MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 12 Mei 2018 06:28
BI Target Inflasi di Bawah 1 Persen

BI Gandeng Ulama Lakukan Sosialisasi

INOVASI: BI Kaltim berusaha menekan inflasi supaya tidak meningkat tajam saat Ramadan. Salah satunya dengan meminta bantuan ulama untuk mengedukasi masyarakat.

PROKAL.CO, SAMARINDA   -  Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim terus berupaya mengendalikan inflasi saat Ramadan. Salah satunya dengan menggandeng para ulama.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, Zaini Naim mengatakan, inflasi sejatinya tidak seharusnya terjadi saat Ramadan. Karena yang menggoda masyarakat itu hawa nafsu dan setan. Sedangkan setan, saat Ramadan tidak ada. Berarti hawa nafsu yang mengendalikan manusia.

“Membeli secara berlebihan hingga menyebabkan supply dan demand tidak seimbang, tentunya karena manusia tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya,” ujarnya di sela-sela sosialisasi pengendalian inflasi di KPw-BI Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Jumat (11/5).

Dia mengatakan, supply dan demand yang tidak seimbang akan meningkatkan harga-harga bahan kebutuhan pokok. Hal itu tentunya disebabkan peningkatan permintaan atau konsumsi selama Ramadan yang membuat perselisihan jumlah supply dan demand bahan pokok.

“Nafsu ini yang membuat inflasi berlebihan. Padahal puasa siang hari menahan makan dan minum. Begitu buka, makannya banyak. Lain dari hari biasanya. Kalau masih inflasi, berarti puasanya gagal," tegas Zaini.

Zaini menuturkan, dirinya, bersama pemuka agama Islam lainnya memiliki kewajiban mengedukasi masyarakat untuk membatasi konsumsi selama Ramadan. Sehingga, hakikat Ramadan, yakni menahan hawa nafsu tetap terjaga.

"Jangan sampai puasa sia-sia, karena kita mengikuti hawa nafsu. Kalau hari biasa makan sayur bening, saat buka puasa juga harusnya begitu," tutupnya.

Sementara itu, Kepala KPw-BI Kaltim Muhamad Nur mengatakan, pada April 2018 terjadi inflasi sebesar 0,30 persen. Memasuki Ramadan diprediksi terjadi peningkatan, namun pihaknya terus berusaha menekan. Salah satunya dengan sosialisasi yang dibantu ulama.

“Maksimal saat Ramadan, inflasi meningkat menjadi 0,50 persen, tidak boleh di atas 1 persen. Kita yakin pasti tercapai,” ungkapnya.

Karena, tambahnya, secara suplai seharusnya cukup bahkan hingga tiga bulan ke depan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disperindagkop Kaltim. Sekarang, bergantung bagaimana jumlah demand yang harus lebih terkendali. Karena jika permintaan terlalu tinggi, tentunya pedagang akan mengambil kesempatan ini.

“Sehingga, inflasi pasti terjadi peningkatan. Tinggal bagaimana kita bisa menekan akan lebih rendah,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:54

Standar Euro 4 Dongkrak Harga Mobil

JAKARTA – Mulai 7 Oktober 2018, semua mobil yang dipasarkan di Indonesia wajib berstandar emisi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar

JAKARTA – Kinerja neraca dagang pada September mulai menunjukkan tren positif. Setelah berkali-kali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:47

Dorong Industri Mamin Agresif di Pasar Ekspor

SURABAYA – Industri makanan dan minuman (mamin) menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:46

REI Usulkan Harga Rumah Subsidi Naik

BALIKPAPAN - Realestat Indonesia (REI) mengusulkan adanya kenaikan harga rumah bersubsidi. Ketua Komisariat…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:37

Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Properti

JAKARTA – Selisih kebutuhan rumah dengan kapasitas pengembang masih cukup lebar. Berdasar data…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Uang Elektronik Gaet Generasi Milenial

SURABAYA – Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap metode transaksi pembayaran yang cepat mendorong…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Sejak 2017, Nilai Aset Negara Naik Rp 4.190 Triliun

JAKARTA - Sebanyak 945.460 aset negara yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga serta instansi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:35

Ekonomi Domestik dan Sentimen Brexit Dorong Rupiah Menguat

JAKARTA - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diharapkan dapat kembali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:34

Kesejahteraan Pangan Jadi Perhatian

JAKARTA – Kesejahteraan pangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar memperoleh kecukupan…

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .