MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 12 Mei 2018 06:32
Rupiah Lemah, Eksportir Senyum
-

PROKAL.CO, SAMARINDA  - Nilai tukar rupiah yang tertekan United States Dollar (USD) memberi pengaruh positif terhadap perekonomian Kaltim. Terutama pengusaha yang bergerak di bidang eksportir seperti batu bara. Namun, Bank Indonesia (BI) tidak mau tinggal diam untuk menjaga fluktuasi rupiah tidak tinggi.

Diketahui, saat ini rupiah mulai menguat di angka 13.943. Setelah sempat terpuruk di Rp 14.080 pada Rabu (9/5). Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim, Muhamad Nur mengatakan, menguatnya USD hingga menyentuh Rp 14 ribu masih wajar. Sebab, kenaikan tersebut dikarenakan faktor eksternal dari bank dunia. Sehingga, yang melemah bukan hanya rupiah, namun hampir seluruh mata uang negara berkembang.

“Bahkan jika dibandingkan negara lain, depresi rupiah masih lebih rendah dibandingkan mata uang lain,” tuturnya kepada Kaltim Post di kantornya Jalan Gajah Mada, Samarinda, Jumat (11/5).

Alhasil Bank Indonesia meyakini Indonesia akan berhasil melewati tekanan saat ini dengan baik. Dengan perekonomian yang tetap tumbuh berkesinambungan dan stabil. “Kaltim tentunya sangat berpengaruh dengan kenaikan dolar, karena kontribusi batu bara 46,31 persen di Kaltim. Eksportir, khususnya batu bara tentunya saat ini sedang senyum-senyum,” katanya.

Dia menjelaskan, eksportir menjual komoditas dengan dolar membuat keuntungan tersendiri karena produksi menggunakan rupiah. Sebaliknya, untuk importir saat ini yang sangat berat menjalankan bisnisnya.

“Bukan hanya importir, masyarakat juga. Terutama mereka yang memerlukan barang-barang kebutuhan impor. Dolar tinggi memiliki untung rugi tersendiri. Namun saat ini, masih di batas wajar. Kita memang belum menghitung pasti berapa dampak USD terhadap ekonomi Kaltim. Tapi yang jelas, pengusaha yang ekspor pasti diuntungkan," ujarnya.

Nur mengatakan, walaupun menguntungkan, BI terus berada di pasar untuk memastikan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak terlalu tinggi. Pasalnya, nilai tukar rupiah yang fluktuatif juga berpengaruh terhadap prediksi harga yang dilakukan pengusaha.

"Kalau rupiah fluktuasinya tinggi, pengusaha akan sulit membuat prediksi bisnis. BI juga tidak akan diam walaupun pebisnis batu bara diuntungkan. Karena masih ada pengusaha yang kesulitan saat ini," tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 12:02

5 Tips Diet ala Mayang

-         Kesungguhan Apapun jenis program diet yang Anda lakukan,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Target Turunkan Angka Kemiskinan 8,5 Persen

JAKARTA  –   Pemerintah bertekad menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 8,5…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Jaga Kestabilan Cadangan Devisa, Sektor Pariwisata Jadi Senjata

JAKARTA  –  Sektor pariwisata bukan sebuah keniscayaan bagi setiap negara dalam meraup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .