MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 15 Mei 2018 07:37
Ramadan, Produksi CPO Berpotensi Naik

Penuhi Pasokan Industri Olahan Makanan

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Produksi dan ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) diprediksi meningkat pada akhir kuartal pertama 2018. Faktor pendorongnya adalah permintaan yang tinggi menjelang Ramadan untuk memenuhi pasokan industri olahan makanan. Bukan hanya dari pasar domestik, melainkan juga ekspor.

Berdasar data Kementerian Perindustrian, pada triwulan pertama 2018, industri pengolahan non-migas tumbuh 5,03 persen. Itu naik jika dibandingkan periode yang sama 2017 sebesar 4,80 persen. Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98 persen. Diikuti industri makanan dan minuman yang menempati angka pertumbuhan hingga 12,70 persen.

Nah, momen Ramadan bakal menjadi pendorong permintaan di industri makanan yang berimbas pada peningkatan produksi minyak kelapa sawit. “Dengan daya beli masyarakat yang terus berangsur membaik, industri jadi semakin optimistis untuk menggenjot produksinya,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Selain itu, pertumbuhan disebabkan beberapa faktor lain. Sebut saja meningkatnya purchasing manager index (PMI) dan kenaikan harga komoditas.

Sementara itu, menilik catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), sampai Februari lalu produksi masih menunjukkan penurunan 2 persen atau 3,4 juta ton jika dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, Sekretaris Jenderal Gapki Togar Sitanggang menyebut, penurunan produksi tersebut cukup wajar.

Dengan produksi yang masih stabil dan ekspor yang belum meningkat, stok minyak sawit Indonesia tetap terjaga di kisaran 3,5 juta ton hingga akhir Februari 2018. ”Pada bulan mendatang, diperkirakan ekspor mulai meningkat, terutama ke negara-negara Timur Tengah dan Pakistan. Negara tersebut mulai menyiapkan stok untuk menyambut Ramadan,” ujar Togar.

Ekspor menuju Tiongkok juga diperkirakan meningkat. Itu terkait rencana Tiongkok menaikkan tarif impor kedelai dari AS. Kebijakan tersebut disebut Togar sebagai kebijakan balasan atas Pemerintah AS yang menaikkan tarif impor baja, aluminium, mesin cuci, dan panel surya dari Tiongkok. Plus rencana menaikkan jumlah impor 2 juta ton minyak sawit dari Indonesia.

Di pasar domestik, industri pengolahan, termasuk industri makanan, mencatatkan pertumbuhan 4,50 persen pada triwulan pertama 2018. Lebih tinggi daripada periode yang sama tahun sebelumnya (4,28 persen). ”Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan produksi, baik di sektor skala besar maupun industri kecil dan menengah (IKM). Selain itu, adanya kenaikan ekspor untuk komoditas non-migas,” kata Airlangga.

Di tengah tantangan global seperti pelemahan rupiah, pemerintah bertekad memacu pertumbuhan industri manufaktur dengan menarik investasi dan menggenjot ekspor. Aktivitas sektor pengolahan konsisten membawa efek ganda bagi perekonomian nasional. Di antaranya, peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, serta penerimaan devisa dari ekspor. (agf/jpnn/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 06:58

Bisnis Otomotif Kian Optimistis

BALIKPAPAN - Memasuki kuartal II 2018, penjualan industri otomotif di Kaltim diyakini membaik. Adanya…

Kamis, 24 Mei 2018 06:56

Jumlah Petani Jadi Atensi

SAMARINDA - Pemerintah dituntut terus berinovasi dalam meningkatkan produksi beras di Kaltim. Selain…

Kamis, 24 Mei 2018 06:53

Terancam Alami Penurunan Produksi

BALIKPAPAN - PT Pertamina (Persero) diharapkan segera melakukan investasi minyak dan gas bumi (migas)…

Kamis, 24 Mei 2018 06:51

Ekonomi Syariah Jadi Prioritas

SAMARINDA - Bank Indonesia berusaha terus mengembangkan ekonomi syariah. Pasalnya, saat ini sektor bank…

Kamis, 24 Mei 2018 06:45

Ngaji 1 Juz, Gratis 2 Liter Pertalite

BALIKPAPAN - Memeriahkan sekaligus mensyukuri datangnya Ramadan 1439 Hijriah, PT Pertamina (Persero)…

Rabu, 23 Mei 2018 06:50

Penaikan Bunga Acuan Belum Efektif

SAMARINDA  – Setelah pekan lalu agak tenang setelah penaikan suku bunga oleh Bank Indonesia,…

Rabu, 23 Mei 2018 06:47

Stabilkan Harga Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan terus berupaya menstabilkan harga bahan pokok saat peak season, seperti…

Rabu, 23 Mei 2018 06:45

Produksi Ikan Ditarget Meningkat 5 Persen

SAMARINDA - Konsumsi ikan di Kaltim kerap melampaui target nasional. Konsumsi ikan rata-rata masyarakat…

Rabu, 23 Mei 2018 06:43

RENDAH..!! Nilai Investasi Kaltim Masih 12,36 Persen

SAMARINDA - Nilai investasi yang masuk ke Kaltim pada triwulan pertama 2018 belum maksimal. Ditarget…

Rabu, 23 Mei 2018 06:39

Menanti Kepastian Alih Kelola

BALIKPAPAN - Meski secara tertulis nasib eksploitasi minyak dan gas (migas) di Blok East Kalimantan,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .