MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Selasa, 15 Mei 2018 09:15
PPDB Sistem Zonasi Ditentang

Dewan Sebut Fasilitas Pendidikan Belum Siap

Syarifuddin Odang

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – KebijakanDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan yang akan menerapkan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini mendapatkan penolakan keras. Wakil Ketua DPRD Balikpapan Syarifuddin Odang menekankan, bahwa fasilitas pendidikan di Kota Minyak belum siap untuk itu.

“Saya tidak setuju. Katanya kebijakan itu untuk pemerataan. Tapi, harus dievaluasi. Sekarang semua orang mindset-nya sekolah yang bagus ada di (kawasan) Gunung Pasir. Kalau mau diratakan, harusnya fasilitasnya dulu, lalu gurunya. Baru penerimaan siswanya. Bukan dibalik,” kata Odang dengan nada tinggi.

Politisi Partai Hanura ini meminta Disdikbud Balikpapan untuk tak banyak berteori. Melainkan turun ke lapangan dan melihat fasilitas yang ada di sekolah. “Misalnya SD 001 di Balikpapan Kota, sama apa tidak kualitasnya dengan SD di utara sana,” imbuhnya.

Mantan ketua Komisi IV DPRD Balikpapan pada 2009-2014 ini menyebut, Disdikbud terlalu melihat mentah-mentah aturan dari pusat. Tanpa melihat kondisi di daerah. Padahal, menurutnya Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB masih bisa dikomunikasikan jika memang kondisi di daerah belum siap. Berkaca pada tahun sebelumnya yang selalu timbul gejolak, dia berharap Disdikbud tak memaksakan.

Diketahui, dalam aturan tersebut, PPDB diatur dalam zonasi. Di mana ada kuota yang ditentukan untuk setiap zonanya. Yakni, 90 persen siswa baru harus berasal dari zona di sekolah tersebut. Kemudian, hanya 10 persen yang boleh lintas zonasi atau menerima siswa dari luar zona yang ditentukan. Selain itu, kuota per kelas juga berkurang. Di mana untuk jenjang SD yang sebelumnya 32 murid menjadi 28 murid saja per kelas. Sedangkan jenjang SMP yang sebelumnya maksimal 36 siswa menjadi maksimal 32 siswa saja per kelas.

Odang kembali memberi contoh kondisi SMP 20 di Jalan Soekarno-Hatta Km 20. Di mana sampai sekarang, air PDAM saja belum melayani sekolah ini. “Dengan zonasi, orang dari Kilo harus sekolah di Kilo. Padahal kalau mereka mampu dan mau sekolah di kota siapa yang larang. Makanya saya pribadi tidak setuju dengan zonasi. Saya tantang itu. Saya tidak mau karena ada diskriminasi di situ,” tegasnya.

Bukan hanya fasilitas sekolahnya saja. Odang menyebut, faktanya sampai sekarang kualitas guru belum merata. Guru yang kualitasnya bagus cenderung berada di sekolah yang bagus. “Silakan saja cek. Disurvei,” imbuhnya.

Odang bahkan memastikan kuota 32 siswa per kelas untuk jenjang SMP dipastikan tak akan berjalan. “Pasti lebih. Kemarin (tahun lalu) saja kita akhirnya sepakat melebihi kuota kan. Karena memang kuotanya masih kurang. Kalau ada orang berbondong-bondong ke sini karena enggak dapat sekolah, kan pasti kami fasilitasi,” tambahnya.

Bukan berarti pihaknya tak mematuhi aturan. Odang mengaku, hanya memperjuangkan agar semua anak bisa sekolah. Apalagi mereka yang kurang mampu. “Saya sendiri mohon maaf, semua anak saya, saya masukkan di swasta. Saya berjuang bukan untuk saya sendiri, tapi murni agar semua bisa mendapatkan pendidikan dengan adil,” pungkasnya. (rsh/one/k15)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 09:00
Latihan Skala Besar PHM Menghadapi Situasi Darurat

SUDAH SIAP..!! Jika Ada Kebocoran Pipa, Ini yang Dilakukan PHM

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) selaku operator Wilayah…

Senin, 10 Desember 2018 07:57

Dinas PU Siapkan Desain Pagar

BALIKPAPAN – Sudah tiga nyawa melayang akibat terseret air bah…

Senin, 10 Desember 2018 07:40

Larangan Plastik di Tempat Umum Diterapkan Tahun Depan

BALIKPAPAN - Peraturan Daerah (Perda) terkait larangan penggunaan kantong plastik…

Minggu, 09 Desember 2018 07:18

Terus Berulang, Saran Buat Pagar

PROSES pencarian Amin, bocah delapan tahun yang hanyut di drainase,…

Minggu, 09 Desember 2018 07:13

LIPI Evaluasi Kebun Raya

BALIKPAPAN - Status Kebun Raya Balikpapan (KRB) masih menjadi kewenangan…

Minggu, 09 Desember 2018 07:10

Polda Antisipasi Potensi Penimbun BBM

BALIKPAPAN – Pembatasan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:49

Pemkot Dianggap Tak Punya Taji

BALIKPAPAN  –  Pemkot Balikpapan dianggap tak punya taji. Mengatasi masalah…

Jumat, 07 Desember 2018 07:57

Korban Jiwa Pembakaran Rumah Bertambah

BALIKPAPAN - Setelah bertahan hidup selama tiga hari, Garini (55),…

Kamis, 06 Desember 2018 08:16

Bukan Kasus yang Pertama

BALIKPAPAN – Pengungkapan dugaan praktik pembuatan sabu industri rumahan di…

Kamis, 06 Desember 2018 08:08

Pembinaan Teritorial Kodam VI/Mulawarman Terbaik Ketiga

BALIKPAPAN – Pembinaan teritorial oleh Kodam VI/Mulawarman mendapat apresiasi dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .