MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 16 Mei 2018 07:26
Sektor Hilirisasi Masih Sebatas Impian

Lebih Untung, Perusahaan Sawit Dipacu Bangun Pabrik CPO

-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sektor perkebunan, utamanya kelapa sawit bisa jadi andalan Kaltim dalam meningkatkan perekonomian daerah. Sebagai salah satu opsi melepaskan diri dari ketergantungan akan pertambangan dan galian.

Di Kaltim, saat ini sudah ada 351 perusahaan sawit yang memegang 297 izin usaha perkebunan (IUP). Dengan luas lahan mencapai 2,26 juta hektare (ha). Sementara pemegang izin hak guna usaha (HGU) ada 156 perusahaan, dengan luas lahan 1,02 juta ha.

Sayangnya, jumlah ini tidak didukung dengan ketersediaan pabrik pengolah crude palm oil (CPO). Sehingga, pemerintah masih sulit mewujudkan sektor hilirisasi sesuai keinginan para pengusaha. Supaya meraih pendapatan lebih besar melalui penjualan turunan CPO. Pemerintah beralasan, saat ini target produksi CPO masih belum sesuai harapan, lantaran minimnya pabrik pengolahan.

Kini, Bumi Etam baru memiliki 75 pabrik kelapa sawit (PKS). Padahal aturannya, perusahaan yang punya minimal 4.000 ha lahan sawit produktif, harus punya pabrik pengolahan CPO sendiri.

Hal itu diungkapkan Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Kaltim Azmal Ridwan. Dia mengatakan, untuk tandan buah segar (TBS) 30 ton harusnya memiliki pabrik sendiri karena membutuhkan lahan 4.000-5.000 ha. Namun, ada juga yang hanya punya 2.000 ha tapi sudah punya pabrik. Berarti perusahaan tersebut punya pasokan TBS dari lahan lain.

“Kewajiban setiap perusahaan harus punya pabrik, sebenarnya tidak ada. Tapi secara bisnis, perusahaan harus punya pabrik,” tuturnya kepada Kaltim Post Selasa (15/5). Apalagi harga TBS dan CPO sangat jauh berbeda. Harga CPO mencapai Rp 7 ribu, sedangkan harga TBS paling tinggi hanya mencapai Rp 1.900 per kilogram.

Tentu, jika mau memiliki untung lebih banyak harus berbicara CPO. Bukan TBS. Di Kaltim memang masih kebanyakan tidak memiliki pabrik. Namun, ini lebih baik daripada tidak punya lahan tapi punya pabrik. “Itu yang sering menghancurkan harga TBS. Karena mereka berani beli di atas harga aturan TBS. Mereka beli di lahan orang untuk memenuhi kebutuhan pabriknya. Kasus ini kebanyakan terjadi di Sumatra. Di Kaltim belum ada,” tuturnya.

Dia menjelaskan, idealnya Kaltim sudah memiliki lebih banyak pabrik. Jika ditinjau dari segi ekonomis, seperti luasan lahan produktif dan kapasitas produksi TBS kelapa sawit, mestinya sudah banyak perusahaan yang punya pabrik.

“Pembangunan pabrik baru, alangkah lebih baik jika sudah punya pasokan TBS sendiri. Jika masih berharap pada perusahaan lain maka tidak ekonomis. Bukannya tidak mau membangun, namun lebih menunda. Karena ke depan kita sudah tidak bisa hanya berpatok pada CPO, namun harus industri hilirnya,” ungkapnya.

Gapki menilai, upaya hilirisasi kelapa sawit harus menjadi fokus utama pada masa mendatang. Kaltim memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy. Itu akan menjadi pusat hilirisasi. Pemerintah diharap dapat membuka ruang dan peluang lebih besar untuk investor membuka bisnis atau pabrik turunan CPO.  Sejauh ini, Gapki mencatat belum satu pun pabrik turunan CPO berdiri di Kaltim. “Idealnya, tak cuma CPO yang diekspor tapi produk turunan," pungkasnya. (*/ctr/ndu2/k15)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:27

Asuransi Optimistis Tumbuh 20 Persen

JAKARTA – Industri asuransi tetap optimistis bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini. Indonesia dinilai…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Penambahan Subsidi Solar Belum Final

JAKARTA – Masyarakat harus bersabar. Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Usaha Ritel di Surabaya Menurun 70 Persen

SURABAYA – Setelah kejadian teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia…

Kamis, 17 Mei 2018 06:59

Pangkas Rantai Tata Niaga, Hindari Lonjakan Harga

SAMARINDA – Panjangnya rantai perdagangan di Kaltim serta kendala dalam proses distribusi diklaim…

Kamis, 17 Mei 2018 06:57

Indikasi Ekonomi Kaltim Terus Tumbuh

BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) kian optimistis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .