MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 16 Mei 2018 07:17
Terbantu Bandara, Optimistis Bisa Bersaing dengan Rumah Subsidi

Melihat Penjualan Rumah Mewah di Samarinda

OPTIMISTIS: Meski sempat mengalami penurunan, para pengembang rumah mewah di Samarinda yakin penjualan akan membaik tahun ini. (NUNU/LJKP)

PROKAL.CO, Rumah murah bersubsidi dua tahun belakangan ini sedang diminati masyarakat. Namun, hal tersebut tidak membuat pengembang rumah nonsubsidi kehilangan akal. Meski mengalami penurunan penjualan hingga puluhan persen, namun optimisme perbaikan perumahan mewah tetap ada.

TIM LJKP, Samarinda

PROGRAM rumah murah dari Joko Widodo memang cukup membuat pergeseran tren. Kaltim kini punya pasar cukup besar untuk rumah bersubsidi tersebut. Walau demikian, beberapa pengembang rumah menengah ke atas hingga kini masih banyak yang bertahan.

Salah satunya Perumahan Bukit Alaya Samarinda. Supervisor Marketing Perumahan Bukit Alaya, Eko Triono mengatakan, pihaknya tetap konsisten dengan kualitas dan harga pasar saat ini. Alaya masih melihat ada peluang positif penjualan di masa yang akan mendatang. Meski nilai penjualan sempat mengalami penurunan hingga 60 persen sejak 2015 sampai 2018. 

Pada 2015, dalam sebulan pihaknya biasanya menjual lima sampai enam unit, sekarang dalam setahun hanya lima unit. “Walau rumah bersubsidi menjamur seiring dengan demand yang terus tumbuh, kami tetap konsisten dengan harga yang tinggi. Tapi, diimbangi kualitas yang terbaik,” tuturnya kepada Kaltim Post Minggu (13/5).

Saat ini, tambahnya, harga pasaran rumah di Alaya berkisar Rp 1,7-10 miliar per unit. Dia mengakui, saat ini memang ada pemilik rumah yang ingin menjual kembali huniannya, namun pihak pengembang tetap optimistis dan tidak menurunkan harga jual.

“Para penghuni yang sudah membeli lama, banyak menjual dengan harga pasaran saat ini. Hal itu cukup merusak pasaran pihak pengembang rumah,” katanya.

Hadirnya Bandara APT Pranoto menjadi salah satu alasan mereka tetap yakin. Jarak tempuh menuju bandara yang tidak terlalu jauh, membuat pasaran Alaya bisa membaik. “Bandara merupakan satu-satunya solusi peningkatan penjualan. Sehingga, tidak takut dengan tren rumah murah tersebut. Saya yakin rumah mewah masih punya pasar yang cukup baik di Samarinda,” tutupnya.

Berbeda, Manager Marketing Citra Garden City Ronald mengatakan, rumah subsidi memang punya pasar yang baik di Kaltim. Namun nyatanya, hal tersebut tidak membuat penjualan rumah menengah ke atas terjun bebas. Memasuki 2018, penjualan terus meningkat 10-20 persen.

“Per bulan, saya berhasil menjual 7-10 unit. Jumlah tersebut sudah memenuhi 80 persen dari target omzet,” ungkapnya, Senin (14/5).

Menurutnya, harga kisaran rumah yang ditawarkan mencapai Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar. Dengan tipe 21- 46, yang menjadi primadona adalah tipe 38 dan 46. Pasar Citra Garden City 30 persen berasal dari luar Samarinda, seperti Kutai Kartanegara, Sangatta, dan Bontang.

“Perbaikan penjualan rumah, kami prediksi terus berlanjut. Meskipun masyarakat menyukai rumah murah, namun dengan fasilitas yang lebih baik dari rumah subsidi, pasar perumahan premium masih ada,” tutupnya.

Ditemui terpisah, Manager Pemasaran D’rich, Dina Afriani mengatakan, program rumah murah turut berimbas terhadap bisnisnya. Sejak pergeseran pasar tersebut, pihaknya mengalami penurunan hingga 60 persen.

“Pada 2016, kami berhasil menjual delapan unit per tahun. Menurun pada 2017 hanya empat unit per tahun. Bahkan tahun ini sudah memasuki pertengahan tahun belum ada unit yang berhasil terjual,” ujarnya kepada Kaltim Post, Senin (14/5).

Sedikit berbeda, Koordinator Marketing Jakarta Hill Sugiyanto mengatakan, tidak merasakan dampak rumah subsidi tersebut. Karena, pihaknya yakin masih punya pasar tersendiri. Tipe terendah di Jakarta Hill memiliki harga yang tidak jauh dengan rumah murah tersebut.

“Sehingga, kami masih punya pasar yang baik di Samarinda. Terbukti, pada 2017 penjualan meningkat 15 persen,” katanya.

Menurutnya, peningkatan tersebut memang belum terjadi pada tipe premium. Meski begitu, hal tersebut sudah menjadi langkah baik untuk bisnis properti tahun ini.

“Kami optimistis, pasar rumah mewah masih ada di Samarinda. Ekonomi Kaltim pada 2017 meningkat 3,13 persen, seiring perbaikan tersebut tentunya daya beli akan semakin baik. Kami yakin pasar rumah nonsubsidi juga akan membaik,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:54

Standar Euro 4 Dongkrak Harga Mobil

JAKARTA – Mulai 7 Oktober 2018, semua mobil yang dipasarkan di Indonesia wajib berstandar emisi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar

JAKARTA – Kinerja neraca dagang pada September mulai menunjukkan tren positif. Setelah berkali-kali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:47

Dorong Industri Mamin Agresif di Pasar Ekspor

SURABAYA – Industri makanan dan minuman (mamin) menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:46

REI Usulkan Harga Rumah Subsidi Naik

BALIKPAPAN - Realestat Indonesia (REI) mengusulkan adanya kenaikan harga rumah bersubsidi. Ketua Komisariat…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:37

Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Properti

JAKARTA – Selisih kebutuhan rumah dengan kapasitas pengembang masih cukup lebar. Berdasar data…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Uang Elektronik Gaet Generasi Milenial

SURABAYA – Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap metode transaksi pembayaran yang cepat mendorong…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Sejak 2017, Nilai Aset Negara Naik Rp 4.190 Triliun

JAKARTA - Sebanyak 945.460 aset negara yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga serta instansi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:35

Ekonomi Domestik dan Sentimen Brexit Dorong Rupiah Menguat

JAKARTA - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diharapkan dapat kembali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:34

Kesejahteraan Pangan Jadi Perhatian

JAKARTA – Kesejahteraan pangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar memperoleh kecukupan…

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .