MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 15 Mei 2018 12:02
Cerita Soal Dita Oeprianto, Keluarga Bomber Surabaya
Tiga Kali Ortu Puji Belikan Mobil, tapi Dijual Semua, Sebelum Kejadian Sang Anak Menangis
Dita Oepriarto dan keluarganya.

PROKAL.CO, Salah seorang putra Dita Oepriarto sempat menangis setelah salat berjamaah beberapa hari sebelum aksi pengeboman terjadi. Bertahun-tahun ikut salat berjamaah selalu datang terlambat dan pulang cepat.

 

Wakil Ketua Takmir Musala Al Ikhlas di kompleks Perumahan Wisma Indah Khorihah masih ingat betul wajah Dita saat terakhir bertemu. Tepatnya saat salat Subuh berjamaah Minggu lalu (13/5). Di musala itu Dita dan dua anak laki-lakinya selalu melaksanakan salat berjamaah. ”Magrib, Isya, dan Subuh, Dita pasti salat di sini. Anaknya malah Duhur dan Asar juga (salat) di musala,” ujar pria 65 tahun tersebut.

Mereka selalu datang belakangan, seusai iqamah atau saat surah Al Fatihah dibacakan. Begitu juga halnya setelah salat, mereka langsung pulang. Tidak pernah duduk dulu ikut berdoa ataupun mengobrol dengan jamaah lain. Hal itu berlangsung bertahun-tahun. Jamaah lain sudah hafal.

Mereka melihat tidak ada yang aneh dengan Dita dan kedua anaknya menjelang aksi pengeboman. Hal janggal justru didapati sehari dan dua hari sebelum aksi pengeboman yang dilakukan Dita Oepriarto, 47, bersama istrinya, Puji Kuswati, 43, dan keempat anaknya, Yusuf Fadhil, 18; Firman Halim, 16; Fadhila Sari, 12; dan Famela Rizqita, 9; tersebut.

Pada Kamis (10/5) Firman menangis setelah salat Subuh. Khorihah sempat mendengar sedikit bisikan Dita kepada anaknya. ”Sabar ya, Nak. Ikhlaskan,” ujar Khorihah menirukan ucapan Dita kepada Firman.

Tak hanya sampai di situ, Sabtu (12/5) sesudah melaksanakan salat Magrib, warga melihat lagi Firman menangis. Dita pun memeluk anaknya dan mencoba menenangkan. Warga sebenarnya penasaran, tapi tidak berani menanyakan. Puji pun dikenal santun dan grapyak dengan ibu-ibu di kompleks. Tiap arisan rutin saban bulan dia selalu datang. ”Bahkan, waktu tiba giliran arisan di rumahnya, dia selalu terbuka,” ujar ketua RT tersebut.

Puji sendiri ternyata kelahiran Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Dia merupakan putri ketiga di antara empat bersaudara pasangan H Koesni dan Hj Minarti. Koesni yang kini berumur 82 tahun adalah pensiunan TNI-AL dan kini bersama putranya mengelola usaha jamu tradisional.

H Rusiyono, juru bicara keluarga H Koesni, mengatakan bahwa Puji sejak kecil tidak tinggal bersama orang tuanya. Saat masih berumur 20 bulan, Puji diadopsi almarhumah Ny Sukar, kakak kandung Koesni yang tinggal di Kecamatan Gorang Gareng, Kabupaten Magetan. ”Sejak kecil diasuh budenya. Karena saat itu budenya tidak memiliki anak,” ujarnya.

Sebelum menikah dengan Dita, Puji datang ke Banyuwangi untuk minta restu. Saat itu Koesni bersama keluarga tidak merestui. ”Puji tetap nekat menikah. Katanya sudah saling cinta,” ungkapnya.

Karena nekat menikah, hubungan Puji dan keluarganya di Banyuwangi tidak baik. Nyaris tidak pernah ada komunikasi. Puji bersama suami dan anaknya terakhir pulang pada 28 Januari 2018 saat keluarga menggelar hajatan. ”Kalau di rumah tidak pernah lama,” katanya.

Meski jarang berkomunikasi, Koesni tetap memperhatikan putrinya. Selain membelikan rumah, dia sempat membelikan mobil. ”Membelikan rumah dan mobil itu karena melihat cucu-cucunya,” sebut Sujiyo, kerabat Koesni.

Sujiyo menambahkan, Koesni sempat kesal dengan ulah menantunya itu. Tiga kali dibelikan mobil, tapi dijual semua. Pada 2013 pasutri tersebut kembali dibelikan mobil Toyota Avanza, tapi BPKB-nya tidak diberikan agar tidak dijual lagi. ”Mobil itu sepertinya yang dibuat bom bunuh diri,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unair M. Nasih mengatakan, Dita memang benar pernah menjadi mahasiswa Unair. Dia mengambil D-3 program studi manajemen pemasaran, tapi tidak sampai lulus. Dita drop out pada semester III karena tidak pernah masuk dan hanya menempuh 47 SKS dengan IPK 1,47. ”Jadi bukan alumni,” tegasnya.

Selama kuliah, jelas Nasih, Dita juga tidak pernah aktif di organisasi mahasiswa. Baik senat mahasiswa maupun unit kegiatan mahasiswa (UKM). Termasuk tidak pernah ikut kelompok kajian masjid kampus. (gal/hen/ayu/rio/abi/c9/oki)

 


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 11:14

Lama Diburu, Turis Bule Ini Ditemukan Kais Tong Sampah

Turis asal Republik Latvia, Gatis Baumanis, sudah lama diburu personil Polsek Ubud. Belakangan, turis…

Senin, 22 Oktober 2018 10:46

GREGET..!! Penghuni Telat Bayar Uang Kos, Motornya Diceburin ke Sungai oleh Warga

 Dipicu masalah tunggakan uang sewa kos yang belum dibayar, ratusan warga Tambaksawah Waru Sidoarjo,…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:23
Dugaan Pelanggaran Kampanye

Kasus Luhut – Sri Mulyani Sampai di Gakumdu

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran kampanye…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:12

Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Sulteng Jadi 2.113 Orang

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis daftar terbaru jumlah korban terdampak…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:06

Tiga Jurkam Jokowi-Ma'ruf Amin Dicokok KPK, Ini Pesan Timses Capres 02

Andre Rosiade selaku Juru Bicara Prabowo-Sandiaga mengaku prihatin atas kasus penangkapan yang menimpa…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:46

KPU Makassar Terbelit Utang, Terindikasi Manipulasi Laporan Keuangan

MAKASSAR - Sekretariat KPU Makassar disorot Pusat.  Sejumlah laporan keuangannya bermasalah. KPU…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:41

WADUH..!! 1.000 Napi Sulteng Masih Kabur

JAKARTA- Sebanyak 1.000 narapidana (napi) dinyatakan belum menyerahkan diri pasca-gempa di Palu, Donggala…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:40
Tim Prabowo-Sandi Datangi KPU

Pertanyakan 31 Juta Data Pemilih Misterius

JAKARTA – Tim kampanye pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali mempersoalkan data daftar…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:19

KPK Sasar Meikarta, Ini Kata Menteri Luhut

Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan tak mempersoalkan langkah Komisi Pemberantasan…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:51
Tiongkok Jual Murah Paket Wisata ke Bali, Ini Modusnya…

WELEH..!! Dengan Modal Rp 600 Ribu, Wisatawan Tiongkok Sudah Bisa ke Bali

 Bali selalu didengungkan menjadi destinasi wisata terbaik di dunia. Tidak kalah dengan yang lain.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .