MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 12 Mei 2018 06:30
Jelang Ramadan, Penjualan Meningkat 300 Persen

Menengok Bisnis Jati Jepara

MAKIN OPTIMISTIS: Sempat kehilangan sebagian pasarnya, kini bisnis furnitur jati jepara kembali tumbuh.

PROKAL.CO, Perabotan dari jati jepara masih menjadi idola masyarakat karena memiliki kualitas mumpuni. Sempat kehilangan pangsa, furnitur ini kembali bergairah seiring meningkatnya harga batu bara.

MUHAMMAD RIDUAN, Samarinda

JELANG Ramadan dan Idulfitri, menjadi berkah bagi sebagian bisnis di Kaltim. Salah satunya furniturkayu jati jepara. Perabotan rumah yang dianggap nomor satu kualitasnya ini, memasuki Bulan Suci umat Islam semakin banyak peminat. Bahkan peningkatannya bisa mencapai 300 persen dibandingkan hari biasa. 

Optimistis pertumbuhan kembali dirasakan para pedagang, padahal produsen furnitur jati jepara sempat kehilangan sebagian besar pangsanya, akibat lesunya komoditas utama Kaltim, yaitu batu bara. Tepatnya pada 2016 silam. Memasuki 2018, pelaku bisnis ini kembali optimistis tumbuh karena ada perbaikan penjualan pada 2017 lalu.

Hal itu dibenarkan Dodi Hendro, owner Jati Mewah Furniture. Dia menyebut, penurunan signifikan sudah terasa sejak 2015, puncak paling dirasakan saat 2016.

“Sebelum memasuki 2015, biasanya sebelum Idulfitri kami bisa menjual hingga tiga kontainer. Sekarang, dalam satu tahun, satu kontainer saja belum tentu habis,” ungkapnya saat ditemui Kaltim Post, Kamis (10/5).

Dia menjelaskan, dalam satu kontainer, setidaknya terisi 18 unit produk furnitur, dan paling banyak 22 unit. Namun memasuki 2017, kembali terjadi perbaikan. Ketika pada 2015-2016, dalam sebulan pihaknya hanya bisa menjual 3 unit. Namun memasuki 2017 terjadi perbaikan, dalam seminggu sudah bisa menjual 3-4 unit.

“Makanya Ramadan dan Idulfitri tahun ini, kami optimistis penjualan bisa meningkat 200 persen dari hari biasanya,” tutupnya.

Senada, Muhammad Nursule Tukul, karyawan furniturjati mengatakan, penjualan biasa per harinya 4–5 kursi dan meja. Memasuki Ramadan, penjualan bisa meningkat menjadi 9-10 kursi.  Satu paket kursi dan meja dibanderol dengan Rp 900 ribu.

“Penjualan kami menjelang Ramadan pasti sangat meningkat, mungkin mencapai 200 persen bila dibandingkan hari biasa,” tuturnya kepada Kaltim Post Rabu (9/5).

Menurutnya, kebanyakan masyarakat Samarinda dan sekitarnya, lebih menyukai membeli produk yang murah. Namun, jelang Ramadan, biasanya akan memilih produk-produk premium dengan kualitas terbaik.

“Tahun ini, pasti lebih baik. Daya beli masyarakat sudah cukup baik, sehingga kami optimistis,” ungkapnya.

Terpisah, Firman Oktavia, pemilik Fortuna Meubel Jepara mengaku turut merasakan peningkatan penjualan saat Ramadan. Apalagi jika mendekati Idulfitri, peningkatannya bisa mencapai 300 persen per harinya.

“Sebelum 2015, jelang Ramadan memang selalu terjadi peningkatan. Namun, lesunya pasar pada 2016 lalu masih dalam tahap wajar,” ungkapnya.

Kalau tidak wajar, tambahnya, pihaknya sudah lama tutup. Namun hingga saat ini, masih bisa saja bertahan. Karena pembeli jati jepara masih ada, apalagi tahun ini peningkatan bisa ratusan persen.

“Mayoritas masyarakat Samarinda kan muslim, jadi wajar jelang Idulfitri membeli perabotan baru untuk merayakan hari kebesarannya,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 12 Januari 2019 07:02
Melihat Pelatihan Make-up di Rutan Klas IIB Balikpapan

Tepis Bosan, Modal agar Tak Kembali Terjerumus

Bayangan terhadap kelam dan buruknya kehidupan di balik dinding penjara…

Minggu, 06 Januari 2019 08:52

Mingalabar from Myanmar

Oleh: Firman Wahyudi   PERJALANAN dari Balikpapan ke Myanmar memakan…

Sabtu, 05 Januari 2019 06:57

Raih Harmony Award, Warga Punya Peran Besar

Kalimantan Utara (Kaltara) dinobatkan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai provinsi dengan…

Sabtu, 29 Desember 2018 06:59

Evaluasi APBD Sudah Rampung, Menunggu Pengesahan DPRD

Draf APBD Kalimantan Utara (Kaltara) 2019 sudah dievaluasi Kementerian Dalam…

Rabu, 26 Desember 2018 11:54
Kisah Para Nelayan Pandeglang yang Selamat dari Tsunami

Selembar Penutup Boks Ikan Jadi Penyelamat

Kuatnya terjangan tsunami membuat kapal-kapal pencari ikan itu pecah. Nelayan…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:59
Menengok MRI Anyar Milik RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo

Bantu Dokter Mampu Visualisasikan Jaringan Tubuh Terkecil Pasien

Setahun lalu diusulkan, Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru milik RSUD…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:45
AKP MD Djauhari, Kapolsek Loa Janan Peraih Medali Perak Porprov

Tetap Percaya Diri Meski Bersaing dengan Atlet Muda

Nama AKP MD Djauhari tak asing lagi di lingkungan atlet…

Sabtu, 22 Desember 2018 06:38

Ikuti Adik Jajal Samarinda, Sudah Bidik Pasar Luar Negeri

Memiliki jiwa bisnis, putra sulung Presiden RI ke-7, Joko Widodo,…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:12

Penularan “Santun”, Pasien Tak Perlu Dijauhi

Stigma HIV/AIDS di kalangan masyarakat masih buruk. Penderitanya kerap dikucilkan:…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:05

Urunan Sayur Saat Hajatan, Ngopi Bareng Kaburkan Zona Merah

“Proactif Policing” yang kerap digaungkan Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*