MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 14 Mei 2018 10:27
Dengar Anak Kecil Jadi Korban, Langsung Berangkat ke PMI

Berebut Donor Darah demi Membantu Korban Bom Bunuh Diri

DEMI KEMANUSIAAN: Warga yang antre untuk mendonorkan darahnya di PMI Surabaya kemarin. (JAWA POS)

PROKAL.CO, Gedung Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya diserbu warga dari segala penjuru kota. Bahkan kota tetangga, Gresik. Tua, muda, kaya, miskin, semuanya ingin menyumbangkan darah untuk korban pengeboman tiga gereja. Satu hal menggerakkan mereka. Rasa kemanusiaan.

DEBORA DANISA SITANGGANG, Surabaya

GLORIA Patty adalah salah satunya. Warga Rungkut itu mengaku rela jauh-jauh ke PMI Surabaya di Embong Ploso untuk mendonorkan darah. “Biasanya, donor di gereja. Tapi, sudah lama nggak donor. Dan ada kejadian ini, saya pikir kenapa nggak donor saja hari ini,” ujarnya ketika ditemui sedang antre donor kemarin.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai staf administrasi di sebuah sekolah itu menyampaikan tengah beribadat ketika peristiwa keji itu terjadi. Dia ikut deg-degan karena orangtua salah satu temannya diketahui beribadat di salah satu gereja yang diserang. “Khawatir juga karena sampai jam dua siang, mereka belum bisa dihubungi,” tuturnya. Tapi tak lama kemudian, kabar melegakan datang. Mereka selamat.

Meski begitu, Gloria mengatakan sedih saat mengetahui korban berjatuhan. Karena itu, dia ingin berbuat sesuatu. “Jadi, walaupun jauh dari rumah, saya tetap berangkat ke sini,” lanjutnya. Gloria tak sendiri. Ratusan orang lain juga berdatangan di kantor PMI. Karena itu, dia harus antre untuk mendonorkan darah.

Hingga malam, antrean donor meluber sampai ke teras dan tangga menuju lantai 2. Ruang daftar donor penuh. Sebagian terpaksa menunggu sambil duduk di lantai atau berdiri. Sampai hari gelap, masih ada donor yang baru datang. Pihak PMI Surabaya pun berupaya untuk mempercepat pelayanan agar donor tidak terlalu lama menunggu.

Luci Lestiani malah datang dari tempat yang lebih jauh lagi, Gresik. Begitu mendengar kabar tentang pengeboman dan kebutuhan darah, perempuan berjilbab itu tergerak untuk membantu. Apalagi ketika mendengar ada korban yang masih kecil dan memerlukan berkantong-kantong darah. “Saya cuma enggak habis pikir bagaimana orang-orang itu begitu. Saya pikir ini salah satu cara saya membantu dengan berbagi darah,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Perempuan pengusaha itu mengungkapkan sebenarnya disarankan untuk kembali lagi keesokannya. Sebab, antrean donor kemarin membeludak. Kebutuhan darah juga sudah terpenuhi. “Tapi, saya mau hari ini,” tegasnya.

Cerita serupa dituturkan warga lain yang antre. Donor darah adalah bantuan yang paling mungkin mereka lakukan. Karena itu, meski harus menunggu lama, mereka bersedia. Hingga malam, warga terus berdatangan. Meski diberi tahu bahwa antrean sudah melewati angka 200, niat mereka untuk membantu tidak surut.

PMI Surabaya menyebut, stok darah mereka sebenarnya sudah mencukupi. Di antaranya, tersedia 334 kantong untuk darah WB (whole blood), 868 kantong TC (thrombocyte concentrate), dan 889 kantong FFP (fresh frozen plasma). “Stok kita sangat cukup dan sudah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan RS-RS,” jelas Kabag Pelayanan Donor Darah dr Martono Adi Triyogo kemarin. RS Bedah mengirimkan permintaan darah terbanyak kemarin.

Meski begitu, PMI Surabaya akhirnya tetap menerima donor-donor baru. Terutama untuk golongan darah O yang paling banyak dibutuhkan. Martono menjelaskan, sebagian korban membutuhkan fresh blood sehingga diperlukan donor baru. “Ada yang tidak bisa pakai darah stok. Ya, harus kita carikan,” jelas Martono. Pelayanan terus dibuka sejak pukul 07.00 WIB hingga 21.00 WIB. “Dengan adanya tambahan donor hari ini, perkiraan kita memiliki tambahan stok 200–300 kantong,” imbuhnya.

Biasanya, pada Minggu, PMI Surabaya menerima hingga 500 kantong darah. Namun, itu merupakan gabungan dengan program donor darah dari tempat lain, terutama gereja. Hanya, kemarin program donor di gereja-gereja akhirnya ditiadakan untuk alasan keamanan. “Tenaganya lebih banyak dibutuhkan di sini juga,” ujarnya.

Aksi warga di PMI menunjukkan bahwa keinginan para teroris untuk menciptakan suasana mencekam dan ketakutan bagi warga Surabaya tidak berhasil. Warga malah menunjukkan kekuatan dengan saling tolong-menolong tanpa melihat suku, agama, dan ras. (*/c6/any/jpnn/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:35

Kaltim Peringkat Nasional Kepemilikan Akta Kelahiran

SAMARINDA – Provinsi kaltim menempati urutan ke dua dalam peringkat nasional untuk kepemilikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:25
Tiga WNA yang Ditahan di Rudenim Balikpapan

“Kalau Bisa Deportasi Saja Saya”

BALIKPAPAN – Tak mudah bagi warga negara asing (WNA) untuk bekerja di Indonesia. Harus paham hukum.…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:52

Ekonomi Lesu, Donatur Zakat Kaltim Meningkat

BALIKPAPAN - Perekonomian Indonesia tercatat pada tiga tahun terakhir ini menunjukkan grafik yang melesu.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:15

DUAARR..!! Ledakan di Kampus Tewaskan 18 Orang

MOSKOW – Sebuah ledakan memorak-porandakan kampus Politeknik Kerch di timur Crimea kemarin (17/10).…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:40

Waduh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Tembus Rp 5.410 Triliun..!!

JAKARTA- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar USD 360,7 miliar atau Rp 5.410 triliun (kurs…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .