MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 12 Mei 2018 20:46
Rupiah Memang Anjlok, Tapi Ada yang Lebih Parah

PROKAL.CO, JAKARTA- Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyebut, meskipun saat ini mata uang Rupiah terpukul dalam Dolar Amerika Serikat (AS), namun penurunannya masih lebih baik jika dibandingkan negara-negara tetangga lainnya.

Seperti diketahui, hingga 9 Mei 2018, selama Mei 2018 (month to date) Rupiah melemah 1,2 persen, Thai Bath 1,76 persem, dan Turkish Lira 5,27 persen. Sementara itu, sepanjang 2018 (year to date), Rupiah melemah 3,67 persen, Pilipina Peso 4,04 persen, India Rupee 5,6 persen, Brazil Real 7,9 persen, Russian Rubel 8,84 persen, dan Turkish Lira 11,42 persen.

"Turki itu kondisinya memang masih lebih berat dari Indonesia," kata Agus di Gedung Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, seperti diberitakan Sabtu (12/5) seperti dilansir JawaPos.com.

Gubernur BI Agus Martowardojo

Gubernur BI Agus Martowardojo (Miftahul Hayat/JawaPos.com)

Jika dibandingkan penurunannya sejak awal tahun pun, Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan negara lainnya. Secara year to date (ytd) Rupiah melemah 3,67 persen. Lebih rendah dibanding negara lain yakni Filipina 4,04 persen, India 5,6 persen, Brazil 7,9 persen dan Turki 11,4 persen.

Agus memastikan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan para stakeholder terkait dengan pemerintah maupun industri dan asosiasi guna melakukan stabilitas nilai tukar Rupiah. “Hal ini agar kondisi Rupiah dan valuta asing di pasar terjaga, sehingga membuat Indonesia bisa mengelola ekonominya dengan baik dan berkesinambungan,” imbuhnya.

Agus mengakui, pelemahannya uang Garuda terhadap Dolar AS pada saat ini sudah tak sejalan dengan fundamentalnya. Namun hal ini disebabkan lantaran kondisi global yang lebih besar berdampak dibandingkan kondisi fundamental perekonomian dalam negeri.

“Terkait hal tersebut, kita melihat kondisi global yang dapat berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan jangka menengah dan panjang,” ujarnya.

Agus menjelaskan, gejolak global tersebut akibat dari siklus peningkatan suku bunga acuan AS atau Fed Fund Rate yang meningkat, tren harga minyak dunia yang naik, meningkatnya risiko politik akibat sengketa dagang AS-Tiongkok, serta kondisi geopolitik yang meningkat karena kesepakatan nukliar antara AS-Iran yang dibatalkan.

Agus menyebut, secara umum kondisi Indonesia saat ini masih dalam keadaan yang baik, hal ini ditunjukkan dengan kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 sebesar 5,06 persen yoy. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kuartal I 2017 yang sebesar 5,01 persen yoy.

“Ketika kita ambil bauran kebijakan itu, kita yakin akan sinergis dengan otoritas yang lain dan pemerintah, sehingga ke depan BI yakin Indonesia akan memiliki bauran kebijakan untuk sikapi perkembangan dunia atau kondisi normal yang baru akan direspons kita, agar kita tetap menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan kita,” tandasnya.

(mys/JPC


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 12:02

5 Tips Diet ala Mayang

-         Kesungguhan Apapun jenis program diet yang Anda lakukan,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Target Turunkan Angka Kemiskinan 8,5 Persen

JAKARTA  –   Pemerintah bertekad menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 8,5…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:03

Belum Swasembada Kedelai

SURABAYA  –  Tingginya konsumsi kedelai di Tanah Air masih belum diimbangi dengan suplai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .