MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 12 Mei 2018 20:46
Rupiah Memang Anjlok, Tapi Ada yang Lebih Parah

PROKAL.CO, JAKARTA- Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyebut, meskipun saat ini mata uang Rupiah terpukul dalam Dolar Amerika Serikat (AS), namun penurunannya masih lebih baik jika dibandingkan negara-negara tetangga lainnya.

Seperti diketahui, hingga 9 Mei 2018, selama Mei 2018 (month to date) Rupiah melemah 1,2 persen, Thai Bath 1,76 persem, dan Turkish Lira 5,27 persen. Sementara itu, sepanjang 2018 (year to date), Rupiah melemah 3,67 persen, Pilipina Peso 4,04 persen, India Rupee 5,6 persen, Brazil Real 7,9 persen, Russian Rubel 8,84 persen, dan Turkish Lira 11,42 persen.

"Turki itu kondisinya memang masih lebih berat dari Indonesia," kata Agus di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, seperti diberitakan Sabtu (12/5) seperti dilansir JawaPos.com.

Gubernur BI Agus Martowardojo

Gubernur BI Agus Martowardojo (Miftahul Hayat/JawaPos.com)

Jika dibandingkan penurunannya sejak awal tahun pun, Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan negara lainnya. Secara year to date (ytd) Rupiah melemah 3,67 persen. Lebih rendah dibanding negara lain yakni Filipina 4,04 persen, India 5,6 persen, Brazil 7,9 persen dan Turki 11,4 persen.

Agus memastikan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan para stakeholder terkait dengan pemerintah maupun industri dan asosiasi guna melakukan stabilitas nilai tukar Rupiah. “Hal ini agar kondisi Rupiah dan valuta asing di pasar terjaga, sehingga membuat Indonesia bisa mengelola ekonominya dengan baik dan berkesinambungan,” imbuhnya.

Agus mengakui, pelemahannya uang Garuda terhadap Dolar AS pada saat ini sudah tak sejalan dengan fundamentalnya. Namun hal ini disebabkan lantaran kondisi global yang lebih besar berdampak dibandingkan kondisi fundamental perekonomian dalam negeri.

“Terkait hal tersebut, kita melihat kondisi global yang dapat berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan jangka menengah dan panjang,” ujarnya.

Agus menjelaskan, gejolak global tersebut akibat dari siklus peningkatan suku bunga acuan AS atau Fed Fund Rate yang meningkat, tren harga minyak dunia yang naik, meningkatnya risiko politik akibat sengketa dagang AS-Tiongkok, serta kondisi geopolitik yang meningkat karena kesepakatan nukliar antara AS-Iran yang dibatalkan.

Agus menyebut, secara umum kondisi Indonesia saat ini masih dalam keadaan yang baik, hal ini ditunjukkan dengan kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 sebesar 5,06 persen yoy. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2017 yang sebesar 5,01 persen yoy.

“Ketika kita ambil bauran kebijakan itu, kita yakin akan sinergis dengan otoritas yang lain dan pemerintah, sehingga ke depan BI yakin Indonesia akan memiliki bauran kebijakan untuk sikapi perkembangan dunia atau kondisi normal yang baru akan direspons kita, agar kita tetap menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan kita,” tandasnya.

(mys/JPC


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 06:50

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit

BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

IHEx Kaltim Terkontraksi Minus 4,5 Persen

SAMARINDA - Meski tidak sedalam perkiraan sebelumnya, indeks harga komoditas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

Incar Kerja Sama Migas di Timur Tengah

JAKARTA – Pemerintah berupaya meningkatkan investasi subsektor minyak dan gas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:40

Pajak e-Commerce Masih Moderat

JAKARTA – Keluarnya PMK Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:37

Bisnis Travel Panen di Awal Tahun

SURABAYA – Awal tahun ini menjadi momen positif bagi bisnis…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Berdayakan UKM Kuliner Lokal

SURABAYA - Pasar usaha kecil dan menengah (UKM) bidang kuliner…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Hero Tutup 26 Gerai, Rumahkan 532 Karyawan

JAKARTA - PT Supermarket Tbk (Hero Group) memilih melakukan efisiensi…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

Tahap I, Pemerintah Lelang Lima Blok Migas

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

PEP Asset 4 Lampaui Target Produksi

JAKARTA - Pertamina EP (PEP) Asset 4 membukukan kinerja positif…

Senin, 14 Januari 2019 06:42

Citilink Siapkan Skema Bagasi Berbayar

BALIKPAPAN - Setelah Lion Air dan Wings Air mulai menyosialisasikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*