MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 12 Mei 2018 20:15
Dikritik, Ini Kata Panelis Debat Pilgub Kaltim

Ngaku Sudah Maksimal

Rusmadi dan Isran dalam sesi debat.

PROKAL.CO, SAMARINDA- Dikonfirmasi Kaltim Post, anggota tim panelis debat Pilgub Kaltim, Bernaulus Saragih, memaklumi jika ada yang tak puas dengan pertanyaan yang diajukan panelis. Sebab, sudut pandang orang memang berbeda-beda. Namun, disebut pertanyaan melenceng dari tema tentang kesejahteraan dan potensi lokal, dia tak sepakat. Akademisi Universitas Mulawarman itu balik bertanya, apa saja indikator kesejahteraan.

“Indikator kesejahteraan rakyat itu apa saja sih? Kan pengangguran ada ditanyakan, kemiskinan ditanyakan. Ada juga pertanyaan kesejahteraan guru, honorer, maupun PNS. Ada juga soal kemudahan kredit bagi UMKM. Jadi yang mana lagi maksudnya yang terkait kesejahteraan yang tak mengena? Bingung saya,” ujarnya dihubungi Kaltim Post, tadi malam (11/5).

Dia melanjutkan, justru panelis mencari kata kunci yang langsung bersentuhan dengan problematika yang dialami masyarakat. Pertanyaan paling krusial soal kesejahteraan adalah soal banyaknya sumber daya manusia (SDM) yang masih menganggur. Kemudian kemiskinan di tengah sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Lalu demo-demo yang meminta kenaikan gaji guru honorer, juga soal defisit anggaran.

“Apakah indikator kesejahteraan itu indeks pembangunan manusia (IPM)? Kan sudah dibahas pada debat pertama. Apa perlu ditanya soal inflasi, deflasi, dan pendapatan per kapita? Apakah publik akan paham dengan hal itu. Karena ini adalah debat bukan ujian doktoral,” tambahnya.

Soal pertanyaan yang dianggap kurang detail sehingga jawaban pasangan mengambang, menurut dia, dari situ justru akan terlihat siapa yang layak dipilih. Misalnya, panelis memberikan pertanyaan kepada pasangan nomor urut satu soal bagaimana mengatasi kemiskinan, strateginya apa dan berapa lama. “Apakah kurang tajam? Justru di situ sudah tajam karena kita konkret menanyakan waktu yang dibutuhkan,” imbuhnya.

Dari situ tinggal dilihat mana pasangan calon yang menjawab mengambang. Berarti paslon tersebut tak memahami persoalan. Bukan pertanyaan dari panelis yang kurang tajam, tapi karena program dari pasangan calon yang kurang terukur.

Panelis sendiri berusaha mencari pertanyaan yang berbasis pada visi-misi pada sesi satu dan kedua. Panelis tidak akan menanyakan masalah yang terlalu teknis, misalnya rasio gini, dan lain-lain yang mungkin sulit dipahami pasangan. Baru pada sesi ketiga diisi pertanyaan acak yang bersifat umum. Itu pun juga yang bisa dipahami pasangan calon dan masyarakat.

Misalnya, pertanyaan seputar langkah apa yang akan dilakukan untuk mengklaim kembali Pulau Balabalagan yang sekarang dikuasai Sulawesi Barat. Padahal, di situ ada potensi wisata dan sumber daya alam yang sangat bagus. Panelis juga menanyakan waktu yang diperlukan agar pulau itu bisa dikuasai Kaltim. “Jadi sekali lagi soal pertanyaan ini bergantung sudut pandang yang melihat,” imbuhnya.

Menanggapi jawaban dari keempat pasangan calon yang masih normatif, menurut dia, ada pasangan yang cukup pandai menguasai masalah. Ada juga yang tak menduga mendapatkan pertanyaan tersebut. Hal itu biasa saja. Karena semua pertanyaan tak ada yang menjebak dan tak ada yang sifatnya tendensius. Jadi, dia melihat masing-masing pasangan punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Seperti diwartakan sebelumnya, debat kandidat yang digelar KPU Kaltim itu memakan biaya yang cukup besar. Tapi sayang, tak dimanfaatkan oleh para pasangan calon. Ida Farida, komisioner KPU Kaltim Divisi Keuangan dan Anggaran menuturkan, untuk tiga kali debat angkanya sekitar Rp 2 miliar.

Jumlah tersebut adalah dana untuk seluruh rangkaian acara. Ditanya lebih terperinci soal dana yang dihabiskan untuk melaksanakan dua putaran debat yang sudah dilaksanakan, Ida menuturkan, totalnya Rp 1,46 miliar. “Untuk debat pertama Rp 770 juta, sementara yang kedua Rp 695 juta. Dana itu untuk biaya produksi stasiun televisi, biaya penyiaran, hingga spot iklan,” jelasnya. (*/him/rsh/rom/k8)

 


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 01:42

AYO, BUNGKAM VIETNAM

KUALA LUMPUR  –  Timnas Indonesia U-16 memang baru menjalani satu laga di fase Grup…

Sabtu, 22 September 2018 01:41

Sembilan Caleg Dicoret

SAMARINDA  –   Sebanyak 709 calon anggota legislatif (caleg) berebut 55 kursi DPRD Kaltim…

Sabtu, 22 September 2018 01:40

Mau Nikah, Hadiri Grand Wedding Expo

EMPAT tahun sudah Kaltim Post menggelar Grand Wedding Expo secara berturut-turut. Banyak kejutan yang…

Sabtu, 22 September 2018 01:35

Tanpa Ribet, Cukup Berurusan dengan Mesin di Imigrasi

Serangkaian aksiterorisme mengguncang Amerika pada 11 September 2001. Setelah 17 tahun berlalu, bagaimana…

Sabtu, 22 September 2018 01:32

Panas-Dingin DPRD dan Pemprov

SAMARINDA  -  Tensi tinggi pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) Kaltim 2018 antara Badan Anggaran…

Jumat, 21 September 2018 09:12

41 Eks Koruptor Resmi Bertarung

JAKARTA – Sebanyak 41 mantan koruptor dipastikan bakal ikut bertarung memperebutkan kursi wakil…

Jumat, 21 September 2018 09:09

Tetap Dihukum Berat meski Berstatus Anak

BALIKPAPAN - Meski telah terungkap, namun pembunuhan pasangan suami istri (pasutri), Wanto (45) dan…

Jumat, 21 September 2018 09:06

2019 Mulai Kelola Jatah Blok Mahakam

SAMARINDA  -  Keterlibatan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) di Blok Mahakam…

Jumat, 21 September 2018 09:05

Tugas Pertama Menyambut Jamaah Haji

PENAJAM - Penajam Paser Utara (PPU) resmi memiliki bupati dan wakil bupati baru. Abdul Gafur Mas’ud…

Jumat, 21 September 2018 09:01

Omzet Perajin Berkurang, Berharap Rupiah Segera Perkasa

Tempe belakangan jadi viral. Seiring menguatnya nilai tukar dolar. Apalagi setelah ada kalimat kiasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .