MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 14 Mei 2018 10:35
Kesiangan, Mahasiswa Samarinda Tak ke GKI Diponegoro
TERDUGA PELAKU: Dita Oepiarto (kedua kanan) dan Puji Kuswati (kanan) bersama empat anak mereka.

PROKAL.CO, AXEL Othniel mungkin saja menjadi salah satu korban bom. Mahasiswa asal Kaltim yang tengah mengenyam pendidikan di Kota Pahlawan itu selama ini sering beribadah di GKI Diponegoro, salah satu lokasi teror pengeboman. Tiga lokasi ledakan bom kemarin adalah di depan Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB), Jalan Ngagel Madya; GKI Diponegoro, Jalan Raya Diponegoro; dan Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.

"Saya (kemarin) sudah merencanakan bangun pagi untuk beribadah. Tapi kesiangan karena semalam tidur terlalu larut. Tak lama saya malah mendapat kabar peristiwa ini," ucapnya kepada Kaltim Post melalui aplikasi WhatsApp kemarin sore. Dia mengatakan, kabar teror tersebut langsung membuat keluarga dan kerabat di Samarinda khawatir. Ponsel pintarnya tak henti berbunyi. Axel pun memberikan penjelasan satu demi satu.

Mahasiswa jurusan arsitektur di Universitas Kristen Petra itu mengatakan dirinya bukanlah jemaat tetap di gereja itu. Namun, dia cukup sering beribadah di sana karena merasa nyaman. Axel bercerita, setiap kegiatan di sana selalu dijaga tim keamanan. Ada satpam dan polisi yang stand by saat prosesi ibadah. "Setiap Minggu ada beberapa jadwal ibadah. Pada pagi hari dibagi dalam tiga waktu. pukul 06.00 WIB, 08.00 WIB, dan 10.00 WIB. Sementara ibadah sore dimulai pukul 17.30 WIB," ucapnya. Saat pagi, kata Axel, jemaat memang selalu ramai.

Dia menjelaskan, letak GKI Diponegoro cukup strategis. Berada di pusat kota. Bangunannya cukup dekat dari jalan. Tanpa pagar. Kontras dengan gereja kebanyakan yang memiliki pagar dan jarak bangunan ke badan jalan cukup jauh.

Biasanya, Axel pergi beribadah dengan kawan-kawannya. Namun, setelah kejadian ini, dia sementara memilih untuk tidak ke gereja sampai kondisi aman. "Puji Tuhan, saya dan kawan baik-baik saja. Kami diminta untuk tidak beraktivitas di gereja sementara waktu," kata dia. Mahasiswa semester enam itu kini semakin waspada setelah peristiwa teror itu.

KABAR SIMPANG SIUR

Mahasiswa asal Kaltim lainnya, Eka Herawati, mengatakan, setelah kejadian tersebut kondisi Surabaya sedikit mencekam. Puluhan petugas keamanan hilir-mudik mengamankan lokasi. Mahasiswa Universitas Surabaya itu pun memilih untuk berdiam di indekos. "Banyak keluarga yang khawatir. Tapi saya jelaskan bahwa tidak ada yang perlu dicemaskan. Saya pun memantau kondisi dari sumber tepercaya. Sebab, sejak pagi banyak kabar hoax bertebaran," ucap alumnus SMA 2 Samarinda itu. Dia mengatakan, setelah kejadian tersebut tak ada keramaian lain di Kota Pahlawan. Padahal, kata Eka, kemarin rencananya diadakan Festival Rujak Uleg di pusat kota. Perempuan berjilbab itu menyebut, setiap minggu selama Mei memang banyak dilakukan kegiatan. Hal tersebut dilakukan untuk memperingati HUT Surabaya.  

Mahasiswa asal Benua Etam lainnya, Vera Chandra Terrakota, yang berkuliah di Universitas Surabaya, menuturkan situasi di Kota Pahlawan masih dalam penjagaan ketat aparat gabungan. Penjagaan ketat itu terkonsentrasi di area tempat terjadinya ledakan bom, yakni di Jalan Diponegoro, Jalan Arjuno, dan kawasan Manyar. “Situasi saat ini (kemarin) di Surabaya memang masih tegang dan mencekam. Apalagi banyak informasi simpang siur tentang adanya bom susulan di beberapa titik keramaian,” katanya.

Vera mengatakan tidak mendengar suara ledakan bom saat kejadian karena tinggal jauh dari lokasi teror. Namun, dia memastikan bom tidak berada dekat dengan fasilitas milik Pemprov Kaltim atau pemkot/pemkab Kaltim di Surabaya. Hanya asrama Himpunan Mahasiswa Bontang (HMB) di daerah Manyar. Itu pun masih jauh dari lokasi bom. Sekitar 1,8 kilometer.  (roe/*/him/far/k8)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 07:44

Se-Kalimantan, di Sinilah Termahal Biaya Hidup

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berada di urutan…

Selasa, 15 Januari 2019 21:03

Persentase Kemiskinan Kaltim Naik Jadi 6,06% di September 2018

SAMARINDA  - Persentase penduduk miskin di Kalimantan Timur di September…

Selasa, 15 Januari 2019 10:29

Diperiksa 9 Jam, Ini Hasil Pemeriksaan Vanessa Angel

SURABAYA - Vanessa Angel kembali mendatangi Mapolda Jatim untuk memenuhi…

Selasa, 15 Januari 2019 10:11
Misteri Legiman, Pengemis dengan Tabungan Rp 900 Juta

Di Desa Asal Tak Dikenali, Menghilang dari Tempat Mangkal

Oleh sejawat sesama pengemis, Legiman dikenal rajin dan daerah operasinya…

Selasa, 15 Januari 2019 08:51

Harga Tiket Turun Bertahap

BALIKPAPAN – Turunnya harga tiket disambut positif pelaku usaha penjualan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:48

Cuaca Buruk, Dua Pesawat Gagal Mendarat

DIGUYUR hujan sejak pagi dengan intensitas cukup tinggi, genangan terjadi…

Selasa, 15 Januari 2019 08:43

Pemerintah Kebut Proyek Drainase

SAMARINDA diguyur hujan deras, Senin (14/1). Sekitar empat jam sejak…

Selasa, 15 Januari 2019 08:38

Potongan-Potongan Surga Itu Ada di Sana

JALAN Lintas Selatan (JLS) di wilayah Jawa Timur (Jatim) punya…

Selasa, 15 Januari 2019 08:34

“Lelah Boleh, tapi Tak Boleh Menyerah”

Penghargaan bergengsi di bidang kebersihan kota dan lingkungan kembali diraih…

Selasa, 15 Januari 2019 08:20

TEGAS..!! Gubernur Isran Bantah tak Peduli Anak Meninggal di Kolam Bekas Tambang

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor sempat menyinggung sejumlah pemberitaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*