MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 15 Mei 2018 11:24
Aksi Teror Gerus Elektabilitas Jokowi
Teror bom di Surabaya.

PROKAL.CO, JAKARTA- Rentetan peristiwa terorisme di Tanah Air, memberi dampak bagi calon presiden (capres) petahana. Elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2019 diprediksi bakal tergerus akibat peristiwa terorisme.Sebagai kepala negara, Jokowi dianggap tak mampu menjaga keamanan dalam negeri.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia LSI Denny J.A, Adjie Alfaraby mengatakan, aksi teror dalam dua hari ini bisa saja membawa dampak negatif bagi kepercayaan terhadap pemerintah. Selaku kepala negara, publik bakal mempersepsikan Jokowi lemah dalam hal menangani masalah keamanan dalam negeri. ”Ada kekhawatiran yang meluas di publik terhadap isu keamanan,” ungkapnya kepada wartawan di kantor LSI, Jalan Pemuda Raya, Jakarta, Senin (14/5).

Dilansir INDOPOS, kendati demikian, sambung Adjie, hingga kini, tantangan terberat Jokowi, menurut LSI, ialah menangkal isu-isu yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat seperti masalah ekonomi, isu serbuan tenaga kerja asing dan sentimen agama. Hanya saja, Adjie menilai, rentetan aksi teror itu juga diprediksi menjadi 'peluru' lawan politik yang akan menjadi penantang Jokowi di pemilu 2019. ”Artinya ada figur-figur lain yang akan menjadi harapan kalau kemudian isu keamanan ini semakin menguat menjelang pilpres 2019,” ujarnya.

Menurut Adjie, 11 bulan menuju pemilihan, bakal ada isu-isu yang tak diperkirakan menjadi batu sandungan bagi calon petahana. Hal tersebut berkaca dari pemilihan kepala daerah atau pilpres sebelumnya bahwa banyak kandidat yang tergerus elektoralnya dengan adanya kejadian tak terduga. ”Jangan melihat faktor popularitas dan elektabilitas. Ada faktor lain yang memengaruhi,” imbuh Adjie.

Saat ini, lanjutnya, LSI menyebut elektabilitas Jokowi sebagai calon presiden masih mandeg atau stagnan di bawah 50 persen. Selaku incumbent, posisi itu dinilai masih belum kuat karena beberapa penantang Jokowi belum masif turun ke masyarakat. Hasil survei menunjukkan elektabiltas Jokowi 46 persen, sementara kandidat penantang jika disimulasikan gabungan 12 tokoh, berada di angka 44,7 persen. LSI mengasumsikan survei ini, jika Jokowi dan lawannya saling bertarung dengan komposisi 'head to head'.

”Karena sebagai petahana, harusnya memang elektabilitas minimal di atas 50 persen. Artinya hanya berbeda 2 persen saja, antara elektabilitas Jokowi versus elektabilitas semua capres lainnnya,” tutur Adjie.

Adjie menjelaskan, alasan lembaganya mensimulasi pemilihan presiden diikuti dua pasangan calon. Hampir semua 12 tokoh itu sama-sama menginginkan adanya pergantian kepemimpinan nasional. Namun ia memandang, kans agar Jokowi dapat dikalahkan bisa terjadi apabila beberapa poros kekuatan bersatu. ”Probability (peluang, Red) 50 vs 50. Jokowi bisa dikalahkan jika kekuatan oposisinya bersatu. SBY, Prabowo, Amien Rais dan Gatot perlu bersatu jika ingin kalahkan Jokowi,” kata dia.

Adjie pun menjabarkan, lima faktor Jokowi masih unggul, namun dalam berbagai survei elektabilitasnya tergerus oleh sejumlah isu. Isu - isu itu dinilai LSI mulai efektif digerakan oleh kelompok oposisi diantaranya; tagar #2019GantiPresiden, tenaga kerja asing, ekonomi, pemilih dari kalangan Islam dan apakah Jokowi masih bisa dikalahkan.

Adji mengakui, kelima isu utama ini belum masif lantaran masih gamangnya penantang dapat maju di Pilpres. ”Lawannya (Jokowi, Red) masih tiarap menunggu momen dan memastikan tiket untuk bertarung,” kata dia.

Dalam survei, LSI memilih 1.200 responden dengan metode multi stage random sampling yang dilakukan pada 28 April-5 Mei 2018. Adapun penelitian digelar di 34 Provinsi dan margin of error sekitar 2,9 persen. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto membantahnya. Dia menyebut tetap tingginya elektabilitas Jokowi karena sosok yang disebut merakyat. ”Kalau itu rakyat yang menilai, Pak Jokowi itu kan lembut, merangkul, tersenyum, beliau sering tertawa, kreatif. Terus kalau yang satu kok agak kaku, kok pakai marah-marah, misalnya seperti itu, kalau ini kan beda, buat kami itu style pemimpin, tapi yang penting adalah seorang pemimpin itu membawa harapan,” tukasnya kepada wartawan saat dihubungi, kemarin.

Menurutnya, pemimpin yang dibutuhkan rakyat adalah pemimpin yang membawa kegembiraan untuk rakyat, bukan yang menimbulkan kekhawatiran. ”Seorang pemimpin itu ada di hati rakyat, bukan memecah rakyat. Seorang pemimpin itu membawa kegembiraan karena dia percaya bahwa di tangan pemimpin ini saya akan bisa lebih baik, bukan khawatir. Itu yang harusnya diangkat oleh pemimpin, mengangkat harkat dan martabat rakyat yang paling miskin sekalipun, sehingga mereka punya harapan bahwa di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, saya bisa lebih baik,” jelas dia. (aen/rk)

 

 

 


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 12:58

Jokowi Naik Motor Lalu Terbang, Dikatai Ketahuan Banget Bohongnya dan Lebay

Video aksi Presiden Jokowi terbang naik motor dalam pembukaan Asian Games 2018 tadi malam, ditanggapi…

Minggu, 19 Agustus 2018 12:53

Joni Happy di Jakarta, Nonton Asian Games

Hari yang tak akan pernah dilupakan Yohanes Ande Kala kemarin diakhiri dengan pengalaman istimewa. Nonton…

Sabtu, 18 Agustus 2018 12:16

Tak Puas dengan Istri yang Kayak Patung Saat di Ranjang, Pria Ini Terpesona Desahan Janda

Bertemu janda kembang membuat hidup Donwori lebih bergairah. Keinginannya untuk memuaskan hasrat di…

Sabtu, 18 Agustus 2018 11:25

Sandiaga Berpotensi Disukai Pemilih Milenial Dan Emak-Emak

Dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, kategori pemilih milenial cukup tinggi. Oleh karena…

Jumat, 17 Agustus 2018 22:49

SINTING..!! Usai Tebas Leher Nenek sampai Putus, Udin Teriak Merdeka dan Nyanyi Lagu Indonesia Raya

BANJARMASIN- Lahmudin alias Udin terancam menghuni penjara dalam waktu sangat lama karena memenggal…

Kamis, 16 Agustus 2018 19:44

Manuver Sandi Ini, Bikin Parpol Koalisi Jokowi Gelagapan

JAKARTA- Safari politik yang dilakukan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno ke beberapa tokoh Golkar…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:12

Setelah Ngoceh Soal Gagalnya Jadi Cawapres, Begini Nasib Mahfud MD di Koalisi Jokowi

JAKARTA- Mahfud MD ‘berkoar’ dan membeberkan banyak hal terkait pasangan Joko Widodo (Jokowi)…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:00

Ini Dua Hal yang Mengejutkan dari Omongan Mahfud MD

JAKARTA- Pengamat politik Said Salahudin meyakini pernyataan Mahfud MD di acara ILC (Indonesia Lawyer…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:51

Pernyataan Mahfud Diakui Bikin Suara Jokowi Tergerus

JAKARTA - Perolehan dukungan kepada bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo - Ma’ruf…

Kamis, 16 Agustus 2018 09:43

Awas, Umat Jangan Mau Dipecahbelah

JAKARTA- Pasca pengakuan terbuka Mahfud MD di acara ILC, Rabu malam (14/8), semua jadi terang benderang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .