MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 14 Mei 2018 10:27
Dengar Anak Kecil Jadi Korban, Langsung Berangkat ke PMI

Berebut Donor Darah demi Membantu Korban Bom Bunuh Diri

DEMI KEMANUSIAAN: Warga yang antre untuk mendonorkan darahnya di PMI Surabaya kemarin. (JAWA POS)

PROKAL.CO, Gedung Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya diserbu warga dari segala penjuru kota. Bahkan kota tetangga, Gresik. Tua, muda, kaya, miskin, semuanya ingin menyumbangkan darah untuk korban pengeboman tiga gereja. Satu hal menggerakkan mereka. Rasa kemanusiaan.

DEBORA DANISA SITANGGANG, Surabaya

GLORIA Patty adalah salah satunya. Warga Rungkut itu mengaku rela jauh-jauh ke PMI Surabaya di Embong Ploso untuk mendonorkan darah. “Biasanya, donor di gereja. Tapi, sudah lama nggak donor. Dan ada kejadian ini, saya pikir kenapa nggak donor saja hari ini,” ujarnya ketika ditemui sedang antre donor kemarin.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai staf administrasi di sebuah sekolah itu menyampaikan tengah beribadat ketika peristiwa keji itu terjadi. Dia ikut deg-degan karena orangtua salah satu temannya diketahui beribadat di salah satu gereja yang diserang. “Khawatir juga karena sampai jam dua siang, mereka belum bisa dihubungi,” tuturnya. Tapi tak lama kemudian, kabar melegakan datang. Mereka selamat.

Meski begitu, Gloria mengatakan sedih saat mengetahui korban berjatuhan. Karena itu, dia ingin berbuat sesuatu. “Jadi, walaupun jauh dari rumah, saya tetap berangkat ke sini,” lanjutnya. Gloria tak sendiri. Ratusan orang lain juga berdatangan di kantor PMI. Karena itu, dia harus antre untuk mendonorkan darah.

Hingga malam, antrean donor meluber sampai ke teras dan tangga menuju lantai 2. Ruang daftar donor penuh. Sebagian terpaksa menunggu sambil duduk di lantai atau berdiri. Sampai hari gelap, masih ada donor yang baru datang. Pihak PMI Surabaya pun berupaya untuk mempercepat pelayanan agar donor tidak terlalu lama menunggu.

Luci Lestiani malah datang dari tempat yang lebih jauh lagi, Gresik. Begitu mendengar kabar tentang pengeboman dan kebutuhan darah, perempuan berjilbab itu tergerak untuk membantu. Apalagi ketika mendengar ada korban yang masih kecil dan memerlukan berkantong-kantong darah. “Saya cuma enggak habis pikir bagaimana orang-orang itu begitu. Saya pikir ini salah satu cara saya membantu dengan berbagi darah,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Perempuan pengusaha itu mengungkapkan sebenarnya disarankan untuk kembali lagi keesokannya. Sebab, antrean donor kemarin membeludak. Kebutuhan darah juga sudah terpenuhi. “Tapi, saya mau hari ini,” tegasnya.

Cerita serupa dituturkan warga lain yang antre. Donor darah adalah bantuan yang paling mungkin mereka lakukan. Karena itu, meski harus menunggu lama, mereka bersedia. Hingga malam, warga terus berdatangan. Meski diberi tahu bahwa antrean sudah melewati angka 200, niat mereka untuk membantu tidak surut.

PMI Surabaya menyebut, stok darah mereka sebenarnya sudah mencukupi. Di antaranya, tersedia 334 kantong untuk darah WB (whole blood), 868 kantong TC (thrombocyte concentrate), dan 889 kantong FFP (fresh frozen plasma). “Stok kita sangat cukup dan sudah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan RS-RS,” jelas Kabag Pelayanan Donor Darah dr Martono Adi Triyogo kemarin. RS Bedah mengirimkan permintaan darah terbanyak kemarin.

Meski begitu, PMI Surabaya akhirnya tetap menerima donor-donor baru. Terutama untuk golongan darah O yang paling banyak dibutuhkan. Martono menjelaskan, sebagian korban membutuhkan fresh blood sehingga diperlukan donor baru. “Ada yang tidak bisa pakai darah stok. Ya, harus kita carikan,” jelas Martono. Pelayanan terus dibuka sejak pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB. “Dengan adanya tambahan donor hari ini, perkiraan kita memiliki tambahan stok 200–300 kantong,” imbuhnya.

Biasanya, pada Minggu, PMI Surabaya menerima hingga 500 kantong darah. Namun, itu merupakan gabungan dengan program donor darah dari tempat lain, terutama gereja. Hanya, kemarin program donor di gereja-gereja akhirnya ditiadakan untuk alasan keamanan. “Tenaganya lebih banyak dibutuhkan di sini juga,” ujarnya.

Aksi warga di PMI menunjukkan bahwa keinginan para teroris untuk menciptakan suasana mencekam dan ketakutan bagi warga Surabaya tidak berhasil. Warga malah menunjukkan kekuatan dengan saling tolong-menolong tanpa melihat suku, agama, dan ras. (*/c6/any/jpnn/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Januari 2019 10:55

Pansel KPU Buka Lagi Pendaftaran

SAMARINDA–Kerja Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPU Kaltim 2018–2023 sempat terhenti.…

Minggu, 20 Januari 2019 11:00

MUDAHAN LEBIH HOT..!! Tanpa Kisi-Kisi di Debat Kedua

JAKARTA – Debat capres-cawapres edisi kedua masih sebulan lagi. Namun,…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:09

Biaya Tol Teluk Kian Membengkak

BALIKPAPAN  –   Semakin lama tertunda, anggaran pembangunan Jembatan Tol…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:07

Abu Bakar Ba’asyir Bebas Tanpa Syarat

JAKARTA  -  Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir bisa mengakhiri…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:04

Polres Belum Terima Komplain Konsumen

BALIKPAPAN –  Kasus obat kosmetik ilegal diungkap jajaran Polres Balikpapan,…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

SERASA ANAK TIRI..!! Bandara APT Pranoto “Dicueki” Pusat

SAMARINDA–Moda transportasi udara jadi idola untuk memangkas waktu perjalanan. Sayangnya,…

Jumat, 18 Januari 2019 08:11

Kosmetik Ilegal Dijual Mahal

BALIKPAPAN – Nurliah (26) hanya bisa menunduk. Perempuan berkulit putih…

Jumat, 18 Januari 2019 08:01

Mengubur Kebencian

OLEH: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda)…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Koran Adalah Alat Perjuangan, Bertahan dengan Kualitas Sajian

Media daring menjamur. Tapi tak akan membunuh koran. Tak membuatnya…

Jumat, 18 Januari 2019 06:48

Mengoptimalkan Ekspor Batu Bara Kaltim ke India

Oleh: Wahyu Baskara Santoso dan Debby Amalia Soraya (Asisten Analis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*