MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM REDAKSI

Rabu, 16 Mei 2018 09:20
Jangan karena Aurat Terhambur, Rusak Puasa Seharian

PROKAL.CO, CATATAN: FAROQ ZAMZAMI (*)

IDE tulisan ini main lewat saja di kepala. Tanpa permisi. Pas Hari Buruh. May Day, 1 Mei, lalu. Saat itu, saya baru keluar dari Gedung Biru. Kantor Pusat Kaltim Post di Balikpapan. Sekira pukul 17.30 Wita. Menuju utara. Kendaraan saya pacu pelan. Sore itu cukup ramai. Tanggal merah. Dan memang jam-jam segitu arah ke Karang Joang, biasa disebut Kilo, selalu padat.

Tepat di depan SPBU Batu Ampar, Km 5, perhatian saya teralihkan. Oleh pengendara sepeda motor bebek. Pria membonceng perempuan. Yang jadi perhatian, si perempuan. Pakai celana pendek. Hot pants. Warna hitam. Pahanya putih kecokelatan jadi pemandangan gratis pengendara di sekitarnya. Terumbar. Delapan puluh persen bagian pahanya terlihat. Karena dekat, ya, saya juga melihat. Padahal, dia berbaju lengan panjang. Warna krim.  

Pengendara itu berada empat hingga lima motor di depan saya. Sulit mendahului. Jalanan sedang ramai. Atau saya memang tak mau mendahului. Entah. Mana yang lebih kuat mencengkeram kepala sore itu.

Jadilah sepanjang jalan hingga simpang tiga Pasar Buton, Jalan MT Haryono, pengendara di depan itu mengganggu konsentrasi. Padahal, pandangan sudah semaksimal mungkin saya alihkan. Tapi, daripada tabrakan. Mau tak mau pandangan selalu ke depan. Suer, saya lebih sering membuang pandang ke kanan atau ke kiri. He-he-he…

Di simpang tiga itu, mereka berbelok ke arah Pasar Buton. Saya lurus arah Kilo. Akhirnya... Yang pernah mengalami di posisi saya, angkat tangan. Jangan senyum-senyum sendiri saja baca ini. Wkwkwkw…

Ide tentang tulisan ini sudah membuncah dua minggu lalu, tapi baru kemarin saya tuntaskan. Ada dua indikator. Pertama, biar terbitnya dekat-dekat masuk Ramadan. Jadi, momen mengingatkannya pas. Pengingat diri juga. Untuk menjaga pandangan saat bulan puasa yang dimulai besok. Biar pahala puasa tak habis gara-gara mata. Biar tidak termasuk orang yang berpuasa, tapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Eh, tapi ini bukan mau ceramah. Jauh dari niat itu. Ceramah bukan bidang saya.

Kebiasaan saya tulis-menulis. Dalam ilmu jurnalistik, nilai berita menjadi semakin tinggi jika terbit atau diulas pada momen yang pas. Sederhananya, pada momen itu, perhatian publik ke situ. Jadi, orang membaca semua hal yang berkaitan itu. Teorinya begitu.

Alasan kedua; masa saya menulis tema paha! Hedeh… Bakal dinilai, “dasar ngeres!”. Piktor; pikiran kotor. Enggak kekinian. Apa faedahnya? Kenapa enggak menulis seputar bom yang lagi ramai. Kenapa enggak menulis masalah klasik; harga-harga yang selalu naik saat Ramadan dan Lebaran. Kok urusin aurat? Kok urusin wilayah private? Kok urusin panjang pendek celana orang? Dan, kok, kok, yang lainnya masih banyak. Belum lagi penilaian dengan unsur kata “sok”. Sok alim. Sok hijrah. Dan, sok, sok, lainnya. 

Faktor kedua ini rupanya paling dominan menahan jemari saya untuk menari di atas keyboard komputer. Untuk menulis. Merangkai kata-kata. Lama saya menatap lembar Microsoft Office Word di monitor Advance, yang beberapa malam sejak sore itu, baru tertulis judul. Kalau dibobot dominasi faktor kedua ini membuat tulisan tertunda ada di angka 77,45 persen lah. Sangat besar. Bimbang. Ya-tidak tulis soal ini.

Substansi tulisan ini sebenarnya sebagai pengingat bersama. Khususnya kepada kaum hawa. Tidak semua tentunya. Beberapa saja. Yang suka berpakaian seperti perempuan sore itu. Tolonglah, selama bulan puasa ini, untuk menjaga penampilan. Khususnya perempuan muslim. Plis, minimal Ramadan ini. Eh, tapi, siapa tahu dengan memulai lebih tertutup kala bulan suci, terbawa hingga ke bulan-bulan selanjutnya. Muaranya, terbiasa dengan pakaian tertutup. Bahkan, sampai berhijab. Jadi, dapat hidayat gitu. Amin.

Dengan pakaian tertutup khususnya saat berkendaraan di jalan, atau keluar rumah, Anda membantu laki-laki untuk tidak berpikiran ngeres. Agar lelaki konsentrasi saat membawa motor atau mobil mereka. Agar laki-laki tidak membicarakan Anda. Agar laki-laki tidak menggunjing Anda. Dan agar laki-laki tidak men-suit-suit-in Anda.

Ah, kok menyalahkan perempuan yang suka berpakaian mini. Suka-suka mereka dengan pakaian. Orangtua, suami, kakak, paman, hingga pacar mereka saja tidak melarang. Mereka juga enjoy. Kok dilarang-larang. Kamu saja, wahai pria, yang berotak ngeres. Semaksimal mungkin pun tertutup kalau memang berpikiran ngeres, ya ngeres. Jleb…

Oke lah kala begitu, dua-dua deh saling menahan diri. Tapi, begini. Jangan salahkan laki-laki berotak ngeres. Tanpa perempuan berpakaian minimalis pun, bagi laki-laki, perempuan adalah mahluk Tuhan yang paling indah. Allah yang menyebutkan itu. Bukan klaim saya. Bukan para pria. Saya coba mengambil ayat suci Alquran yang menjelaskan itu. Saya kutip di sini artinya. Jangan ditafsir. Menafsir, sekali lagi bukan bidang saya. Lucu juga, ya, saya mengaku banyak hal yang bukan bidang saya, tapi kok masih berani-beraninya menulis tema ini. Hedeh… Saya juga berpikiran begitu. Tapi, lanjut lah. Tetap saya berharap bisa memberi manfaat. Minimal sebagai pengingat.

Oh iya, saya tadi mau mengutip ayat Alquran. Yang ini, “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia, cinta terhadap apa yang inginkan. Berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga)” (QS Ali Imran:14). Lihat, di ayat itu, perempuan disebutkan pertama oleh Allah.

Dan kutipan ayat itu jadi penutup tulisan ini. Tak ada kesimpulan apapun selain substansi dari catatan ini untuk berupaya saling mengingatkan. Selamat menunaikan ibadah puasa.  

(*) Pemred Kaltim Post


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 08:58

Gaya Bebas dan Aturan yang Tak Perlu Ditaati

CATATAN: FAROQ ZAMZAMI (*) LOGIKA formalnya begini tentang eksekutif muda. Setelan hem, celana bahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .