai keterangan oleh polisi tentang Budhi. Tentu keterangan itu diambil secara diam-diam. Seperti pura-pura beli sesuatu di toko tetangga Budhi. Para tetangga itu baru menyadarinya setelah adanya penggerebekan Senin pagi lalu (14/5).

“Kaget juga waktu ada beberapa mobil datang lalu meminta kami masuk ke rumah. Apalagi, setelah itu ada tembakan,” ungkap Ari Mengah Mbewa, tetangga Budhi lainnya, mengisahkan penggerebekan Senin pagi itu. Awalnya ada dua tembakan. Selang beberapa waktu disusul satu tembakan.

Ketertutupan Budhi dirasakan para tetangga dalam beberapa tahun belakang. Atau selepas dirinya tidak lagi mengajar. Sigit menyebut, sebelumnya, Budhi mengajar di sebuah sekolah swasta. Budhi kemudian berbisnis. Laki-laki yang disebut lulusan perguruan tinggi negeri ternama di Surabaya itu mendirikan usaha jual-beli detergen. Labelnya Al Biruuni. Detergen itu diproduksi sendiri.

”Beliau itu dulu kuliah jurusan kimia,” terang Sigit. Karena itu, tidak mengherankan kalau Budhi memproduksi detergen.

Nah, setelah menjalankan bisnis itulah, Budhi menjadi tertutup. Bahkan, sangat tertutup. Aktivitas yang terlihat warga setiap harinya hanyalah mengantar istrinya kerja. Aktivitas itu dilakukannya setiap pukul 05.30 di hari kerja. Termasuk Senin pagi sebelum penggerebekan. Selepas pulang mengantar istrinya kerja itulah baru Budhi digerebek Densus 88.

Di luar mengantar istri, para tetangga jarang bersua Sigit. Hanya sepenggal cerita tentang bisnis detergen itu saja yang diketahui para tetangga. Selebihnya, tak ada yang mengerti. ”Yang kami tahu setelah menjalankan bisnis, beliau berniat menjual rumah dan mobilnya. Tapi, tidak laku-laku,” papar Sigit. Cuma sebatas itu. Karena itulah, para tetangga benar-benar tak pernah menyangka Budhi ditembak mati karena terlibat jaringan terorisme.  

PEGAWAI KEMENAG

Pengungkapan kasus terorisme di Surabaya dan sekitarnya mencatut perempuan berinisial Wi. Dia adalah istri Budi Satrijo, terduga teroris yang ditembak mati polisi, Senin (14/5) lalu. Wi diketahui berprofesi sebagai ASN Kementerian Agama (Kemenag).

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Mastuki mengatakan, istri terduga teroris itu bekerja sebagai staf tata usaha (TU) di Kantor Kemenag Kota Surabaya. "Dia bekerja sejak 2005," katanya saat dikonfirmasi kemarin (15/5). Mastuki lantas memastikan hanya si istri yang berstatus ASN Kemenag. Sementara suami yang bernama Budi dan sudah tewas ditembak polisi, bukan ASN Kemenag.

Untuk tindak lanjut, Mastuki menjelaskan, Kemenag sudah menurunkan tim dari Inspektorat Jenderal (Itjen) ke kediaman Wi, Senin (14/5) malam. Dia menegaskan, menerjunkan tim Itjen Kemenag sudah sesuai dengan prosedur dalam rangka menegakkan disiplin pegawai sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 53/2010 tentang Disiplin PNS.

Sementara itu, di Kantor Presiden, Menag Lukman Hakim Saifuddin ikut mengomentari pegawainya yang menjadi istri terduga teroris. Dia mengatakan, Kemenag masih melakukan penelusuran. "Intinya, Kemenag memiliki jumlah satker (satuan kerja, Red) terbanyak di antara kementerian dan lembaga lain. ASN (aparatur sipil negara, Red) di Kemenag tak kurang dari 220 ribu orang," jelasnya.

Dengan jumlah pegawai sebanyak itu, Lukman mengatakan, kemampuan mereka untuk mengetahui aktivitas setiap pengawas terbatas. Dia juga mengatakan, Kemenag secara institusi tidak tahu apa saja kegiatan pegawainya ketika berada di luar kantor. Lukman juga mengatakan terus melakukan komunikasi dengan kepolisian.

"Tentu ini pelajaran bagi kami di Kemenag," jelasnya. Supaya lebih ketat dan kewaspadaan bahwa seluruh ASN atau PNS dan seluruh keluarganya harus sesuai sumpah dan janji yang diucapkan saat dilantik jadi aparatur negara. Untuk itu, Kemenag sangat tegas dalam menjatuhkan sanksi kepada aparaturnya yang melanggar hukum, sumpah, regulasi, dan ketentuan lainnya terkait profesi ASN. (wan/jpnn/far/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Ekspor CPO Bantu Selamatkan Rupiah

SAMARINDA  -   Kinerja ekspor Kaltim pada Agustus mengalami penurunan 14,03 persen dibandingkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:35

Kaltim Peringkat Nasional Kepemilikan Akta Kelahiran

SAMARINDA – Provinsi kaltim menempati urutan ke dua dalam peringkat nasional untuk kepemilikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:25
Tiga WNA yang Ditahan di Rudenim Balikpapan

“Kalau Bisa Deportasi Saja Saya”

BALIKPAPAN – Tak mudah bagi warga negara asing (WNA) untuk bekerja di Indonesia. Harus paham hukum.…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:52

Ekonomi Lesu, Donatur Zakat Kaltim Meningkat

BALIKPAPAN - Perekonomian Indonesia tercatat pada tiga tahun terakhir ini menunjukkan grafik yang melesu.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:15

DUAARR..!! Ledakan di Kampus Tewaskan 18 Orang

MOSKOW – Sebuah ledakan memorak-porandakan kampus Politeknik Kerch di timur Crimea kemarin (17/10).…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .