MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM DAHLAN ISKAN

Rabu, 09 Mei 2018 09:05
Dag-dig-dug di Pemilu Malaysia yang Dadakan
Kapan Memberikan Suara? Suka-sukanya Penguasa

PROKAL.CO, Posisi terakhir di Pilihan Raya Umum, Pemilu-nya Malaysia, 50:50. Tapi, Najib Razak mungkin menang tipis.

OLEH: DAHLAN ISKAN

ITULAH update dari teman saya di negeri jiran. Kemarin sore. Hanya beberapa jam sebelum Pemilu yang mendadak dilakukan tanggal 9 Mei besok. Mendadak? Awal bulan lalu pun putusan kapan Pemilu belum diketahui. Suka-suka yang lagi berkuasa menentukannya.

Belum pernah Pemilu Malaysia seketat ini. Selama 63 tahun, Barisan Nasional (BN) selalu menang mudah. Apalagi, ketika Mahathir Mohamad masih menjadi tokoh utama BN.

Kini, Mahathir di pihak oposisi. Gara-gara skandal korupsi di 1MDB; perusahaan negara yang dibentuk Perdana Menteri Najib Razak. Kadernya Mahathir sendiri. Nilai korupsinya lebih hebat dari KTP-el di negaranya Via Vallen; sekitar Rp 9 triliun.

Tapi, Najib lagi berkuasa. Sehebat-hebat serangan Mahathir, kekuasaan masih menentukan. Apalagi yang berkuasa itu lagi bergelimang uang. Persis seperti hasil survei Denny JA di Indonesia. Yang diumumkan kemarin. Skandal korupsi tidak banyak memengaruhi sikap pemilih. Ya sudah. Nasib.

Tapi, Najib tidak bisa menang mudah kali ini. Harga-harga bahan pokok terus naik. Juga karena bulan depan Najib menerapkan pajak baru; PPN.

Dua tambang suara Najib tergerus kali ini. Di Johor dan Sabah. Selama ini, 26 kursi DPR dari Johor hanya satu yang lepas. Tapi, sekarang ini, muncul tokoh baru di Johor. Anak muda. Umur 25 tahun. Populer sekali. Berada di kubu Mahathir. Namanya Syed Saddiq. Waktu saya satu minggu di Johor dua bulan lalu, saya tahu, nama ini benar-benar idola. Dia putra mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyidin Yasin. Saya beberapa kali bertemu dengannya.

Saddiq lulusan International Islamic University. Juga lulusan Royal Military Collage. Dua-duanya di Malaysia. Waktu kuliah, Saddiq selalu juara debat. Jabatannya saat ini Presiden Pemuda Partai Pribumi Bersatu. Ayahnya jadi presiden di partai itu. Mahathir jadi chairman-nya.

Di Sabah yang memiliki 25 kursi DPR, juga muncul tokoh anti-Najib. Namanya Shafei Apdal. Tahun 2015, dia dipecat Najib. Dari posisi menteri daerah dan pedesaan. Juga dipecat dari wakil presiden partai. Tahun lalu, Apdal mendirikan partai di Sabah; Partai Warisan Sabah. Motonya, Sabah Kita Punya. Hasil survei terakhir, setidaknya Apdal saja bisa merebut 10 dari 25 kursi itu. ''Mahathir lebih mampu memahami kita,'' katanya.

Dalam pidato terakhirnya kemarin, di Pekan, Najib menyerang Mahathir. Rakyat harus ingat betapa diktatornya Mahathir saat menjadi perdana menteri.

Dalam pidato terakhirnya kemarin, di Langkawi, Mahathir membalas; tapi saya bukan pencuri.

Mahathir, 92 tahun, hanya berpidato 18 menit. Dia mengaku lagi tidak enak badan. Demam. Mahathir juga baru diturunkan dari panggung kampanye. Lalu diperiksa polisi.

Mahathir memilih panggung Langkawi. Dari situlah kejayaan Malaysia dia mulai. Saat seluruh kepala negara Asia Pacific berkumpul di situ; APEC.

Ejekan juga dilontarkan Najib pada Nurul Izzah. Anak tokoh oposisi yang lagi dipenjara, Anwar Ibrahim. Yang bikin geger di Pemilu 2008. Saat umurnya masih 27 tahun. Belum lama lulus kuliah elektro dan dari John Hopkin University. Izzah mengalahkan tokoh yang sudah tiga periode menang di Dapil Lembah Pantai, dekat Kuala Lumpur; Shahrizat Abdul Jalil. Yang juga pula menjabat menteri wanita. Bahkan Izzah menang lagi di Pemilu 2013.

Kini Izzah pindah dapil. Ke Pematang Pauh. Dapil ayahnya dulu. Di Pulau Penang. Maka Najib pun mengejek Izzah sebagai penakut. Lari dari Lembah Pantai. Tanda-tanda oposisi akan kalah.

Izzah membalas. Kepindahannya itu untuk menunjukkan akal bulusnya penguasa. KPU-nya Malaysia memang mengubah peta dapil di Lembah Pantai. Kampung-kampung yang banyak dihuni keluarga polisi dimasukkan ke dapil itu. Mengubah-ubah peta dapil memang permainan yang canggih di Pemilu. Ya sudah. Lihat saja hasilnya besok. Sambil nonton Rara di Liga Dangdut Indonesia. (far/k11)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 08:07

Bayar Renminbi, Kembalian Dolar

OLEH: DAHLAN ISKAN INI makan malam pertama saya di Korea Utara (Korut): bayar pakai renminbi. Kembaliannya…

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:43

Wajah Baru Jalan Thamrinku

JANGAN  lupa memuji wajah baru Jalan Thamrin, Jakarta. Atau jangan lupa memberi masukan. Mumpung…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:58

DNA, Antara Penting vs Menarik

OLEH: DAHLAN ISKAN PILIH yang penting atau menarik? Jurnalistik punya dosa keturunannya sendiri: mengalahkan…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:15

Dari Kampung Laut ke Sekolah Dokter

OLEH: DAHLAN ISKAN TIGA jam lagi saya harus berangkat. Ke Korea Utara. Alhamdulillah. Masih sempat makan…

Selasa, 16 Oktober 2018 08:24

Tesla Sepeninggal Wajahnya

OLEH: DAHLAN ISKAN “THIS is incorrect”.  Tiga kata saja. Itulah isi Twitter Elon Musk.…

Kamis, 11 Oktober 2018 08:57

Suntikan Ekonomi Rp 2.000 Triliun

OLEH: DAHLAN ISKAN MASAKAN baru. Resep lama. “Masakan baru” itu senilai hampir Rp 2.000…

Rabu, 10 Oktober 2018 08:36

Fan Bingbing

OLEH: DAHLAN ISKAN FAN Bingbing bisa cantik-cantik-galak di film X-Man. Tapi kini dia takluk di depan…

Selasa, 09 Oktober 2018 08:50

Port Dickson

OLEH: DAHLAN ISKAN GOSIP permusuhan itu langsung reda. Mahathir Mohamad tiba-tiba turun gunung. Ke Port…

Minggu, 07 Oktober 2018 08:32

Rendang Unta William Wongso

OLEH: DAHLAN ISKAN BARU sekali ini saya makan daging unta. Dimasak rendang. Yang istimewa, yang masak …

Sabtu, 06 Oktober 2018 06:48

Bisa Jadi Sandwich Lima Negara

Ada gempa lain. Di laut dan udara. Di kawasan yang jadi pusat sengketa. Antar-banyak negara: Laut China…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .