MANAGED BY:
SENIN
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Jumat, 11 Mei 2018 08:32
Kendala PTN, Kurang SDM dan Sarana Prasarana
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Ombudsman Republik Indonesia baru saja melakukan survei kepatuhan di Kaltim. Termasuk pemantauan standar pelayanan yang berada di perguruan tinggi negeri (PTN). Hasil dari proses pemantauan yang berlangsung Maret lalu cukup mencengangkan.

Dari tujuh kampus yang masuk radar pemantauan, sebagian besar masih belum mencapai standar kepatuhan pelayanan publik. Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dan Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) masuk dalam daftar urut tersebut. Poin yang belum mencapai standar kepatuhan pelayanan yakni penyusunan, penetapan, dan penerapan standar pelayanan.

Meski hasil pemantauan masih kurang baik, penelitian standar pelayanan PTN yang dilakukan Ombudsman turut mendapat respons baik dari ITK. Humas ITK Ridho Jun Prasetyo mengatakan, kegiatan ini upaya baik agar kualitas ITK terus terkontrol. Apalagi ITK menawarkan jasa dan layanan dalam bidang pendidikan.

Pengawasan dapat memacu ITK untuk meningkatkan kualitas. Ridho berpendapat, proses penilaian Ombudsman masih banyak melihat hal yang prosedural dan tertulis. Misalnya apakah ITK sudah memiliki standar pelayanan, berita acara, dan lainnya sesuai penilaian Ombudsman. Namun tidak begitu mempertimbangkan hal yang bersifat substansi.

Padahal selama ini, standar pelayanan secara substansi telah berjalan. Walau memang belum ada informasi legal atau prosedural seperti harus tertera di papan informasi. Istilahnya belum ada maklumat atau borang tertulis. “Padahal kami sudah berusaha maksimal dalam substansinya. Ada beberapa fakta yang tak muncul, salah satu contoh dalam konteks partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Setidaknya satu terakhir ini, ITK sudah aktif membuka media komunikasi agar masyarakat bisa menyalurkan saran melalui e-mail, website, sampai media sosial. Bahkan atas inisiatif tersebut, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan penghargaan kepada ITK. Kampus ini berhasil meraih gelar Pemenang I Kategori Media Sosial dalam Anugerah Humas PTN & Kopertis 2017.

Kemudian, ITK sudah memiliki ruang layanan terpadu untuk mengoptimalkan pelayanan. “Ada banyak aspek inovatif yang sudah berjalan dan tujuannya melayani stakeholder. Namun belum menjadi bahan penilaian karena tidak tertulis legal atau prosedur,” imbuhnya. Menurutnya, penyebaran informasi melalui media sosial ternyata dirasa lebih tepat sasaran daripada hanya lewat papan informasi.

Ombudsman bisa memastikan dengan bertanya langsung dengan mahasiswa dan orangtua mahasiswa. Kedua pihak tersebut yang selama ini sering berkomunikasi dengan memanfaatkan media sosial. “Kalau Ombudsman meminta ada legal berbentuk borang atau maklumat, tentu akan kami segera siapkan. Kami berharap penilaian Ombudsman bisa lebih in-depth, melihat aspek substansi juga,” ucapnya.

Sejauh ini, pihaknya terus berusaha menjalankan komitmen ITK sebagai lembaga pendidikan yang fungsinya tidak hanya membangun sumber daya manusia (SDM) dan masyarakat dengan literasi. Namun meningkatkan pengetahuan dari knowingmenjadi being.

“ITK sudah berusaha transparansi kepada publik, kami mengakui keterbatasan anggaran infrastruktur dan SDM menjadi hambatan. Kami tidak bisa pasif menunggu pemerintah,” tuturnya. Keterbatasan anggaran membangun infrastruktur hingga SDM ini juga dirasakan oleh tetangga ITK, Poltekba.

Terakhir kali, Poltekba menerima kucuran dana dari Kemenristekdikti sekitar 2015. Terhentinya penyaluran dana ini membuat Poltekba sulit membangun infrastruktur dan menambah SDM. Padahal kedua aspek tersebut merupakan penentu untuk mencapai standar pelayanan.

“Kami juga tidak bisa mengeluh atas kondisi itu, mau tidak mau harus tetap jalan,” sebut Manajer Peningkatan Pelayanan Publik Poltekba Syahrul Karim. Besar harapan agar pemerintah pusat segera memberi bantuan dana. Begitu pula dengan Pemprov Kaltim atau Pemkot Balikpapan yang bisa saja memberikan dana hibah. Dengan begitu pembagunan sarana prasarana berjalan kembali.

Saat ini, Poltekba masih dalam penyusunan standar pelayanan publik (SPP). Proses penyusunan SPP sudah berjalan kurang lebih selama tiga bulan terakhir. Targetnya, SPP dapat rampung dua bulan ke depan. Setelah penyusunan rampung, pihaknya akan melakukan uji publik terhadap SPP. (gel/one/k18)


BACA JUGA

Minggu, 20 Januari 2019 07:33

Kasus TPU Naik Penyidikan

BALIKPAPAN - Polda Kaltim melakukan gelar perkara dugaan korupsi pengadaan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:23

Dishub Kaltim Siap Dukung Pendanaan

BALIKPAPAN - Rencana pengoperasian kembali Pelabuhan Somber, Batu Ampar, Balikpapan…

Selasa, 15 Januari 2019 08:18

Sepekan, Sudah Empat Tangkapan Narkoba

BALIKPAPAN – Memasuki pekan kedua 2019, kasus penyalahgunaan narkoba di…

Senin, 14 Januari 2019 07:35

Pelabuhan Somber Belum Masuk RIPN

BALIKPAPAN – Jalan bagi Pemkot Balikpapan untuk mengoperasikan kembali Pelabuhan…

Senin, 14 Januari 2019 07:32

Sepekan Hilang, Polisi Masih Cari Rika

BALIKPAPAN – Setelah menerima informasi seorang remaja 15 tahun bernama…

Minggu, 13 Januari 2019 06:53

Tahanan Perempuan Dipindah ke Kukar

BALIKPAPAN – Over kapasitas masih terjadi di Rutan Klas II…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:05

Tak Direstui, Gadis Kabur Bersama Teman Perempuannya

BALIKPAPAN – Hadijah tak pernah menyangka. Anak gadisnya, Rika Kristina…

Jumat, 11 Januari 2019 10:00

Sabu Disimpan Dalam Bungkus Makanan Ringan

BALIKPAPAN - Peredaran narkoba di Balikpapan masih merajalela. Polsek Balikpapan…

Senin, 07 Januari 2019 08:43

Gara-Gara Ini, Kunjungan ke KRB Meningkat

BALIKPAPAN - Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019 telah…

Senin, 07 Januari 2019 08:42

Tarik Minat Menikah di KUA

BALIKPAPAN - Tahun ini, Kementerian Agama Balikpapan melakukan beberapa renovasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*