MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Jumat, 11 Mei 2018 11:29
Tujuh BUMDes Alami Kredit Macet

Tak Setor PADes, DPMD Akan Lakukan Evaluasi

BAKAL DIEVALUASI: Performa BUMDes yang tidak menyetorkan PADes.

PROKAL.CO, PENAJAM- Masalah kredit macet menghampiri Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Sebab, seluruh BUMDes yang dibentuk pemerintah desa (pemdes) ini bergerak di sektor jasa perkreditan. Di Kabupaten PPU ada 27 BUMDes. Tujuh di antaranya kinerjanya bermasalah. Penyebabnya, banyak kredit macet yang tidak dibayarkan nasabah.

BUMDes yang mengalami kredit macet terbanyak di Kecamatan Sepaku. Ada empat BUMDes tersebar di Desa Binuang, Bumi Harapan, Wonosari, dan Sukaraja yang bermasalah dengan penagihan pembayaran pinjaman yang telah disalurkan. Selebihnya berada di Kecamatan Babulu, dengan tiga BUMDes yang mengalami masalah penagihan kredit. Yaitu, Desa Babulu Laut, Sebakung Jaya, dan Gunung Mulia. Diduga penagihan yang dilakukan BUMDes mengalami kendala. Mulai kebiasaan masyarakat hingga letak permukiman nasabah yang relatif sulit dijangkau.

“Ini yang harus dievaluasi. Mengapa bisa terjadi kredit macet. Karena kami sifatnya mengawasi saja,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten PPU, Dul Aziz saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu. Seluruh BUMDes di Kabupaten PPU juga mengelola jasa usaha lain. Di antaranya, perkebunan, mengurus pasar desa, hingga jasa penyewaan tenda yang melengkapi usaha jasa perkreditan yang ditawarkan perusahaan milik pemdes ini.

Sampelnya adalah BUMDes Binuang Makmur di Desa Binuang, Kecamatan Sepaku. Ada tujuh jenis usaha yang dikelola. Mulai perkreditan, perkebunan, pasar desa, TBS (tandan buah segar) sawit, tenaga kerja, alat tulis kantor (ATK), dan penjahitan. Namun, karena mengalami kredit macet pada jasa perkreditan, berdampak pada enam jasa usaha lainnya. “Jadi, ada beberapa BUMDes yang beranjak belajar dengan mengelola jasa usaha lainnya,” kata Bang Dul–biasa dia disapa.

Walau ada BUMDes yang bermasalah, ada pula yang performanya cukup baik. Dengan menyumbangkan belasan hingga puluhan juta rupiah bagi PADes. Sampelnya di BUMDes Anugrah di Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, yang menyetorkan PADes Rp 20,4 juta. Ada tiga sektor usaha yang dikelola. Yakni, perkreditan, perkebunan sawit, dan Agen BNI 46. Tiga usaha yang dikelola BUMDes yang dibentuk pada 2014 itu berhasil mencatatkan omzet laba kotor per tahun sebesar Rp 81,6 juta dengan keuntungan bersih per tahun sebesar Rp 16,32 juta. “Jadi ada juga BUMDes yang performanya cukup baik,” tutup mantan kabag Humas Setkab PPU itu.   

Selain itu, masih ada tiga desa lain yang belum memiliki BUMDes. Yakni, Desa Bukit Subur di Kecamatan Penajam, Desa Gunung Intan di Kecamatan Babulu, dan Desa Bukit Raya di Kecamatan Sepaku. Dul Aziz pun berharap, tahun ini BUMDes di tiga desa tersebut sudah dibentuk. Sehingga dapat menyumbangkan PADes yang dampaknya pada pembangunan desa. 

Ketua DPRD PPU Nanang Ali menyarankan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan dengan membubarkan BUMDes yang dinilai tidak mampu menyumbangkan PADes tersebut. Namun, perlu dilakukan evaluasi dan pembinaan dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, baik DPMD maupun Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag). Dengan memberikan pelatihan usaha dan pengembangan kapasitas bagi BUMDes. “Jadi jangan karena ada masalah kredit macet, langsung dibubarkan oleh pemdesnya,” ucapnya.

Walaupun demikian, penagihan atas pinjaman yang dilakukan di BUMDes tersebut juga harus dilakukan. Mengingat usaha jasa perkreditan yang dijalankan BUMDes berasal dari penyertaan modal pemdes. Yang harus dipertanggungjawabkan sesuai peruntukannya. “Kalau misalnya dia (nasabah) jatuh miskin, bisa diusulkan untuk diputihkan utang pinjamannya. Kalau tidak, ya harus ditagih. Kan banyak cara penagihan yang bisa dilakukan. Jangan sampai jadi masalah di kemudian hari,” pungkasnya. (*/kip/iza/k16)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 10:32

Ada yang Harus Skedul Ulang

SANGATTA - Kebijakan Pemkab Kutai Timur  (Kutim) yang menginginkan anggaran…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:30

Proyek 2015 Belum Dibayar Disdik?

SANGATTA - Surat perintah kerja (SPK) proyek di Dinas Pendidikan…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:29

Pembangunan Maratua Sangat Pesat

TANJUNG REDEB – Jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Maratua dalam…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:25

Gaji Guru Honorer dan PTT Disamakan

TANJUNG REDEB – Kabar gembira bagi guru honorer yang mengabdi…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:24

Dicabuli Ayah Tiri, Mencoba Bunuh Diri

SANGATTA – Kasus pencabulan yang dilakukan terhadap anak tiri, terjadi…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:21

Sawah Jadi Tempat Buang Tanah

KUKAR–Kekecewaan terlihat dari wajah Plt Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah.…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:20

Jalan Dua Desa Bakal Disemen

TENGGARONG–Di tengah defisit keuangan daerah, dua desa di Tenggarong Seberang,…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:17

Polri Ancang-Ancang Songsong Pemilu 2019

SENDAWAR–Seluruh personel Polres Kutai Barat (Kubar) punya tanggung jawab besar.…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:14

Perlu Evaluasi Menyeluruh

PENAJAM - Pembenahan bakal dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten…

Sabtu, 19 Januari 2019 10:12

Sepuluh Calon Tunggu Uji Kepatutan

TANA PASER – Penentuan siapa yang akan terpilih menjadi anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*