MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 15 Mei 2018 07:37
Ramadan, Produksi CPO Berpotensi Naik

Penuhi Pasokan Industri Olahan Makanan

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Produksi dan ekspor minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) diprediksi meningkat pada akhir kuartal pertama 2018. Faktor pendorongnya adalah permintaan yang tinggi menjelang Ramadan untuk memenuhi pasokan industri olahan makanan. Bukan hanya dari pasar domestik, melainkan juga ekspor.

Berdasar data Kementerian Perindustrian, pada triwulan pertama 2018, industri pengolahan non-migas tumbuh 5,03 persen. Itu naik jika dibandingkan periode yang sama 2017 sebesar 4,80 persen. Sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah industri mesin dan perlengkapan sebesar 14,98 persen. Diikuti industri makanan dan minuman yang menempati angka pertumbuhan hingga 12,70 persen.

Nah, momen Ramadan bakal menjadi pendorong permintaan di industri makanan yang berimbas pada peningkatan produksi minyak kelapa sawit. “Dengan daya beli masyarakat yang terus berangsur membaik, industri jadi semakin optimistis untuk menggenjot produksinya,” ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Selain itu, pertumbuhan disebabkan beberapa faktor lain. Sebut saja meningkatnya purchasing manager index (PMI) dan kenaikan harga komoditas.

Sementara itu, menilik catatan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), sampai Februari lalu produksi masih menunjukkan penurunan 2 persen atau 3,4 juta ton jika dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, Sekretaris Jenderal Gapki Togar Sitanggang menyebut, penurunan produksi tersebut cukup wajar.

Dengan produksi yang masih stabil dan ekspor yang belum meningkat, stok minyak sawit Indonesia tetap terjaga di kisaran 3,5 juta ton hingga akhir Februari 2018. ”Pada bulan mendatang, diperkirakan ekspor mulai meningkat, terutama ke negara-negara Timur Tengah dan Pakistan. Negara tersebut mulai menyiapkan stok untuk menyambut Ramadan,” ujar Togar.

Ekspor menuju Tiongkok juga diperkirakan meningkat. Itu terkait rencana Tiongkok menaikkan tarif impor kedelai dari AS. Kebijakan tersebut disebut Togar sebagai kebijakan balasan atas Pemerintah AS yang menaikkan tarif impor baja, aluminium, mesin cuci, dan panel surya dari Tiongkok. Plus rencana menaikkan jumlah impor 2 juta ton minyak sawit dari Indonesia.

Di pasar domestik, industri pengolahan, termasuk industri makanan, mencatatkan pertumbuhan 4,50 persen pada triwulan pertama 2018. Lebih tinggi daripada periode yang sama tahun sebelumnya (4,28 persen). ”Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan produksi, baik di sektor skala besar maupun industri kecil dan menengah (IKM). Selain itu, adanya kenaikan ekspor untuk komoditas non-migas,” kata Airlangga.

Di tengah tantangan global seperti pelemahan rupiah, pemerintah bertekad memacu pertumbuhan industri manufaktur dengan menarik investasi dan menggenjot ekspor. Aktivitas sektor pengolahan konsisten membawa efek ganda bagi perekonomian nasional. Di antaranya, peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, serta penerimaan devisa dari ekspor. (agf/jpnn/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:54

Standar Euro 4 Dongkrak Harga Mobil

JAKARTA – Mulai 7 Oktober 2018, semua mobil yang dipasarkan di Indonesia wajib berstandar emisi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar

JAKARTA – Kinerja neraca dagang pada September mulai menunjukkan tren positif. Setelah berkali-kali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:47

Dorong Industri Mamin Agresif di Pasar Ekspor

SURABAYA – Industri makanan dan minuman (mamin) menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:46

REI Usulkan Harga Rumah Subsidi Naik

BALIKPAPAN - Realestat Indonesia (REI) mengusulkan adanya kenaikan harga rumah bersubsidi. Ketua Komisariat…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:37

Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Properti

JAKARTA – Selisih kebutuhan rumah dengan kapasitas pengembang masih cukup lebar. Berdasar data…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Uang Elektronik Gaet Generasi Milenial

SURABAYA – Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap metode transaksi pembayaran yang cepat mendorong…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Sejak 2017, Nilai Aset Negara Naik Rp 4.190 Triliun

JAKARTA - Sebanyak 945.460 aset negara yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga serta instansi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:35

Ekonomi Domestik dan Sentimen Brexit Dorong Rupiah Menguat

JAKARTA - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diharapkan dapat kembali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:34

Kesejahteraan Pangan Jadi Perhatian

JAKARTA – Kesejahteraan pangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar memperoleh kecukupan…

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .