MANAGED BY:
JUMAT
17 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM DAHLAN ISKAN

Rabu, 09 Mei 2018 09:05
Dag-dig-dug di Pemilu Malaysia yang Dadakan
Kapan Memberikan Suara? Suka-sukanya Penguasa

PROKAL.CO, Posisi terakhir di Pilihan Raya Umum, Pemilu-nya Malaysia, 50:50. Tapi, Najib Razak mungkin menang tipis.

OLEH: DAHLAN ISKAN

ITULAH update dari teman saya di negeri jiran. Kemarin sore. Hanya beberapa jam sebelum Pemilu yang mendadak dilakukan tanggal 9 Mei besok. Mendadak? Awal bulan lalu pun putusan kapan Pemilu belum diketahui. Suka-suka yang lagi berkuasa menentukannya.

Belum pernah Pemilu Malaysia seketat ini. Selama 63 tahun, Barisan Nasional (BN) selalu menang mudah. Apalagi, ketika Mahathir Mohamad masih menjadi tokoh utama BN.

Kini, Mahathir di pihak oposisi. Gara-gara skandal korupsi di 1MDB; perusahaan negara yang dibentuk Perdana Menteri Najib Razak. Kadernya Mahathir sendiri. Nilai korupsinya lebih hebat dari KTP-el di negaranya Via Vallen; sekitar Rp 9 triliun.

Tapi, Najib lagi berkuasa. Sehebat-hebat serangan Mahathir, kekuasaan masih menentukan. Apalagi yang berkuasa itu lagi bergelimang uang. Persis seperti hasil survei Denny JA di Indonesia. Yang diumumkan kemarin. Skandal korupsi tidak banyak memengaruhi sikap pemilih. Ya sudah. Nasib.

Tapi, Najib tidak bisa menang mudah kali ini. Harga-harga bahan pokok terus naik. Juga karena bulan depan Najib menerapkan pajak baru; PPN.

Dua tambang suara Najib tergerus kali ini. Di Johor dan Sabah. Selama ini, 26 kursi DPR dari Johor hanya satu yang lepas. Tapi, sekarang ini, muncul tokoh baru di Johor. Anak muda. Umur 25 tahun. Populer sekali. Berada di kubu Mahathir. Namanya Syed Saddiq. Waktu saya satu minggu di Johor dua bulan lalu, saya tahu, nama ini benar-benar idola. Dia putra mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyidin Yasin. Saya beberapa kali bertemu dengannya.

Saddiq lulusan International Islamic University. Juga lulusan Royal Military Collage. Dua-duanya di Malaysia. Waktu kuliah, Saddiq selalu juara debat. Jabatannya saat ini Presiden Pemuda Partai Pribumi Bersatu. Ayahnya jadi presiden di partai itu. Mahathir jadi chairman-nya.

Di Sabah yang memiliki 25 kursi DPR, juga muncul tokoh anti-Najib. Namanya Shafei Apdal. Tahun 2015, dia dipecat Najib. Dari posisi menteri daerah dan pedesaan. Juga dipecat dari wakil presiden partai. Tahun lalu, Apdal mendirikan partai di Sabah; Partai Warisan Sabah. Motonya, Sabah Kita Punya. Hasil survei terakhir, setidaknya Apdal saja bisa merebut 10 dari 25 kursi itu. ''Mahathir lebih mampu memahami kita,'' katanya.

Dalam pidato terakhirnya kemarin, di Pekan, Najib menyerang Mahathir. Rakyat harus ingat betapa diktatornya Mahathir saat menjadi perdana menteri.

Dalam pidato terakhirnya kemarin, di Langkawi, Mahathir membalas; tapi saya bukan pencuri.

Mahathir, 92 tahun, hanya berpidato 18 menit. Dia mengaku lagi tidak enak badan. Demam. Mahathir juga baru diturunkan dari panggung kampanye. Lalu diperiksa polisi.

Mahathir memilih panggung Langkawi. Dari situlah kejayaan Malaysia dia mulai. Saat seluruh kepala negara Asia Pacific berkumpul di situ; APEC.

Ejekan juga dilontarkan Najib pada Nurul Izzah. Anak tokoh oposisi yang lagi dipenjara, Anwar Ibrahim. Yang bikin geger di Pemilu 2008. Saat umurnya masih 27 tahun. Belum lama lulus kuliah elektro dan dari John Hopkin University. Izzah mengalahkan tokoh yang sudah tiga periode menang di Dapil Lembah Pantai, dekat Kuala Lumpur; Shahrizat Abdul Jalil. Yang juga pula menjabat menteri wanita. Bahkan Izzah menang lagi di Pemilu 2013.

Kini Izzah pindah dapil. Ke Pematang Pauh. Dapil ayahnya dulu. Di Pulau Penang. Maka Najib pun mengejek Izzah sebagai penakut. Lari dari Lembah Pantai. Tanda-tanda oposisi akan kalah.

Izzah membalas. Kepindahannya itu untuk menunjukkan akal bulusnya penguasa. KPU-nya Malaysia memang mengubah peta dapil di Lembah Pantai. Kampung-kampung yang banyak dihuni keluarga polisi dimasukkan ke dapil itu. Mengubah-ubah peta dapil memang permainan yang canggih di Pemilu. Ya sudah. Lihat saja hasilnya besok. Sambil nonton Rara di Liga Dangdut Indonesia. (far/k11)


BACA JUGA

Rabu, 15 Agustus 2018 08:52

Ujian Lira untuk Menantu-Mertua

  Oleh: Dahlan Iskan MASIH belum ada langkah nyata di Turki. Baru sebatas tekad: akan mengatasinya.…

Selasa, 14 Agustus 2018 09:14

Sabun Batu untuk Segala Tipe

OLEH: DAHLAN ISKAN WAKTU mandi saya kini lebih lama. Sedikit. Terutama setelah baca buku ini: Real World…

Minggu, 12 Agustus 2018 08:02

Angkatan Darat-Laut-Udara Pun Tidak Cukup

OLEH: DAHLAN ISKAN KOK seperti tidak aman lagi. Kok seperti tidak tenang lagi. Kok seperti tidak damai…

Sabtu, 11 Agustus 2018 02:03

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri

MULTITAFSIR. Mengapa Joko Widodo (Jokowi) pilih Ma’ruf Amin. Dan mengapa Prabowo Subianto pilih…

Rabu, 08 Agustus 2018 08:59

Imperialis Macan dan Jebakan Naga

OLEH: DAHLAN ISKAN IA tidak mau tinggal di rumah dinas perdana menteri. Ia tidak mau pengawalan yang…

Selasa, 07 Agustus 2018 08:16

UUD Baru yang Sangat Yahudi

OLEH: DAHLAN ISKAN ISRAEL punya undang-undang dasar (UUD) baru. Sejak 19 Juli lalu. Intinya: Israel…

Senin, 06 Agustus 2018 08:58

Anwar Tunggal Ibrahim

OLEH: DAHLAN ISKAN PENDAFTARAN calon presiden ditutup kemarin sore: Presiden Partai Keadilan Rakyat…

Minggu, 05 Agustus 2018 07:40

Menguji Kemauan Tidak Berkarat

OLEH: DAHLAN ISKAN TAPI kambing-kambingnya ada. Tidak mengapa juragannya tidak ada: Ricky Elson lagi…

Kamis, 02 Agustus 2018 08:51

Muncul Capres Harapan si Wali Kota

Oleh: Dahlan Iskan BEGITU banyak yang tidak suka Donald Trump. Tapi sampai hari ini belum ada calon…

Selasa, 31 Juli 2018 09:03

Kawin Cerai Ideologi Ekonomi

OLEH: DAHLAN ISKAN NAWAZ Sharif masuk rumah sakit. Akhirnya. Kemarin dulu. Irama jantungnya kacau. Tekanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .