MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 15 Mei 2018 07:31
Harus Manuver ke Industri Pengolahan

BI Kaltim Minta Pemerintah Fokus dan Sediakan Anggaran

MANUVER: Batu bara masih memberi andil besar dalam pertumbuhan perekonomian Bumi Etam. Tapi, BI Kaltim meminta pemerintah tidak bergantung pada sektor pertambangan dan harus beralih ke industri pengolahan.(fuad/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim mendorong pemerintah daerah beralih dari perekonomian tidak terbarukan, ke lapangan usaha yang dapat diperbarui. Supaya tidak bergantung pada sektor tambang dan penggalian dan perekonomian di Kaltim lebih kukuh.

Kepala KPw-BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, sejak beberapa tahun lalu, ekonomi Kaltim masih ditopang pertambangan dan penggalian non-migas, yaitu batu bara. Terlihat pada semester I 2018, di mana pertambangan dan penggalian masih mendominasi 46,33 persen terhadap struktur perekonomian Kaltim.

“Mengingat masih tingginya andil pertambangan dan penggalian terhadap pembentukan ekonomi di Kaltim, pemerintah setempat harus serius menjalankan program peningkatan untuk mendongkrak sektor lain yang terbarukan,” ungkapnya kepada Kaltim Post Senin (14/5).

Menurutnya, lapangan usaha yang paling cepat menggantikan posisi pertambangan dan penggalian adalah industri pengolahan. Karena lapangan usaha ini memberikan andil sebesar 18,81 persen atau senilai Rp 29,22 triliun dari total produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim Rp 155,4 triliun pada triwulan I 2018.

"Meski disadari, bahwa industri pengolahan ini di dalamnya juga ada pengolahan migas, namun sektor ini yang tercepat naik karena posisinya sudah tinggi. Produk Kaltim yang sebelumnya dijual mentah, harus diolah dulu untuk menaikkan pendapatan," katanya.

Dia menjelaskan, saat ini Pemprov Kaltim sudah melakukan upaya untuk menggali dan menggenjot kinerja agar bisa beralih ke sektor yang dapat diperbarui. Namun, upaya itu belum fokus karena berbagai alasan, terutama masalah keuangan.

"Kalau dibilang pemprov tidak ada upaya, saya kira tidak begitu. Upaya ke arah sana sudah ada, tapi kalau dibilang upaya itu belum optimal, memang iya. Untuk mengubah ketergantungan dari sektor yang tidak terbarukan adalah harus fokus," urainya.

Nur mengatakan, apabila bisa fokus maka program tersebut diyakini bisa terwujud. Fokus ini juga harus didukung dengan anggaran untuk sektor tersebut. Contoh saja ingin mengembangkan pertanian, tapi tidak ada anggaran yang fokus untuk itu maka dipastikan sulit tercapainya.

“Harus fokus jika memang ingin lepas dari ketergantungan batu bara. Jangan sampai, tiap tahun selalu dibahas dan ada perencanaan tapi tidak didukung oleh anggaran yang jelas. Saya yakin Kaltim akan berhasil keluar dari ketergantungan batu bara jika sudah fokus,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 06:36

Truk ODOL Jadi PR Kemenhub

JAKARTA – Kecelakaan kendaraan barang maupun orang masih menjadi pekerjaan rumah Kementerian Perhubungan.…

Rabu, 23 Mei 2018 06:35

Revisi UU, Susi Titip “Tenggelamkan

JAKARTA – Revisi UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan sedang dibahas di Komisi IV DPR. Menteri…

Selasa, 22 Mei 2018 06:42

Kontribusi Pajak Manufaktur Menjanjikan

JAKARTA – Industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar dalam penerimaan pajak berdasar…

Selasa, 22 Mei 2018 06:41

Pemudik Tujuan Sulsel Mendominasi

BALIKPAPAN - Jelang mudik Idulfitri, gelombang penumpang angkatan laut maupun udara menuju Sulawesi…

Selasa, 22 Mei 2018 06:39

Indonesia Bisa Jadi Macan Ekonomi Digital

JAKARTA  – Pertumbuhan teknologi di Indonesia menujukan perubahan positif. Bahkan Indonesia…

Selasa, 22 Mei 2018 06:39

Penerbangan Extra Flight Dimulai 8 Juni

JAKARTA – Maskapai penerbangan mulai menambah kapasitas angkutan untuk mengantisipasi lonjakan…

Selasa, 22 Mei 2018 06:38

Penjualan Sepatu Masih Lesu

SURABAYA – Tren penjualan sepatu dan alas kaki di Jawa Timur masih lambat. Momen Ramadan dan Lebaran…

Selasa, 22 Mei 2018 06:36

Menteri Susi: Tenggelamkan! Bukan Sensasi

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terkenal nyentrik. Dalam menjalankan tugas…

Selasa, 22 Mei 2018 06:34

Awal Pekan, IHSG dan Rupiah Melemah

JAKARTA - Pasar saham Indonesia sepanjang perdagangan awal pekan ini, berjalan melemah di zona merah.…

Senin, 21 Mei 2018 06:33

Porsi Kaltim Masih Kecil

  Belum Merata, Target Pertumbuhan 5,8 Persen Diklaim Sulit === Sub BALIKPAPAN – Target pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .