MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 29 April 2018 08:19
Mengikuti Upacara Adat Rambu Solo’ Mendiang Luther Kombong (5-Habis)
Penuh Khidmat Menuju Peristirahatan Terakhir
LAUTAN MANUSIA: Puncak acara Rambu Solo’ di kompleks Tongkonan Sangtorayan, Kilometer 9, Loa Janan, Kukar kemarin. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, Akhir acara Rambu Solo’ mendiang Luther Kombong berlangsung khidmat kemarin (28/4). Dimulai dengan kebaktian dan makan siang, lalu mengantarkan jenazah ke patane, kuburan berbentuk rumah adat Toraja sebagai peristirahatan terakhir.

IBRAHIM, Loa Janan

ALAM seakan ikut menangisi penguburan tokoh Kaltim, Luther Kombong, menuju peristirahatannya yang terakhir. Hujan lebat disertai angin kencang mewarnai acara puncak ma’kaburu (penguburan) Rambu Solo’ di kompleks Tongkonan Sangtorayan, Kilometer 9, Jalan Soekarno-Hatta, Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar). Kepergian jenazah dibanjiri doa serta lantunan pujian kepada Tuhan.

Lewat tengah hari, pukul 14.00 Wita, proses pemindahan jenazah Luther Kombong dari tongkonan ke patane dimulai. Disambut teriakan “ihii… ahaa…” berkali-kali, jenazah dikeluarkan dari tongkonan. Kemudian diletakkan di atas duba-duba (keranda khas Toraja). Keranda ini bentuknya seperti rumah adat Toraja. Namun, dalam bentuk mini. Digunakan untuk mengarak jenazah menuju patane. Agar lebih mudah, duba-duba disertai roda.

Di depan iringan duba-duba terdapat lamba-lamba (kain merah yang panjang). Para perempuan dengan pakaian hitam-hitam dan penutup kepala sejenis tudung membawa lamba-lamba. Keluarga dekat jenazah Luther Kombong ikut mengusung duba-duba. Sementara para laki-laki secara beramai-ramai mengangkat duba-duba.

Dalam pengarakan jenazah, urutannya dimulai dari pembawa gong besar. Gong itu dipukul berkali-kali selama proses pemindahan jenazah ke kuburan. Jarak tongkonan ke kuburan alias patane di kompleks Tongkonan Sangtorayan, Loa Janan sekitar 1 kilometer. Tongkonan dan patane dipisahkan danau buatan kecil. Patane terletak di bukit sisi sebelah barat tongkonan.

Di belakang iringan keranda, seribuan orang mengiringi. Memakai pakaian serbahitam, suasana duka menyelimuti. Jenazah kemudian diletakkan di patane. Di Tana Toraja, Luther Lappa, panitia Rambu Solo’ menjelaskan, patane merupakan sebutan bagi kuburan yang sudah modern. Itu karena terbuat menyerupai rumah.

Di Tana Toraja, bentuknya beragam. Ada yang digantung di pohon, ada yang diletakkan di dalam batu. “Bentuknya ada yang segi empat, atapnya menyerupai rumah tongkonan. Di Tana Toraja, kuburan sejenis sudah banyak ditemui di kampung-kampung,” papar Luther.

Sekitar pukul 17.00, prosesi penguburan di patane selesai. Keluarga dan warga mulai kembali ke tongkonan. Dalam kesempatan penuh duka itu, istri mendiang Luther Kombong, Haryanti, menyampaikan kebanggaannya kepada sang suami. Luther Kombong di matanya adalah sosok panutan. Sangat memperhatikan keluarga. Bahkan perhatiannya juga dia curahkan kepada banyak masyarakat luas di Kaltim bukan hanya kepada masyarakat Toraja.

“Dulu beliau (Luther Kombong) menyiapkan Tongkonan Sangtorayan untuk dipakai masyarakat Toraja di Kaltim untuk menggelar acara kematian maupun syukuran. Ternyata beliau duluan yang menggunakannya, kami berduka dan sangat merasa kehilangan,” ucap Haryanti.

Dikatakan, Luther Kombong semasa hidup sangat dekat dengan masyarakat Kaltim. Khususnya masyarakat Toraja di Kaltim maupun di kampung halamannya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Mantan anggota DPD RI dan DPR RI itu, sebut dia, selalu berusaha membangun Kaltim agar jadi lebih baik. Suaminya itu bahkan selalu berpesan agar sebagai keluarga tidak hanya memikirkan diri sendiri, tapi harus memperhatikan orang lain. “Karena Tuhan sudah memberkati dan mencukupkan, maka berbagilah kepada orang lain,” katanya menirukan pesan mendiang Luther Kombong yang sangat berkesan baginya.

Luther Kombong bagi masyarakat Kaltim dikenal luas sebagai pebisnis andal. Aktif dalam pelbagai kegiatan sosial dan pada akhir hayatnya mengabdikan diri di dunia politik. Dari perjalanan hidupnya, masyarakat luas mengambil pelajaran untuk terus berjuang pantang menyerah. Luther Kombong mewakili apa yang sering orang katakana, from zero to hero, dari bukan siapa-siapa menjadi orang yang terpandang dan dianggap pahlawan.

Wajar jika selama proses Rambu Solo’ mendiang Luther Kombong, berbagai tokoh hadir. Mulai gubernur, empat pasangan calon gubernur, tokoh politik, hingga pemuka agama. Mereka hadir untuk menyampaikan bela sungkawa dan mengenang kepergian sosok yang dikenal peduli dan rendah hati tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir. Kami juga mohon maaf apabila ada banyak kekurangan dan kesalahan. Mari menjalani hari-hari berikutnya untuk terus menebarkan kebaikan,” pungkas Haryanti menutup rangkaian upacara penguburan Rambu Solo’ di kompleks Tongkonan Sangtorayan. (rom/k11)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

SERASA ANAK TIRI..!! Bandara APT Pranoto “Dicueki” Pusat

SAMARINDA–Moda transportasi udara jadi idola untuk memangkas waktu perjalanan. Sayangnya,…

Jumat, 18 Januari 2019 07:57

Koran Adalah Alat Perjuangan, Bertahan dengan Kualitas Sajian

Media daring menjamur. Tapi tak akan membunuh koran. Tak membuatnya…

Jumat, 18 Januari 2019 06:48

Mengoptimalkan Ekspor Batu Bara Kaltim ke India

Oleh: Wahyu Baskara Santoso dan Debby Amalia Soraya (Asisten Analis…

Jumat, 18 Januari 2019 00:06

Jokowi Serang Caleg Gerindra, Prabowo Malah Joget-Joget

Sebuah kejadian menarik dalam debat pilpres 2019 edisi pertama yang…

Kamis, 17 Januari 2019 11:36
Prostitusi Online Melibatkan Artis

Vanessa Angel Ditetapkan Tersangka

SURABAYA - Penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim akhirnya…

Kamis, 17 Januari 2019 11:12
Malam Ini KPU Gelar Debat Paslon Edisi Pertama

Debat Pertama Pilpres, Begini Persiapan Kedua Kubu

Malam ini, dua pasang kandidat presiden dan wakil presiden akan…

Kamis, 17 Januari 2019 09:33

BERDUKA..!! 26 Rumah, 1 Bangunan Langgar dan Gereja, Ludes di Kebakaran Tenggarong

TENGGARONG - Data sementara, sebanyak 26 rumah ludes terbakar pada…

Kamis, 17 Januari 2019 07:12

WADUH..!! Ketimpangan Pendapatan Kaltim Meningkat

SAMARINDA - Meski ketimpangan pendapatan Kaltim pada 2018 mengalami peningkatan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:34

NESTAPA..!! Petani Lada Rugi Jual Hasil Panen

TANJUNG REDEB–Harga lada masih menjadi keluhan para petani di Kabupaten…

Rabu, 16 Januari 2019 07:44

Se-Kalimantan, di Sinilah Termahal Biaya Hidup

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berada di urutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*