MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Selasa, 15 Mei 2018 09:15
PPDB Sistem Zonasi Ditentang

Dewan Sebut Fasilitas Pendidikan Belum Siap

Syarifuddin Odang

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – KebijakanDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan yang akan menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini mendapatkan penolakan keras. Wakil Ketua DPRD Balikpapan Syarifuddin Odang menekankan, bahwa fasilitas pendidikan di Kota Minyak belum siap untuk itu.

“Saya tidak setuju. Katanya kebijakan itu untuk pemerataan. Tapi, harus dievaluasi. Sekarang semua orang mindset-nya sekolah yang bagus ada di (kawasan) Gunung Pasir. Kalau mau diratakan, harusnya fasilitasnya dulu, lalu gurunya. Baru penerimaan siswanya. Bukan dibalik,” kata Odang dengan nada tinggi.

Politisi Partai Hanura ini meminta Disdikbud Balikpapan untuk tak banyak berteori. Melainkan turun ke lapangan dan melihat fasilitas yang ada di sekolah. “Misalnya SD 001 di Balikpapan Kota, sama apa tidak kualitasnya dengan SD di utara sana,” imbuhnya.

Mantan ketua Komisi IV DPRD Balikpapan pada 2009-2014 ini menyebut, Disdikbud terlalu melihat mentah-mentah aturan dari pusat. Tanpa melihat kondisi di daerah. Padahal, menurutnya Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB masih bisa dikomunikasikan jika memang kondisi di daerah belum siap. Berkaca pada tahun sebelumnya yang selalu timbul gejolak, dia berharap Disdikbud tak memaksakan.

Diketahui, dalam aturan tersebut, PPDB diatur dalam zonasi. Di mana ada kuota yang ditentukan untuk setiap zonanya. Yakni, 90 persen siswa baru harus berasal dari zona di sekolah tersebut. Kemudian, hanya 10 persen yang boleh lintas zonasi atau menerima siswa dari luar zona yang ditentukan. Selain itu, kuota per kelas juga berkurang. Di mana untuk jenjang SD yang sebelumnya 32 murid menjadi 28 murid saja per kelas. Sedangkan jenjang SMP yang sebelumnya maksimal 36 siswa menjadi maksimal 32 siswa saja per kelas.

Odang kembali memberi contoh kondisi SMP 20 di Jalan Soekarno-Hatta Km 20. Di mana sampai sekarang, air PDAM saja belum melayani sekolah ini. “Dengan zonasi, orang dari Kilo harus sekolah di Kilo. Padahal kalau mereka mampu dan mau sekolah di kota siapa yang larang. Makanya saya pribadi tidak setuju dengan zonasi. Saya tantang itu. Saya tidak mau karena ada diskriminasi di situ,” tegasnya.

Bukan hanya fasilitas sekolahnya saja. Odang menyebut, faktanya sampai sekarang kualitas guru belum merata. Guru yang kualitasnya bagus cenderung berada di sekolah yang bagus. “Silakan saja cek. Disurvei,” imbuhnya.

Odang bahkan memastikan kuota 32 siswa per kelas untuk jenjang SMP dipastikan tak akan berjalan. “Pasti lebih. Kemarin (tahun lalu) saja kita akhirnya sepakat melebihi kuota kan. Karena memang kuotanya masih kurang. Kalau ada orang berbondong-bondong ke sini karena enggak dapat sekolah, kan pasti kami fasilitasi,” tambahnya.

Bukan berarti pihaknya tak mematuhi aturan. Odang mengaku, hanya memperjuangkan agar semua anak bisa sekolah. Apalagi mereka yang kurang mampu. “Saya sendiri mohon maaf, semua anak saya, saya masukkan di swasta. Saya berjuang bukan untuk saya sendiri, tapi murni agar semua bisa mendapatkan pendidikan dengan adil,” pungkasnya. (rsh/one/k15)


BACA JUGA

Selasa, 22 Mei 2018 09:00

Terlalu Panjang, Pangkas Rantai Distribusi

BALIKPAPAN - Bulan Ramadan dan Lebaran permintaan konsumsi masyarakat meningkat dan harga meroket. Para…

Selasa, 22 Mei 2018 08:54

Mei, Inflasi akan Didorong Permintaan Ayam dan Sayuran

LAJU inflasi pada Mei ini diprediksikan di angka 0,40–0,60 persen. Sejauh ini, memang harga bahan…

Senin, 21 Mei 2018 08:18

Pertama Terapkan Konsep WBK dan WBBM

BALIKPAPAN – Setelah melewati satu tahun masa pembangunan, renovasi Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan…

Senin, 21 Mei 2018 08:14

Rutan Balikpapan Berharap Tambahan X-Ray

BALIKPAPAN — Jumlah tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Balikpapan hingga saat ini masih…

Senin, 21 Mei 2018 08:07

Undang Ratusan Warga, Khusus Siapkan LCT, Tugboat dan Speedboat

Ajang buka puasa bersama Plt Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Minggu (20/5), bisa jadi yang…

Minggu, 20 Mei 2018 07:32

Pemkot Belum Sepakat soal Jembatan Tol Laut

BALIKPAPAN – Rencana pembangunan jembatan tol laut Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) memang…

Minggu, 20 Mei 2018 07:27

Sekwan Dikabarkan Mundur, NAH KENAPA?

BALIKPAPAN – Beban menjabat sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) Balikpapan jelas tidak ringan. Tahun…

Minggu, 20 Mei 2018 07:23

Polisi Antisipasi Macet dan Rawan Copet

BALIKPAPAN - Kejahatan diantisipasi saat Ramadan, khususnya di lokasi tempat berkumpulnya masyarakat.…

Minggu, 20 Mei 2018 07:23

Potensi Wisata Terkoneksi dengan 10 Desa

Selama 9-13 April, Agus Bei mengunjungi Kabupaten Berau. Bukan untuk liburan, melainkan melihat pengelolaan…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:26
Kejahatan yang Mengintai Selama Ramadan

Waspadai Pencurian Rumah Kosong

BALIKPAPAN –   Ramadan tiba. Meski setan dibelenggu, namun tidak dengan kejahatan yang dibuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .