MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 15 Mei 2018 07:33
PLN Mudahkan Investasi di Kaltim-Kaltara

Mei, Interkoneksi Sistem Mahakam dengan Barito Tersambung

JALIN SINERGI: PLN berencana menyambung Sistem Mahakam dengan Sistem Barito untuk memenuhi kebutuhan listrik di Kaltim-Kaltara seperti yang dibahas dalam MSF 2018 di Balikpapan, Senin (14/5). (IST)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – PT PLN terus berusaha menjalankan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Kaltim dan Kaltara. Senin (14/5) mereka menggelar acara Multi Stakeholders Forum (MSF) di Balikpapan, sebagai ajang sosialisasi tentang kesiapan mereka dalam melistriki seluruh daerah di Bumi Etam dan Kaltara.

Pada acara temu stakeholders dengan tema “Peran PLN dalam Mendukung Kemudahan Berinvestasi dan Melistriki Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T)“ ini, hadir jajaran stakeholder PLN dari pemerintahan, aparatur negara, akademisi, asosiasi, LSM, mitra kerja, hingga pelanggan.

Mewakili Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Asisten II Pemprov Kaltim Ichwansyah hadir untuk membuka acara. Dalam sambutannya, dia mengatakan, infrastruktur kelistrikan memiliki peran yang sangat penting terhadap kelancaran kegiatan penunjang mobilitas masyarakat dan distribusi komoditi ekonomi. Untuk itu, pihaknya menyambut baik tekad PLN untuk melistriki daerah 3T seperti yang diusung dalam tema MSF 2018 ini.

“Sudah pasti tekad PLN untuk melistriki daerah 3T akan mendukung kemudahan berinvestasi di Kaltim. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat ke Maratua. Di sana sudah mulai tumbuh bisnis perhotelan, vila, dan restoran. Di daerah perbatasan seperti Mahakam Ulu sudah ada rumah sakit dan puskesmas yang membutuhkan ketersediaan listrik. Saya pikir, sangat tepat jika PLN dapat memperkuat ketersediaan listrik di pulau-pulau terluar dan potensial untuk pengembangan industri di sana,” terang Ichwansyah.

Pakar ekonomi nasional yang hadir pada acara ini, Achmad Akbar Susamto, mengatakan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan akan tenaga listrik merupakan hal yang memengaruhi satu sama lain. Pada kondisi yang ideal, pertumbuhan listrik dan pertumbuhan ekonomi seharusnya berada pada level yang seimbang.

Pada triwulan I 2018, ekonomi di Kaltim tumbuh 1,77 persen. Angka ini masih berpotensi untuk meningkat hingga 0,7 persen dengan bertambahnya suplai listrik yang ada saat ini.

Dalam upaya pemenuhan tenaga listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, PLN tentunya membutuhkan dukungan dari seluruh jajaran stakeholders. Sebagaimana yang diutarakan General Manager PLN Wilayah Kaltimra Riza Novianto Gustam bahwa dalam proyek 35.000 MW Kaltim dan Kaltara bertanggung jawab atas proyek sebesar 790 MW.

Proyek pengembangan infrastruktur tenaga listrik yang saat ini tengah berjalan sesuai RUPTL 2018–2022 tentunya tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari pemerintahan, aparatur negara, dan stakeholders lainnya.

“Saat ini, kami sedang menyelesaikan proyek interkoneksi antara Sistem Mahakam di Kaltim dengan Sistem Barito di Kalsel yang rencananya Mei ini sudah mulai menyambung interkoneksinya. Kami targetkan pada 2020 Kaltim, Kaltara, dan Kalsel sudah sepenuhnya dalam sistem interkoneksi. Jika ini berjalan, maka dipastikan listrik andal dan lebih siap mendukung pertumbuhan ekonomi dari Kaltim hingga Kaltara,” kata Riza.

Cadangan daya sebesar 200 MW pada Sistem Mahakam tentunya menunjukkan kesiapan PLN dalam mendukung industri dan kemudahan berinvestasi. Selain pemasaran agresif, PLN juga menyatakan kesiapannya untuk melistriki kawasan industri, baik di Kaltim maupun Kaltara.

“Kami ingin menghidupkan kawasan industri. Kenyataan di lapangan saat ini, ada satu kawasan industri yang listriknya belum siap. Karena alasan regulasi, PLN belum dapat masuk ke sana. Inilah yang menjadi perhatian dan kami memohon dukungan dari pemerintah daerah untuk menjembatani kemudahan masuk ke kawasan industri ini,” sambungnya.

Menyoal rasio eletrifikasi (RE), Riza mengatakan, bahwa RE di Kaltim dan Kaltara saat ini adalah 92,17 persen. Tahun 2018 ini, target RE adalah 93,92 persen. Sedangkan tahun 2020, target RE adalah 100 persen. Sementara itu, terkait upaya melistriki daerah 3T, PLN mengatakan, bahwa saat ini pada tahun 2018 100 persen desa di Kaltim dan Kaltara sudah berlistrik.

“Desa berlistrik terdiri dari PLN dan non-PLN. Tentunya ini masih merupakan tanggung jawab kami untuk memperluas jaringan pada desa-desa yang belum tersentuh PLN. Utamanya juga pada desa yang saat ini masih belum 24 jam beroperasi listriknya, akan menjadi perhatian khusus dari kami,” lanjut Riza.

Dalam upaya untuk menerangi lokasi 3T, tentunya perjuangan PLN tidak dikatakan mudah. Medan jalan yang berat dan kendala akses transportasi seperti jalanan ambles, becek, hingga menyeberangi sungai yang berjeram adalah tantangan yang sehari-hari dihadapi tim PLN di lapangan.

Mengatasi kesulitan tersebut, Riza mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah merancang untuk memanfaatkan kearifan lokal yang dapat membantu mempercepat kehadiran listrik di daerah 3T. Salah satunya, membangun sistem kelistrikan lokal di sana dengan menggunakan solar cell, PLTS, atau komponen-komponen lainnya yang mendukung energi baru terbarukan.

“Akan kita upayakan langkah-langkah tadi untuk memenuhi kebutuhan listrik lokasi yang sulit terjangkau tadi. Upaya ini tentunya untuk mewujudkan pemerataan dan listrik yang berkeadilan, bahwa seluruh warga harus mendapatkan listrik secara layak. Untuk itu kami butuh dukungan dari pemda dan TNI-Polri. Sebab, kami tahu bahwa stakeholders memiliki kekuatan dan kemampuan untuk sama-sama bersinergi mengatasi tantangan-tantangan ini,” pungkas Riza. (*/deo/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .