MANAGED BY:
RABU
27 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 11 Mei 2018 09:23
Salah-kan Kami, Ya Allah!

Hikmah Jumat

PROKAL.CO, CATATAN: BAMBANG ISWANTO (*)

SATU musim kompetisi Liga Champions dan Liga Primer Inggris 2017-2018 memunculkan satu nama pemain paling berbakat di dunia. Dia mulai disandingkan dengan Lionel Messi dari Argentina dan Christian Ronaldo asal Portugal. Dua pemain terhebat dunia saat ini yang menjadi langganan peraih bola emas, simbol supremasi pemain paling top sejagad.

Bagi penggemar sepak bola, tentu tidak susah menebak siapakah pemain yang dimaksud. Dia adalah Mohamed Salah. Pemain asal Mesir. Saat ini membela klub Inggris, Liverpool. Raihan prestasi mencetak gol yang dia torehkan untuk Liverpool mengantarkannya sebagai pemain paling bersinar musim ini.

Liverpool bukan klub superkaya seperti Manchester City ataupun tetangganya, Manchester United, di Liga Inggris. Bahkan, jauh dari klub kaya lain di daratan Eropa seperti Real Madrid atau Bayern Munich. Meskipun kalah kaya dari klub-klub tersebut, tak membuat Liverpool tidak bisa berprestasi lebih di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Eropa.

Sejauh ini, Liverpool sudah memastikan tiket final Liga Champion yang akan dilangsungkan pada 27 Mei 2018. Capaian final merupakan bukti yang tak terbantahkan kehebatan klub ini. Liverpool mengalahkan prestasi-prestasi klub besar lain seperti Manchester City, Manchester United, Bayern Munich, dan Barcelona sekali pun. Satu hal lain yang tidak bisa dimungkiri adalah prestasi klub ini tidak lepas dari andil Mohamed Salah. Kontribusi gol dan assist-nya untuk Liverpool diakui pengamat dan pemerhati sepak bola mampu mengantarkan klub meraih prestasi seperti sekarang.

Kalau Anda pemain sepak bola, saya tidak akan ragu Anda berharap memiliki kemampuan dan prestasi seperti Salah. Hal ini tidak lepas dari kompetensi, skill, dan kemampuan Salah dalam mengolah bola dan mengonversinya menjadi gol dan assist. Sudah 31 gol dilesatkan Salah di Liga Inggris, menjadikannya sebagai pemuncak pencetak gol. Sementara di Liga Champions, sudah 10 gol dicetaknya dan mendudukkannya sebagai tersubur kedua pencetak gol di bawah Ronaldo. Dalam kapasitasnya sebagai pemain sepak bola dan Anda adalah pemain bola, mungkin doa Anda berbunyi, “Tuhan, jadikan aku seperti Salah yang hebat”.

Namun, jika Anda tahu lebih jauh tentang Salah, doa Anda mungkin berubah tidak hanya ingin memiliki keahlian sepak bola seperti Salah, tetapi juga berharap ingin memiliki kepribadian seperti Salah. Kehebatan Salah tidak hanya pada kemampuan dan skill-nya di lapangan hijau. Lebih dari itu, Salah adalah pemain yang memiliki kepribadian baik. Hal ini ditunjukkannya ketika berada di lapangan atau di luar lapangan. Pemahaman keagamaan yang dimilikinya diimplementasikan ketika dia beraksi di lapangan. Lihatlah ketika Salah mencetak gol bagi kesebelasannya, hal pertama kali yang dia tunjukkan adalah langsung mengingat Tuhan dan bersyukur. Gestur tubuh yang ditunjukkan dengan sujud di lapangan hijau seakan mengatakan, “Terima kasih, Ya Allah, sudah memberikanku kesempatan dengan kuasa-Mu untuk membuat gol”. 

Tidak tampak ekspresi berlebihan seperti yang ditunjukkan banyak pemain lain, seolah ingin mengatakan kepada dunia, “Akulah sang pencipta gol”, yang diekspresikan dengan menepuk-nepuk dada. Tidak sedikit pemain yang begitu jemawa dengan gol yang dibuat melanjutkan aksinya dengan mengejek lawan atau pendukung lawannya.

Masih belum lepas juga dalam ingatan kita, ketika Salah membuat gol di laga semifinal Liga Champions ke gawang AS Roma, klub yang pernah dibelanya. Tidak ada selebrasi pribadi yang ditunjukkannya. Dia bahkan berdiam diri sambil mengangkat kedua tangannya seraya menundukkan muka sebagai bentuk penghormatan, tidak bersukacita di atas “penderitaan” dari gol yang dibuatnya.

Ada kesadaran moral untuk tetap hormat kepada klub yang juga pernah membesarkannya dan menjadi jembatan bagi karier sepak bola selanjutnya. Maksud lain dia mengangkat tangannya ke atas yang saya pahami adalah, dia ingin menyampaikan permohonan maaf, terpaksa dilakukan atas nama profesionalitas, bukan untuk maksud membuat tidak nyaman klub yang pernah dibelanya.

Salah menunjukkan kepada kita sikap rendah hati (tawadu), pandai berterima kasih, dan bersyukur atas capaian prestasi yang diraihnya. Tidak berlebihan dalam merayakan kemenangan dan kejayaan. Satu sikap yang juga patut diteladani dari seorang Salah adalah meluruskan niat ketika menjalankan peran sebagai seorang profesional.

Salah selalu mengawali dan mengakhiri pertandingan dengan doa. Menunjukkan inferioritasnya di hadapan Allah dengan permohonan kepada-Nya agar diberikan yang terbaik dalam pertandingan yang akan dan sudah dilakoninya.

Di luar lapangan, Salah dikenal sebagai sosok yang sederhana. Berbeda dengan beberapa pemain terkenal yang suka mengumbar ketenaran dan kehidupan pribadi di media sosial, Salah menggunakan media sosial seperlunya saja.

Berbicara mengenai kebaikannya yang lain, Salah dikenal sebagai sosok yang dermawan. Suka berbagi kepada orang lain. Dia diketahui menyumbang 200 ribu pounds atau senilai sekitar Rp 3,7 miliar sebagai dana amal untuk negaranya. Juga pernah menyumbang 30 ribu euro kepada asosiasi pemain veteran Mesir. Ada pula cerita tentang kebaikannya membebaskan pencuri rumahnya di Nagrig, kampung asalnya. Si pencuri yang dilaporkan keluarganya justru dibebaskan bahkan diberi santunan untuk modal hidup.

Banyak cerita-cerita masyhur lain yang diberitakan tentang kedermawanan Salah. Ketenaran yang direngkuh dari capaian prestasi yang menghasilkan kehidupan perekonomian yang mapan tidak lantas membuat Salah sombong seperti ungkapan kacang lupa kulitnya. Dia terus berbagi untuk negara, untuk tanah kelahirannya, dan untuk orang yang membutuhkan.

Kehidupan keberagamaannya pun tidak kalah menarik. Salah dikabarkan tetap akan melaksanakan puasa pada Final Liga Champions nanti, yang tepat saat Ramadan. Satu contoh tekad kuat bagaimana hubungan kepada Tuhan tidak terganggu dengan pekerjaan rutinnya sebagai seorang pesepak bola profesional.

Kombinasi kebaikan Salah di dalam dan luar lapangan menyebabkan dia memiliki penggemar bukan hanya di Mesir, negaranya, tetapi juga banyak dari luar Mesir. Liverpudlian (fans klub Liverpool) saat ini banyak yang menjadi pengagum Salah karena torehan prestasi dan kepribadiannya. Sosok yang sangat berdedikasi dan profesional dalam menekuni pekerjaan, disertai sikap rendah hati dan memiliki sifat kebajikan lainnya, menyebabkan Salah menjadi idola baru dunia sepak bola.

Kepribadian Salah sesuai dengan namanya. Dalam Bahasa Arab, arti ‘salah’ secara etimologis berasal dari kata shalaha yang artinya baik. Secara umum, makna luasnya adalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang baik. Senada dengan makna tersebut, dalam tulisan bahasa Indonesia kita familier mendengar nama Shaleh, Sholah, Soleh yang ditulis dengan berbagai varian dengan makna yang hampir sama, yaitu baik. Ketika orangtua memberi nama demikian, orangtuanya mendoakan semoga anaknya kelak menjadi orang saleh, orang yang baik, orang yang memiliki kebajikan dalam hidupnya. Dalam transliterasi bahasa Inggris, kata shalaha ditulis menjadi ‘salah’.

Tidak salah kita melafalkan doa, “Ya Allah, Salah-kan kami (jadikan kami orang-orang yang tergolong saleh).” Aamiin Yaa Mujiibas Saailiin. (far/k11)

(*) Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda

loading...

BACA JUGA

Selasa, 26 Maret 2019 21:40

Gubernur Isran Perjuangkan Rp 3 Triliun APBN untuk Keruk Sungai Karang Mumus

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengaku pihaknya sedang memperjuangkan…

Selasa, 26 Maret 2019 10:11
Muhammadiyah Umumkan 1 Ramadhan

Tidak Ada Potensi Hari Raya Ganda

JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah merilis tanggal 1 Ramadhan…

Selasa, 26 Maret 2019 09:25

DENGAR NIH..!! Kata Gubernur, Pabrik Semen Tak Ganggu Karst Sangkulirang Mangkalihat

SAMARINDA- Mahasiswa boleh menolak pembangunan pabrik semen di Kutai Timur.…

Senin, 25 Maret 2019 22:10

WALHI : Pemprov Kaltim Beri Jalan Mulus Kehancuran Karst Kutim dan Berau

SAMARINDA - Kawasan Karst di Sangkulirang di Kabupaten Kutai Timur…

Senin, 25 Maret 2019 12:39
MONTENEGRO vs INGGRIS

Butuh Lebih dari Caps ke-50

PODGORICA – Jordan Henderson pemain paling senior di timnas Inggris…

Senin, 25 Maret 2019 11:53

Cepat Bangkit, Kejar Target Lain!

HANOI – Nasib tim nasional U-23 Indonesia dalam dua bulan…

Senin, 25 Maret 2019 11:12

Yuni Dibunuh di Rumah, Wajah Lebam, Harta-Benda Raib

SAMARINDA–Sebuah rumah di Jalan Masjid, RT 30, Nomor 21, Rawa…

Senin, 25 Maret 2019 08:59

Dokter Menumpuk di Samarinda, Mahakam Ulu Tak Ada Dokter Spesialis

Dokter spesialis lebih suka bertugas di daerah perkotaan. Pasalnya, mereka…

Minggu, 24 Maret 2019 12:52

TEGAS..!! Kaltim Tolak Pembatasan Produksi Batu Bara

SAMARINDA- Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi mengatakan, untuk menjaga…

Minggu, 24 Maret 2019 11:54

Hantu Kacak Balikpapan Meresahkan, Masih Ada 2 yang Keliaran

BALIKPAPAN – Kasus pelecehan seksual terhadap perempuan di Kota Beriman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*