MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 15 Mei 2018 07:37
Ramadan, Produksi CPO Berpotensi Naik

Penuhi Pasokan Industri Olahan Makanan

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Produksi dan ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) diprediksi meningkat pada akhir kuartal pertama 2018. Faktor pendorongnya adalah permintaan yang tinggi menjelang Ramadan untuk memenuhi pasokan industri olahan makanan. Bukan hanya dari pasar domestik, melainkan juga ekspor.

Berdasar data Kementerian Perindustrian, pada triwulan pertama 2018, industri pengolahan non-migas tumbuh 5,03 persen. Itu naik jika dibandingkan periode yang sama 2017 sebesar 4,80 persen. Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98 persen. Diikuti industri makanan dan minuman yang menempati angka pertumbuhan hingga 12,70 persen.

Nah, momen Ramadan bakal menjadi pendorong permintaan di industri makanan yang berimbas pada peningkatan produksi minyak kelapa sawit. “Dengan daya beli masyarakat yang terus berangsur membaik, industri jadi semakin optimistis untuk menggenjot produksinya,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Selain itu, pertumbuhan disebabkan beberapa faktor lain. Sebut saja meningkatnya purchasing manager index (PMI) dan kenaikan harga komoditas.

Sementara itu, menilik catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), sampai Februari lalu produksi masih menunjukkan penurunan 2 persen atau 3,4 juta ton jika dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, Sekretaris Jenderal Gapki Togar Sitanggang menyebut, penurunan produksi tersebut cukup wajar.

Dengan produksi yang masih stabil dan ekspor yang belum meningkat, stok minyak sawit Indonesia tetap terjaga di kisaran 3,5 juta ton hingga akhir Februari 2018. ”Pada bulan mendatang, diperkirakan ekspor mulai meningkat, terutama ke negara-negara Timur Tengah dan Pakistan. Negara tersebut mulai menyiapkan stok untuk menyambut Ramadan,” ujar Togar.

Ekspor menuju Tiongkok juga diperkirakan meningkat. Itu terkait rencana Tiongkok menaikkan tarif impor kedelai dari AS. Kebijakan tersebut disebut Togar sebagai kebijakan balasan atas Pemerintah AS yang menaikkan tarif impor baja, aluminium, mesin cuci, dan panel surya dari Tiongkok. Plus rencana menaikkan jumlah impor 2 juta ton minyak sawit dari Indonesia.

Di pasar domestik, industri pengolahan, termasuk industri makanan, mencatatkan pertumbuhan 4,50 persen pada triwulan pertama 2018. Lebih tinggi daripada periode yang sama tahun sebelumnya (4,28 persen). ”Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan produksi, baik di sektor skala besar maupun industri kecil dan menengah (IKM). Selain itu, adanya kenaikan ekspor untuk komoditas non-migas,” kata Airlangga.

Di tengah tantangan global seperti pelemahan rupiah, pemerintah bertekad memacu pertumbuhan industri manufaktur dengan menarik investasi dan menggenjot ekspor. Aktivitas sektor pengolahan konsisten membawa efek ganda bagi perekonomian nasional. Di antaranya, peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, serta penerimaan devisa dari ekspor. (agf/jpnn/ndu/k15)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 12:02

5 Tips Diet ala Mayang

-         Kesungguhan Apapun jenis program diet yang Anda lakukan,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Target Turunkan Angka Kemiskinan 8,5 Persen

JAKARTA  –   Pemerintah bertekad menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 8,5…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:03

Belum Swasembada Kedelai

SURABAYA  –  Tingginya konsumsi kedelai di Tanah Air masih belum diimbangi dengan suplai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .