MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 16 Mei 2018 07:13
Tekanan Sektor Pajak Tetap Tinggi

Prediksi Penerimaan Hanya 92 Persen

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Penerimaan pajak yang sesuai dengan target dalam Anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) diprediksi sulit tercapai. Sepanjang tahun ini, tekanan terhadap pemerintah di sektor perpajakan tetap tinggi.

Hingga triwulan I 2018, pertumbuhan penerimaan pajak mencapai Rp 333,77 triliun. Jumlah itu 17,2 persen dari target yang ditetapkan, yaitu Rp 1.894,7 triliun. Penerimaan kepabeanan dan cukai baru mencapai 5,18 persen dari target yang telah ditetapkan pada 2018.

”Kami memproyeksikan kinerja penerimaan pajak di akhir tahun mencapai 92 persen dari target APBN,” ujar Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo di Jakarta Senin (14/5).

Tekanan terhadap pemerintah di sektor perpajakan dianggap tetap tinggi. Menurut Yustinus, dinamika perekonomian global yang tercermin dalam dua indikator, yaitu kenaikan harga minyak mentah dan depresiasi rupiah, patut diwaspadai. ”Perbaikan reformasi perpajakan perlu dilanjutkan dan dituntaskan dengan berfokus pada perbaikan regulasi, perbaikan prosedur, peningkatan kualitas, dan lain-lain,” urainya.

CITA menilai, perlu segera ada quick win yang dampaknya dirasakan langsung oleh wajib pajak. Yustinus mengatakan, selain untuk membangun mutual trust, hal itu penting untuk memastikan bahwa reformasi perpajakan merupakan pilihan kebijakan terbaik dan menjanjikan capaian hasil yang signifikan di masa mendatang. ”Selain pelayanan, fairness audit pajak melalui CRM (compliance risk management) perlu segera direalisasi,” tegasnya.

Di sisi lain, CITA mengapresiasi langkah Kementerian Keuangan yang menerbitkan PMK No 146 Tahun 2017. Peraturan itu memberikan roadmap simplifikasi tarif cukai rokok. ”Indonesia adalah salah satu negara dengan struktur tarif cukai rokok terkompleks di dunia,” ujarnya. Menurut Yustinus, kerumitan berakibat maraknya praktik excise avoidance agar yang dikenakan adalah tarif yang lebih rendah.

Sementara itu, pihak Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menegaskan tidak akan mengeluarkan kebijakan besar tahun ini. Sebab, pemerintah ingin menjaga momentum ekonomi. ”Tahun ini tidak ada kebijakan besar yang akan kami keluarkan. Kami berfokus ke pengelolaan dan pemanfaatan data, termasuk yang sudah kami dapat dari tax amnesty,” ujar Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Ditjen Pajak Yon Arsal.

Tahun ini Ditjen Pajak memiliki target pertumbuhan sekitar 24 persen. Tren pertumbuhan double-digit selama empat bulan terakhir disebut Yon sebagai momentum yang konsistensinya perlu dijaga. ”Tantangan kami, bagaimana angka bulan ke bulan meningkat sehingga memberikan dampak positif juga bagi ekonomi secara keseluruhan,” tandas Yon. (agf/ndu/k18)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

IHEx Kaltim Terkontraksi Minus 4,5 Persen

SAMARINDA - Meski tidak sedalam perkiraan sebelumnya, indeks harga komoditas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

Incar Kerja Sama Migas di Timur Tengah

JAKARTA – Pemerintah berupaya meningkatkan investasi subsektor minyak dan gas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:40

Pajak e-Commerce Masih Moderat

JAKARTA – Keluarnya PMK Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:37

Bisnis Travel Panen di Awal Tahun

SURABAYA – Awal tahun ini menjadi momen positif bagi bisnis…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Berdayakan UKM Kuliner Lokal

SURABAYA - Pasar usaha kecil dan menengah (UKM) bidang kuliner…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Hero Tutup 26 Gerai, Rumahkan 532 Karyawan

JAKARTA - PT Supermarket Tbk (Hero Group) memilih melakukan efisiensi…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

Tahap I, Pemerintah Lelang Lima Blok Migas

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

PEP Asset 4 Lampaui Target Produksi

JAKARTA - Pertamina EP (PEP) Asset 4 membukukan kinerja positif…

Senin, 14 Januari 2019 06:42

Citilink Siapkan Skema Bagasi Berbayar

BALIKPAPAN - Setelah Lion Air dan Wings Air mulai menyosialisasikan…

Senin, 14 Januari 2019 06:40

Rangsang Pertumbuhan Leasing, Bukan Kemacetan

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kebijakan pelonggaran ketentuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*