MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 16 Mei 2018 09:08
Membunuh Akibat Uang Jajan Kurang

Catatan Redaksi

PROKAL.CO, OLEH: RADEN RORO MIRA BUDIASIH

PRIA di hadapan penulis sesekali melirik ke depan, kemudian mengarahkan matanya ke bawah. Memandangi kedua tangan yang dipangku, saling tertaut. Ekspresi wajahnya susah dibaca, hanya sorot mata kosong. Al, itu nama yang mari kita sepakati bersama dalam tulisan ini.

Al kelahiran 1999, setahun lebih tua dari adik perempuan penulis. Tahun ini, baik Al maupun adik penulis, sama-sama bersiap memilih cerita hidup baru. Berakhir sudah masa putih abu-abu. Pilihannya antara kuliah atau kerja. Tapi cerita hidup Al beda.

“Punya tontonan favorit?” tanya penulis. “Saya suka menonton film perang,” jawabnya singkat.

Dari mulutnya, Black Hawk Down dan Battleship jadi contoh film yang disuka. Ada kesimpulan pribadi mencuat. “Apa ada adegan yang menginspirasi dari film itu?” lanjut penulis, Al menggeleng.

Al, tersangka atas pembunuhan ibu dan anak di Muara Badak, Kutai Kartanegara. Dia menusuk, menjerat leher, menenggelamkan, dan memukul. Hal itu dia lakukan karena ketahuan mencuri. Diakui Al, yang dia lakukan spontan. Tidak ada pedoman. Baik film, buku, maupun apapun.

Jika pria 19 tahun itu amanah membayarkan uang sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Andai penggemar Cristian Ronaldo tersebut berkomunikasi baik dengan orangtua. Mungkin, tak bakal Al berniat mencuri dan berakhir di bui.

Bisa jadi, pola komunikasi di rumah jadi salah satu faktor. Anak yang tidak terbuka pada orangtua, berusaha menyelesaikan masalah sendiri. Anak merasa bisa. Tidak berani mengaku jujur. Ekspektasinya sudah pasti dimarahi orangtua. Walhasil, memilih diam saja.

“Memang termasuk ekonomi sulit. Kakak juga kuliah soalnya,” kata Al. Mencuri jadi pilihan. Pembunuhan dilakukan. Hilang sudah masa depan.

Selama proses pengumpulan informasi dari kekasih, lingkungan sekolah, hingga pertemanan, Al dikenal baik dan tak memiliki catatan merah dari guru bimbingan konseling (BK). Dia supel.

Mirisnya, uang SPP hanya dipakai untuk urusan perut. Guru melabeli Al sebagai siswa cerdas. Kecerdasan itulah yang membuatnya tetap tenang selang empat jam melakukan pembunuhan dan bertemu kekasihnya.

Tidak ada yang mencurigakan. “Tidak ada beda, dia seperti biasa sewaktu jemput saya pagi-pagi,” ujar kekasih Al.

“Hanya malam saat kami chatting-an (tiga jam sebelum pembunuhan), dia jawabnya singkat-singkat, tidak seperti biasa,” lanjutnya. Itulah saat Al kalut. Mencuri atau tidak.

Penulis bertatapan langsung dengan Al. Dia luwes menceritakan kronologi kejadian. Gestur tubuh mendukung penuturan. Tenang. Suaranya stabil. “Iya saya menyesal,” pada pernyataan itulah suara Al tertahan. Kepalanya tunduk. (timkp)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 08:54

Mewaspadai Sisi Gelap Uang Digital

Oleh: Suharyono Soemarwoto, MM MENGGEMPARKAN! Itulah kata tepat menggambarkan kemajuan mata uang berbasis                                            …

Jumat, 10 Agustus 2018 08:57

Rita Pergi, Siapa Ganti Edi?

Tensi politik Kota Raja memanas. Edi Damansyah makin mulus mengisi kursi bupati yang ditinggalkan Rita…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:54

Kasak-kusuk Golkar, Gerindra, dan PKS

TAK adanya larangan yang terang bagi kader partai politik untuk mengisi kekosongan jabatan wakil bupati…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:33

Kesultanan Berharap Putra Daerah Jabat Bupati

KUTAI Kartanegara (Kukar) mencari pemimpin baru. Setelah putusan hukum Rita Widyasari inkrah, Edi Damansyah…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:32

Parlemen Meminta Pendamping

JALUR perseorangan ternyata tak bebas dari aturan. Jika menang pilkada kemudian salah satunya (kepala…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:27

Kutim Dua Kali Tak Pilih Wakil

KEKOSONGAN jabatan kepala daerah yang terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar), sebenarnya sudah terjadi…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:24

“Saya Belum Memikirkan”

DALAM hitungan hari setelah Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari ditahan KPK dengan…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:00

Target Sejuta Anak Divaksin

DINAS Kesehatan (Diskes) Kaltim mengaku tidak ingin berbicara soal halal atau tidaknya vaksin measles…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:14

Label Halal Bikin Galau

Vaksin measles dan rubella (MR) mental. Belum mampu menembus urat nadi jutaan siswa sekolah dasar. Musababnya…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:10

Boleh Imunisasi MR, asal…

SELEPAS salat Jumat (3/8), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Kesehatan akhirnya bertatap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .