MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 12 Mei 2018 06:30
Jelang Ramadan, Penjualan Meningkat 300 Persen

Menengok Bisnis Jati Jepara

MAKIN OPTIMISTIS: Sempat kehilangan sebagian pasarnya, kini bisnis furnitur jati jepara kembali tumbuh.

PROKAL.CO, Perabotan dari jati jepara masih menjadi idola masyarakat karena memiliki kualitas mumpuni. Sempat kehilangan pangsa, furnitur ini kembali bergairah seiring meningkatnya harga batu bara.

MUHAMMAD RIDUAN, Samarinda

JELANG Ramadan dan Idulfitri, menjadi berkah bagi sebagian bisnis di Kaltim. Salah satunya furniturkayu jati jepara. Perabotan rumah yang dianggap nomor satu kualitasnya ini, memasuki Bulan Suci umat Islam semakin banyak peminat. Bahkan peningkatannya bisa mencapai 300 persen dibandingkan hari biasa. 

Optimistis pertumbuhan kembali dirasakan para pedagang, padahal produsen furnitur jati jepara sempat kehilangan sebagian besar pangsanya, akibat lesunya komoditas utama Kaltim, yaitu batu bara. Tepatnya pada 2016 silam. Memasuki 2018, pelaku bisnis ini kembali optimistis tumbuh karena ada perbaikan penjualan pada 2017 lalu.

Hal itu dibenarkan Dodi Hendro, owner Jati Mewah Furniture. Dia menyebut, penurunan signifikan sudah terasa sejak 2015, puncak paling dirasakan saat 2016.

“Sebelum memasuki 2015, biasanya sebelum Idulfitri kami bisa menjual hingga tiga kontainer. Sekarang, dalam satu tahun, satu kontainer saja belum tentu habis,” ungkapnya saat ditemui Kaltim Post, Kamis (10/5).

Dia menjelaskan, dalam satu kontainer, setidaknya terisi 18 unit produk furnitur, dan paling banyak 22 unit. Namun memasuki 2017, kembali terjadi perbaikan. Ketika pada 2015-2016, dalam sebulan pihaknya hanya bisa menjual 3 unit. Namun memasuki 2017 terjadi perbaikan, dalam seminggu sudah bisa menjual 3-4 unit.

“Makanya Ramadan dan Idulfitri tahun ini, kami optimistis penjualan bisa meningkat 200 persen dari hari biasanya,” tutupnya.

Senada, Muhammad Nursule Tukul, karyawan furniturjati mengatakan, penjualan biasa per harinya 4–5 kursi dan meja. Memasuki Ramadan, penjualan bisa meningkat menjadi 9-10 kursi.  Satu paket kursi dan meja dibanderol dengan Rp 900 ribu.

“Penjualan kami menjelang Ramadan pasti sangat meningkat, mungkin mencapai 200 persen bila dibandingkan hari biasa,” tuturnya kepada Kaltim Post Rabu (9/5).

Menurutnya, kebanyakan masyarakat Samarinda dan sekitarnya, lebih menyukai membeli produk yang murah. Namun, jelang Ramadan, biasanya akan memilih produk-produk premium dengan kualitas terbaik.

“Tahun ini, pasti lebih baik. Daya beli masyarakat sudah cukup baik, sehingga kami optimistis,” ungkapnya.

Terpisah, Firman Oktavia, pemilik Fortuna Meubel Jepara mengaku turut merasakan peningkatan penjualan saat Ramadan. Apalagi jika mendekati Idulfitri, peningkatannya bisa mencapai 300 persen per harinya.

“Sebelum 2015, jelang Ramadan memang selalu terjadi peningkatan. Namun, lesunya pasar pada 2016 lalu masih dalam tahap wajar,” ungkapnya.

Kalau tidak wajar, tambahnya, pihaknya sudah lama tutup. Namun hingga saat ini, masih bisa saja bertahan. Karena pembeli jati jepara masih ada, apalagi tahun ini peningkatan bisa ratusan persen.

“Mayoritas masyarakat Samarinda kan muslim, jadi wajar jelang Idulfitri membeli perabotan baru untuk merayakan hari kebesarannya,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 10:53

Pramugari Nyerah, Punya Suami yang Brutal di Ranjang

Mungkin Donwori, 31, berpikir jika Karin, 29, ini Dakota Johnson dalam film 50 Shades of Grey yang…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:46

Syaratnya, Jangan Berisik, Jangan Menatap, Jangan Mendongak

Bisa bertemu orangutan dari jarak dekat adalah “kemewahan” yang ditawarkan Taman Nasional…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:30

Setiap Hari, Ajak Anak Membaca selama 15 Menit

Denah pengelolaan kelas yang masih monoton seperti pekerja kantoran. Guru menyampaikan ceramah di depan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Berangkat dari Kampung Baru, Berkeinginan Sejahterakan Nelayan

Tumbuh di daerah pesisir membuat Utari Octavianty tak lagi asing melihat aktivitas nelayan. Sedari kecil,…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:25

Bini Ngga Suka Blow Job, Jadi Alasan Suami Cari Janda

Donwori membuat Karin dalam posisi dilema. Istrinya dibuat kini berada di persimpangan jalan yang sungguh…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:20

Tak Kuat Godaan Harta, Tahta dan Janda Muda

Katanya, godaan laki-laki adalah harta, tahta, dan wanita. Rasanya, Donwori, 48, tak tahan dengan godaan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:18

Dicerai Karena Bini Nyaman Jadi Simpanan Om Genit

Tak semua perempuan gila harta, tapi banyakan ya iya. Seperti Karin, 34, ini. Ditinggal suami merantau,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 01:27

Tiap Hari Habiskan 10 Karung Beras dan 125 Ekor Ayam

Sudah tujuh hari, dapur umum Detasemen Pemeliharaan dan Jasa Intendans Kodam VI/Mulawarman tampak sibuk.…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:15
Mengunjungi Lokalisasi Tondo Pascagempa dan Tsunami

Tarif Variatif, Sebagian Germo asal Sulsel

Mereka hanya menjedakan diri sesaat. Menunggu kafe, tempat karaoke, dan kamar direnovasi. RIDWAN MARZUKI-NURHADI…

Selasa, 09 Oktober 2018 10:14
Mengunjungi Lokalisasi Tondo Pascagempa dan Tsunami

Para WTS Tetap Beroperasi, Tetapi di Indekos

Para germo menyebut mereka telah pulang kampung. Namun, sebagian masih berada di indekos.   RIDWAN…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .