MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 12 Mei 2018 06:32
Rupiah Lemah, Eksportir Senyum
-

PROKAL.CO, SAMARINDA  - Nilai tukar rupiah yang tertekan United States Dollar (USD) memberi pengaruh positif terhadap perekonomian Kaltim. Terutama pengusaha yang bergerak di bidang eksportir seperti batu bara. Namun, Bank Indonesia (BI) tidak mau tinggal diam untuk menjaga fluktuasi rupiah tidak tinggi.

Diketahui, saat ini rupiah mulai menguat di angka 13.943. Setelah sempat terpuruk di Rp 14.080 pada Rabu (9/5). Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim, Muhamad Nur mengatakan, menguatnya USD hingga menyentuh Rp 14 ribu masih wajar. Sebab, kenaikan tersebut dikarenakan faktor eksternal dari bank dunia. Sehingga, yang melemah bukan hanya rupiah, namun hampir seluruh mata uang negara berkembang.

“Bahkan jika dibandingkan negara lain, depresi rupiah masih lebih rendah dibandingkan mata uang lain,” tuturnya kepada Kaltim Post di kantornya Jalan Gajah Mada, Samarinda, Jumat (11/5).

Alhasil Bank Indonesia meyakini Indonesia akan berhasil melewati tekanan saat ini dengan baik. Dengan perekonomian yang tetap tumbuh berkesinambungan dan stabil. “Kaltim tentunya sangat berpengaruh dengan kenaikan dolar, karena kontribusi batu bara 46,31 persen di Kaltim. Eksportir, khususnya batu bara tentunya saat ini sedang senyum-senyum,” katanya.

Dia menjelaskan, eksportir menjual komoditas dengan dolar membuat keuntungan tersendiri karena produksi menggunakan rupiah. Sebaliknya, untuk importir saat ini yang sangat berat menjalankan bisnisnya.

“Bukan hanya importir, masyarakat juga. Terutama mereka yang memerlukan barang-barang kebutuhan impor. Dolar tinggi memiliki untung rugi tersendiri. Namun saat ini, masih di batas wajar. Kita memang belum menghitung pasti berapa dampak USD terhadap ekonomi Kaltim. Tapi yang jelas, pengusaha yang ekspor pasti diuntungkan," ujarnya.

Nur mengatakan, walaupun menguntungkan, BI terus berada di pasar untuk memastikan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak terlalu tinggi. Pasalnya, nilai tukar rupiah yang fluktuatif juga berpengaruh terhadap prediksi harga yang dilakukan pengusaha.

"Kalau rupiah fluktuasinya tinggi, pengusaha akan sulit membuat prediksi bisnis. BI juga tidak akan diam walaupun pebisnis batu bara diuntungkan. Karena masih ada pengusaha yang kesulitan saat ini," tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 06:50

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit

BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

IHEx Kaltim Terkontraksi Minus 4,5 Persen

SAMARINDA - Meski tidak sedalam perkiraan sebelumnya, indeks harga komoditas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

Incar Kerja Sama Migas di Timur Tengah

JAKARTA – Pemerintah berupaya meningkatkan investasi subsektor minyak dan gas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:40

Pajak e-Commerce Masih Moderat

JAKARTA – Keluarnya PMK Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:37

Bisnis Travel Panen di Awal Tahun

SURABAYA – Awal tahun ini menjadi momen positif bagi bisnis…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Berdayakan UKM Kuliner Lokal

SURABAYA - Pasar usaha kecil dan menengah (UKM) bidang kuliner…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Hero Tutup 26 Gerai, Rumahkan 532 Karyawan

JAKARTA - PT Supermarket Tbk (Hero Group) memilih melakukan efisiensi…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

Tahap I, Pemerintah Lelang Lima Blok Migas

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

PEP Asset 4 Lampaui Target Produksi

JAKARTA - Pertamina EP (PEP) Asset 4 membukukan kinerja positif…

Senin, 14 Januari 2019 06:42

Citilink Siapkan Skema Bagasi Berbayar

BALIKPAPAN - Setelah Lion Air dan Wings Air mulai menyosialisasikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*