MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Jumat, 11 Mei 2018 11:37
Angkutan Kelapa Sawit dan Semen Bikin Jalan Rusak
BUTUH PENINGKATAN: Salah satu jalan di Desa Kerang Dayo, Kecamatan Batu Engau, yang menghubungkan ke Kecamatan Muara Samu dan Kalimantan Selatan.

PROKAL.CO, TANA PASER – Banyak warga Kabupaten Paser yang mengeluhkan infrastruktur jalan rusak. Bahkan, warga dengan bebas membeber keluhan dan kerusakan jalan di media sosial. Soal keluhan banyaknya jalan rusak ini ditanggapi Kabid Prasarana Wilayah (Praswil) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Paser Mulyadi Rahman, saat pertemuan dengan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Paser 2017 belum lama ini di Kantor DPRD Paser.

Menurut dia, penyebab jalan rusak mayoritas karena operasional muatan perusahaan perkebunan di sekitar kecamatan atau desa tersebut. Bappeda, kata dia, sudah berkali-kali menyurati perusahaan setempat dan berkoordinasi agar mau membantu perbaikan maupun peningkatan jalan desa.

“Faktor penyebab terbesar ialah muatan kelapa sawit, entah milik masyarakat atau perusahaan. Karena kebun sawit hanya ada dua kemungkinan pemiliknya, masyarakat dan perusahaan. Inilah yang membuat jalan kita rusak. Karena itu, kami meminta dukungan DPRD untuk menegur sejumlah perusahaan yang membawa di atas batas normal,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Paser Lim Eddy Hartono membenarkan bahwa truk muatan sawit atau semen menjadi penyebab kerusakan jalan di Paser. Mirisnya lagi jika jalan tersebut milik provinsi, penanganannya terbilang lamban. “Beginilah aturan terkadang yang menjadi korban ya daerah. Apa-apa diambil alih provinsi yang jelas asetnya berada di daerah,” tutur pria yang akrab disapa Ahie itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Paser Bachtiar Effendi mengungkapkan, belum lama ini setelah pertemuan di provinsi, sejumlah ruas jalan yang selama ini milik provinsi, dilimpahkan ke daerah. Yakni ruas Desa Janju–Jone–Pondong Baru sepanjang 14,4 kilometer. “Total ada sekitar 200 kilometer jalan provinsi yang dialihkan ke kabupaten. Untuk anggaran tentunya memberatkan daerah, namun dari segi kebijakan ini mempermudah untuk perbaikannya,” ujar Bachtiar. (/jib/iza/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 10:39

LUMAYANLAH..!! UMK Paser 2019 Sebesar Ini...

TANA PASER–Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Paser (Disnakertrans) Sancoyo…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:36

144 Personel Satpol PP Jalani Tes Urine

PENAJAM–Ratusan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:26

16 Ribu KTP Elektronik Dimusnahkan

SANGATTA–Beberapa petugas terlihat asyik menyusun ribuan potongan kartu tanda penduduk…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:25

Bonus Porprov Diusulkan Rp 8 Miliar

BONTANG–KONI Kota Bontang meminta anggaran untuk bonus atlet peraih medali…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:24

Penumpang Pesawat Perintis Kini Melonjak

SANGATTA–Menjelang hari raya Natal dan tahun baru, penumpang pesawat perintis…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:23

Impikan Beras Basah Serupa Maladewa

BONTANG–Pembenahan Pulau Beras Basah hampir rampung. Destinasi wisata yang menjadi…

Sabtu, 15 Desember 2018 10:22

Bawaslu Minta Peran Aktif Masyarakat

TANJUNG REDEB–Dalam tiga bulan terakhir sejak masa kampanye pemilihan umum…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:10

16 Ribu KTP Elektronik Dimusnahkan

SANGATTA  –  Beberapa petugas terlihat asyik menyusun ribuan potongan kartu…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:09

Bonus Porprov Diusulkan Rp 8 Miliar

BONTANG  –  KONI Kota Bontang meminta anggaran untuk bonus atlet…

Sabtu, 15 Desember 2018 07:08

Penumpang Pesawat Perintis Kini Melonjak

SANGATTA  –  Menjelang hari raya Natal dan tahun baru, penumpang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .