MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 14 Mei 2018 10:35
Kesiangan, Mahasiswa Samarinda Tak ke GKI Diponegoro
TERDUGA PELAKU: Dita Oepiarto (kedua kanan) dan Puji Kuswati (kanan) bersama empat anak mereka.

PROKAL.CO, AXEL Othniel mungkin saja menjadi salah satu korban bom. Mahasiswa asal Kaltim yang tengah mengenyam pendidikan di Kota Pahlawan itu selama ini sering beribadah di GKI Diponegoro, salah satu lokasi teror pengeboman. Tiga lokasi ledakan bom kemarin adalah di depan Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), Jalan Ngagel Madya; GKI Diponegoro, Jalan Raya Diponegoro; dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.

"Saya (kemarin) sudah merencanakan bangun pagi untuk beribadah. Tapi kesiangan karena semalam tidur terlalu larut. Tak lama saya malah mendapat kabar peristiwa ini," ucapnya kepada Kaltim Post melalui aplikasi WhatsApp kemarin sore. Dia mengatakan, kabar teror tersebut langsung membuat keluarga dan kerabat di Samarinda khawatir. Ponsel pintarnya tak henti berbunyi. Axel pun memberikan penjelasan satu demi satu.

Mahasiswa jurusan arsitektur di Universitas Kristen Petra itu mengatakan dirinya bukanlah jemaat tetap di gereja itu. Namun, dia cukup sering beribadah di sana karena merasa nyaman. Axel bercerita, setiap kegiatan di sana selalu dijaga tim keamanan. Ada satpam dan polisi yang stand by saat prosesi ibadah. "Setiap Minggu ada beberapa jadwal ibadah. Pada pagi hari dibagi dalam tiga waktu. pukul 06.00 WIB, 08.00 WIB, dan 10.00 WIB. Sementara ibadah sore dimulai pukul 17.30 WIB," ucapnya. Saat pagi, kata Axel, jemaat memang selalu ramai.

Dia menjelaskan, letak GKI Diponegoro cukup strategis. Berada di pusat kota. Bangunannya cukup dekat dari jalan. Tanpa pagar. Kontras dengan gereja kebanyakan yang memiliki pagar dan jarak bangunan ke badan jalan cukup jauh.

Biasanya, Axel pergi beribadah dengan kawan-kawannya. Namun, setelah kejadian ini, dia sementara memilih untuk tidak ke gereja sampai kondisi aman. "Puji Tuhan, saya dan kawan baik-baik saja. Kami diminta untuk tidak beraktivitas di gereja sementara waktu," kata dia. Mahasiswa semester enam itu kini semakin waspada setelah peristiwa teror itu.

KABAR SIMPANG SIUR

Mahasiswa asal Kaltim lainnya, Eka Herawati, mengatakan, setelah kejadian tersebut kondisi Surabaya sedikit mencekam. Puluhan petugas keamanan hilir-mudik mengamankan lokasi. Mahasiswa Universitas Surabaya itu pun memilih untuk berdiam di indekos. "Banyak keluarga yang khawatir. Tapi saya jelaskan bahwa tidak ada yang perlu dicemaskan. Saya pun memantau kondisi dari sumber tepercaya. Sebab, sejak pagi banyak kabar hoax bertebaran," ucap alumnus SMA 2 Samarinda itu. Dia mengatakan, setelah kejadian tersebut tak ada keramaian lain di Kota Pahlawan. Padahal, kata Eka, kemarin rencananya diadakan Festival Rujak Uleg di pusat kota. Perempuan berjilbab itu menyebut, setiap minggu selama Mei memang banyak dilakukan kegiatan. Hal tersebut dilakukan untuk memperingati HUT Surabaya.  

Mahasiswa asal Benua Etam lainnya, Vera Chandra Terrakota, yang berkuliah di Universitas Surabaya, menuturkan situasi di Kota Pahlawan masih dalam penjagaan ketat aparat gabungan. Penjagaan ketat itu terkonsentrasi di area tempat terjadinya ledakan bom, yakni di Jalan Diponegoro, Jalan Arjuno, dan kawasan Manyar. “Situasi saat ini (kemarin) di Surabaya memang masih tegang dan mencekam. Apalagi banyak informasi simpang siur tentang adanya bom susulan di beberapa titik keramaian,” katanya.

Vera mengatakan tidak mendengar suara ledakan bom saat kejadian karena tinggal jauh dari lokasi teror. Namun, dia memastikan bom tidak berada dekat dengan fasilitas milik Pemprov Kaltim atau pemkot/pemkab Kaltim di Surabaya. Hanya asrama Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) di daerah Manyar. Itu pun masih jauh dari lokasi bom. Sekitar 1,8 kilometer.  (roe/*/him/far/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 09:13

Fokus dan Bonus

JAKARTA - Skuat Timnas Indonesia U-23 dijanjikan mendapat bonus jika mampu mengalahkan Hong Kong di…

Senin, 20 Agustus 2018 09:06

Empat Titik Keretakan di Mahakam

BALIKPAPAN - Meski dinyatakan aman, konstruksi Jembatan Mahakam, Samarinda masih sangat rawan. Sebab,…

Senin, 20 Agustus 2018 09:05

Getaran Gempa Susulan Terasa hingga Makassar

JAKARTA - Gempa susulan masih dirasakan masyarakat Lombok dan sekitarnya. Minggu (19/8), dua gempa…

Senin, 20 Agustus 2018 08:55

Cegah Korban Jiwa, Batu Diledakkan

KECELAKAAN kapal di Sungai Bahau, Long Aran, Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau kerap terjadi. Untuk…

Senin, 20 Agustus 2018 08:50

Cita-Cita Menjadi Guru Berubah Gelap

Pada usia yang sangat muda, WA menanggung beban segunung. Dia diperkosa dan dihukum penjara. Keluarganya…

Minggu, 19 Agustus 2018 11:00
Duit Pemprov Pas-pasan, Berat Bayar Utang Proyek MYC

SUDAHLAH...!! Jangan Dipaksa, Sebaiknya Ditunda

SAMARINDA – Langkah Pemprov Kaltim dan DPRD Kaltim tampaknya makin berat. Upaya rasionalisasi…

Minggu, 19 Agustus 2018 08:36

Pesta Olahraga dengan Suguhan Rp 600 M

JAKARTA – Indonesia memulai Asian Games 2018 dengan sempurna. Opening ceremony yang berlangsung…

Minggu, 19 Agustus 2018 08:31

BPJN Tagih Perusahaan Bangun Fender

BALIKPAPAN - Tiang Jembatan Mahakam, Samarinda ditabrak tongkang, bukan lagi hal baru. Terakhir, Tongkang…

Minggu, 19 Agustus 2018 08:25

Rujukan Online BPJS Masih Lunak

BALIKPAPAN - Ribut-ribut sistem rujukan online di Samarinda tak sampai ke Balikpapan. Di Kota Minyak…

Minggu, 19 Agustus 2018 08:24

Pengumpulan Pajak Jangan Beratkan WP

JAKARTA – Target penerimaan dari sisi perpajakan diharapkan tidak membebani perekonomian. Dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .