MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 13 Mei 2018 11:50
Bentuk Tubuh dengan Korset
DIET KORSET: Tak sekadar olahraga dan mengatur makan, Yustina Yuliani memilih menggunakan korset dalam program dietnya. Semakin perut ditekan, nafsu makannya juga akan berkurang.

PROKAL.CO, DIET setelah melahirkan memang tak mudah bagi sebagian ibu, apalagi seperti Yustina Yuliani yang menyusui. Meski sangat ingin menurunkan berat badan setelah melahirkan, tetapi niat tersebut diurungkannya, karena khawatir program diet bisa memengaruhi nutrisi air susu ibu (ASI) untuk putra tercintanya.

"Saya harus makan yang cukup banyak dan teratur agar ASI tetap lancar. Apalagi setiap hari juga harus melayani klien yang ingin merawat dan mempercantik kukunya dengan saya," tutur pemilik Lily Nail Art Samarinda tersebut saat diwawancarai, Selasa (8/5).

Perempuan yang akrab disapa Yustin itu mengatakan, setelah putranya mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), secara perlahan dia mulai mencoba menurunkan berat badan. Apalagi, ibu mertuanya mulai ikut mengomentari bentuk tubuhnya.

"Ibu mertua saya memang punya badan yang kecil. Jadi, beliau agak kaget saat lihat badan saya yang terlihat besar sekali setelah melahirkan, dan langsung menyuruh saya menurunkan berat badan," kata dia.

Mengikuti saran dari beberapa temannya, Yustin pun mencoba aerobika di salah satu pusat kebugaran. Bulan pertama mengikuti aerobika, Yustin masih setia berolahraga sesuai jadwal yang ditentukan, yakni 12 kali dalam sebulan. Namun, beranjak bulan kedua, Yustin mulai kesulitan membagi waktu antara bisnis, keluarga, dan olahraga.

"Olahraga mulai bolong-bolong. Bahkan, pada bulan ketiga saya berhenti ikut aerobika," ujarnya.

Tapi, dari olahraga tersebut, berat badan Yustin berkurang sekitar 5 kilogram (kg). "Berat saya saat hamil 70 kg. Setelah anak lahir, turun jadi 65 kg, dan setelah ikut aerobika berat berkurang jadi 60 kg," papar perempuan berkulit putih itu.

Masih belum puas dengan hasil yang didapat, Yustin mencoba memakai korset yang bisa membantunya membentuk badan dan mengempiskan perut buncitnya karena hamil. Namun, merek korset yang dia pilih ternyata tak memberi efek apapun. Korset berbahan karet yang digunakannya, malah membuatnya tidak nyaman dan menimbulkan nyeri. Saat Yustin duduk, korsetnya mengerut dan menumpuk di bawah dada atau perut.

"Karena enggak suka, saya berhenti pakai korset tersebut. Karena rasanya tidak ada manfaat apapun," sebut dia.

Setelah itu, Yustin kembali mencoba korset merek lain berbahan latex dengan penyangga yang tidak menggunakan kawat. "Korset berbahan latex tersebut atas rekomendasi teman, dan ternyata lebih nyaman dan berhasil membuat berat badan menurun. Saya coba pakai mulai awal 2018, soalnya mau kecilkan badan saat Imlek pada Februari lalu," ungkap ibu satu anak tersebut.

Kurang lebih empat bulan, selama 12 jam per hari Yustin menggunakan korset, berat badannya pun menurun sekitar 7 kg. Perutnya semakin berbentuk, ukuran korset yang sebelumnya M berubah menjadi S. Yustin menjelaskan, saat menggunakan korset, secara otomatis perut akan tertekan. Lantas, nafsu makan juga ikut berkurang.

"Makan jadi lebih sedikit, kalori yang masuk ke tubuh juga berkurang, dan akhirnya berat badan turun dengan sendirinya. Bersyukur diet dengan bantuan korset ini berhasil saya lakukan," tambah Yustin.

Diet korset, lanjut dia, memang menimbulkan sakit saat pertama kali mencobanya. Yustin mengaku merasa sesak napas dan susah bergerak karena penyangga korset yang kukuh. "Untungnya punya korset yang penyangganya fleksibel, jadi lama-lama terbiasa dan enggak terasa sesak," bebernya.

Harga korset yang dibeli Yustin berkisar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juga. Meski lebih mahal, tetapi kualitas korset yang digunakan bisa dijamin. Digunakan sekitar 12 jam atau lebih dalam sehari tidak apa-apa.

"Asal tidak dipakai saat tidur, karena bisa mengganggu pernapasan. Intinya, kalau mau diet itu sesuai kemampuan. Jangan sekadar melihat proses orang lain. Terus berusaha dan cari pola atau jenis diet yang sesuai dengan Anda," tegasnya. (*/day/*/ni/k8)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 10:21

Tren Fashion Muslim 2019? Cek Ini

Tahun 2019, merupakan momentun menuju proyeksi Indonesia sebagai kiblat fashion…

Minggu, 17 Februari 2019 11:51

Gini Nih, Kompak Sekeluarga Senada dan Tampil Ceria

BERPAKAIAN kompak atau senada tak hanya milik pasangan. Namun, Anda…

Minggu, 17 Februari 2019 11:49
Banana Blondies

Paduan Pisang dan Cokelat

SALAH satu kue yang bisa diolah dengan cokelat adalah banana…

Minggu, 17 Februari 2019 11:47

Olahan Cokelat Nan Tak Manis Berlebihan

DUNIA kuliner tengah ramai dengan munculnya fenomena dessert box. Selain…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:40

Mau Kulit Putih Mulus Seperti Orang Korea?

Kulit putih bersih seperti orang Korea merupakan dambaan banyak perempuan.…

Minggu, 10 Februari 2019 13:04

Sukses Berbisnis sejak 1985

Membangun usaha memang tidak mudah. Namun yang paling sulit adalah…

Minggu, 10 Februari 2019 13:03

Karyawan Jujur Aset Berharga

SELAIN pada perayaan tertentu, kue selalu menjadi makanan favorit kala…

Minggu, 10 Februari 2019 10:14

Begini Cara Bijak Hadapi Anak dan Gadget

Teknologi memang telah menguasai dunia beberapa tahun belakangan ini. Tak…

Minggu, 10 Februari 2019 10:12

Kerap Melarang Anak Itu Tidak Baik...??

Kerap melarang anak ternyata tidak baik bagi tumbuh dan kembang…

Kamis, 07 Februari 2019 11:16

Ini Khasiat Minum Lemon Jahe

Secangkir teh herbal bisa menjadi detoks bagi tubuh untuk mengeluarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*