MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 29 April 2018 08:19
Mengikuti Upacara Adat Rambu Solo’ Mendiang Luther Kombong (5-Habis)
Penuh Khidmat Menuju Peristirahatan Terakhir
LAUTAN MANUSIA: Puncak acara Rambu Solo’ di kompleks Tongkonan Sangtorayan, Kilometer 9, Loa Janan, Kukar kemarin. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, Akhir acara Rambu Solo’ mendiang Luther Kombong berlangsung khidmat kemarin (28/4). Dimulai dengan kebaktian dan makan siang, lalu mengantarkan jenazah ke patane, kuburan berbentuk rumah adat Toraja sebagai peristirahatan terakhir.

IBRAHIM, Loa Janan

ALAM seakan ikut menangisi penguburan tokoh Kaltim, Luther Kombong, menuju peristirahatannya yang terakhir. Hujan lebat disertai angin kencang mewarnai acara puncak ma’kaburu (penguburan) Rambu Solo’ di kompleks Tongkonan Sangtorayan, Kilometer 9, Jalan Soekarno-Hatta, Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar). Kepergian jenazah dibanjiri doa serta lantunan pujian kepada Tuhan.

Lewat tengah hari, pukul 14.00 Wita, proses pemindahan jenazah Luther Kombong dari tongkonan ke patane dimulai. Disambut teriakan “ihii… ahaa…” berkali-kali, jenazah dikeluarkan dari tongkonan. Kemudian diletakkan di atas duba-duba (keranda khas Toraja). Keranda ini bentuknya seperti rumah adat Toraja. Namun, dalam bentuk mini. Digunakan untuk mengarak jenazah menuju patane. Agar lebih mudah, duba-duba disertai roda.

Di depan iringan duba-duba terdapat lamba-lamba (kain merah yang panjang). Para perempuan dengan pakaian hitam-hitam dan penutup kepala sejenis tudung membawa lamba-lamba. Keluarga dekat jenazah Luther Kombong ikut mengusung duba-duba. Sementara para laki-laki secara beramai-ramai mengangkat duba-duba.

Dalam pengarakan jenazah, urutannya dimulai dari pembawa gong besar. Gong itu dipukul berkali-kali selama proses pemindahan jenazah ke kuburan. Jarak tongkonan ke kuburan alias patane di kompleks Tongkonan Sangtorayan, Loa Janan sekitar 1 kilometer. Tongkonan dan patane dipisahkan danau buatan kecil. Patane terletak di bukit sisi sebelah barat tongkonan.

Di belakang iringan keranda, seribuan orang mengiringi. Memakai pakaian serbahitam, suasana duka menyelimuti. Jenazah kemudian diletakkan di patane. Di Tana Toraja, Luther Lappa, panitia Rambu Solo’ menjelaskan, patane merupakan sebutan bagi kuburan yang sudah modern. Itu karena terbuat menyerupai rumah.

Di Tana Toraja, bentuknya beragam. Ada yang digantung di pohon, ada yang diletakkan di dalam batu. “Bentuknya ada yang segi empat, atapnya menyerupai rumah tongkonan. Di Tana Toraja, kuburan sejenis sudah banyak ditemui di kampung-kampung,” papar Luther.

Sekitar pukul 17.00, prosesi penguburan di patane selesai. Keluarga dan warga mulai kembali ke tongkonan. Dalam kesempatan penuh duka itu, istri mendiang Luther Kombong, Haryanti, menyampaikan kebanggaannya kepada sang suami. Luther Kombong di matanya adalah sosok panutan. Sangat memperhatikan keluarga. Bahkan perhatiannya juga dia curahkan kepada banyak masyarakat luas di Kaltim bukan hanya kepada masyarakat Toraja.

“Dulu beliau (Luther Kombong) menyiapkan Tongkonan Sangtorayan untuk dipakai masyarakat Toraja di Kaltim untuk menggelar acara kematian maupun syukuran. Ternyata beliau duluan yang menggunakannya, kami berduka dan sangat merasa kehilangan,” ucap Haryanti.

Dikatakan, Luther Kombong semasa hidup sangat dekat dengan masyarakat Kaltim. Khususnya masyarakat Toraja di Kaltim maupun di kampung halamannya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Mantan anggota DPD RI dan DPR RI itu, sebut dia, selalu berusaha membangun Kaltim agar jadi lebih baik. Suaminya itu bahkan selalu berpesan agar sebagai keluarga tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi harus memperhatikan orang lain. “Karena Tuhan sudah memberkati dan mencukupkan, maka berbagilah kepada orang lain,” katanya menirukan pesan mendiang Luther Kombong yang sangat berkesan baginya.

Luther Kombong bagi masyarakat Kaltim dikenal luas sebagai pebisnis andal. Aktif dalam pelbagai kegiatan sosial dan pada akhir hayatnya mengabdikan diri di dunia politik. Dari perjalanan hidupnya, masyarakat luas mengambil pelajaran untuk terus berjuang pantang menyerah. Luther Kombong mewakili apa yang sering orang katakana, from zero to hero, dari bukan siapa-siapa menjadi orang yang terpandang dan dianggap pahlawan.

Wajar jika selama proses Rambu Solo’ mendiang Luther Kombong, berbagai tokoh hadir. Mulai gubernur, empat pasangan calon gubernur, tokoh politik, hingga pemuka agama. Mereka hadir untuk menyampaikan bela sungkawa dan mengenang kepergian sosok yang dikenal peduli dan rendah hati tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir. Kami juga mohon maaf apabila ada banyak kekurangan dan kesalahan. Mari menjalani hari-hari berikutnya untuk terus menebarkan kebaikan,” pungkas Haryanti menutup rangkaian upacara penguburan Rambu Solo’ di kompleks Tongkonan Sangtorayan. (rom/k11)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:51

Waspadai Pergerakan Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemerintah kota maupun Provinsi Kaltim tampaknya harus mewaspadai risiko tingginya inflasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

UMP Harus Punya Klasifikasi

SAMARINDA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, upah minimum provinsi (UMP) Kaltim tahun ini bakal mengalami…

Senin, 22 Oktober 2018 06:47

Ribuan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kaltim Jadi Atensi

SAMARINDA – Pemprov Kaltim tampaknya harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas sumber daya…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:19

Penyelundupan Narkotika Didominasi Melalui Malaysia

JAKARTA— Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:16

Garansi Polder Tak Ada Buaya

SANGATTA – Kian dekat dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim 2018 di Kutai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Ekspor CPO Bantu Selamatkan Rupiah

SAMARINDA  -   Kinerja ekspor Kaltim pada Agustus mengalami penurunan 14,03 persen dibandingkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:35

Kaltim Peringkat Nasional Kepemilikan Akta Kelahiran

SAMARINDA – Provinsi kaltim menempati urutan ke dua dalam peringkat nasional untuk kepemilikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .