MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 16 Mei 2018 07:17
Terbantu Bandara, Optimistis Bisa Bersaing dengan Rumah Subsidi

Melihat Penjualan Rumah Mewah di Samarinda

OPTIMISTIS: Meski sempat mengalami penurunan, para pengembang rumah mewah di Samarinda yakin penjualan akan membaik tahun ini. (NUNU/LJKP)

PROKAL.CO, Rumah murah bersubsidi dua tahun belakangan ini sedang diminati masyarakat. Namun, hal tersebut tidak membuat pengembang rumah nonsubsidi kehilangan akal. Meski mengalami penurunan penjualan hingga puluhan persen, namun optimisme perbaikan perumahan mewah tetap ada.

TIM LJKP, Samarinda

PROGRAM rumah murah dari Joko Widodo memang cukup membuat pergeseran tren. Kaltim kini punya pasar cukup besar untuk rumah bersubsidi tersebut. Walau demikian, beberapa pengembang rumah menengah ke atas hingga kini masih banyak yang bertahan.

Salah satunya Perumahan Bukit Alaya Samarinda. Supervisor Marketing Perumahan Bukit Alaya, Eko Triono mengatakan, pihaknya tetap konsisten dengan kualitas dan harga pasar saat ini. Alaya masih melihat ada peluang positif penjualan di masa yang akan mendatang. Meski nilai penjualan sempat mengalami penurunan hingga 60 persen sejak 2015 sampai 2018. 

Pada 2015, dalam sebulan pihaknya biasanya menjual lima sampai enam unit, sekarang dalam setahun hanya lima unit. “Walau rumah bersubsidi menjamur seiring dengan demand yang terus tumbuh, kami tetap konsisten dengan harga yang tinggi. Tapi, diimbangi kualitas yang terbaik,” tuturnya kepada Kaltim Post Minggu (13/5).

Saat ini, tambahnya, harga pasaran rumah di Alaya berkisar Rp 1,7-10 miliar per unit. Dia mengakui, saat ini memang ada pemilik rumah yang ingin menjual kembali huniannya, namun pihak pengembang tetap optimistis dan tidak menurunkan harga jual.

“Para penghuni yang sudah membeli lama, banyak menjual dengan harga pasaran saat ini. Hal itu cukup merusak pasaran pihak pengembang rumah,” katanya.

Hadirnya Bandara APT Pranoto menjadi salah satu alasan mereka tetap yakin. Jarak tempuh menuju bandara yang tidak terlalu jauh, membuat pasaran Alaya bisa membaik. “Bandara merupakan satu-satunya solusi peningkatan penjualan. Sehingga, tidak takut dengan tren rumah murah tersebut. Saya yakin rumah mewah masih punya pasar yang cukup baik di Samarinda,” tutupnya.

Berbeda, Manager Marketing Citra Garden City Ronald mengatakan, rumah subsidi memang punya pasar yang baik di Kaltim. Namun nyatanya, hal tersebut tidak membuat penjualan rumah menengah ke atas terjun bebas. Memasuki 2018, penjualan terus meningkat 10-20 persen.

“Per bulan, saya berhasil menjual 7-10 unit. Jumlah tersebut sudah memenuhi 80 persen dari target omzet,” ungkapnya, Senin (14/5).

Menurutnya, harga kisaran rumah yang ditawarkan mencapai Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar. Dengan tipe 21- 46, yang menjadi primadona adalah tipe 38 dan 46. Pasar Citra Garden City 30 persen berasal dari luar Samarinda, seperti Kutai Kartanegara, Sangatta, dan Bontang.

“Perbaikan penjualan rumah, kami prediksi terus berlanjut. Meskipun masyarakat menyukai rumah murah, namun dengan fasilitas yang lebih baik dari rumah subsidi, pasar perumahan premium masih ada,” tutupnya.

Ditemui terpisah, Manager Pemasaran D’rich, Dina Afriani mengatakan, program rumah murah turut berimbas terhadap bisnisnya. Sejak pergeseran pasar tersebut, pihaknya mengalami penurunan hingga 60 persen.

“Pada 2016, kami berhasil menjual delapan unit per tahun. Menurun pada 2017 hanya empat unit per tahun. Bahkan tahun ini sudah memasuki pertengahan tahun belum ada unit yang berhasil terjual,” ujarnya kepada Kaltim Post, Senin (14/5).

Sedikit berbeda, Koordinator Marketing Jakarta Hill Sugiyanto mengatakan, tidak merasakan dampak rumah subsidi tersebut. Karena, pihaknya yakin masih punya pasar tersendiri. Tipe terendah di Jakarta Hill memiliki harga yang tidak jauh dengan rumah murah tersebut.

“Sehingga, kami masih punya pasar yang baik di Samarinda. Terbukti, pada 2017 penjualan meningkat 15 persen,” katanya.

Menurutnya, peningkatan tersebut memang belum terjadi pada tipe premium. Meski begitu, hal tersebut sudah menjadi langkah baik untuk bisnis properti tahun ini.

“Kami optimistis, pasar rumah mewah masih ada di Samarinda. Ekonomi Kaltim pada 2017 meningkat 3,13 persen, seiring perbaikan tersebut tentunya daya beli akan semakin baik. Kami yakin pasar rumah nonsubsidi juga akan membaik,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 06:50

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit

BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

IHEx Kaltim Terkontraksi Minus 4,5 Persen

SAMARINDA - Meski tidak sedalam perkiraan sebelumnya, indeks harga komoditas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

Incar Kerja Sama Migas di Timur Tengah

JAKARTA – Pemerintah berupaya meningkatkan investasi subsektor minyak dan gas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:40

Pajak e-Commerce Masih Moderat

JAKARTA – Keluarnya PMK Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:37

Bisnis Travel Panen di Awal Tahun

SURABAYA – Awal tahun ini menjadi momen positif bagi bisnis…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Berdayakan UKM Kuliner Lokal

SURABAYA - Pasar usaha kecil dan menengah (UKM) bidang kuliner…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Hero Tutup 26 Gerai, Rumahkan 532 Karyawan

JAKARTA - PT Supermarket Tbk (Hero Group) memilih melakukan efisiensi…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

Tahap I, Pemerintah Lelang Lima Blok Migas

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

PEP Asset 4 Lampaui Target Produksi

JAKARTA - Pertamina EP (PEP) Asset 4 membukukan kinerja positif…

Senin, 14 Januari 2019 06:42

Citilink Siapkan Skema Bagasi Berbayar

BALIKPAPAN - Setelah Lion Air dan Wings Air mulai menyosialisasikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*