MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Minggu, 13 Mei 2018 11:50
Bentuk Tubuh dengan Korset
DIET KORSET: Tak sekadar olahraga dan mengatur makan, Yustina Yuliani memilih menggunakan korset dalam program dietnya. Semakin perut ditekan, nafsu makannya juga akan berkurang.

PROKAL.CO, DIET setelah melahirkan memang tak mudah bagi sebagian ibu, apalagi seperti Yustina Yuliani yang menyusui. Meski sangat ingin menurunkan berat badan setelah melahirkan, tetapi niat tersebut diurungkannya, karena khawatir program diet bisa memengaruhi nutrisi air susu ibu (ASI) untuk putra tercintanya.

"Saya harus makan yang cukup banyak dan teratur agar ASI tetap lancar. Apalagi setiap hari juga harus melayani klien yang ingin merawat dan mempercantik kukunya dengan saya," tutur pemilik Lily Nail Art Samarinda tersebut saat diwawancarai, Selasa (8/5).

Perempuan yang akrab disapa Yustin itu mengatakan, setelah putranya mulai mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), secara perlahan dia mulai mencoba menurunkan berat badan. Apalagi, ibu mertuanya mulai ikut mengomentari bentuk tubuhnya.

"Ibu mertua saya memang punya badan yang kecil. Jadi, beliau agak kaget saat lihat badan saya yang terlihat besar sekali setelah melahirkan, dan langsung menyuruh saya menurunkan berat badan," kata dia.

Mengikuti saran dari beberapa temannya, Yustin pun mencoba aerobika di salah satu pusat kebugaran. Bulan pertama mengikuti aerobika, Yustin masih setia berolahraga sesuai jadwal yang ditentukan, yakni 12 kali dalam sebulan. Namun, beranjak bulan kedua, Yustin mulai kesulitan membagi waktu antara bisnis, keluarga, dan olahraga.

"Olahraga mulai bolong-bolong. Bahkan, pada bulan ketiga saya berhenti ikut aerobika," ujarnya.

Tapi, dari olahraga tersebut, berat badan Yustin berkurang sekitar 5 kilogram (kg). "Berat saya saat hamil 70 kg. Setelah anak lahir, turun jadi 65 kg, dan setelah ikut aerobika berat berkurang jadi 60 kg," papar perempuan berkulit putih itu.

Masih belum puas dengan hasil yang didapat, Yustin mencoba memakai korset yang bisa membantunya membentuk badan dan mengempiskan perut buncitnya karena hamil. Namun, merek korset yang dia pilih ternyata tak memberi efek apapun. Korset berbahan karet yang digunakannya, malah membuatnya tidak nyaman dan menimbulkan nyeri. Saat Yustin duduk, korsetnya mengerut dan menumpuk di bawah dada atau perut.

"Karena enggak suka, saya berhenti pakai korset tersebut. Karena rasanya tidak ada manfaat apapun," sebut dia.

Setelah itu, Yustin kembali mencoba korset merek lain berbahan latex dengan penyangga yang tidak menggunakan kawat. "Korset berbahan latex tersebut atas rekomendasi teman, dan ternyata lebih nyaman dan berhasil membuat berat badan menurun. Saya coba pakai mulai awal 2018, soalnya mau kecilkan badan saat Imlek pada Februari lalu," ungkap ibu satu anak tersebut.

Kurang lebih empat bulan, selama 12 jam per hari Yustin menggunakan korset, berat badannya pun menurun sekitar 7 kg. Perutnya semakin berbentuk, ukuran korset yang sebelumnya M berubah menjadi S. Yustin menjelaskan, saat menggunakan korset, secara otomatis perut akan tertekan. Lantas, nafsu makan juga ikut berkurang.

"Makan jadi lebih sedikit, kalori yang masuk ke tubuh juga berkurang, dan akhirnya berat badan turun dengan sendirinya. Bersyukur diet dengan bantuan korset ini berhasil saya lakukan," tambah Yustin.

Diet korset, lanjut dia, memang menimbulkan sakit saat pertama kali mencobanya. Yustin mengaku merasa sesak napas dan susah bergerak karena penyangga korset yang kukuh. "Untungnya punya korset yang penyangganya fleksibel, jadi lama-lama terbiasa dan enggak terasa sesak," bebernya.

Harga korset yang dibeli Yustin berkisar Rp 800 ribu hingga Rp 1 juga. Meski lebih mahal, tetapi kualitas korset yang digunakan bisa dijamin. Digunakan sekitar 12 jam atau lebih dalam sehari tidak apa-apa.

"Asal tidak dipakai saat tidur, karena bisa mengganggu pernapasan. Intinya, kalau mau diet itu sesuai kemampuan. Jangan sekadar melihat proses orang lain. Terus berusaha dan cari pola atau jenis diet yang sesuai dengan Anda," tegasnya. (*/day/*/ni/k8)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 11:37

Telapak Kaki Rusak, Kuman Bebas Masuk

TERAPI kesehatan dengan berjalan di atas batu refleksi tanpa alas kaki dipercaya sebagian orang bisa…

Selasa, 19 Juni 2018 11:36

Stres dan Genetik, Penyebab Uban Tumbuh di Wajah

TUMBUHNYA sehelai rambut berwarna putih di area wajah, misalnya dahi, pipi, atau dagu memang jarang…

Senin, 18 Juni 2018 11:10

Lensa Mata Tak Steril Picu Ulkus Kornea

JANGAN ABAI: Jika Anda senang menggunakan lensa mata, perhatikan kebersihannya. Jangan gunakan lensa…

Sabtu, 16 Juni 2018 12:04

Busana Harmonis di Hari Fitri

TAMPIL kompak bersama istri dan anak-anak saat Idulfitri membuat suasana semakin hangat. Kekompakan…

Selasa, 12 Juni 2018 10:41

Masker Rambut, Perawatan Wajib Setelah Smoothing

BANYAK gaya atau mode untuk mempercantik rambut, mulai diwarnai, keriting, ataupun diluruskan. Smoothing…

Selasa, 12 Juni 2018 07:46

Sup Ayam Kampung

Oleh: Shania Brenna, warga Balikpapan Bahan: - 4 potong ayam kampung- 1 buah tomat- 2 buah kentang-…

Selasa, 12 Juni 2018 07:42

Putri Salju

Oleh: Nurlela, warga Bantuas, SamarindaBahan:- 300 gram (gr) Blueband Cake and Cookies- 3 kuning telur-…

Selasa, 12 Juni 2018 07:37

Cumi Telur Asin

Oleh: Nanda (Anton Crab), warga Jalan Hidayatullah, SamarindaBahan:- 3 ons cumi- 2 butir telur asin-…

Senin, 11 Juni 2018 23:00

Ubah Mindset untuk Keberhasilan Diet

MENURUNKAN berat badan merupakan hal yang sulit bagi sebagian orang. Tak sedikit pelaku diet mengalami…

Senin, 11 Juni 2018 07:53

Fistula Preaurikular, Kelainan Langka Bisa Jadi Petaka

LUBANG kecil yang muncul di depan daun telinga merupakan kondisi langka yang bisa dialami sebagian orang.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .