MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 15 Mei 2018 07:37
Dituntut Hadirkan Sektor Hilirisasi
ENGGAN TERLENA: Pengusaha sawit di Kaltim berharap pemerintah segera memerhatikan sektor hilirisasi dan tidak bergantung dengan ekspor CPO.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pengusaha sawit di Kaltim harus bersabar. Keinginan Indonesia memiliki sektor hilirisasi sawit untuk mengolah crude palm oil (CPO) menjadi produk olahan sulit terpenuhi. Pasalnya, pemerintah mengklaim masih memiliki kendala. Seperti, target-target pabrik olahan CPO yang hingga saat ini belum sesuai harapan.

Kepala Dinas Perkebunan Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, sampai akhir 2017 lalu baru ada 75 pabrik CPO yang beroperasi di Kaltim. Jumlah ini sebenarnya bisa bertambah. Karena Bumi Etam semestinya sudah memiliki 90 pabrik. Sayang, 15 pabrik CPO belum beroperasi.

“Dari 15 perusahaan yang belum mengoperasikan pabrik baru itu, sebagian sudah masuk tahap commissioning. Artinya, semakin dekat untuk segera berproduksi,” ujar Ujang, Senin (14/5).

Dia menjelaskan, selain sudah masuk tahap commissioning, ada yang baru tahap konstruksi, land clearing, dan dalam proses perizinan. Sehingga tahun ini, semua pabrik ditargetkan beroperasi. Idealnya Kaltim memiliki lebih banyak pabrik. Jika ditinjau dari segi ekonomis, seperti luasan lahan produktif dan kapasitas produksi tanda buah segar (TBS) kelapa sawit, mestinya sudah banyak perusahaan yang punya pabrik.

“Aturannya, perusahaan yang punya minimal 6.000 hektare lahan sawit produktif, harusnya sudah punya pabrik pengolahan CPO sendiri,” ujarnya.

Namun, kata Ujang, banyak perusahaan yang belum memenuhi ketentuan itu. Disbun Kaltim mencatat, saat ini ada 351 perusahaan sawit yang memegang 297 izin usaha perkebunan (IUP), dengan luas lahan mencapai 2,26 juta hektare. Sedangkan pemegang izin hak guna usaha (HGU) hanya 156 perusahaan, dengan luas lahan 1,02 juta hektare.

“Dari 351 perusahaan sawit, baru ada 75 pabrik. Jumlah itu sangat sedikit. Seharusnya bisa jauh lebih banyak,” tuturnya.

Di Kaltim, olahan paling hilir dari kelapa sawit masih sebatas CPO. Ke depan, pemprov memang ingin menyegerakan kehadiran pusat olahan lebih lanjut dari komoditas ini. Agar menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan dan masyarakat. Artinya, tidak semata-mata hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga dapat menguntungkan daerah.

“Industri hilir sawit jadi peluang bisnis paling seksi di Bumi Etam. Namun, hingga saat ini baru sebatas CPO, untuk pabrik itu saja masih banyak target yang meleset,” tutupnya.

Sebelumnya, Pembina Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Kaltim, Azmal Ridwan meminta pemerintah tidak hanya fokus pada ekspor CPO. Tapi, juga memikirkan pabrik hilirisasi. Supaya lebih menguntungkan masyarakat dan tentunya pengusaha. “Kalau kita jual berupa produk jadi seperti mentega, oli, sabun, dan lainnya. Pasti untungnya lebih banyak,” tuturnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:27

Asuransi Optimistis Tumbuh 20 Persen

JAKARTA – Industri asuransi tetap optimistis bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini. Indonesia dinilai…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Penambahan Subsidi Solar Belum Final

JAKARTA – Masyarakat harus bersabar. Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)…

Jumat, 18 Mei 2018 06:23

Usaha Ritel di Surabaya Menurun 70 Persen

SURABAYA – Setelah kejadian teror bom di Surabaya dan Sidoarjo, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia…

Kamis, 17 Mei 2018 06:59

Pangkas Rantai Tata Niaga, Hindari Lonjakan Harga

SAMARINDA – Panjangnya rantai perdagangan di Kaltim serta kendala dalam proses distribusi diklaim…

Kamis, 17 Mei 2018 06:57

Indikasi Ekonomi Kaltim Terus Tumbuh

BALIKPAPAN - Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) kian optimistis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .