MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTARA

Selasa, 15 Mei 2018 08:44
Inflasi Penting Dibahas

Gubernur Minta Perubahan Aturan TPID Dipahami

-

PROKAL.CO, TARAKAN – Seluruh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kaltara diharapkan memahami dan memedomani sejumlah perubahan aturan mengenai TPID. Yakni, Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 23 Tahun 2017 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 500.05-8135 Tahun 2017 tentang TPID.

Penekanan itu disampaikan Gubernur Kaltara Irianto Lambrie saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) TPID se-Kaltara di Kayan Hall Hotel Tarakan Plaza, Senin (14/5).

Berdasarkan Keppres Nomor 23/2017 dan Kepmendagri Nomor 500.05-8135/2017, ketua TPID di kabupaten dan kota adalah bupati atau wali kota, sebelumnya sekretaris daerah. Lantas, untuk tingkat provinsi adalah gubernur, sebelumnya sekretaris provinsi. Kemudian, tingkat nasional, Menko Bidang Perekonomian.     

“Inflasi adalah hal yang penting untuk dibahas dan ditindaklanjuti, utamanya di daerah. Inflasi bisa dilihat dari sisi politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Dari sisi ekonomi, di dunia modern, inflasi berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi,” kata Irianto.

Dari sisi politik, inflasi yang tak terkendali akan memengaruhi jalannya roda pemerintahan. Bahkan, banyak pemimpin dunia yang runtuh kepemimpinannya karena inflasi yang sangat tinggi. “Inflasi yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi akan mengakibatkan kebangkrutan sebuah negara. Lantaran harga kebutuhan pokok naik, harga barang tak terkendali, nilai tukar mata uang tak bisa dikendalikan, dan lainnya. Nah, di sinilah peran BI untuk mengendalikan dan mengawasi peredaran uang di sebuah daerah. Harus diketahui, mata uang adalah salah satu bentuk harkat dan martabat bangsa,” bebernya.

Pertanyaan lainnya, mengapa pertumbuhan ekonomi penting? Sebab, pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan.

“Investasi adalah pemicunya, dari itu, investasi disebut sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Investasi tak mudah didatangkan ke wilayah ini. Dari itu, tingkat inflasi harus di bawah pertumbuhan ekonomi,” ungkap Irianto.

Kemudian, dari aspek sosial, secara langsung atau tidak langsung, tingginya inflasi bisa menimbulkan tingginya angka pengangguran. (hms/san/k11)


BACA JUGA

Senin, 14 Januari 2019 07:27

Tahapan PLBN Labang Dimulai

TANJUNG SELOR – Pembangunan dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN)…

Senin, 14 Januari 2019 07:26

Promosi Pariwisata lewat Simpar

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara melalui Dinas Pariwisata, terus berupaya…

Senin, 14 Januari 2019 07:26

Tujuh Sekolah Raih Adiwiyata

TANJUNG SELOR – Tujuh sekolah di Kaltara meraih penghargaan nasional…

Senin, 07 Januari 2019 08:37

MANTULL PAK GUB..!! 2.500 Rumah Bakal Direhab Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Program rehab rumah bagi masyarakat kurang mampu…

Senin, 07 Januari 2019 08:35

Dokter Spesialis Akan Diberi Fasilitas

TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan memberikan sejumlah…

Jumat, 04 Januari 2019 07:48

Terkendala Minimnya SDM

TANJUNG SELOR – Program pemerintah berupa pendaftaran tanah sistematis lengkap…

Jumat, 04 Januari 2019 07:48

4 DPD Tak Serahkan LPSDK

PROSES penyerahan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) peserta pemilu…

Jumat, 04 Januari 2019 07:46

Bakal Hadir Tiga Perda Retribusi

UPAYA peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi sudah disiapkan…

Jumat, 04 Januari 2019 07:44

Tidak Ada Anggaran untuk Korban Bencana

TARAKAN – Korban tanah longsor kemungkinan tidak mendapatkan bantuan dana…

Jumat, 04 Januari 2019 07:43

Penyegaran di Lingkungan Polres Bulungan

TANJUNG SELOR – Penyegaran di tingkat perwira pertama menjadi agenda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*