MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 15 Mei 2018 11:24
Aksi Teror Gerus Elektabilitas Jokowi
Teror bom di Surabaya.

PROKAL.CO, JAKARTA- Rentetan peristiwa terorisme di Tanah Air, memberi dampak bagi calon presiden (capres) petahana. Elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2019 diprediksi bakal tergerus akibat peristiwa terorisme.Sebagai kepala negara, Jokowi dianggap tak mampu menjaga keamanan dalam negeri.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia LSI Denny J.A, Adjie Alfaraby mengatakan, aksi teror dalam dua hari ini bisa saja membawa dampak negatif bagi kepercayaan terhadap pemerintah. Selaku kepala negara, publik bakal mempersepsikan Jokowi lemah dalam hal menangani masalah keamanan dalam negeri. ”Ada kekhawatiran yang meluas di publik terhadap isu keamanan,” ungkapnya kepada wartawan di kantor LSI, Jalan Pemuda Raya, Jakarta, Senin (14/5).

Dilansir INDOPOS, kendati demikian, sambung Adjie, hingga kini, tantangan terberat Jokowi, menurut LSI, ialah menangkal isu-isu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat seperti masalah ekonomi, isu serbuan tenaga kerja asing dan sentimen agama. Hanya saja, Adjie menilai, rentetan aksi teror itu juga diprediksi menjadi 'peluru' lawan politik yang akan menjadi penantang Jokowi di pemilu 2019. ”Artinya ada figur-figur lain yang akan menjadi harapan kalau kemudian isu keamanan ini semakin menguat menjelang pilpres 2019,” ujarnya.

Menurut Adjie, 11 bulan menuju pemilihan, bakal ada isu-isu yang tak diperkirakan menjadi batu sandungan bagi calon petahana. Hal tersebut berkaca dari pemilihan kepala daerah atau pilpres sebelumnya bahwa banyak kandidat yang tergerus elektoralnya dengan adanya kejadian tak terduga. ”Jangan melihat faktor popularitas dan elektabilitas. Ada faktor lain yang memengaruhi,” imbuh Adjie.

Saat ini, lanjutnya, LSI menyebut elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden masih mandeg atau stagnan di bawah 50 persen. Selaku incumbent, posisi itu dinilai masih belum kuat karena beberapa penantang Jokowi belum masif turun ke masyarakat. Hasil survei menunjukkan elektabiltas Jokowi 46 persen, sementara kandidat penantang jika disimulasikan gabungan 12 tokoh, berada di angka 44,7 persen. LSI mengasumsikan survei ini, jika Jokowi dan lawannya saling bertarung dengan komposisi 'head to head'.

”Karena sebagai petahana, harusnya memang elektabilitas minimal di atas 50 persen. Artinya hanya berbeda 2 persen saja, antara elektabilitas Jokowi versus elektabilitas semua capres lainnnya,” tutur Adjie.

Adjie menjelaskan, alasan lembaganya mensimulasi pemilihan presiden diikuti dua pasangan calon. Hampir semua 12 tokoh itu sama-sama menginginkan adanya pergantian kepemimpinan nasional. Namun ia memandang, kans agar Jokowi dapat dikalahkan bisa terjadi apabila beberapa poros kekuatan bersatu. ”Probability (peluang, Red) 50 vs 50. Jokowi bisa dikalahkan jika kekuatan oposisinya bersatu. SBY, Prabowo, Amien Rais dan Gatot perlu bersatu jika ingin kalahkan Jokowi,” kata dia.

Adjie pun menjabarkan, lima faktor Jokowi masih unggul, namun dalam berbagai survei elektabilitasnya tergerus oleh sejumlah isu. Isu - isu itu dinilai LSI mulai efektif digerakan oleh kelompok oposisi diantaranya; tagar #2019GantiPresiden, tenaga kerja asing, ekonomi, pemilih dari kalangan Islam dan apakah Jokowi masih bisa dikalahkan.

Adji mengakui, kelima isu utama ini belum masif lantaran masih gamangnya penantang dapat maju di Pilpres. ”Lawannya (Jokowi, Red) masih tiarap menunggu momen dan memastikan tiket untuk bertarung,” kata dia.

Dalam survei, LSI memilih 1.200 responden dengan metode multi stage random sampling yang dilakukan pada 28 April-5 Mei 2018. Adapun penelitian digelar di 34 Provinsi dan margin of error sekitar 2,9 persen. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto membantahnya. Dia menyebut tetap tingginya elektabilitas Jokowi karena sosok yang disebut merakyat. ”Kalau itu rakyat yang menilai, Pak Jokowi itu kan lembut, merangkul, tersenyum, beliau sering tertawa, kreatif. Terus kalau yang satu kok agak kaku, kok pakai marah-marah, misalnya seperti itu, kalau ini kan beda, buat kami itu style pemimpin, tapi yang penting adalah seorang pemimpin itu membawa harapan,” tukasnya kepada wartawan saat dihubungi, kemarin.

Menurutnya, pemimpin yang dibutuhkan rakyat adalah pemimpin yang membawa kegembiraan untuk rakyat, bukan yang menimbulkan kekhawatiran. ”Seorang pemimpin itu ada di hati rakyat, bukan memecah rakyat. Seorang pemimpin itu membawa kegembiraan karena dia percaya bahwa di tangan pemimpin ini saya akan bisa lebih baik, bukan khawatir. Itu yang harusnya diangkat oleh pemimpin, mengangkat harkat dan martabat rakyat yang paling miskin sekalipun, sehingga mereka punya harapan bahwa di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, saya bisa lebih baik,” jelas dia. (aen/rk)

 

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 19 Mei 2018 13:34

Tuntutan Mati Aman Abdurrachman Dipastikan Tidak Pengaruhi Pergerakan Teror

JAKARTA -Mabes Polri memastikan tuntutan mati terhadap terdakwa otak pengeboman MH Thamrin, Aman Abdurrachman,…

Sabtu, 19 Mei 2018 12:53

Bos JAD Aman Abdurrachman, Dituntut Hukuman Mati, Ini Alasan Kejagung

JAKARTA -Kejaksaan Agung mengungkapkan alasan tim jaksa penuntut umum (JPU) menuntut hukuman mati terhadap…

Sabtu, 19 Mei 2018 11:54

Mantap..!! Presiden Dewan ICAO Anugerahkan Indonesia Council President Certificate

MONTREAL- Indonesia mendapatkan penghargaan dari International Civil Aviation Organization (ICAO). Penghargaan…

Rabu, 16 Mei 2018 21:32

GILAA..!! Hanya karena Dipaksa Sarapan Pagi, Suami Gorok Leher Istrinya

Seorang suami bernama Ahmad Pahmi, 36, di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel, tega menghabisi nyawa…

Rabu, 16 Mei 2018 21:10

Demokrat dan Gerindra Makin Akrab, Tanda-Tanda Berkoalisi?

JAKARTA- Konstelasi pemilihan presiden bergerak semakin dinamis seiring makin dekatnya pendaftaran capres…

Rabu, 16 Mei 2018 21:08

Teroris Jaringan JAD di Tangerang Nyamar Jadi Tukang Vermak Jeans

Tiga terduga teroris yang diringkus Densus 88 Antiteror dipastikan berasil dari jaringan Jemaah…

Rabu, 16 Mei 2018 21:03

BLUNDER..!! Gara-Gara Ini, Admin Akun Presiden Jokowi Dipecat

Sekretariat Presiden telah mencopot salah satu admin pemegang akun @jokowi di Twitter. Penyebabnya adalah…

Rabu, 16 Mei 2018 12:38

Dita Diduga Sudah Lama Berhubungan dengan Abu Bakar

JAKARTA- Densus 88 Antiteror Polri bersama Polda Jatim memburu Abu Bakar, guru tiga keluarga jaringan…

Selasa, 15 Mei 2018 13:20

Survei LSI Denny JA : Elektabilitas Jokowi 46 Persen, tapi Makin Goyah

JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis temuan survei bertajuk 'Jokowi Kuat Tapi…

Selasa, 15 Mei 2018 13:15

Lihatlah, Aksi Heroik AKBP Roni Faisal Selamatkan Aisyah Putri, DRAMATIS..!!

AKBP Roni Faisal Saiful Faton bergerak cepat, menantang maut untuk menyelamatkan Aisyah Putri, 7, anak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .