MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Jumat, 11 Mei 2018 11:37
Angkutan Kelapa Sawit dan Semen Bikin Jalan Rusak
BUTUH PENINGKATAN: Salah satu jalan di Desa Kerang Dayo, Kecamatan Batu Engau, yang menghubungkan ke Kecamatan Muara Samu dan Kalimantan Selatan.

PROKAL.CO, TANA PASER – Banyak warga Kabupaten Paser yang mengeluhkan infrastruktur jalan rusak. Bahkan, warga dengan bebas membeber keluhan dan kerusakan jalan di media sosial. Soal keluhan banyaknya jalan rusak ini ditanggapi Kabid Prasarana Wilayah (Praswil) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Paser Mulyadi Rahman, saat pertemuan dengan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Paser 2017 belum lama ini di Kantor DPRD Paser.

Menurut dia, penyebab jalan rusak mayoritas karena operasional muatan perusahaan perkebunan di sekitar kecamatan atau desa tersebut. Bappeda, kata dia, sudah berkali-kali menyurati perusahaan setempat dan berkoordinasi agar mau membantu perbaikan maupun peningkatan jalan desa.

“Faktor penyebab terbesar ialah muatan kelapa sawit, entah milik masyarakat atau perusahaan. Karena kebun sawit hanya ada dua kemungkinan pemiliknya, masyarakat dan perusahaan. Inilah yang membuat jalan kita rusak. Karena itu, kami meminta dukungan DPRD untuk menegur sejumlah perusahaan yang membawa di atas batas normal,” katanya.

Anggota Komisi II DPRD Paser Lim Eddy Hartono membenarkan bahwa truk muatan sawit atau semen menjadi penyebab kerusakan jalan di Paser. Mirisnya lagi jika jalan tersebut milik provinsi, penanganannya terbilang lamban. “Beginilah aturan terkadang yang menjadi korban ya daerah. Apa-apa diambil alih provinsi yang jelas asetnya berada di daerah,” tutur pria yang akrab disapa Ahie itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Paser Bachtiar Effendi mengungkapkan, belum lama ini setelah pertemuan di provinsi, sejumlah ruas jalan yang selama ini milik provinsi, dilimpahkan ke daerah. Yakni ruas Desa Janju–Jone–Pondong Baru sepanjang 14,4 kilometer. “Total ada sekitar 200 kilometer jalan provinsi yang dialihkan ke kabupaten. Untuk anggaran tentunya memberatkan daerah, namun dari segi kebijakan ini mempermudah untuk perbaikannya,” ujar Bachtiar. (/jib/iza/k16)


BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 10:37

Bupati Minta Budaya Leluhur Dijaga

BENGALON–Rustam Ependy dikukuhkan sebagai Pj kepala desa Persiapan Tepian Budaya,…

Selasa, 26 Maret 2019 10:36

Kutim Peringati Hari Jilbab Sedunia

SANGATTA–Hari Jilbab Sedunia diperingati oleh segenap hijaber di Kutai Timur…

Selasa, 26 Maret 2019 10:31

Penyelesaian Sengketa Lahan Dikeluhkan

SENDAWAR–Penguasaan lahan dan hutan di Kutai Barat (Kubar) oleh perusahaan…

Selasa, 26 Maret 2019 10:30

Ceko Apresiasi Pemkab Berau

TANJUNG REDEB – Republik Ceko melalui Kementerian Luar Negeri Ceko…

Selasa, 26 Maret 2019 10:30

Tingkatkan Ekspor dan Investasi Daerah

TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi…

Selasa, 26 Maret 2019 10:27

PHK 390 Karyawan Dinilai Cacat Hukum

SANGATTA - Rapat dengar pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kutai…

Selasa, 26 Maret 2019 10:25

Truk Tangki Dievakuasi ke Jenebora

PENAJAM – Truk tangki yang tercebur ke laut di Pelabuhan…

Selasa, 26 Maret 2019 10:24

Honor Minim, Jadi Petugas KPPS Kurang Diminati

PENAJAM – Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Penajam Paser…

Senin, 25 Maret 2019 11:05

Distribusi Kotak Suara jadi Atensi Polres PPU

PENAJAM-  Segala kerawanan pada pemilu tahun 2019, sudah mulai diantisipasi…

Senin, 25 Maret 2019 11:03

ALHAMDULILLAH..!! 6 Kecamatan Kembali Dapat Program PISEW 2019

TANA PASER – Sama di tahun sebelumnya, program Kementerian Pekerjaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*