MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 16 Mei 2018 07:17
Terbantu Bandara, Optimistis Bisa Bersaing dengan Rumah Subsidi

Melihat Penjualan Rumah Mewah di Samarinda

OPTIMISTIS: Meski sempat mengalami penurunan, para pengembang rumah mewah di Samarinda yakin penjualan akan membaik tahun ini. (NUNU/LJKP)

PROKAL.CO, Rumah murah bersubsidi dua tahun belakangan ini sedang diminati masyarakat. Namun, hal tersebut tidak membuat pengembang rumah nonsubsidi kehilangan akal. Meski mengalami penurunan penjualan hingga puluhan persen, namun optimisme perbaikan perumahan mewah tetap ada.

TIM LJKP, Samarinda

PROGRAM rumah murah dari Joko Widodo memang cukup membuat pergeseran tren. Kaltim kini punya pasar cukup besar untuk rumah bersubsidi tersebut. Walau demikian, beberapa pengembang rumah menengah ke atas hingga kini masih banyak yang bertahan.

Salah satunya Perumahan Bukit Alaya Samarinda. Supervisor Marketing Perumahan Bukit Alaya, Eko Triono mengatakan, pihaknya tetap konsisten dengan kualitas dan harga pasar saat ini. Alaya masih melihat ada peluang positif penjualan di masa yang akan mendatang. Meski nilai penjualan sempat mengalami penurunan hingga 60 persen sejak 2015 sampai 2018. 

Pada 2015, dalam sebulan pihaknya biasanya menjual lima sampai enam unit, sekarang dalam setahun hanya lima unit. “Walau rumah bersubsidi menjamur seiring dengan demand yang terus tumbuh, kami tetap konsisten dengan harga yang tinggi. Tapi, diimbangi kualitas yang terbaik,” tuturnya kepada Kaltim Post Minggu (13/5).

Saat ini, tambahnya, harga pasaran rumah di Alaya berkisar Rp 1,7-10 miliar per unit. Dia mengakui, saat ini memang ada pemilik rumah yang ingin menjual kembali huniannya, namun pihak pengembang tetap optimistis dan tidak menurunkan harga jual.

“Para penghuni yang sudah membeli lama, banyak menjual dengan harga pasaran saat ini. Hal itu cukup merusak pasaran pihak pengembang rumah,” katanya.

Hadirnya Bandara APT Pranoto menjadi salah satu alasan mereka tetap yakin. Jarak tempuh menuju bandara yang tidak terlalu jauh, membuat pasaran Alaya bisa membaik. “Bandara merupakan satu-satunya solusi peningkatan penjualan. Sehingga, tidak takut dengan tren rumah murah tersebut. Saya yakin rumah mewah masih punya pasar yang cukup baik di Samarinda,” tutupnya.

Berbeda, Manager Marketing Citra Garden City Ronald mengatakan, rumah subsidi memang punya pasar yang baik di Kaltim. Namun nyatanya, hal tersebut tidak membuat penjualan rumah menengah ke atas terjun bebas. Memasuki 2018, penjualan terus meningkat 10-20 persen.

“Per bulan, saya berhasil menjual 7-10 unit. Jumlah tersebut sudah memenuhi 80 persen dari target omzet,” ungkapnya, Senin (14/5).

Menurutnya, harga kisaran rumah yang ditawarkan mencapai Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar. Dengan tipe 21- 46, yang menjadi primadona adalah tipe 38 dan 46. Pasar Citra Garden City 30 persen berasal dari luar Samarinda, seperti Kutai Kartanegara, Sangatta, dan Bontang.

“Perbaikan penjualan rumah, kami prediksi terus berlanjut. Meskipun masyarakat menyukai rumah murah, namun dengan fasilitas yang lebih baik dari rumah subsidi, pasar perumahan premium masih ada,” tutupnya.

Ditemui terpisah, Manager Pemasaran D’rich, Dina Afriani mengatakan, program rumah murah turut berimbas terhadap bisnisnya. Sejak pergeseran pasar tersebut, pihaknya mengalami penurunan hingga 60 persen.

“Pada 2016, kami berhasil menjual delapan unit per tahun. Menurun pada 2017 hanya empat unit per tahun. Bahkan tahun ini sudah memasuki pertengahan tahun belum ada unit yang berhasil terjual,” ujarnya kepada Kaltim Post, Senin (14/5).

Sedikit berbeda, Koordinator Marketing Jakarta Hill Sugiyanto mengatakan, tidak merasakan dampak rumah subsidi tersebut. Karena, pihaknya yakin masih punya pasar tersendiri. Tipe terendah di Jakarta Hill memiliki harga yang tidak jauh dengan rumah murah tersebut.

“Sehingga, kami masih punya pasar yang baik di Samarinda. Terbukti, pada 2017 penjualan meningkat 15 persen,” katanya.

Menurutnya, peningkatan tersebut memang belum terjadi pada tipe premium. Meski begitu, hal tersebut sudah menjadi langkah baik untuk bisnis properti tahun ini.

“Kami optimistis, pasar rumah mewah masih ada di Samarinda. Ekonomi Kaltim pada 2017 meningkat 3,13 persen, seiring perbaikan tersebut tentunya daya beli akan semakin baik. Kami yakin pasar rumah nonsubsidi juga akan membaik,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 06:48

Kertajati Bisa untuk Pesawat Badan Lebar

JAKARTA – Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati segera dioperasikan. Rencananya, Presiden…

Kamis, 24 Mei 2018 06:46

THR untuk ASN Naik

JAKARTA - Kepastian terkait besaran kenaikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN)…

Kamis, 24 Mei 2018 06:45

Stok Beras Aman Sampai Lebaran

JAKARTA - Stok beras dipastikan aman hingga Lebaran, bahkan setelah arus balik. Direktur Utama Bulog…

Kamis, 24 Mei 2018 06:43

Pasar Saham Menghijau

JAKARTA – Pasar saham Indonesia sukses melaju di jalur hijau hingga ditutup menguat pada perdagangan,…

Rabu, 23 Mei 2018 06:36

Truk ODOL Jadi PR Kemenhub

JAKARTA – Kecelakaan kendaraan barang maupun orang masih menjadi pekerjaan rumah Kementerian Perhubungan.…

Rabu, 23 Mei 2018 06:35

Revisi UU, Susi Titip “Tenggelamkan

JAKARTA – Revisi UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan sedang dibahas di Komisi IV DPR. Menteri…

Rabu, 23 Mei 2018 06:34

Paser Belum Swasembada Ayam

KABUPATEN PASER belum bisa melepaskan diri dari ketergantungan daerah lain akan kebutuhan ayam broiler.…

Selasa, 22 Mei 2018 06:42

Kontribusi Pajak Manufaktur Menjanjikan

JAKARTA – Industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar dalam penerimaan pajak berdasar…

Selasa, 22 Mei 2018 06:41

Pemudik Tujuan Sulsel Mendominasi

BALIKPAPAN - Jelang mudik Idulfitri, gelombang penumpang angkatan laut maupun udara menuju Sulawesi…

Selasa, 22 Mei 2018 06:39

Indonesia Bisa Jadi Macan Ekonomi Digital

JAKARTA  – Pertumbuhan teknologi di Indonesia menujukan perubahan positif. Bahkan Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .