MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 28 April 2018 06:22
Pariwisata Harusnya Sumbang Porsi Ekonomi Lebih Besar

Dari Peresmian Lima Satwa Maskot Kepulauan Derawan

WISATA UNGGULAN: Wakil Bupati Berau Agus Tantomo (baju putih) dan Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim Muhamad Nur usai peresmian Landmark Pulau Derawan.

PROKAL.CO, Kendati punya surga bernama Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua, nyatanya kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Kaltim masih sangat minim. Tak sampai 1 persen. Masih jauh untuk mengejar dominasi bisnis pertambangan yang tahun lalu mencapai 46 persen.

 

ERIK ALFIAN, Berau

KONDISI terkini tentang peran sektor pariwisata untuk perekonomian Benua Etam itu dipaparkan saat rombongan Bank Indonesia meresmikan landmark di Pulau Derawan, untuk mewakili kawasan wisata kepulauan di sana. Bagi bank sentral, belum ada destinasi lain yang lebih ikonik dibanding gugusan pulau di timur Kaltim itu.

Anggaran Rp 500 juta pun diguyur, melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim untuk membangun landmark dengan replika perahu layar sebagai pajangan utama itu. Pembangunannya rampung sejak Desember tahun lalu. Namun, baru diresmikan, Rabu (25/4). Letaknya persis di pantai sebelah Derawan Dive Resort.

“Pembangunan sudah sejak Juni, tapi memang terkendala cuaca. Jadi, baru rampung bulan Desember,” kata Kepala Kantor KPw-BI Kaltim Muhamad Nur, setelah peresmian.

Selain patung perahu layar dengan tulisan Derawan berwarna kuning emas, landmark tersebut juga menampilkan penyu hijau, ubur-ubur, hiu paus, pari manta, dan lumba-lumba sebagai maskot. Tak hanya mempertimbangkan segi estetis, Nur mengaku, pemilihan desain sudah dibicarakan dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Berau.

Perahu layar dipilih mewakili kehidupan masyarakat Pulau Derawan yang mayoritas pelaut andal. Sementara lima satwa dipilih lantaran selama ini memang sudah jadi ikon di Derawan, Kakaban, Sangalaki, dan Maratua.

Filosofi itulah yang akhirnya dituangkan dalam landmark Pulau Derawan, yang juga diresmikan oleh Wakil Bupati Berau Agus Tantomo.Hadirnya landmark ini, disebut Nur diharapkan menjadi spot baru wisata di Pulau Derawan. “Landmark ini juga didesain instagramable, supaya wisatawan bisa mengabadikan momen dengan berswafoto,” kata dia.

Dia memang begitu antusias membahas perkembangan ekonomi Kaltim. Nur menyebut, sektor pertambangan kini tak boleh menjadi satu-satunya penopang ekonomi Benua Etam. Sektor potensial yang lain mesti dikembangkan. Salah satunya pariwisata.

“Kita tidak boleh hanya bergantung pada sektor pertambangan. Lambat laun hasil tambang akan habis. Sektor lain mesti dikembangkan. Nah, pariwisata Kaltim punya potensi besar,” tuturnya.

Tak hanya landmark, BI Kaltim disebut Nur juga tengah menggagas pemberian bantuan bagan apung di Pulau Derawan. Selain dibangun untuk nelayan, keberadaan bagan apung juga bisa jadi lokasi yang pas untuk melihat dan memberi makan hiu paus, yang selama ini diketahui menghuni perairan Kepulauan Derawan dan areal pesisir lain di Berau.

“Tahun ini kami akan realisasikan bantuan bagan ini. Desainnya juga kami buat supaya bisa lokasi melihat hiu paus bagi wisatawan,” imbuh dia.

Langkah Bank Indonesia Kaltim membangun landmark mendapat sambutan positif dari Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo. Dia berharap, ikon tersebut bakal bisa mendongkrak kunjungan ke Pulau Derawan, yang akhir-akhir ini mulai disaingi sang tetangga, Pulau Maratua. “Ini jadi motivasi agar Pulau Derawan tak kalah dengan Maratua,” sebutnya.

Agus berpesan, kepada masyarakat dan wisatawan untuk ikut menjaga landmark yang sudah dibangun. “Silakan foto di sini, tapi jangan dirusak. Landmark ini harus sama-sama kita jaga. Tadi saya sudah pesan agar mereka yang merusak diberi sanksi,” tegasnya.

Wabup pun berjanji pihaknya akan memperbaiki fasilitas dan infrastruktur yang ada di pulau-pulau wisata Kabupaten Berau. Namun, dia menyebut, pulau lain yang kemungkinan besar bakal diprioritaskan, seperti Maratua.

“Saat ini, Maratua sudah punya bandara dengan dua kali penerbangan. Ke depan, kami akan coba usahakan agar bisa reguler,” kata dia.

Fasilitas lain yang tak kalah penting, kata Agus, adalah adanya resor-resor baru. Pasalnya, saat ini pemerintah memang tengah gencar mempromosikan wisata empat pulaunya. Maklum, dia mengakui, Agus kontribusi sektor pariwisata memang masih di bawah 10 persen.

“Kami berikan kemudahan perizinan bagi investor yang ingin masuk. Jadi, semoga saja fasilitas dan infrastruktur kian membaik,” harapnya. (**/man/k15)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:11

Sempat Sakit Perut sebelum Upacara, Biasa Panjat Pohon Kelapa

Upacara pengibaran bendera Merah Putih saat HUT Ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI di Lapangan Pantai Motaain,…

Selasa, 14 Agustus 2018 09:03

Anggrek, si Eksotis yang Terus Terkikis

Anggrek menjadi salah satu tumbuhan favorit pencinta tanaman hias. Namun, tingginya minat itu berisiko…

Sabtu, 11 Agustus 2018 02:02

Persaingan Ketat, Timnas Bakal Jadi Kuda Hitam

Kejuaraan Daerah (Kejurda) 2015 di Stadion Utama Palaran, Samarinda menjadi momen debutnya di bola tangan.…

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:04

Berkontribusi untuk Ibu-Ibu Puskesmas hingga Astronaut

Bagi para awam, mungkin sulit membayangkan miliaran bakteri bisa terkandung dalam botol minuman bervolume…

Sabtu, 28 Juli 2018 06:54

Sepuluh Tahun Memimpin dengan Segudang Prestasi

Kota Tepian berduka. Abdul Waris Husain berpulang. Wali kota Samarinda ke-6 itu meninggalkan kenangan…

Sabtu, 28 Juli 2018 06:09

Manjakan Konsumen, Tangkap Peluang Pasar dari Hunian Premium

Peluang pasar yang besar dimanfaatkan Informa dengan mengembangkan unit bisnis lain di Kota Minyak.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .